Sunday, October 02, 2022

Temukan Hobbymu?

Ada pepatah mengatakan "Buku adalah Jendela dunia". Kunci untuk membukanya adalah membaca. Ungkapan ini ingin menggambarkan bahwa membaca bermanfaat untuk membuka dan mempeluas wawasan dan pengetahuan.

Sayangnya tidak semua orang hobby atau punya kebiasaan membaca. Saya dulu pun begitu. Apalagi di Era Digital seperti sekarang mungkin orang akan lebih senang berselancar di sosial media daripada membaca.

Lalu bagaimana sampai punya hobby baca? di Zaman masa sekolah dulu, punya teksbook, tapi kalau ujian belajarnya hanya bergantung dari buku catatan.

Sampai suatu ketika, sakit dan absen ke sekolah, rasanya bosan banget, mau ngapain ya. Akhirnya ada teksbook, dibuka dan dibaca-baca, saya ingat banget bacanya buku Biologi tentang Ekosistem dan Rantai makanan.

Ketika membaca saya merasa, banyak sekali hal-hal detail yang sepertinya tidak dijelaskan oleh guru di sekolah. Besoknya masuk kelas, tau-taunya guru kasih ulangan mendadak. Ternyata jawabannya adalah apa yang saya baca sehari sebelumnya.

Sejak saat itu, saya lebih menggiatkan diri untuk membaca, jika ingin mencari apa yang saya ketahui.

Pelajaran yang dipetik, Umumnya orang akan melakukan sesuatu, Jika orang tersebut sadar manfaatnya. Jadi mau mempengaruhi untuk orang lain melakukan sesuatu, maka kita harus bisa menunjukan manfaatnya.

Bagaimana pengalaman kamu menemukan hobbymu?

Thursday, September 29, 2022

Failure or just Falling?

Hati-hati dengan istilah Kegagalan (failure). Kekeliruan pengunaan istilah Kegagalan ini seperti kata "Kanker".

Ada kanker paru yang memiliki level stadium Vs ada jenis kanker yang hanya memiliki setitik melanoma dengan kemungkinan 99% bisa disembuhkan.

Permasalahannya kedua kasus ini disebut dengan "Kanker", walaupun memiliki level kefatalan yang berbeda.

Begitu juga istilah Kegagalan, terkadang itu hanya bersifat kejatuhan yang bisa dengan cepat bangkit kembali, dan tidak berefek fatal. (Terkecuali Anda ingin berada di sana terus).

Kebanyakan kasus yang kita lalui adalah kejatuhan (falling), bukan kegagalan (failure).

Seperti nilai ujian yang jatuh, tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, tidak lolos interview pekerjaan, tidak berhasil menjual pada seorang nasabah.

Dan semua itu hanya bersifat kejatuhan sementara dan bisa diperbaiki.

Oleh karena itu hati-hati dengan pemakaian istilah karena itu mempengaruhi pola pikir (mindset).

Jadi kondisinya Falling atau Failure?

“Be like a dandelion. Whenever they fall apart, they start again. Have hope.”

Inspired by Simon Sinek - Author.

Wednesday, September 28, 2022

What's it All About?

It's not about Winning or Losing - but it is about not Giving Up. If you have a dream, fight for it. There is a discipline for passion.

It's not about how many times you get rejected, fall down or beaten up. It's about how many times you stand up and brave to keep ongoing.
-------------------------
Ini bukan tentang menang atau kalah - tetapi ini adalah mengenai tidak menyerah. Jika kamu memiliki Impian, berjuanglah untuk mencapainya. Ada disiplin untuk suatu tekad.

Ini bukan tentang berapa kali kamu ditolak, jatuh atau dikalahkan. Ini adalah tentang berapa kali berdiri kembali dan dengan berani untuk melanjutkannya.

PS: "If you do what is easy your life will be hard. But if you do what is hard your life will be easy." - Les Brown.

Monday, September 19, 2022

Tahukah Anda mengeluh dapat membahayakan kesehatan?

Berhentilah mengeluh. Pada kenyataannya tidak ada seorang pun senang mendengar keluhan.

Menurut penelitian dari Universitas Stanford, Mengeluh Setengah jam setiap hari secara fisik dapat merusak otak seseorang. Baik Anda yang mengeluh atau yang mendengar keluhan, paparan negatif tersebut mengikis Neuron pada Hippocampus - bagian otak yang digunakan untuk pemecahan masalah dan fungsi kognitif.

Seiring waktu, mengeluh menjadi kebiasaan. Jika Anda dikelilingi oleh pengeluh, kemungkinan besar Anda akan menjadi pengeluh.

Bukannya tidak boleh mengeluh, tetapi kebanyakan dari masyarakat kita mengeluh dengan tidak efektif. Contoh: Penelitian menemukan bahwa 95% konsumer yang memiliki masalah dengan suatu produk tidak membuat keluhan ditujukan pada perusahaan produsen, tetapi mereka akan menceritakannya pengalaman buruk itu pada 8 sampai 16 orang lainnya.

Hal tersebut tidak produktif karena keluhan tersebut tidak ditujukan pada orang yang dapat menyelesaikan masalah. Mengeluh juga akan membanjiri aliran darah dengan kortisol (hormon stress).

Jadi bagaimana mengeluh yang produktif?
1. Keluhan harus punya tujuan apa yang akan disampaikan.
2. Lakukan dengan diawali dan diakhiri dengan pernyataan positif.
3. Pertimbangkan siapa pendengarnya.
4. Gunakan sosial media dengan bijak.
5. Let it Go, dari pada merusak kesehatan mental Anda.

"Say something positive, and you'll see something positive" - Jim Thompson.

Monday, September 12, 2022

Kamu akan merasakan pada apa yang kamu fokuskan.

Pernah ngga ketika kamu sedang duduk, tiba-tiba kamu melihat kakimu memar? Lalu mulai merasakan sakitnya.

Padahal sebelumnya kamu sedang sibuk mengerjakan sesuatu, seakan tidak merasakan sakitnya atau bahkan tidak ingat kapan kaki itu terpentok sebelumnya.

Begitulah cara kerja otak kita, baru akan merasakan jika kita berfokus pada hal tersebut.

Ketika ada hal yang tidak kita sukai atau ada yang menghalangi dalam kita mengerjakan sesuatu, terkadang kita cenderung untuk mengeluh.

Jika kita fokuskan pada halangan itu, maka kita akan mulai merasakan ketidakenakan tersebut, mulai merambah pada perasaan, lalu berhenti melanjutkan aktivitas.

Bukannya tidak boleh mengeluh, tapi harus dilihat dari kadar apa yang menghalangi kita.

Jika itu hanya hal trivia seperti pada saat kita sedang sibuk bekerja, namun hanya kaki terpentok, kita akan terus dengan kesibukan kita, dan akhirnya bisa menyelesaikan tugas kita.

Jika kita mengeluh maka kita akan kehilangan fokus, pekerjaan tidak selesai, dan yang rugi adalah kita sendiri.

Jadi apa yang menjadi fokus Anda? 😉

Friday, September 02, 2022

Belajar Hal Baru, siapa takut?

Terkadang kita mengkaitkan kata belajar itu hanya pada keterampilan atau pengetahuan yang berhubungan dengan profesi.

Padahal belajar hal baru apapun, walaupun tidak berhubungan dengan kerjaan dapat memberikan kita banyak manfaat.

Hal tersebut dikarenakan pada saat kita belajar sesuatu yang baru, itu membuat pikiran dan tubuh tetap aktif. Ini membantu mendapatkan perspektif dan pengetahuan baru di sekitar kita.

Pengalaman yang baru, melatih otak kita untuk menangani tantangan dan menjaga jalur saraf kita tetap aktif. Jika semua faktor ini bergabung itu yang membuat kita tetap sehat.

Salah satu hal baru yang baru saya geluti tiga bulan terakhir ini adalah Zumba, cardio dalam bentuk Dance.

Sebenarnya saya mengikuti kelas ini sejak tahun lalu, hanya baru-baru ini saya benar mengikutinya dengan intensif. Setelah fasih, saya merasakan perspektif yang berbeda.

1. Gerakan zumba cepat, di awal-awal saya mengikuti kelas ini saya banyak melakukan kesalahan. Setelah diulangi terus, Akhirnya bisa. Making mistakes is normal - if you practice over and over again, you will perfect your skill.

2. Saya termasuk orang yang berkarakter kaku seperti Kanebo kering, namun dengan mengikuti zumba, otak relax, saya pun merasa lebih luwes.

3. Zumba membuka pintu kepada saya untuk komunitas yang baru, berteman yang baru, memberi Network yang baru.

4. Selain itu juga meningkatkan tingkat adaptasi saya terhadap gerakan, untuk menerima diri saya ketika salah, melatih kesabaran, sampai saya menyempurnakan keterampilan ini.

Setelah ini saya menjadi lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan hal baru yang berikut untuk mencapai Target saya.

Jadi kapan terakhir Anda belajar hal baru?

"You can learn new things at any time in your life if you're willing to be a beginner. If you actually learn to like being a beginner, the whole world opens up to you". - Barbara Sher

Monday, August 29, 2022

The Boy who harnessed the Wind.

Ini film yang saya temukan dan tonton kemaren weekend di Netflix. Diangkat dari kisah nyata, dan sangat menginspirasi.

Cerita ini terjadi pada tahun 2001, di sebuah negara kecil di daratan Afrika bagian selatan yaitu Malawi. Yang ketika itu, negara tersebut dilanda Kelaparan yang hebat, akibat gagal panen setelah mengalami kebanjiran.

Adalah William, seorang anak laki-laki berumur 14 tahun, yang menyelamatkan Desanya dari bencana kelaparan.

Selama menonton saya sambil berpikir begitu banyak tantangan dan halangan, yang dialami oleh William, bahkan itu datang dari ayahnya sendiri. Namun dia tidak menyerah. Apa yang membuat William tidak menyerah?

Keterampilan, Pengetahuan dan yang paling penting adalah Keyakinan bahwa dia akan berhasil, membuat dia terus mencoba berpikir untuk mencari solusi.

Itu memberi pelajaran buat saya, Stop Mengeluh jika bertemu masalah - Mending fokuskan energinya untuk mencari solusi.

Selamat Menonton!

Tuesday, August 16, 2022

Wish you were better.

Baru-baru ini kita banyak mengalami gejolak harga-harga barang yang naik. Termasuk juga issue mengenai kenaikan Mie Instan, membuat orang-orang panik, terutama anak kost.

Memang hidup terasa semakin sulit, terkadang kita mengharapkan kapan ya hidup akan lebih mudah.

Dalam renungan, saya membuka kembali catatan coaching yang pernah saya ikuti di th 2020. Saya menemukan quote yang ditulis oleh Jim Rohn.

Jim Rohn adalah salah seorang mentor dari Anthony Robbins. Anthony Robbins mengikuti personal coaching dengan Jim Rohn di usia 17 th, hal itu yang merubah hidup Sang Motivator sejak saat itu.

Bunyi Quotenya "Never Wish Life were easier, Wish that you were better" - For life may be easier if you are better.

Di dalam bukunya Anthony menjelaskan bahwa Jim memberikan pandangan bahwa Bekerja keraslah untuk meningkatkan kemampuan diri lebih dari pada pekerjaan atau lainnya, karena dengan begitu, kamu akan bisa memberikan lebih banyak kepada orang lain.

Saya prediksi ke depan mungkin akan lebih banyak tantangan dan lebih rumit, saya pikir lebih baik kita pakai waktu kita untuk meningkatkan kemampuan pribadi lebih dari hal-hal yang lain, untuk menghadapi tantangan itu.

Dirgahayu Indonesia!

Tuesday, July 26, 2022

Mengatasi Distorsi Kognitif.

"Wuah nasib gua sial melulu nih".

"Ah karena saya Introvert ya, jadi tidak punya banyak teman?".

"Dia sebel sama gua kali ya, makanya dia tidak mengangkat telpon saya".

Ini adalah beberapa contoh Distorsi Kognitif: pola pikir yang berasumsi secara tidak akurat, umumnya ke arah negatif.

Singkatnya ini adalah kebiasaan berpikir yang keliru. Ketika seseorang mengalami Distorsi Kognitif, dia akan mengartikan secara prasangka negatif.

Umumnya kita semua pernah mengalami Distorsi Kognitif dari waktu ke waktu. Namun, jika terjadi terus menerus bisa meningkatkan kegelisahan, depresi mendalam, kesulitan dalam menjalin hubungan dan lainnya.

Mengapa bisa mengalami Distorsi Kognitif? Para ahli menduga bahwa ini adalah salah satu cara orang untuk mengatasi suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Semakin besar pengaruh dan berkepanjangan kejadian tersebut maka semakin banyak Distorsi Kognitif yang terbentuk dalam memorynya.

Lalu bagaimana mengatasinya? Salah satu caranya adalah membungkus ulang situasi dengan lebih rasional. Misal: Terjatuh - mengapa bisa terjatuh? Bukan Sial, tetapi karena jalan terburu-buru - Ok lain kali saya harus hati-hati.

Teman saya sedikit - bukan karena introvert, tetapi selalu diam. Ok, mulai saat ini saya akan mencoba tersenyum ramah dan menyapa orang.

Telepon tidak diangkat, bisa banyak sebabnya, mungkin dia sedang nyetir, sedang sibuk, tidak kedengeran bunyi dering. Baik, saya akan telepon lagi lain waktu.

Semoga dengan sedikit penjelasannya ini bisa membuka Mindset teman-teman untuk berpikir secara rasional dan tidak langsung berasumsi negatif dalam menghadapi suatu kejadian yang tidak menyenangkan.

Jangan Lupa Bahagia! 😉😉😉

Friday, July 22, 2022

Salah satu cara mengurangi Stress?

Ada seorang teman nanya, "Koq bisa sih lue nulis-nulis gitu?. Emang dari dulu lue hobby nulis?".

Sebenarnya kalau mau jujur menulis adalah hal yang paling saya takuti pada waktu sekolah dulu.

Terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas mengarang, bisa langsung keringet dingin.

Sebenarnya apakah menulis itu adalah hal yang sulit?

Kadang kala kita terlalu cepat memutuskan, "saya tidak suka itu", "ini bukan hobby saya", atau "ah itu bukan gua banget deh" - padahal kita belum mencobanya.

Jika ditelaah, menulis itu adalah salah satu output dari pemikiran atau isi hati kita. Secara logika jika ingin ada Output, tentu harus ada Input.

Jadi supaya punya tema atau topik yang hendak ditulis, tentu kita harus mengisi diri dengan pengetahuan umum - current issues, melalui pengalaman pribadi, baca buku, nonton berita, film, atau channel sosial media dan lain-lain.

Dan suatu ketika saya pernah disarankan untuk menulis di suatu sesi terapi yang saya jalani waktu itu.

Ternyata menulis adalah cara yang efektif buat saya untuk meringankan beban dalam pikiran hehe.. Lalu kebiasaan menulis juga bisa memberi hal positif kepada yang lain.

Tentu saja kita semua diciptakan dengan segala keunikan dan kelebihan yang berbeda, kenali dan pakai sumber itu untuk meningkatkan efektivitas diri Anda.

Saya percaya teman-teman juga punya banyak cara lain atau hobby untuk merenggangkan beban pikiran. Ya milikilah Hobby itu juga merupakan suatu cara untuk membuat hidup lebih bahagia. 😉

Tuesday, July 19, 2022

Renungan di Tengah Tahun.

Umumnya orang sering menetapkan resolusi atau target di awal tahun.

Namun, yang sering terjadi adalah hanya beberapa atau sebagian kecil dari target itu yang tercapai di akhir tahun.

Mungkin terkadang kita sendiri bingung mengapa ini terjadi? atau kita sudah memprediksi ini akan terjadi, karena keadaan yang begitu sulit.

Ternyata inilah jawaban yang ditemukan dalam potongan buku ini (Baca: Atomic Habit, James Clear). Bahwa itu semata karena kita punya Target tapi tidak punya Sistem untuk mencapainya.

Misal: Target ingin menurunkan berat badan 20 Kg di Tahun ini, tetapi tidak merancang sistem untuk mencapai itu.

Sistem itu seperti bagaimana cara atau jalan untuk mencapai Target tersebut.

Jika dilanjutkan lagi dari contoh target diatas, maka harus dibuat jadwal:
- makan dan tipe makanannnya
- olah raga, durasi dan frekuensi
- istirahat dan tidur serta durasinya

Selain itu harus ada "pengawas" yang membuat sistem itu pasti akan dijalankan.

Diprediksi walau tidak punya Target, namun punya sistem yang berjalan itu justru tetap bisa membuat orang sampai pada Tujuannya.

Friday, July 08, 2022

Kekuatan Kebiasaan.

Ini adalah matematika tentang kebiasaan (habit).

Suatu kebiasaan adalah bunga majemuk (compound interest) dalam hal perbaikan diri.

Sama halnya dengan Uang yang berkembang berlipat-lipat karena bunga majemuk, pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu kita mengulang kebiasaan itu.

Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, contoh olah raga 30 menit sehari, tidak langsung membuat timbangan jadi turun 10kg.

Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan buruk, misal makan junk food sehari tidak akan membuat timbangan langsung naik.

Sehingga terkadang membuat kita tidak peduli dengan kebiasaan kecil itu.

Tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat.

Ketika kita melihat ke belakang dua, lima atau barangkali 10 tahun kemudian, nilai kebiasaan yang baik dan kerugian akibat kebiasaan buruk menjadi Luar Biasa.
Source: Atomic Habits by James Clear.

Tuesday, July 05, 2022

Kesempatan kedua.

Hari itu adalah hari ulang tahun saya (sepuluh tahun yang lalu). Saya sengaja mengambil satu hari cuti untuk melakukan medical check up.

Saya menjalani beberapa pemeriksaan dan yang terakhir adalah pemeriksaan Radiologi. Dokter mengatakan ada indikasi abnormal di bagian uterus, lalu menyarankan untuk menemui Dokter Internis.

Dokter Internis mengatakan hal yang sama, lalu menyarankan menemui Dokter Obsgyn. Setelah melakukan pemeriksaan Dokter Obsgyn juga tidak memastikan, lalu menyarankan untuk dilakukan test CA Marker.

Hasilnya baru bisa diketahui keesokan harinya. Hari itu selesai dan pulang ke rumah jam 15.00.

Sepanjang sisa hari itu saya hanya diam dan tidak bercerita pada siapapun.

Banyak hal yang berkecamuk di dalam pikiran saya, seperti:
"Bagaimana jika hasil pemeriksaan menyatakan penyakit mematikan itu?"
"Bagaimana jika waktu saya hanya tinggal 3 bulan?"
"Apa yang sudah pernah saya kerjakan dan kontribusikan kepada keluarga ataupun lainnya?"

Jawaban yang terus berputar dalam pikiran saya adalah hanya kerja, hampir 2/3 waktu sehari dihabiskan di kantor. Bahkan terkadang jika kondisi mendesak, di rumah pun masih bekerja.

Sebagian besar permasalahan yang diselesaikan, hanya berhubungan untuk diri sendiri. Semalaman saya tidak bisa tidur.

Besok paginya saya mengirimkan SMS kepada Dokter Obsgyn, dan hasilnya adalah negatif. Indikasi yang dikatakan ternyata bukan sesuatu yang serius.

Rasanya lega, namun pertanyaan yang saya pikirkan semalaman terus berputar dalam pikiran saya.

Sejak saat itu juga, saya memutuskan untuk merubah arah tujuan hidup dan karir saya.

Jika Anda diberikan kesempatan kedua, apa yang akan Anda ubah?

Tuesday, June 28, 2022

Masalah Perspektif.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah refleksi yang dimulai dengan sebuah pertanyaan: Kapan seekor burung bisa lebih besar dari gunung?

Kata pertama yang muncul di benak saya adalah "mustahil", jenis burung apa pun tidak akan pernah lebih besar dari pada sebuah gunung.

Kemudian saya meneruskan membaca artikel tersebut dan jawabannya adalah : Ketika burung lebih dekat kepada orang yang memandangnya, daripada gunung.

Hmm, jawabannya benar sekali. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Itu juga cara kita melihat masalah kita.

Terkadang kita merasa masalah kita lebih besar dari apapun bahkan lebih besar dari Sang Pencipta. Karena kita lebih dekat dengan masalah daripada Sang Pencipta.

Pada saat-saat seperti itu, Sang Pencipta tampak sejauh gunung yang jauh, dan kita menganggap Dia kecil dan tidak terjangkau.

Sesungguhnya Dia selalu ada dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan kita, sebagaimana Dia berjanji untuk "memberi kekuatan kepada orang yang lelah, dan orang muda tersandung dan jatuh" (Yesaya 40:29).

Sama seperti seekor burung tidak akan pernah lebih besar dari pada gunung, tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Inti permasalahannya adalah mengubah perspektif kita.

Thursday, June 23, 2022

Tidak berubah, sungguh?

Dua bulan yang lalu pada saat pulang kampung sempat ketemu teman-teman semasa sekolah dulu.

Ada teman yang berkomentar "kamu masih sama seperti dulu, tidak berubah." Yang dimaksud adalah penampilannya yang tidak berubah.

Kita tahu satu-satunya hal yang tidak berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.

Tidak mungkin tidak berubah, dengan bertambah usia seseorang, performa sistem metabolisme pasti akan menurun.

Untuk tetap menjaga keseimbangan berat tubuh, pasti harus diimbangi dengan usaha dari luar, seperti mengatur pola makan dan olahraga.

Terkadang kita hanya menilai sesuatu itu hanya dari penampakan luar saja, atau lihat kesuksesan orang saja, atau lihat hasil akhirnya saja.

Padahal kita tidak tahu, seberapa besar pengorbanannya untuk mencapai tujuan tersebut, seberapa keras kerjanya untuk mencapai kesuksesan tersebut, seberapa banyak waktu yang sudah dihabiskan untuk mendapatkan hasil tersebut.

"I have no magical formula. The only way I know to win is through Hard Work"- Don Shula.

Hal ini tentu berlaku untuk hampir semua aspek dalam kehidupan, mau berhasil ya harus ada usaha.. Setuju?

PS: body shape dan kulit masih bisa dipoles, tapi mata plus tidak ada obatnya hahha..

Sunday, June 19, 2022

Perubahan ke arah mana?

Masih teringat jelas 25 tahun yang lalu, ketika sudah akan lulus SMA - masih belum menentukan akan kuliah di mana, dan jurusan apa?

Alih-alih menganalisa, hanya berpikir mengikuti jejak Koko saya berkuliah di Bina Nusantara, yang disingkat BINUS.

Alasan pertama adalah kuliah di BINUS relatif murah dibanding dengan Universitas Swasta lain. Walau sering juga merasa inferior kuliah di BINUS, bukan sekolah unggulan di zaman itu.

Fast foward, beberapa waktu lalu saya membaca informasi bahwa BINUS sekarang adalah Universitas Swasta no. 1 di Indonesia, kuliah di BINUS juga tidak murah sekarang.

Sekarang BINUS juga memiliki banyak kampus di berbagai kota di Indonesia, Bandung, Bekasi, Malang, Semarang, Tangerang selain ada beberapa kampus di Jakarta.

Waktu akan terus berjalan, dan Perubahan akan terus berlangsung. Jika saat ini kita berada di bawah, tidak berarti akan selamanya di sana, kalau kita mau bergerak untuk melakukan usaha dan perubahan ke arah yg lebih baik.

Sebaliknya hal yang sama juga berlaku untuk yang sedang di atas, jika tidak melakukan apapun untuk mempertahankan atau bergerak maju.

"Success is not Forever, and Failure is never Final" - Don Shula.

@Binus Semarang

Sunday, June 12, 2022

"Don't Think. Just Do."

"Jangan pikir, Lakukan saja" Itu yang dikatakan Maverick kepada anak angkatnya Rooster pada saat mereka menjalankan misi penyerangan khusus, dalam film Top Gun (2022).

Terkadang kita ragu untuk bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah terlatih untuk itu - seperti tokoh Rooster.

Namun karena kelihatannya sulit, tidak berpengalaman, kita tidak percaya diri untuk melakukannya.

Yang pada akhirnya membawa kita tidak melakukan apa-apa. Dikarenakan tidak melakukan apa-apa, tentu kita juga tidak akan menghasilkan apa-apa.

Lebih baik kita lakukan, walaupun gagal, kita mendapatkan pengalaman, dan masukan - sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

"Feel The Fear and Do It Anyway". - Susan Jeffers, Phd.

Friday, June 10, 2022

Intermezzo menjelang akhir pekan: Tahukah Anda?

Sudah hampir seminggu Senzhou-14 diluncurkan untuk Proyek stasiun ruang angkasa "Tian gong" (yang artinya: Istana Langit).

Sejak tahun 1999 Senzhou-1 diluncurkan, Negara Tirai bambu ini menamakan awak kapal ruang angkasa ini dengan nama "Taikonaut".

Lalu apa perbedaan "Astronaut", "Cosmonaut", dan "Taikonaut"? bingung?

Itu semua adalah istilah untuk awak kapal ruang angkasa, hanya beda negara, beda penyebutannya.

Astronaut sebutan oleh Bangsa Amerika, asal kata "Astronomy" - Ilmu perbintangan dan "Nautes" - Pelayar.

Cosmonaut sebutan oleh Bangsa Rusia, asal kata "Cosmos" - Alam semesta dan Nautes.

Taikonot sebutan oleh Bangsa Cina, asal kata "Tai kong" - Angkasa Luar dan Nautes.

Ini adalah tiga negara di dunia yang pernah menaklukan penjelajahan Ruang Angkasa Luar, dan yang terakhir masih aktif dengan proyek besar membangun stasiun ruang angkasa "Tian gong" - yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2023.

Mengapa Cina sangat berambisi untuk membangun Stasiun Ruang Angkasa ini. Hal ini disebabkan karena persekutuan negara-negara barat tidak mengizinkan Cina untuk ikut dalam Aliansi Penjelajahan Ruang Angkasa.

Peristiwa yang mirip juga pernah terjadi ketika Presiden Amerika Donald Trump, memblokir Huawei - Perusahaan tersebut malah berhasil meluncurkan teknologi 5G untuk pertama kali.

Suatu semangat yang perlu dicontoh - Semakin dibully semakin menjadi. Bagaimana dengan kita?

Wednesday, June 08, 2022

Ketahanan dan Kekuatan Berpengharapan.

Dalam suatu seri eksperimen yang di lakukan oleh Dr Curt Richter pada tahun 1950-an.

Walau eksperimen ini kontroversial, karena dianggap melakukan kekejian terhadap hewan, namun eksperimen ini memberikan temuan yang luar biasa.

Yaitu pelajaran yang berharga tentang harapan.

Beberapa tikus liar ditempatkan dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang sampai tikus itu menyerah.

Peneliti mencatat waktu rata-rata tikus tenggelam dan mati dalam waktu 15-20 menit.

Dalam eksperimen selanjutnya, tikus-tikus dimasukan ke dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang.

Namun kali ini, tepat sebelum waktu rata-rata mereka menyerah dan kelelahan, peneliti mengangkat dan mengeringkan tikus tersebut dan membiarkannya beristirahat beberapa saat.

Kemudian tikus tersebut dimasukan kembali ke dalam toples untuk putaran kedua.

Coba tebak berapa lama kali ini tikus bertahan berenang dalam toples tersebut?

15 menit seperti sebelumnya? 30 menit? 1 jam? 5 jam?

Yang mengejutkan tikus-tikus tersebut rata-rata mampu bertahan berenang 40 hingga 60 jam.

Mengapa di putaran kedua ini, tikus tersebut mampu bertahan lebih lama.

Perbedaan mendasarnya ialah, bahwa tikus pertama lebih cepat menyerah karena sadar tidak ada jalan keluar, sementara tikus kedua diselamatkan sebelum mereka menyerah.

Hal ini membuat tikus tersebut berenang hingga batas kemampuan terakhirnya, karena adanya sebuah harapan. Tikus percaya mereka pada akhirnya akan diselamatkan. Memaksa tubuh mereka melewati batas yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang mustahil.

Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa kematian lebih bersifat psikis daripada fisik. Mereka menyerah secara mental walau fisik masih memungkinkan.

Mental adalah pondasi dasar setiap manusia dalam mencapai tujuan.

Harapan dan keyakinan adalah bahan bakar seseorang untuk terus optimis dan terus berusaha.

Jadi apakah Anda masih memiliki Harapan dan Keyakinan? Di mana Anda meletakkan harapan dan keyakinan Anda?

Saturday, June 04, 2022

Wow Memalukan?

Setiap menjelang 17 Agustus, sekolah kami menyeleksi personel untuk Paskibra, selain itu juga Paduan Suara untuk Upacara di tingkat Kabupaten.

Ketika itu saya kelas 1 SMP, dengan postur kurus dan tidak tinggi sudah pasti saya bukan kandidat untuk Paskibra.

Jadi murid-murid selain yang terpilih Paskibra, ikut seleksi untuk Paduan Suara. Tiba lah giliran saya untuk ditest.

Saya menyanyikan sepenggal Lagu Nasional, yang berjudul "Dari Sabang sampai Merauke".

Setelah selesai, beberapa waktu kemudian Guru yang bersangkutan mengumumkan siapa yang terpilih ikut dalam Paduan Suara tersebut, yang akan bergabung dengan Sekolah lain.

Dan ternyata semua teman dekat saya terpilih, kecuali saya. Ini bukan nyanyi Solo, tapi Paduan suara loh. Itu juga berarti saya tidak akan ikut upacara di kantor Bupati.

Ada rasa sedih, koq saya tidak terpilih, seburuk itu kah? Saya diam untuk beberapa hari, tidak cerita apapun di rumah.

Saya tahu saya punya kelemahan, namun dalam benak, saya selalu ingin mendapatkan Pengakuan. Dengan postur yang kecil, olah raga juga bukan keahlian saya.

Dalam bidang akademis, saya juga bukan seorang Jenius, tapi jika saya memberi waktu dan usaha belajar, saya yakin saya bisa. Itu lah awal saya belajar untuk 'Move forward' - fokus pada hal yang bisa saya lakukan, dari pada terus meratap pada kelemahan.

"Focus on your strengths, Not your weaknesses.
Focus on your character, Not your reputation.
Focus on your blessings, Not your misfortunes."
- Roy T. Bennet, The Light in the Heart.