Berikut adalah rekomendasi buku untuk teman-teman yang tidak punya waktu atau tidak hobby membaca, tetapi ingin mendapatkan manfaat langsung dari aktivitas membaca.
Buku ini berjudul Happiness Now, ditulis oleh Andrew Matthews. Buku ini ditulis dengan Bahasa sederhana, namun sangat praktis dan merubah pandangan dalam melihat suatu hal. Sehingga pembaca mengalami perubahan paradigma yang positif.
Buku ini penuh dengan kata-kata semangat dan dorongan yang membangkitkan gairah anda yang hampir lumpuh. Jika sedang sedih, ini akan menghilangkan kesedihan tersebut. Jika dikhianati, ada kata-kata penulis yang mampu membuat kita reda terhadap pengkhianatan itu. Jika terlalu gembira, bagaimana mengelola kegembiraan tersebut dengan cara benar.
Kalimat-kalimatnya pendek namun bermakna. Mudah ringkas, dan inspiratif. Menampilkan 60 ilustrasi berwarna yang kocak nan menawan, buku ini akan mengharmoniskan hubungan Anda dengan orang lain, meraih karir yang memuaskan, kemakmuran dan ketenangan hati.
Selamat menikmati membaca!
Tuesday, March 18, 2025
Sunday, March 16, 2025
Mencapai Impian dengan Menyenangkan.
Siapa bilang buat meraih mimpi itu harus penuh pengorbanan dan kerja keras yang bikin hidup sengsara? Emang sih, usaha itu penting, tapi bukan berarti kita gak bisa enjoy prosesnya. Bayangin aja, tujuan besar itu kayak gunung tinggi banget. Kalo langsung didaki, pasti capek dan bikin down.
Nah, biar lebih asyik, kita bisa bagi gunung itu jadi pos-pos kecil, alias milestone. Setiap pos yang berhasil dilewati, rayain! Jangan anggap remeh kemenangan kecil, karena itu yang bikin kita tetap semangat dan percaya diri. Ibarat main game, setiap naik level pasti seneng, kan?
Merayakan kemenangan itu penting banget, lho. Selain bikin kita makin termotivasi, juga melatih kebiasaan positif dan bikin kita lebih bersyukur. Jadi, jangan lupa kasih hadiah buat diri sendiri setiap kali berhasil mencapai milestone. Misalnya, nonton film kesukaan, makan makanan enak, atau sekadar hangout bareng teman.
Ingat, sukses itu bukan cuma soal tujuan akhir, tapi juga perjalanan yang kita lalui. Dengan merayakan setiap langkah kecil, kita bisa bikin perjalanan itu jadi lebih menyenangkan dan bermakna. Jadi, yuk, mulai sekarang rayakan setiap kemenanganmu!
Nah, biar lebih asyik, kita bisa bagi gunung itu jadi pos-pos kecil, alias milestone. Setiap pos yang berhasil dilewati, rayain! Jangan anggap remeh kemenangan kecil, karena itu yang bikin kita tetap semangat dan percaya diri. Ibarat main game, setiap naik level pasti seneng, kan?
Merayakan kemenangan itu penting banget, lho. Selain bikin kita makin termotivasi, juga melatih kebiasaan positif dan bikin kita lebih bersyukur. Jadi, jangan lupa kasih hadiah buat diri sendiri setiap kali berhasil mencapai milestone. Misalnya, nonton film kesukaan, makan makanan enak, atau sekadar hangout bareng teman.
Ingat, sukses itu bukan cuma soal tujuan akhir, tapi juga perjalanan yang kita lalui. Dengan merayakan setiap langkah kecil, kita bisa bikin perjalanan itu jadi lebih menyenangkan dan bermakna. Jadi, yuk, mulai sekarang rayakan setiap kemenanganmu!
Tuesday, March 11, 2025
Pelajaran yang dipetik.
Annie adalah seorang yang cerdas, pekerja keras, dan merupakan Wanita menarik yang memiliki selera humor tinggi. Di penghujung usianya yang ke 20, dia telah memiliki hubungan dengan seorang pecandu obat-obatan yang menghabiskan uangnya dan ketika dia mabuk, selalu memukulinya.
Di dalam kehidupan,sejarah cenderung mengulang. Hingga kita mempelajari sebuah pelajaran, kita akan mengalaminya lagi dan lagi!
JIKA ORANG LAIN MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI DARI ANDA.. Jika teman Anda mengharapkan Anda untuk memecahkan masalahnya, membawakan barang-barangnya, membereskan kekacauannya, membelikan makan siangnya -- Anda terus melakukannya, ini akan terus terjadi.
Jika Anda terus diganggu... Jika Anda membiarkan diri Anda ditipu oleh bengkel, dan tukang reparasi, ini akan terus terjadi.
Sampai Anda menemukan keberanian atau mempelajari beberapa keahlian, maka Anda akan kehabisan uang.
Jika Anda terus mendapatkan hal yang buruk... Jika Anda mentolerir kekasaran, kemalasan, pasangan yang egois -- memperhitungkan beberapa hubungan lebih baik daripada tidak mempunyai hubungan sama sekali -- maka Anda akan bertemu dengan Arus "Teman dari neraka" yang tiada habisnya.
Sejarah mengulang Kembali.. hingga kita bertahan.
Anda mungkin berkata, "Jika saya ada di suatu tempat -- mungkin Bali, atau jika saya mempunyai teman-teman yang berbeda, saya tidak mempunyai masalah seperti ini! ya, Anda tidak akan mendapatkannya.
Ketika kita mempunyai suatu kelemahan, ini seperti sebuah magnet.. ke mana pun kita pergi kita menarik pelajaran yang sama. Inilah yang disebut hukum kehidupan.
Orang yang bersedih mengatakan, "Mengapa semuanya terjadi pada saya?"
Orang efektif mengatakan, "Saya lebih baik belajar dari masalah ini atau semua itu akan terulang Kembali!"
Menganggap semua masalah dalam hidup Anda adalah suatu pelajaran yang membuat Anda lebih kuat, sehingga Anda tidak merasa seperti seorang korban.
Tulisan di atas dikutip dari Halaman 34 dari buku "Happiness Now" -Andrew Mattews.
Di dalam kehidupan,sejarah cenderung mengulang. Hingga kita mempelajari sebuah pelajaran, kita akan mengalaminya lagi dan lagi!
JIKA ORANG LAIN MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI DARI ANDA.. Jika teman Anda mengharapkan Anda untuk memecahkan masalahnya, membawakan barang-barangnya, membereskan kekacauannya, membelikan makan siangnya -- Anda terus melakukannya, ini akan terus terjadi.
Jika Anda terus diganggu... Jika Anda membiarkan diri Anda ditipu oleh bengkel, dan tukang reparasi, ini akan terus terjadi.
Sampai Anda menemukan keberanian atau mempelajari beberapa keahlian, maka Anda akan kehabisan uang.
Jika Anda terus mendapatkan hal yang buruk... Jika Anda mentolerir kekasaran, kemalasan, pasangan yang egois -- memperhitungkan beberapa hubungan lebih baik daripada tidak mempunyai hubungan sama sekali -- maka Anda akan bertemu dengan Arus "Teman dari neraka" yang tiada habisnya.
Sejarah mengulang Kembali.. hingga kita bertahan.
Anda mungkin berkata, "Jika saya ada di suatu tempat -- mungkin Bali, atau jika saya mempunyai teman-teman yang berbeda, saya tidak mempunyai masalah seperti ini! ya, Anda tidak akan mendapatkannya.
Ketika kita mempunyai suatu kelemahan, ini seperti sebuah magnet.. ke mana pun kita pergi kita menarik pelajaran yang sama. Inilah yang disebut hukum kehidupan.
Orang yang bersedih mengatakan, "Mengapa semuanya terjadi pada saya?"
Orang efektif mengatakan, "Saya lebih baik belajar dari masalah ini atau semua itu akan terulang Kembali!"
Menganggap semua masalah dalam hidup Anda adalah suatu pelajaran yang membuat Anda lebih kuat, sehingga Anda tidak merasa seperti seorang korban.
Tulisan di atas dikutip dari Halaman 34 dari buku "Happiness Now" -Andrew Mattews.
Friday, March 07, 2025
Berhenti Sejenak.
Saya pikir hampir semua Wanita menyenangi Bunga. Bunga adalah simbol keindahan, kelembutan dan cinta. Terkadang karena diburu oleh Waktu, sering kali kita mengabaikan apapun yang ada di sekitar kita.
Minggu lalu Ibu Aninditta Savitry membagikan seikat Bunga Segar kepada saya. Bagi saya yang terkadang hanya fokus pada target ini adalah suatu distraksi yang menyenangkan. Tidak disangka pagi hari melihat bunga-bunga segar ini sungguh membuat hati nyaman dan damai.
Dalam banyak hal bunga dapat digunakan untuk terapi, dengan cara merangkai bunga, menggunakan ekstrak Bunga dalam bentuk obat. Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa terkadang perlu memperlambat jalannya hidup bahkan berhenti sejenak supaya dapat menikmati dan memaknai hidup.
Minggu lalu Ibu Aninditta Savitry membagikan seikat Bunga Segar kepada saya. Bagi saya yang terkadang hanya fokus pada target ini adalah suatu distraksi yang menyenangkan. Tidak disangka pagi hari melihat bunga-bunga segar ini sungguh membuat hati nyaman dan damai.
Dalam banyak hal bunga dapat digunakan untuk terapi, dengan cara merangkai bunga, menggunakan ekstrak Bunga dalam bentuk obat. Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa terkadang perlu memperlambat jalannya hidup bahkan berhenti sejenak supaya dapat menikmati dan memaknai hidup.
Sunday, March 02, 2025
Percaya Diri Dulu, Baru "Punya"? Atau Sebaliknya?
Pernahkah Anda merasa perlu "punya" sesuatu—entah itu pengetahuan mendalam, gelar bergengsi, atau jabatan mentereng—sebelum akhirnya merasa percaya diri? Banyak dari kita mungkin pernah terjebak dalam pemikiran seperti itu. Namun, tahukah Anda, para ahli justru berpendapat sebaliknya? Mereka meyakini bahwa kepercayaan diri adalah fondasi utama, kunci untuk membuka pintu menuju segala hal yang ingin kita "punya".
Mari kita telusuri lebih dalam. Sebenarnya, apa itu kepercayaan diri? Secara sederhana, ini adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Ketika kita percaya diri, kita berani mengambil risiko, mencoba hal-hal baru, dan menghadapi tantangan dengan kepala tegak. Kepercayaan diri ini memicu motivasi untuk berusaha lebih keras dan konsisten dalam mencapai tujuan. Hasilnya? Peluang untuk "punya" apa yang kita inginkan—baik itu kesuksesan materi, pencapaian pribadi, atau hubungan yang bermakna—pun meningkat.
Lebih dari itu, kepercayaan diri memancarkan energi positif. Orang yang percaya diri cenderung optimis, dan sikap positif ini menarik hal-hal baik ke dalam hidup mereka. Namun, bukan berarti "punya" tidak berpengaruh pada kepercayaan diri. Tentu saja, pencapaian bisa meningkatkan rasa percaya diri. Hanya saja, jika fondasi kepercayaan diri kita rapuh, kepuasan dari pencapaian tersebut mungkin tidak akan bertahan lama. Apalagi, jika pencapaian itu diraih dengan cara yang kurang tepat, kepercayaan diri yang timbul pun tidak akan kokoh.
Sebenarnya, kepercayaan diri dan pencapaian membentuk sebuah siklus yang saling menguatkan. Ketika kita percaya diri, kita lebih mungkin meraih sesuatu. Dan ketika kita meraih sesuatu, kepercayaan diri kita pun semakin bertambah. Inilah mengapa penting untuk membangun kepercayaan diri dari dalam diri, bukan hanya mengandalkan faktor eksternal.
Jadi, meskipun "punya" bisa meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan diri yang kuat adalah fondasi yang lebih esensial. Dengan kepercayaan diri, kita menjadi lebih termotivasi, gigih, dan optimis dalam mengejar impian kita. Pada akhirnya, kepercayaan diri adalah kunci untuk "punya" kehidupan yang kita inginkan.
Ps: Thank you for the opportunity - Sharing @FPOne Agency, 22.02.25
Mari kita telusuri lebih dalam. Sebenarnya, apa itu kepercayaan diri? Secara sederhana, ini adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Ketika kita percaya diri, kita berani mengambil risiko, mencoba hal-hal baru, dan menghadapi tantangan dengan kepala tegak. Kepercayaan diri ini memicu motivasi untuk berusaha lebih keras dan konsisten dalam mencapai tujuan. Hasilnya? Peluang untuk "punya" apa yang kita inginkan—baik itu kesuksesan materi, pencapaian pribadi, atau hubungan yang bermakna—pun meningkat.
Lebih dari itu, kepercayaan diri memancarkan energi positif. Orang yang percaya diri cenderung optimis, dan sikap positif ini menarik hal-hal baik ke dalam hidup mereka. Namun, bukan berarti "punya" tidak berpengaruh pada kepercayaan diri. Tentu saja, pencapaian bisa meningkatkan rasa percaya diri. Hanya saja, jika fondasi kepercayaan diri kita rapuh, kepuasan dari pencapaian tersebut mungkin tidak akan bertahan lama. Apalagi, jika pencapaian itu diraih dengan cara yang kurang tepat, kepercayaan diri yang timbul pun tidak akan kokoh.
Sebenarnya, kepercayaan diri dan pencapaian membentuk sebuah siklus yang saling menguatkan. Ketika kita percaya diri, kita lebih mungkin meraih sesuatu. Dan ketika kita meraih sesuatu, kepercayaan diri kita pun semakin bertambah. Inilah mengapa penting untuk membangun kepercayaan diri dari dalam diri, bukan hanya mengandalkan faktor eksternal.
Jadi, meskipun "punya" bisa meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan diri yang kuat adalah fondasi yang lebih esensial. Dengan kepercayaan diri, kita menjadi lebih termotivasi, gigih, dan optimis dalam mengejar impian kita. Pada akhirnya, kepercayaan diri adalah kunci untuk "punya" kehidupan yang kita inginkan.
Ps: Thank you for the opportunity - Sharing @FPOne Agency, 22.02.25
Sunday, February 16, 2025
The Hidden Secret by David R. Hawkins.
Ini adalah buku tentang Rahasia untuk Mencapai Kesuksesan. Ditulis oleh David R. Hawkins, yang dikenal sebagai seorang dokter, penulis, dosen dan pengkaji kesadaran. Seorang jenius yang bekerja untuk menghubungkan sains dan spritualitas yang tampaknya saling bertentangan.
Mengapa banyak orang berjuang mati-matian mengejar kesuksesan namun gagal? Mengapa banyak orang yang dikatakan sukses justru berakhir tragis? Mereka mencari di luar diri, sementara kesuksesan sejati berada di dalam diri. Ketika melihat ke luar, mereka hanya melihat simbol-simbol kesuksesan dan berkesimpulan bahwa itulah yang harus diperjuangkan dan dimiliki.
Menurut dr. Hawkins, kesuksesan adalah level kesadaran yang memungkinkan seseorang "menjadi" pribadi tertentu sehingga "memiliki" adalah konsekuensi yang otomatis terjadi. Kesuksesan lahir dari pemahaman tentang hakekat kehidupan melalui sikap peka, jeli, dan sadar sepanjang waktu. Keberlimpahan dan kemasyhuran adalah manifestasi dari apa yang terjadi di dalam batin.
The Hidden Secret adalah sebuah buku yang menguraikan prinsip-prinsip kekuatan hati yang mendasari kesuksesan dan keberlimpahan, menyajikan pesan abadi tentang kemungkinan tanpa batas, membuat hidup kita menjadi penuh makna.
Mengapa banyak orang berjuang mati-matian mengejar kesuksesan namun gagal? Mengapa banyak orang yang dikatakan sukses justru berakhir tragis? Mereka mencari di luar diri, sementara kesuksesan sejati berada di dalam diri. Ketika melihat ke luar, mereka hanya melihat simbol-simbol kesuksesan dan berkesimpulan bahwa itulah yang harus diperjuangkan dan dimiliki.
Menurut dr. Hawkins, kesuksesan adalah level kesadaran yang memungkinkan seseorang "menjadi" pribadi tertentu sehingga "memiliki" adalah konsekuensi yang otomatis terjadi. Kesuksesan lahir dari pemahaman tentang hakekat kehidupan melalui sikap peka, jeli, dan sadar sepanjang waktu. Keberlimpahan dan kemasyhuran adalah manifestasi dari apa yang terjadi di dalam batin.
The Hidden Secret adalah sebuah buku yang menguraikan prinsip-prinsip kekuatan hati yang mendasari kesuksesan dan keberlimpahan, menyajikan pesan abadi tentang kemungkinan tanpa batas, membuat hidup kita menjadi penuh makna.
Tuesday, February 11, 2025
Unconditional Love - Cinta Tanpa Syarat membuat orang punya pengharapan.
"Kalau aku memperhatikanmu maka kamu yang juga harus memperhatikan aku,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
"Kalau aku sudah menerimamu maka kamu juga harus menerimaku,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
"Kalau aku balas WA-mu cepat, maka kamu juga harus balas WA-ku cepat,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
"Kalau aku sudah membantu kamu maka kamu juga harus membantu aku,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
Ketika orang lain melakukan apa yang kita harapkan atau pikirkan kita menilai dia "Bagus", "Baik" dsb, tetapi ketika mereka tidak melakukan apa yang kita pikirkan kita melabel mereka "Jahat", "Jelek", dsb.
Akhirnya kita hidup dalam penjara pikiran sendiri.
Kita memaksakan pikiran dan pengharapan kita berharap itu membebaskan padahal malah memenjara. Kebebasan yang kita dambakan malah menjadi penjara yang menyulitkan, kita tidak menjadi diri sejati yang penuh kasih.
Ketika kita berharap orang lain melakukan apa yang sudah kita lakukan maka saat itulah ketulusan hilang.
Ketika kita mengungkit kebaikan dan kehebatan yang sudah kita lakukan maka saat itulah ketulusan dan keikhlasan lenyap.
Jadi mengapa tidak belajar menerima dan melihat orang lain apa adanya, bukan sesuai dengan apa yang kita mau lihat?
Mengapa tidak fokus melakukan apa yang kita mau lakukan tanpa berharap apapun dari orang lain agar dapat lebih cepat mewujudkan impian terdalam sehingga hidup menjadi bermakna. That's a Pure Unconditional Love.
PS: Tulisan di atas adalah ditulis oleh Coach Ariesandi, semoga memberi inspirasi.
"Kalau aku sudah menerimamu maka kamu juga harus menerimaku,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
"Kalau aku balas WA-mu cepat, maka kamu juga harus balas WA-ku cepat,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
"Kalau aku sudah membantu kamu maka kamu juga harus membantu aku,.. Pokoknya aku ngga mau tahu apa kondisimu."
Ketika orang lain melakukan apa yang kita harapkan atau pikirkan kita menilai dia "Bagus", "Baik" dsb, tetapi ketika mereka tidak melakukan apa yang kita pikirkan kita melabel mereka "Jahat", "Jelek", dsb.
Akhirnya kita hidup dalam penjara pikiran sendiri.
Kita memaksakan pikiran dan pengharapan kita berharap itu membebaskan padahal malah memenjara. Kebebasan yang kita dambakan malah menjadi penjara yang menyulitkan, kita tidak menjadi diri sejati yang penuh kasih.
Ketika kita berharap orang lain melakukan apa yang sudah kita lakukan maka saat itulah ketulusan hilang.
Ketika kita mengungkit kebaikan dan kehebatan yang sudah kita lakukan maka saat itulah ketulusan dan keikhlasan lenyap.
Jadi mengapa tidak belajar menerima dan melihat orang lain apa adanya, bukan sesuai dengan apa yang kita mau lihat?
Mengapa tidak fokus melakukan apa yang kita mau lakukan tanpa berharap apapun dari orang lain agar dapat lebih cepat mewujudkan impian terdalam sehingga hidup menjadi bermakna. That's a Pure Unconditional Love.
PS: Tulisan di atas adalah ditulis oleh Coach Ariesandi, semoga memberi inspirasi.
Monday, February 03, 2025
Hanya berada di sana, itu sudah cukup!
Hidup memang selalu berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Ada kalanya kita merasa sangat bahagia dan bersemangat, namun ada juga saatnya kita merasa sedih, terpuruk, atau bahkan putus asa.
Saat teman kita sedang mengalami masa-masa sulit, sebagai sahabat yang baik, tentu kita ingin memberikan dukungan dan bantuan agar mereka bisa melewati masa sulit tersebut.
Namun, seringkali kita merasa bingung bagaimana cara untuk memberikan dukungan tersebut, karena memikirkan hal-hal yang terlalu rumit. Tidak sedikit yang salah langkah sehingga bukan membantu malah memperburuk perasaan dan hubungan.
Padahal yang dibutuhkan seseorang ketika dalam keadaan sulit hanyalah didengarkan dan ditemani, seperti yang dilakukan Piglet terhadap Pooh. Ingatlah, bahwa persahabatan adalah salah satu kekuatan terbesar dalam menghadapi segala macam cobaan hidup. "Be the best friend that you can be".
Tulisan ini didedikasikan untuk bulan Februari, bulan kasih sayang, Show that you care! 😊 ❤️
Saat teman kita sedang mengalami masa-masa sulit, sebagai sahabat yang baik, tentu kita ingin memberikan dukungan dan bantuan agar mereka bisa melewati masa sulit tersebut.
Namun, seringkali kita merasa bingung bagaimana cara untuk memberikan dukungan tersebut, karena memikirkan hal-hal yang terlalu rumit. Tidak sedikit yang salah langkah sehingga bukan membantu malah memperburuk perasaan dan hubungan.
Padahal yang dibutuhkan seseorang ketika dalam keadaan sulit hanyalah didengarkan dan ditemani, seperti yang dilakukan Piglet terhadap Pooh. Ingatlah, bahwa persahabatan adalah salah satu kekuatan terbesar dalam menghadapi segala macam cobaan hidup. "Be the best friend that you can be".
Tulisan ini didedikasikan untuk bulan Februari, bulan kasih sayang, Show that you care! 😊 ❤️
Tuesday, January 21, 2025
Apa yang lebih penting dari Pencapaian Goal?
Pada awal tahun umumnya orang-orang Menyusun Resolusi atau Target yang akan dicapai di tahun yang baru ini. Hal yang sama juga di lakukan dalam profesi saya, sebagai Tenaga Pemasar.
Dua minggu yang lalu, team kami melakukan proses Goal Setting ini seharian. Dalam proses ini menyadarkan saya bahwa yang penting dari penetapan Goal itu bukan hanya tentang bagaimana cara untuk mencapainya.
Ternyata ada satu Item yang selama ini suka terlupakan, yaitu Karakter dan Mental seperti apa yang harus dimiliki untuk mencapai Goal tersebut. Hal ini sangat penting karena dalam pencapaian Goal itu tidak hanya untuk sekali, tapi untuk berkesinambungan.
Jika kita memiliki karakater dan mental yang diperlukan untuk mencapai Goal tersebut, maka bukan hal yang mustahil untuk mengulang dan meningkatkan pencapaian-pencapaian Goal tersebut.
"What you have become is far more important than what you get" - Jim Rohn
Dua minggu yang lalu, team kami melakukan proses Goal Setting ini seharian. Dalam proses ini menyadarkan saya bahwa yang penting dari penetapan Goal itu bukan hanya tentang bagaimana cara untuk mencapainya.
Ternyata ada satu Item yang selama ini suka terlupakan, yaitu Karakter dan Mental seperti apa yang harus dimiliki untuk mencapai Goal tersebut. Hal ini sangat penting karena dalam pencapaian Goal itu tidak hanya untuk sekali, tapi untuk berkesinambungan.
Jika kita memiliki karakater dan mental yang diperlukan untuk mencapai Goal tersebut, maka bukan hal yang mustahil untuk mengulang dan meningkatkan pencapaian-pencapaian Goal tersebut.
"What you have become is far more important than what you get" - Jim Rohn
Wednesday, January 01, 2025
Apakah kita "hidup dalam kebohongan"?
Seorang astronot mengungkapkan sebuah kesadaran yang mendalam setelah melihat Bumi dari Luar Angkasa. Ron Garan, mantan astronot NASA, menghabiskan 178 hari di luar angkasa dan menempuh jarak lebih dari 71 juta mil dalam 2.842 orbit dalam kariernya.
Saat ia merenungkan pengalamannya, ia menyatakan bahwa manusia "Hidup dalam Kebohongan". Pernyataan Garan ini lebih meyakinkan daripada teori apa pun.
Dalam sebuah wawancara, ia membahas momen ketika ia menyadari bahwa masyarakat telah melakukan kesalahan dalam segala hal. Apa yang dialami Garan ini disebut dengan "Overview Effect", yang umumnya terjadi pada banyak Astronot saat pengalaman mereka melihat Bumi dari Luar Angkasa.
Majalah BBC Sky at Night mengatakan hal itu dapat mengakibatkan astronot mengalami "kebangkitan spiritual" atau memperdalam hubungan mereka dengan planet kita, Hal yang sama terjadi dengan Edgar Mitchell dari Apollo 14 menggambarkannya sebagai "Ledakan kesadaran".
Bagi mereka yang cukup beruntung untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang unik, hal itu dapat memicu beberapa emosi yang tak terduga dan luar biasa. Garan berkata ketika dia melihat ke luar jendela, dia sampai pada kesimpulan yang begitu menyadarkan.
"Saya melihat kilatan badai petir seperti parasut, melihat tirai aurora yang menari-nari begitu dekat seolah-olah kita dapat meraih dan menyentuhnya, Saya melihat ketipisan atmosfer planet kita yang luar biasa".
Dia menambahkan: "Pada saat itu, saya dihantam oleh kesadaran mendalam bahwa lapisan setipis kertas itu yang menjaga setiap makhluk hidup di planet kita tetap hidup."
Garan berkata dia tidak melihat ekonomi, sebaliknya, dia melihat "biosfer berwarna-warni yang penuh dengan kehidupan," melanjutkan: "Tetapi karena sistem buatan manusia memperlakukan segalanya, termasuk sistem pendukung kehidupan di planet kita, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh ekonomi global, jelas dari sudut pandang luar angkasa bahwa kita menjalani kebohongan".
Garan menjelaskan bagaimana pengalamannya itu "membuatnya terkesima". Ia menambahkan: "Hal lain yang saya rasakan, dan saya tidak dapat menjelaskannya, adalah bahwa terpisah sepenuhnya dari Bumi juga membuat saya merasa sangat terhubung dengan semua orang di planet ini. Itu adalah rasa keakraban yang luar biasa." (Kita adalah Warga Negara Bumi).
Pengamatan Garan menggarisbawahi sebuah pesan penting: "Kita perlu mengubah prioritas kita".
Saat saya membaca Artikel ini juga menyadarkan saya, di awal tahun ini biasanya kita akan menyusun segala Target, Rencana dan Strategi untuk Menjalani 2024, supaya benar-benar memprioritaskan pada hal yang essential, Holistic Target, sehingga Tercapai Tujuan yang bisa membuat kita sendiri merasa seimbang secara fisik, emosi, intelektual, spiritual, sosial dan ekonomi, dan juga bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan sekitar kita.
Selamat Menjalani Tahun Baru dengan Penuh Pengharapan!
Source : IGV Official
Saat ia merenungkan pengalamannya, ia menyatakan bahwa manusia "Hidup dalam Kebohongan". Pernyataan Garan ini lebih meyakinkan daripada teori apa pun.
Dalam sebuah wawancara, ia membahas momen ketika ia menyadari bahwa masyarakat telah melakukan kesalahan dalam segala hal. Apa yang dialami Garan ini disebut dengan "Overview Effect", yang umumnya terjadi pada banyak Astronot saat pengalaman mereka melihat Bumi dari Luar Angkasa.
Majalah BBC Sky at Night mengatakan hal itu dapat mengakibatkan astronot mengalami "kebangkitan spiritual" atau memperdalam hubungan mereka dengan planet kita, Hal yang sama terjadi dengan Edgar Mitchell dari Apollo 14 menggambarkannya sebagai "Ledakan kesadaran".
Bagi mereka yang cukup beruntung untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang unik, hal itu dapat memicu beberapa emosi yang tak terduga dan luar biasa. Garan berkata ketika dia melihat ke luar jendela, dia sampai pada kesimpulan yang begitu menyadarkan.
"Saya melihat kilatan badai petir seperti parasut, melihat tirai aurora yang menari-nari begitu dekat seolah-olah kita dapat meraih dan menyentuhnya, Saya melihat ketipisan atmosfer planet kita yang luar biasa".
Dia menambahkan: "Pada saat itu, saya dihantam oleh kesadaran mendalam bahwa lapisan setipis kertas itu yang menjaga setiap makhluk hidup di planet kita tetap hidup."
Garan berkata dia tidak melihat ekonomi, sebaliknya, dia melihat "biosfer berwarna-warni yang penuh dengan kehidupan," melanjutkan: "Tetapi karena sistem buatan manusia memperlakukan segalanya, termasuk sistem pendukung kehidupan di planet kita, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh ekonomi global, jelas dari sudut pandang luar angkasa bahwa kita menjalani kebohongan".
Garan menjelaskan bagaimana pengalamannya itu "membuatnya terkesima". Ia menambahkan: "Hal lain yang saya rasakan, dan saya tidak dapat menjelaskannya, adalah bahwa terpisah sepenuhnya dari Bumi juga membuat saya merasa sangat terhubung dengan semua orang di planet ini. Itu adalah rasa keakraban yang luar biasa." (Kita adalah Warga Negara Bumi).
Pengamatan Garan menggarisbawahi sebuah pesan penting: "Kita perlu mengubah prioritas kita".
Saat saya membaca Artikel ini juga menyadarkan saya, di awal tahun ini biasanya kita akan menyusun segala Target, Rencana dan Strategi untuk Menjalani 2024, supaya benar-benar memprioritaskan pada hal yang essential, Holistic Target, sehingga Tercapai Tujuan yang bisa membuat kita sendiri merasa seimbang secara fisik, emosi, intelektual, spiritual, sosial dan ekonomi, dan juga bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan sekitar kita.
Selamat Menjalani Tahun Baru dengan Penuh Pengharapan!
Source : IGV Official
Monday, December 30, 2024
Pesan Tutup Tahun 2024.
Untuk menutup Tahun 2024 - saya hanya ingin membagikan satu cerita:
Pada usia 40 tahun, Franz Kafka (1883-1924), seorang penulis berkebangsaan Ceko, yang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak, sedang berjalan-jalan di sebuah taman di Berlin ketika ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang menangis karena kehilangan boneka kesayangannya.
Gadis itu dan Kafka mencari boneka itu namun tidak berhasil. Kafka menyuruh gadis itu untuk menemuinya di sana keesokan harinya, dan mereka akan kembali untuk mencarinya.
Keesokan harinya, ketika mereka belum menemukan boneka itu, Kafka memberikan gadis itu sepucuk surat yang "ditulis" oleh boneka itu yang berbunyi, "Tolong jangan menangis. Aku sedang melakukan perjalanan untuk melihat dunia. Aku akan menulis kepadamu tentang petualanganku."
Maka dimulailah sebuah cerita yang berlanjut hingga akhir hayat Kafka. Selama pertemuan mereka, Kafka membaca surat-surat boneka itu dengan hati-hati yang ditulis dengan petualangan dan percakapan yang menurut gadis itu menggemaskan.
Akhirnya, Kafka membawa kembali boneka itu (ia membeli boneka baru) kembali ke Berlin. "Itu sama sekali tidak mirip bonekaku", kata gadis itu. Kafka memberinya surat lain yang di dalamnya boneka itu menulis: "Perjalananku telah mengubahku." Gadis kecil itu memeluk boneka baru itu dan membawa boneka itu bersamanya ke rumahnya.
Setahun kemudian Kafka meninggal...
Bertahun-tahun kemudian, gadis yang sekarang sudah dewasa itu menemukan sebuah surat di dalam boneka itu. Dalam surat kecil yang ditandatangani oleh Kafka itu tertulis:
"Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang, tetapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara lain". Mungkin kita telah banyak kehilangan dan kekecewaan di Tahun 2024 yang segera berlalu. Terimalah perubahan. Itu tidak dapat dihindari untuk pertumbuhan. Bersama-sama kita dapat mengubah rasa sakit menjadi keajaiban dan cinta Tetapi harus secara sadar untuk menciptakan hubungan itu.
Selamat Menyambut Tahun Baru yang Penuh Pengharapan.
Pada usia 40 tahun, Franz Kafka (1883-1924), seorang penulis berkebangsaan Ceko, yang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak, sedang berjalan-jalan di sebuah taman di Berlin ketika ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang menangis karena kehilangan boneka kesayangannya.
Gadis itu dan Kafka mencari boneka itu namun tidak berhasil. Kafka menyuruh gadis itu untuk menemuinya di sana keesokan harinya, dan mereka akan kembali untuk mencarinya.
Keesokan harinya, ketika mereka belum menemukan boneka itu, Kafka memberikan gadis itu sepucuk surat yang "ditulis" oleh boneka itu yang berbunyi, "Tolong jangan menangis. Aku sedang melakukan perjalanan untuk melihat dunia. Aku akan menulis kepadamu tentang petualanganku."
Maka dimulailah sebuah cerita yang berlanjut hingga akhir hayat Kafka. Selama pertemuan mereka, Kafka membaca surat-surat boneka itu dengan hati-hati yang ditulis dengan petualangan dan percakapan yang menurut gadis itu menggemaskan.
Akhirnya, Kafka membawa kembali boneka itu (ia membeli boneka baru) kembali ke Berlin. "Itu sama sekali tidak mirip bonekaku", kata gadis itu. Kafka memberinya surat lain yang di dalamnya boneka itu menulis: "Perjalananku telah mengubahku." Gadis kecil itu memeluk boneka baru itu dan membawa boneka itu bersamanya ke rumahnya.
Setahun kemudian Kafka meninggal...
Bertahun-tahun kemudian, gadis yang sekarang sudah dewasa itu menemukan sebuah surat di dalam boneka itu. Dalam surat kecil yang ditandatangani oleh Kafka itu tertulis:
"Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang, tetapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara lain". Mungkin kita telah banyak kehilangan dan kekecewaan di Tahun 2024 yang segera berlalu. Terimalah perubahan. Itu tidak dapat dihindari untuk pertumbuhan. Bersama-sama kita dapat mengubah rasa sakit menjadi keajaiban dan cinta Tetapi harus secara sadar untuk menciptakan hubungan itu.
Selamat Menyambut Tahun Baru yang Penuh Pengharapan.
Monday, December 23, 2024
Apa yang lebih penting dari mencapai Target?
Di sela-sela menjelang akhir tahun, pasti sudah mengira-ngira apakah mencapai apa yang ditargetkan di awal tahun, atau harus berusaha lebih baik di tahun depan?
Terlepas dari mencapai target atau tidak, ada hal yang lebih penting. Untuk mengilustrasikannya, simak cerita singkat berikut:
Pohon Ek tua berdiri tegak di atas kota kecil itu, cabang-cabangnya yang berbonggol menjulang ke langit seperti tangan yang lapuk. Di bawah naungannya, seorang anak laki-laki bernama Ethan duduk, alisnya berkerut penuh konsentrasi saat ia dengan cermat mengukir burung kayu. Ia bertekad untuk memenangkan kompetisi ukiran kayu tahunan kota itu, sebuah mimpi yang telah ia pelihara sejak kecil.
Ethan mencurahkan seluruh jiwanya ke dalam proyek itu, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengasah keterampilannya. Ia menghadapi banyak tantangan: kayunya pecah, pahatnya tergelincir, dan keraguan terus menyerang bahwa ia tidak cukup berbakat. Namun, dalam setiap kemunduran, Ethan belajar dan bertumbuh. Ia menemukan kesabaran, ketahanan, dan apresiasi baru terhadap keindahan kayu yang rumit.
Hari kompetisi akhirnya tiba. Ethan, tangannya sedikit gemetar, mempersembahkan burungnya. Burung itu tidak sempurna; ketidaksempurnaan kecil merusak salah satu sayapnya. Namun saat ia menjelaskan tantangan yang telah ia atasi dan pelajaran yang telah ia pelajari, keheningan menyelimuti kerumunan.
Para juri berunding, dan ketika mereka mengumumkan pemenangnya, bukan Ethan. Kekecewaan menyelimuti dirinya, tetapi kemudian dia melihat-lihat karya lainnya. Karya-karyanya indah, masing-masing merupakan bukti dedikasi dan keterampilan penciptanya.
Saat penduduk kota berbaur, seorang wanita tua yang bijak mendekati Ethan. "Burungmu sangat indah," katanya, matanya berbinar. "Tetapi yang lebih penting, lihatlah dirimu yang sekarang."
Ethan menatap tangannya yang kapalan, garis-garisnya terukir dengan kenangan akan latihan berjam-jam yang tak terhitung jumlahnya. Dia memikirkan kesabaran yang telah dia kembangkan, ketahanan yang telah dia bangun, dan penghargaan atas proses yang telah dia peroleh. Dia menyadari bahwa perjalanan itu, dengan segala perjuangan dan kemenangannya, telah mengubahnya lebih dari hadiah apa pun.
Sejak hari itu, Ethan terus mengukir, bukan untuk kompetisi atau penghargaan, tetapi untuk kegembiraan berkreasi dan kepuasan menjadi versi dirinya yang lebih baik, satu detail rumit pada satu waktu.
"What you get by achieving your goals is not as important as by what you have become by achieving your goals". -- Zig ziglar
Terlepas dari mencapai target atau tidak, ada hal yang lebih penting. Untuk mengilustrasikannya, simak cerita singkat berikut:
Pohon Ek tua berdiri tegak di atas kota kecil itu, cabang-cabangnya yang berbonggol menjulang ke langit seperti tangan yang lapuk. Di bawah naungannya, seorang anak laki-laki bernama Ethan duduk, alisnya berkerut penuh konsentrasi saat ia dengan cermat mengukir burung kayu. Ia bertekad untuk memenangkan kompetisi ukiran kayu tahunan kota itu, sebuah mimpi yang telah ia pelihara sejak kecil.
Ethan mencurahkan seluruh jiwanya ke dalam proyek itu, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengasah keterampilannya. Ia menghadapi banyak tantangan: kayunya pecah, pahatnya tergelincir, dan keraguan terus menyerang bahwa ia tidak cukup berbakat. Namun, dalam setiap kemunduran, Ethan belajar dan bertumbuh. Ia menemukan kesabaran, ketahanan, dan apresiasi baru terhadap keindahan kayu yang rumit.
Hari kompetisi akhirnya tiba. Ethan, tangannya sedikit gemetar, mempersembahkan burungnya. Burung itu tidak sempurna; ketidaksempurnaan kecil merusak salah satu sayapnya. Namun saat ia menjelaskan tantangan yang telah ia atasi dan pelajaran yang telah ia pelajari, keheningan menyelimuti kerumunan.
Para juri berunding, dan ketika mereka mengumumkan pemenangnya, bukan Ethan. Kekecewaan menyelimuti dirinya, tetapi kemudian dia melihat-lihat karya lainnya. Karya-karyanya indah, masing-masing merupakan bukti dedikasi dan keterampilan penciptanya.
Saat penduduk kota berbaur, seorang wanita tua yang bijak mendekati Ethan. "Burungmu sangat indah," katanya, matanya berbinar. "Tetapi yang lebih penting, lihatlah dirimu yang sekarang."
Ethan menatap tangannya yang kapalan, garis-garisnya terukir dengan kenangan akan latihan berjam-jam yang tak terhitung jumlahnya. Dia memikirkan kesabaran yang telah dia kembangkan, ketahanan yang telah dia bangun, dan penghargaan atas proses yang telah dia peroleh. Dia menyadari bahwa perjalanan itu, dengan segala perjuangan dan kemenangannya, telah mengubahnya lebih dari hadiah apa pun.
Sejak hari itu, Ethan terus mengukir, bukan untuk kompetisi atau penghargaan, tetapi untuk kegembiraan berkreasi dan kepuasan menjadi versi dirinya yang lebih baik, satu detail rumit pada satu waktu.
"What you get by achieving your goals is not as important as by what you have become by achieving your goals". -- Zig ziglar
Sunday, December 08, 2024
Sudahkan bersyukur hari ini?
It's Christmas Concert Time, It's a Family Reunion Time, It's a Holiday season. Tidak terasa sudah masuk bulan Desember, bulan terakhir dalam tahun dan juga bulan yang dinanti - dinanti untuk musim liburan, dinanti untuk perayaan menyambut Natal dan Tahun Baru, Lembaran baru.
Seperti yang lagi trend sekarang orang-orang nonton konser musik, kami membuka bulan Desember dengan Nonton Konser Musik Natal di Aula Simfoni Jakarta, Kemayoran. Ya itu konser musik klasik. Dalam kesempatan ini saya mencari kegiatan yang bisa pergi bersama Papa.
Teringat masa kecil, saya yang sering ditinggal kakak-kakak (mereka hanya terpaut 1 tahun), karena saya umurnya lebih muda (dianggap anak Bawang), jika pergi bermain. Di saat seperti itu, Papa yang selalu menemani, memberi motivasi, mengajarkan pelajaran sekolah, bersepeda, berenang, dan dukungan lainnya sampai saya lulus SMA. Terutama dalam hal mengambil raport, Papa selalu hadir untuk bertemu dengan Guru Wali Kelas, dalam hal itu saya selalu termotivasi untuk mendapatkan hasil raport yang bagus, supaya membuat bangga.
Dulu saya selalu beranggapan semua anak pasti punya orang tua, Ibu dan Bapak, dan hadir dalam keluarga. Sampai saya kuliah ke Jakarta, baru saya menyadari, bahwa saya termasuk anak yang paling beruntung, karena tidak semua orang berkesempatan seperti itu.
Jadi sampai saat ini pun saya masih belajar bersyukur untuk segala yang saya miliki, bukan menangisi apa yang tidak saya miliki; karena mungkin di luar sana banyak orang yang sedang memimpikan apa yang kita miliki sekarang.
Nah, apakah Anda sudah bersyukur hari ini? 😉
Seperti yang lagi trend sekarang orang-orang nonton konser musik, kami membuka bulan Desember dengan Nonton Konser Musik Natal di Aula Simfoni Jakarta, Kemayoran. Ya itu konser musik klasik. Dalam kesempatan ini saya mencari kegiatan yang bisa pergi bersama Papa.
Teringat masa kecil, saya yang sering ditinggal kakak-kakak (mereka hanya terpaut 1 tahun), karena saya umurnya lebih muda (dianggap anak Bawang), jika pergi bermain. Di saat seperti itu, Papa yang selalu menemani, memberi motivasi, mengajarkan pelajaran sekolah, bersepeda, berenang, dan dukungan lainnya sampai saya lulus SMA. Terutama dalam hal mengambil raport, Papa selalu hadir untuk bertemu dengan Guru Wali Kelas, dalam hal itu saya selalu termotivasi untuk mendapatkan hasil raport yang bagus, supaya membuat bangga.
Dulu saya selalu beranggapan semua anak pasti punya orang tua, Ibu dan Bapak, dan hadir dalam keluarga. Sampai saya kuliah ke Jakarta, baru saya menyadari, bahwa saya termasuk anak yang paling beruntung, karena tidak semua orang berkesempatan seperti itu.
Jadi sampai saat ini pun saya masih belajar bersyukur untuk segala yang saya miliki, bukan menangisi apa yang tidak saya miliki; karena mungkin di luar sana banyak orang yang sedang memimpikan apa yang kita miliki sekarang.
Nah, apakah Anda sudah bersyukur hari ini? 😉
Thursday, November 28, 2024
Turning your adversity to an opportunity!
Olah raga bukan suatu keterampilan kekuatan saya, terutama olah raga permainan beregu, seperti Basket, Volley atau pun bulu tangkis. Dalam hal ini, berpostur tubuh yang kurus dan kecil memang bukan suatu keuntungan. Oleh karena itu saya juga tidak pernah terpilih untuk mewakili kelas apalagi sekolah untuk berpartisipasi dalam perlombaan olah raga maupun seni.
Justru kelemahan itu yang selalu mendorong saya untuk mencari keunggulan lain, seperti kemampuan akademik, kekuatan mengingat dan menganalisa. Bahkan pernah Wali Kelas semasa kelas satu SMA dulu, melabrak guru Olah raga karena memberi nilai merah pada mata pelajaran olah raga kepada saya. Sang wali kelas, membela anak murid seperti saya, memiliki nilai cemerlang untuk semua mata pelajaran lainnya dan tidak terima dijatuhkan hanya karena satu keterampilan fisik.
Seperti cerita saya, kita semua mungkin memiliki beberapa kelemahan. Namun diantara kelemahan-kelemahan itu, kita pasti memiliki banyak kelebihan lainnya. Jangan biarkan kelemahan itu malah membuat kita mundur apalagi menyerah. Justru seharusnya kita berfokus pada kekuatan kita untuk membawa kita pada level selanjutnya.
Hal yang serupa mengingatkan saya pada Tulisan saya setahun yang lalu : https://gracia-triana.blogspot.com/2023/04/arti-tanah-merah.html
Mungkin Kamu punya cerita menarik yang menginspirasi? Share yah di comment.
PS: Walau saya tidak ahli dalam olah raga, tapi saya rajin berolah raga untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran setiap hari.
Justru kelemahan itu yang selalu mendorong saya untuk mencari keunggulan lain, seperti kemampuan akademik, kekuatan mengingat dan menganalisa. Bahkan pernah Wali Kelas semasa kelas satu SMA dulu, melabrak guru Olah raga karena memberi nilai merah pada mata pelajaran olah raga kepada saya. Sang wali kelas, membela anak murid seperti saya, memiliki nilai cemerlang untuk semua mata pelajaran lainnya dan tidak terima dijatuhkan hanya karena satu keterampilan fisik.
Seperti cerita saya, kita semua mungkin memiliki beberapa kelemahan. Namun diantara kelemahan-kelemahan itu, kita pasti memiliki banyak kelebihan lainnya. Jangan biarkan kelemahan itu malah membuat kita mundur apalagi menyerah. Justru seharusnya kita berfokus pada kekuatan kita untuk membawa kita pada level selanjutnya.
Hal yang serupa mengingatkan saya pada Tulisan saya setahun yang lalu : https://gracia-triana.blogspot.com/2023/04/arti-tanah-merah.html
Mungkin Kamu punya cerita menarik yang menginspirasi? Share yah di comment.
PS: Walau saya tidak ahli dalam olah raga, tapi saya rajin berolah raga untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran setiap hari.
Sunday, November 17, 2024
Selling Without Talking!
Menjual tanpa berbicara tentang produk yang dijual. Buat beberapa orang mungkin menjual adalah suatu momok. Aspek ketakutannya dimulai dari alasan berikut:
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat Telpon dari seorang Nasabah, meminta saya ke rumahnya. Singkat cerita, saya bertemu dengan sang nasabah, lalu mendiskusikan permasalahannya dan ingin membeli Produk Warisan yang Ahli Warisnya adalah Anak Tunggalnya. Saya memberikan solusi dan Deal dengan budget yang sudah dipersiapkan oleh Nasabah.
Dikasus yang lain saya mendapat referensi dari seorang nasabah, yang beberapa bulan yang lalu terdiagnosa sakit kanker. Saat ini pengobatan dan kemoterapi masih berjalan, dan beberapa klaim biaya Kemoterapi sudah dibayarkan. Beliau mengatakan keponakannya ingin memiliki Asuransi Kesehatan yang sama.
Di satu sisi Menjual itu akan terasa susah buat sebagian orang, namun banyak kasus para Top Sales bisa saja mendapat Deal dengan mudah. Jadi apa rahasianya supaya berhasil menjual? Sebuah kutipan dari Zig Ziglar - "If People like you, they will listen to you, but if they trust you, they'll do business with you". Diterjemahkan bebas, "Jika orang menyukai Anda, mereka akan mendengarkan Anda, tetapi jika mereka mempercayai Anda, mereka akan berbisnis dengan Anda".
Artinya untuk terjadinya suatu transaksi (Tukar menukar) baik materi ataupun pemikiran/ide, Hubungan baik antar sesama menjadi sangat penting. Bagaimana orang akan menyukai Anda, jika mereka tidak mengenal Anda. Bagaimana orang bisa percaya kepada Anda, jika tidak pernah berinteraksi dengan Anda? Jadi banyak hal (bukan hanya "Jualan") akan menjadi lebih mudah, jika kita mempunyai hubungan baik dengan banyak orang.
Bagaimana pendapat Anda?
- Saya itu introvert tidak bisa berjualan/menawarkan barang
- Hmmm, ngga tau gimana cara memulai pembicaraannya
- Ah nanti ditolak sama calon klien gimana? nanti malah dijauhi sama teman-teman gimana?
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat Telpon dari seorang Nasabah, meminta saya ke rumahnya. Singkat cerita, saya bertemu dengan sang nasabah, lalu mendiskusikan permasalahannya dan ingin membeli Produk Warisan yang Ahli Warisnya adalah Anak Tunggalnya. Saya memberikan solusi dan Deal dengan budget yang sudah dipersiapkan oleh Nasabah.
Dikasus yang lain saya mendapat referensi dari seorang nasabah, yang beberapa bulan yang lalu terdiagnosa sakit kanker. Saat ini pengobatan dan kemoterapi masih berjalan, dan beberapa klaim biaya Kemoterapi sudah dibayarkan. Beliau mengatakan keponakannya ingin memiliki Asuransi Kesehatan yang sama.
Di satu sisi Menjual itu akan terasa susah buat sebagian orang, namun banyak kasus para Top Sales bisa saja mendapat Deal dengan mudah. Jadi apa rahasianya supaya berhasil menjual? Sebuah kutipan dari Zig Ziglar - "If People like you, they will listen to you, but if they trust you, they'll do business with you". Diterjemahkan bebas, "Jika orang menyukai Anda, mereka akan mendengarkan Anda, tetapi jika mereka mempercayai Anda, mereka akan berbisnis dengan Anda".
Artinya untuk terjadinya suatu transaksi (Tukar menukar) baik materi ataupun pemikiran/ide, Hubungan baik antar sesama menjadi sangat penting. Bagaimana orang akan menyukai Anda, jika mereka tidak mengenal Anda. Bagaimana orang bisa percaya kepada Anda, jika tidak pernah berinteraksi dengan Anda? Jadi banyak hal (bukan hanya "Jualan") akan menjadi lebih mudah, jika kita mempunyai hubungan baik dengan banyak orang.
Bagaimana pendapat Anda?
Sunday, November 10, 2024
Tahukan Anda bahwa penyakit juga dapat muncul dari pikiran?
Berikut adalah kutipan dari buku "Letting Go" - David R. Hawkins:
Inilah dinamika di balik penyakit. Mekanisme-mekanisme ini berjalan melalui perubahan-perubahan yang ditimbulkan pikiran dalam aliran energi dari system bio-energi dan melalui limpahan energi yang tertekan ke dalam system saraf otonom.
Pikiran ini sangat kuat karena memiliki level vibrasi yang tinggi. Sebuah pikiran sebenarnya dalah "Sesuatu"; ia memiliki pola energi. Semakin banyak energi yang kita berikan padanya, semakin banyak kekuatan yang dimilikinya untuk memanifestasikan dirinya secara fisik.
Kekuatan pikiran atas tubuh ditunjukkan oleh riset klinis. Misalnya, dalam satu studi, sekelompok perempuan diberitahu bahwa mereka akan diberi suntikan hormon untuk membuat periode menstruasi mereka maju dua minggu lebih awal. Sebenarnya, mereka hanya diberi suntikan garam placebo (Bohong-bohongan). Meskipun demikian, lebih dari 70% perempuan mengalami ketegangan pra-menstruasi lebih awal dengan semua gejala fisik dan psikologis. Dan juga ada serangkaian eksperimen lainnya.
Sir John Eccles, pemenang Nobel, menyatakan bahwa setelah studi seumur hidup, menjadi jelas bahwa otak bukanlah asal-mulai pikiran, seperti yang diyakini sains dan kedokteran, melainkan sebaliknya. Pikiran mengendalikan otak, yang bertindak sebagai stasiun penerima, seperti switchboard yang menerima bentuk-bentuk pikiran dan kemudian menerjemahkannya ke dalam fungsi syaraf dan penyimpanan memori.
Misalnya, hingga saat ini diyakini bahwa gerakan-gerakan otot berasal dari korteks motorik otak. Tetap sekarang, seperti yang dilaporkan oleh Eccles, niat bergerak dicatat oleh area motorik tambahan disebelah korteks motorik. Oleh karena itu, otak diaktivasi oleh niat pikiran dan bukan sebaliknya.
Setelah mengetahui Fakta ini bahwa Meskipun pikiran dapat memicu penyakit, tidak semua penyakit disebabkan oleh pikiran. Bagaimana Anda akan mengendalikan Pikiran?
Inilah dinamika di balik penyakit. Mekanisme-mekanisme ini berjalan melalui perubahan-perubahan yang ditimbulkan pikiran dalam aliran energi dari system bio-energi dan melalui limpahan energi yang tertekan ke dalam system saraf otonom.
Pikiran ini sangat kuat karena memiliki level vibrasi yang tinggi. Sebuah pikiran sebenarnya dalah "Sesuatu"; ia memiliki pola energi. Semakin banyak energi yang kita berikan padanya, semakin banyak kekuatan yang dimilikinya untuk memanifestasikan dirinya secara fisik.
Kekuatan pikiran atas tubuh ditunjukkan oleh riset klinis. Misalnya, dalam satu studi, sekelompok perempuan diberitahu bahwa mereka akan diberi suntikan hormon untuk membuat periode menstruasi mereka maju dua minggu lebih awal. Sebenarnya, mereka hanya diberi suntikan garam placebo (Bohong-bohongan). Meskipun demikian, lebih dari 70% perempuan mengalami ketegangan pra-menstruasi lebih awal dengan semua gejala fisik dan psikologis. Dan juga ada serangkaian eksperimen lainnya.
Sir John Eccles, pemenang Nobel, menyatakan bahwa setelah studi seumur hidup, menjadi jelas bahwa otak bukanlah asal-mulai pikiran, seperti yang diyakini sains dan kedokteran, melainkan sebaliknya. Pikiran mengendalikan otak, yang bertindak sebagai stasiun penerima, seperti switchboard yang menerima bentuk-bentuk pikiran dan kemudian menerjemahkannya ke dalam fungsi syaraf dan penyimpanan memori.
Misalnya, hingga saat ini diyakini bahwa gerakan-gerakan otot berasal dari korteks motorik otak. Tetap sekarang, seperti yang dilaporkan oleh Eccles, niat bergerak dicatat oleh area motorik tambahan disebelah korteks motorik. Oleh karena itu, otak diaktivasi oleh niat pikiran dan bukan sebaliknya.
Setelah mengetahui Fakta ini bahwa Meskipun pikiran dapat memicu penyakit, tidak semua penyakit disebabkan oleh pikiran. Bagaimana Anda akan mengendalikan Pikiran?
Sunday, October 20, 2024
What Will You Be Remembered For?
It's often only when we're faced with a crisis that we truly contemplate certain aspects of life. I remember one such moment on my birthday eleven years ago. I took a day off for a medical checkup, which included an ultrasound of my stomach. The doctor discovered a mass near my uterus. Confused, I asked what she meant. She explained that a mass could be a tumor, but she couldn't determine whether it was benign or malignant. I underwent further tests to find out. As I awaited the results, it felt like my world was crumbling. Suddenly, everything seemed to slow down. Questions raced through my mind: What if it's malignant? Do I only have three months left? Have I done enough for my family, friends, and community? Sadly, at that time the only answer I could come up with was that I'd been consumed by work since graduating from university.
Have you ever considered how people will remember you after you're gone? What kind of legacy would you like to leave for your children, family, or community? What testimony would you hope to hear from your friends, children, or grandchildren on your 80th birthday? Even if that seems too far away, for those still in their prime, what legacy would you like to leave at your last workplace before moving on to new opportunities?
Fortunately, my test result turned out all good, nothing that need to be worried about. From that moment, I changed my life goals right away, and I am happy I realised it before all are too late.
Have you ever considered how people will remember you after you're gone? What kind of legacy would you like to leave for your children, family, or community? What testimony would you hope to hear from your friends, children, or grandchildren on your 80th birthday? Even if that seems too far away, for those still in their prime, what legacy would you like to leave at your last workplace before moving on to new opportunities?
Fortunately, my test result turned out all good, nothing that need to be worried about. From that moment, I changed my life goals right away, and I am happy I realised it before all are too late.
Sunday, October 13, 2024
Bunga berkembang di Lingkungan yang Tepat.
Bayangkan benih bunga yang kecil, rapuh, dan mudah diabaikan. Namun, jika ditanam dalam kondisi yang tepat — sinar matahari yang hangat, tanah yang subur, dan curah hujan yang cukup — benih itu dapat berkembang menjadi bunga yang indah dan mempercantik taman.
Demikian pula, orang dapat berkembang jika berada di lingkungan yang tepat. Lingkungan ini bukan hanya tentang lokasi fisik, tetapi juga meliputi:
Demikian pula, orang dapat berkembang jika berada di lingkungan yang tepat. Lingkungan ini bukan hanya tentang lokasi fisik, tetapi juga meliputi:
- Hubungan yang mendukung: Teman, keluarga, dan mentor yang mendorong, mengangkat, dan percaya kepada Anda.
- Peluang untuk berkembang: Pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman yang memungkinkan Anda untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi penuh Anda.
- Rasa memiliki: Komunitas tempat Anda merasa diterima, dihargai, dan terhubung dengan orang lain.
- Keseimbangan yang sehat: Waktu untuk istirahat, relaksasi, dan mengejar minat di luar pekerjaan.
Saturday, October 12, 2024
Salahkah memakai koneksi untuk sukses?
Mungkin topik yang akan saya bahas kali ini agak kontroversi, yaitu mengenai menggunakan pengaruh Keluarga (orang tua, saudara atau keluarga lainnya) untuk meningkatkan karier. Seringkali kita mendengar komentar seperti berikut:
Di satu sisi, tidak dapat disangkal bahwa memiliki orang tua atau anggota keluarga yang memiliki koneksi yang luas dapat memberikan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat mencakup akses ke Jaringan orang-orang yang berpengaruh dalam perusahaan atau institusi, Peluang mendapat bimbingan, atau pun dukungan Finansial yang dapat mendorong kemajuan karier.
Walaupun begitu, ada juga yang sudah menggunakan pengaruh tersebut tetapi tidak menjadikan orang tersebut sukses. Contohnya Bisnis yang sudah dirintis oleh generasi pertama, tapi menjadi bangkrut di generasi ketiga. Contoh lainnya, seseorang terlahir di keluarga kaya tetapi terlalu dimanja sehingga tidak memiliki motivasi dan bakat yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki. Kondisi ini membuat mereka menyia-nyiakan sumber daya yang ada, lalu menjadi puas diri, dan akhirnya juga tidak membawa kemajuan karier.
Ini menunjukkan bahwa mengandalkan Pengaruh Keluarga saja tidak efektif untuk meningkatkan karier. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa berhak, yang berujung pada kurangnya kemandirian dan motivasi. Selain itu, jika karier seseorang dibangun atas koneksi dan bukan prestasi, kariernya bisa rapuh dan rentan terhadap perubahan keadaan.
Pada akhirnya, karier yang paling sukses sering kali dibangun atas kombinasi bakat, kerja keras, dan jaringan strategis. Meskipun pengaruh orang tua dan keluarga tentu saja dapat menjadi faktor menambah keuntungan, hal itu seharusnya bukan satu-satunya penentu keberhasilan profesional seseorang.
Bagaimana menurut Anda?
- "Iyalah dia sukses, karena bapaknya sudah memberikan modal dan fasilitas ..."
- "Pantes saja dia bisa maju, karena relasi orang tuanya yang ... "
- "Wajar saja dia berhasil, karena pamannya yang berpengalaman langsung membimbingnya ..."
Di satu sisi, tidak dapat disangkal bahwa memiliki orang tua atau anggota keluarga yang memiliki koneksi yang luas dapat memberikan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat mencakup akses ke Jaringan orang-orang yang berpengaruh dalam perusahaan atau institusi, Peluang mendapat bimbingan, atau pun dukungan Finansial yang dapat mendorong kemajuan karier.
Walaupun begitu, ada juga yang sudah menggunakan pengaruh tersebut tetapi tidak menjadikan orang tersebut sukses. Contohnya Bisnis yang sudah dirintis oleh generasi pertama, tapi menjadi bangkrut di generasi ketiga. Contoh lainnya, seseorang terlahir di keluarga kaya tetapi terlalu dimanja sehingga tidak memiliki motivasi dan bakat yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki. Kondisi ini membuat mereka menyia-nyiakan sumber daya yang ada, lalu menjadi puas diri, dan akhirnya juga tidak membawa kemajuan karier.
Ini menunjukkan bahwa mengandalkan Pengaruh Keluarga saja tidak efektif untuk meningkatkan karier. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa berhak, yang berujung pada kurangnya kemandirian dan motivasi. Selain itu, jika karier seseorang dibangun atas koneksi dan bukan prestasi, kariernya bisa rapuh dan rentan terhadap perubahan keadaan.
Pada akhirnya, karier yang paling sukses sering kali dibangun atas kombinasi bakat, kerja keras, dan jaringan strategis. Meskipun pengaruh orang tua dan keluarga tentu saja dapat menjadi faktor menambah keuntungan, hal itu seharusnya bukan satu-satunya penentu keberhasilan profesional seseorang.
Bagaimana menurut Anda?
Sunday, October 06, 2024
Mau Sukses dengan Mudah, bisa?
Sering kali kita merasa terinspirasi dengan cerita "From Zero to Hero", yang tadinya bukan siapa-siapa, mungkin sangat miskin, menderita atau dibully, lalu melalui kerja keras akhirnya menjadi Sukses, Kaya dan Terkenal.
Umumnya cerita seperti itulah yang digemari banyak orang. Lalu apakah untuk mencapai sukses selalu melibatkan penderitaan dan kerja keras ekstrem? Saya pikir Konsep "Kerja Keras" itu relatif dan bisa berbeda-beda bagi setiap orang.
Setelah saya renung-renungkan lagi, bisa saja sukses tanpa harus bersusah payah (bukan berarti diam saja, tetap melakukan usaha) - ini alasannya:
Bagaimana menurut pendapat Anda?
Umumnya cerita seperti itulah yang digemari banyak orang. Lalu apakah untuk mencapai sukses selalu melibatkan penderitaan dan kerja keras ekstrem? Saya pikir Konsep "Kerja Keras" itu relatif dan bisa berbeda-beda bagi setiap orang.
Setelah saya renung-renungkan lagi, bisa saja sukses tanpa harus bersusah payah (bukan berarti diam saja, tetap melakukan usaha) - ini alasannya:
- Kecerdasan Emosional (EQ) : Salah satu karakter yang dimiliki oleh orang sukses adalah mampu mengelola emosi, membangun hubungan baik, dan mengambil keputusan yang tepat. Hal ini seringkali mendatangkan peluang baik kepada mereka.
- Kreativitas dan Inovasi : Orang-orang kreatif sering kali menemukan solusi yang unik untuk masalah yang ada. Inovasi mereka bisa membawa mereka pada kesuksesan yang tidak terduga.
- Networking : Membangun jaringan yang luas dan kuat dapat membuka banyak pintu peluang. Koneksi yang baik bisa mempercepat pencapaian tujuan.
- Mentorship : Memiliki mentor yang berpengalaman bisa memberikan bimbingan dan dukungan yang sangat berharga, sehingga menghindari mereka dari berbuat kesalahan yang tidak perlu.
- Keberuntungan : Faktor X yang tidak terduga. Terkadang, berada di tempat yang tepat pada Waktu yang tepat bisa mengubah segalanya.
Bagaimana menurut pendapat Anda?
Subscribe to:
Posts (Atom)

















