Monday, September 30, 2024

Letting Go - Dr. Hawkins.

Apakah Anda pernah mengalami salah satu hal berikut:
  1. Merasa memiliki kapasitas dan kemampuan, namun hasil pencapaiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Sudah menjaga gaya hidup dan pola makan, mengapa tetap saja mengalami sakit.
  3. Merasa hidup Anda tidak mengalami kemajuan, stagnant dan begitu-begitu saja.
  4. Merasa hidup ini sulit sekali buat Anda jalani, selalu ada rintangan yang menghadang dalam mencapai sesuatu.
  5. Mengalami sulit untuk memulai sesuatu, takut gagal.
dan mungkin banyak lagi hambatan lainnya. Padahal Anda sudah berusaha dan bekerja keras, namun hasilnya tetap tidak memuaskan. Jika jawabannya adalah iya, saya sangat merekomendasikan untuk membaca buku ini.

Saya direkomendasikan untuk membaca buku ini, karena saya juga mengalami hal-hal yang disebut di atas. Saya menemukan banyak pencerahan dalam perjalanan membaca buku ini. Banyak hal yang saya pikir bukan masalah, namun itu lah yang sebenarnya menjadi penghambat jalannya pengembangan diri.

Buku Letting Go adalah sebuah buku yang menjelaskan cara paling efektif untuk menyirnakan berbagai hambatan batin menuju pencerahan. Buku ini ditulis oleh Dr. Hawkins. Beliau didera puluhan penyakit kronis yang tak tersembuhkan oleh metode medis, Dr Hawkins memasrahkan semua penyakitnya hingga satu per satu sirna. Hampir semua penyakit fisik dan mental yang disebabkan oleh emosi-emosi negatif yang terpendam di alam Bawah-sadar. Ketika emosi-emosi itu dilepaskan melalui sikap pasrah, kesembuhan pun terjadi dengan sendirinya.

Jika Anda telah mengikuti banyak program pemberdayaan-diri dan jalan spiritual tetapi masih merasa menderita, berhentilah sejenak, baca buku ini agar tahu penyebabnya. Dr. Hawkins, seorang scientist dan mistikus modern, akan memandu Anda menyelam ke dalam diri, untuk menemukan kebahagiaan sejati yang merupakan hakikat jiwa setiap manusia.

Thursday, September 19, 2024

Nasehat sang Penulis - Pelajaran Kehidupan.

Penulis Jon Gordon berkata: 'Dulu [ketika masih anak-anak] kita melompat dari arena bermain dan menaiki wahana roller coaster. Tidak ada tujuan yang tidak mungkin tercapai. Kemudian [ketika kita dewasa] orang-orang yang ragu menghalangi kita untuk mengejar mimpi kita, lalu berkata: "Kamu gila, ini terlalu sulit, bermain aman saja. Mimpi tidak diperuntukkan bagi orang-orang seperti kita". Mereka menanamkan rasa tidak aman dalam diri kita. Dengan begitu banyak orang mengatakan kita tidak bisa, dan begitu sedikit yang mengatakan kita bisa, kita membiarkan rasa takut masuk ke dalam hidup kita. Kita begitu takut kehilangan apa yang kita miliki sehingga kita tidak mengejar apa yang kita inginkan.

Kita berpegang teguh pada status quo sehingga kita tidak pernah mengalami apa yang mungkin terjadi. Saya menyebutnya “bermain untuk kalah”. Kita melihatnya dalam olahraga. Ketika sebuah tim memimpin, mereka mulai berpikir tentang bagaimana agar tidak kalah alih-alih bagaimana untuk menang. Mereka bermain aman dan takut sementara tim lain mengambil risiko, bermain tanpa rasa takut, dan menang. Daud berkata, “Tuhan adalah kekuatan hidupku; terhadap siapakah aku harus takut?” Menjalani hidup [yang beriman] berarti mengatasi rasa takut dan mengadopsi pola pikir “bermain untuk menang”, yang mengatakan bahkan jika Anda gagal Anda tidak akan menyerah atau membiarkan impian Anda mati.

Kesuksesan tidak secara otomatis diberikan kepada kita, itu dikejar dengan semua energi dan keringat yang dapat kita kerahkan. Rintangan dan perjuangan adalah bagian dari kehidupan. Mereka membuat kita menghargai kesuksesan. Jika semuanya datang dengan mudah, kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berhasil. Rintangan dimaksudkan untuk diatasi. Ketakutan dimaksudkan untuk ditaklukkan. Kesuksesan dimaksudkan untuk dicapai. Itu semua adalah bagian dari kehidupan, dan mereka yang berhasil menolak untuk menyerah akan berhasil mencapai garis finish'.

Sunday, September 01, 2024

Benarkah tidak memasang target itu?

Pernahkah merasakan ingin mencapai sesuatu, tapi sepertinya sangat sulit. Lalu Ketika ditanya oleh Orang lain, "Mengapa tidak tercapai?". Lalu saya menjawab, bahwa saya tidak memasang target itu.

Hal tersebut dalam Ungkapan Cina disebut "吃不到葡萄说葡萄酸" (pin yin: Chī bù dào pútáo shuō pútáo suān) artinya: "Anda tidak bisa memakan buah anggurnya, maka Anda mengatakan buah anggur itu asam". Asal Ungkapan tersebut adalah dari cerita berikut:

Seekor Rubah suatu hari melihat seikat buah anggur nan indah dan matang yang tergantung dan menjalar di sepanjang dahan pohon. Buah anggurnya tampak siap mengeluarkan sari buahnya, dan mulut si Rubah berair saat dia menatap buah anggur itu dengan penuh kerinduan.

Tandan itu tergantung di dahan yang tinggi, dan Rubah harus melompat untuk mendapatkannya. Pertama kali dia melompat, dia meleset jauh. Jadi dia berjalan agak jauh dan melompatinya, namun gagal sekali lagi. Berkali-kali ia mencoba, namun sia-sia.

Sekarang dia duduk dan memandangi buah anggur itu dengan jijik.

"Betapa bodohnya aku," katanya. "Di sini aku melelahkan diriku sendiri untuk mendapatkan seikat anggur asam yang tidak layak untuk disia-siakan."

Dan dia berjalan dengan sangat, sangat mencemooh.

Topik tersebut dibahas dalam suatu sesi coaching pribadi, "Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi target yang sulit dicapai?".

Jawaban dari Coach yang sangat bijak, "Tidak ada goal yang terlalu tinggi atau sulit dicapai. Yang ada adalah kemampuan kita yang belum memadai untuk mencapai target tersebut. Jadi supaya target tercapai, tingkatkan keterampilan dan kapasitas".

Jadi alih-alih mencoba menyelamatkan muka dari pandangan orang, lebih baik kita akui kelemahan kita dan persiapkan diri melangkah dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Tetap Semangat untuk Mencapai Target!

Tuesday, August 20, 2024

Buat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Pesta Olah raga dunia Olimpiade baru saja berlalu. Yang menjadi perhatian saya adalah komentar dari Brett Hawke, seorang pelatih renang asal Australia yang juga mantan Atlet renang Olimpiade 2000 & 2004, ketika Pan Zhanle menang dalam lomba renang gaya bebas 100m, yang menyatakan "not humanly possible to beat the field by such a large margin" - Tidak mungkin bagi manusia untuk mengalahkan lawan dengan selisih yang begitu besar. Pan diduga melakukan Doping.

Faktanya para atlet Renang asal Cina dites doping total hampir 200x selama 10 hari di Paris. Ini bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan kejadian di Januari 2021, tujuh bulan sebelum Olimpiade Tokyo, 23 Atlet renang Cina terdeteksi melakukan Doping, tapi tidak termasuk Pan Zhanle. Walaupun mereka terbebas dari hukuman karena alasan terkontaminasi makanan.

Drama di cabang olah raga renang pun bergulir, akhirnya Pan dinyatakan negatif Doping dan layak membawa pulang 2 medali emas, yaitu cabang renang gaya bebas 100m dan renang estafet 4 x 100m, yang selama 40 tahun terakhir hanya didominasi oleh perenang asal Amerika Serikat dan Negara Barat, 1 medali perak di cabang renang estafet 4 x 200m. Serta memecahkan rekor renang gaya bebas 100m tercepat dengan durasi 46.40 detik, yang sebelumnya diraih oleh dirinya sendiri juga durasi 46.80 detik.

Ketika di wawancara, Pan mengatakan tidak terganggu dengan banyaknya tes doping yang harus dijalani, mengatakan "Itu adalah hal standar sesuai peraturan yang sudah ditentukan". Selain itu di wawancara yang lain, Pan juga mengatakan kunci dari kemenangannya selain kekuatan fisik dan mental adalah memperbaiki Teknik Renang yang diaplikasikan melalui Sport Science.

Hal yang saya pelajari dari kemenangan Pan:
  1. Jangan membatasi kemungkinan yang bisa terjadi, walaupun sudah sangat berpengalaman. Dengan berjalannya Waktu dan Zaman selalu ada Terobosan baru yang dulunya tidak mungkin, namun sekarang menjadi mungkin.

  2. Tetap bermental positif terhadap segala perlakuan negatif yang diterima, Everything happened for a reason.

  3. Jika ingin membuat terobosan baru, harus selalu mencari cara atau metode yang baru. "Make the impossible to become possible".
Ingin menyaksikan videonya, click link di Bawah:
Video

Mencari kesimbangan.

Konsep otak kiri dan otak kanan adalah untuk menyederhanakan penjelasan mengenai kecenderungan pola pikir seseorang, sebagai berikut:
  • Otak kiri: umumnya diasosiasikan dengan logika, analisis, kemampuan berbahasa dan proses yang berurutan.
  • Otak kanan: sering dikaitkan dengan kreatifitas, intuisi, kesadaran gambaran dan pemikiran secara keseluruhan.
Pada kenyataannya jarang ada yang hanya menggunakan salah satu sisi otak kiri saja atau otak kanan saja, namun banyak orang cenderung lebih menyukai satu sisi. Jika merasa otak kiri lebih dominan, lakukan aktivitas yang merangsang kreatifitas sehingga membantu menciptakan keseimbangan yang lebih baik.

Aktivitas tersebut tidak selalu harus kita sendiri yang melakukan, tapi bisa juga dengan cara menikmati hal-hal seni tersebut, seperti alih-alih belajar instrument, duduk tenang mendengarkan musik karya Vivaldi, atau dari pada belajar melukis, pergi ke galeri untuk menikmati karya seni rupa oleh para artist ternama.

Ingat, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Tujuannya bukan untuk menekan otak kiri Anda, tetapi untuk meningkatkan kedua belahan otak agar perspektif Anda lebih menyeluruh dan seimbang.

Friday, August 09, 2024

Melampaui Batas: Mengapa Zona Nyaman Adalah Musuh Terbesar Pertumbuhan diri?

Kita semua pernah merasakan kenyamanan yang menyelimuti saat berada di zona nyaman. Rutinitas yang sudah terpola, tugas yang sudah dikuasai, dan lingkungan yang familiar memberikan rasa aman dan tenang. Namun, tahukah Anda bahwa kenyamanan ini bisa menjadi jebakan yang berbahaya bagi pertumbuhan karier Anda?

Zona nyaman adalah musuh terbesar bagi pertumbuhan profesional. Ibarat kepompong, kita memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, jika terlalu lama berada di dalam kepompong, kita tidak akan pernah bisa menjadi kupu-kupu yang indah dan bebas terbang.

Mengapa kita harus keluar dari zona nyaman?
  • Inovasi Terhambat: Ketika kita terlalu nyaman dengan cara kerja yang sama, kita cenderung kehilangan kreativitas dan sulit untuk menghasilkan ide-ide baru.
  • Kehilangan Kompetitif: Dunia kerja terus berubah dengan cepat. Jika kita tidak terus belajar dan mengembangkan diri, kita akan tertinggal jauh di belakang para pesaing.
  • Potensi yang Terbuang Percuma: Setiap individu memiliki potensi yang tak terbatas. Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika kita berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru.
Bagaimana cara keluar dari zona nyaman?
  • Identifikasi Zona Nyaman Anda: Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas atau situasi yang membuat Anda merasa nyaman namun tidak menantang.
  • Tetapkan Target yang Lebih Tinggi: Tetapkan Tujuan yang lebih ambisius dan keluar dari zona nyaman Anda secara bertahap.
  • Keluar dari Rutinitas: Cobalah hal-hal baru, seperti mengikuti kursus, mengambil proyek yang berbeda, atau berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
  • Hadapi Ketakutan: Ketakutan akan kegagalan adalah hal yang wajar. Namun, ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Ingatlah, keluar dari zona nyaman memang lebih mudah untuk dikatakan daripada dikerjakan. Akan ada rasa tidak nyaman, ketidakpastian, dan bahkan kegagalan di dalam menjalankan proses itu. Namun, dengan keberanian dan tekad yang kuat, Anda akan mampu mencapai potensi maksimal Anda dan meraih kesuksesan yang lebih besar.

Hindari diri untuk berkata "Seandainya waktu itu..." -- Menyesal kemudian tidak ada gunanya. Jadi, siapkan diri Anda untuk terbang lebih tinggi!

Friday, August 02, 2024

Mengerti Tubuh Anda.

Tubuh kita adalah seperti sebuah mesin kompleks yang dilengkapi dengan sistem peringatan kompleks pula.

Alarm internal ini sering disebut sebagai respon "Fight atau Flight", yang dirancang untuk melindungi diri kita dari bahaya. Namun, terkadang hal ini bisa salah sasaran, sehingga menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang tidak perlu.

Saat tubuh Anda merasakan adanya ancaman, baik nyata maupun khayalan, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini mempersiapkan tubuh Anda untuk bertindak dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot. Meskipun respons ini penting untuk kelangsungan hidup, aktivasi kronis dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan.

Beberapa contoh sinyal peringatan tersebut seperti migrain, gangguan pencernaan, sering lupa, cepat marah, tidur tidak nyenyak dan lain-lain. Terkadang kita bisa menyalahartikan sinyal itu sebagai suatu penyakit, sehingga kita langsung minum obat untuk mengatasi masalah tersebut, yang sebenarnya tidak perlu.

Beberapa cara yang efektif saya lakukan untuk mengatasi stress, rutin olah raga minimal 3x seminggu, tidur sebelum jam 11 malam, makan makanan yang sehat dengan tepat Waktu. Hal ini sudah saya terapkan sejak 7 tahun yang lalu, dan bersyukur walaupun saya cukup sering ke rumah sakit tetapi untuk tujuan mengurus klaim nasabah, bukan untuk konsultasi Kesehatan saya pribadi.

Memahami sinyal alarm tubuh Anda sangat penting untuk mengelola stres dan mencegah kelelahan. Dengan mengenali tanda-tanda awal, Anda bisa menerapkan strategi untuk menenangkan diri dan mendapatkan kembali kendali.

Nobody's perfect.

Sebelumnya saya sering bergumul dengan sifat perfeksionis, sehingga menimbulkan stress yang berkepanjangan dalam diri. Sampai akhirnya saya belajar untuk menerima ketidaksempurnaan maupun kegagalan yang terjadi, dan terus perbaiki diri. Cerita berikut adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan Perfeksionis itu.

Sang Pembuat Tembikar dan Tanah Liat.
Dahulu kala ada seorang pembuat tembikar yang terkenal akan keindahan dan kesempurnaan bejana-bejananya. Setiap karyanya merupakan mahakarya, simetris, dan tanpa cacat. Ketenarannya menyebar jauh dan luas, dan orang-orang datang dari negeri-negeri jauh untuk mengagumi karyanya.

Suatu hari, seorang murid muda bergabung dengan bengkel pembuat tembikar. Karena ingin membuat gurunya terkesan, murid itu bekerja keras tanpa lelah, berjuang untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap karya yang diciptakannya. Namun, tidak peduli seberapa keras ia berusaha, bejana-bejananya selalu sedikit tidak sempurna, dengan retakan kecil atau lengkungan yang tidak rata. Dengan putus asa, ia mengakui kegagalannya kepada si pembuat tembikar.

Si pembuat tembikar tersenyum lembut dan berkata, "Kesempurnaan adalah mitos, anakku. Keindahan sebenarnya terletak pada ketidaksempurnaan. Lihatlah bejana ini," katanya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan retakan yang terlihat. "Bejana ini tidak sempurna, tetapi dapat menampung air sama baiknya dengan yang lain. Dan lihatlah yang ini," lanjutnya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan bibir yang tidak rata. "Bejana ini masih berguna, dan membawa kebahagiaan bagi pemiliknya."

Sang murid memandang pot-pot itu dengan mata baru. Ia menyadari bahwa keindahan setiap bejana tidak terletak pada kesempurnaannya, tetapi pada keunikannya. Sejak hari itu, ia menerima ketidaksempurnaan dalam karyanya, dan tembikarnya pun semakin dihargai karena keasliannya.

Sang tukang tembikar menyimpulkan, "Ingatlah, anakku, yang terpenting adalah perjalanan pembuatan sebuah karya, bukan hasil akhir yang sempurna. Terimalah prosesnya, belajarlah dari kesalahanmu, dan temukan keindahan dalam ketidaksempurnaan."

Perumpamaan ini menunjukkan bahwa kesempurnaan adalah cita-cita yang mustahil dan bahwa keindahan dan nilai sejati dapat ditemukan dalam ketidaksempurnaan dan pertumbuhan.

"My value comes from who I am, not from what I do" - Joshua Metcalf.

Saturday, July 27, 2024

Tidak perlu menunggu Waktu yang sempurna untuk memulai.

Dalam hidup pasti ada rintangan dan kesulitan. Setiap usaha pasti terdapat risiko, masalah, dan ketidakpastian.

Misalkan Anda ingin mengendarai mobil dari Jakarta ke Surabaya, Namun jika bersikeras menunggu hingga benar-benar yakin bahwa tidak akan ada jalan macet, tidak ada masalah mesin, tidak ada cuaca buruk, tidak ada pengemudi mabuk, tidak ada risiko apa pun. Kapan kita akan memulainya? Tidak akan pernah!

Dalam merencanakan perjalanan ke Surabaya, ada baiknya Anda memetakan rute, memeriksa mobil, atau cara lain untuk menghilangkan risiko sebanyak mungkin sebelum Anda memulai. Namun, Anda tidak dapat menghilangkan semua risiko. Punya Asuransi pun tidak dapat mencegah semua risiko itu datang.

Buat keputusan untuk merealisasikan ide-ide mu!

"Don't wait for the perfect moment, Take the moment and make it perfect". - Zoey Sayward

Sunday, July 21, 2024

Semua bermula dari Pikiran.

Kekecewaaan muncul ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Di saat yang sama sering kali menyalahkan orang lain atau keadaan. Contoh hal tersebut sering terjadi ketika gagal dalam mendapatkan promosi, atau kalah dalam pitching suatu project atau hasil pekerjaan kita dikritik.

Saya juga pernah mengalami kekecewaan, ketika saya sangat mengharapkan promosi namun kolega lain yang mendapatkannya. Di saat itu pilihannya adalah kecewa merasa menjadi korban politik kantor dan menyalahkan penilaian atasan yang subjektif, atau menginstrospeksi diri.

Setelah merenung beberapa hari, saya menyadari bahwa kolega yang mendapatkan promosi memang layak mendapatkannya. Dia memiliki tingkat EQ yang lebih luwes disamping kemampuan teknikalnya. Saya terus bertanya pada diri sendiri, "Jadi apa yang dapat saya tingkatkan untuk mendapatkan kesempatan berikutnya?"

Berikut adalah tips dari Benjamin F. Fairless disaat menghadapi kekecewaan:
  1. Tanyakan pada diri, "Apa yang dapat saya lakukan supaya layak untuk mendapatkan kesempatan berikutnya?"
  2. Jangan menghabiskan Waktu dan energi untuk Kekecewaan. Stop mengutuki diri. Rencanakan langkah untuk meraih kemenangan berikutnya.
Ingat, bagaimana Anda berpikir ketika Anda kalah menentukan berapa lama Anda akan mendapatkan kemenangan itu.

Monday, July 08, 2024

I'm feeling lucky..

I'm feeling lucky..

That's one the short sentence written in the Google Search Engine Website. Then What is the definition of Lucky? According to Merriam-Webster dictionary, Lucky is defined as having good luck, happening by chance.

Is Luck really Happening by Chance? Some says if it happens only once that maybe luck. If twice, it maybe coincidence. If it arises for third times, then it is a pattern, which means we can create our luck.

What I learnt recently, this is the formula
Effort + Opportunity = Luck

We may be don't know when the opportunity come. However, in the mean time we put effort to prepare ourselves. Therefore, whenever the opportunity come we are ready to execute what we have prepared and harvest the result.

Like last Saturday, I won a lucky draw. It seems that I was lucky. In fact, every week I put effort to register my name in the system, so my name have chance to be picked.

It would be the same in Any careers, it seems that person is lucky, to be promoted, won prizes, or to be selected as a key person in a organisation. I believe everything come with a price. You want to get what you want, then put effort to earn it.

Tuesday, June 25, 2024

Dress Right!

Don't Judge the Book by its cover - pernyataan yang selalu jadi pembelaan jika ada yang memberikan masukan buat saya, "kamu harus pakai lipstick, atau make up, biar keliatannya lebih segar"; Atau "mestinya kamu pakai baju yang model begini, begitu" hehe..

Buat beberapa kaum hawa memang kadang-kadang memakai make up atau pemilihan busana itu bisa menjadi hal yang ribet. Dan dirasa banyak menghabiskan Waktu.

Namun apa yang dikatakan David J. Schwartz, seorang coach dan penulis, dalam bukunya "The Magic of Thinking Big": "Look Important - It helps you think important. Rule: Remember your appearance "Talks". -- Keliatan penting akan menolong Anda berpikir Anda itu Penting. Aturan: Ingat penampilan Anda berbicara.

Menghargai diri terlihat dalam segala hal yang kita lakukan. Mari kita fokuskan perhatian kita sekarang pada beberapa cara spesifik yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan harga diri dan dengan demikian mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari orang lain.

Pastikan cara berpakaian Anda mencerminkan hal-hal positif tentang Anda. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa merasa yakin bahwa Anda adalah tipe orang yang Anda inginkan.

Biaya untuk menjadi Rapi tidaklah selalu mahal. Berpakaianlah dengan benar; itu selalu berarti.

Tuesday, June 18, 2024

Daur Ulang.

Mendaur ulang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah unorganik. Sejak dua tahun lalu gerakan mengumpulkan sampah untuk didaur ulang telah dilakukan di lingkungan perumahan kami.

Daur ulang adalah proses memisahkan sampah plastik, kertas, kardus, kaleng, beling, tetrapack, dan berbagai jenis lainnya lalu menjadikan sesuatu yang sudah tidak bermanfaat menjadi bermanfaat kembali dalam bentuk yang lain.

Kita semua pernah membuat kesalahan, kadang perasaan bersalah itu membuat kita merasa tidak bermanfaat. Daur ulang seperti diberi kesempatan kedua untuk menjadi baru lagi, mungkin tidak hanya kedua, tapi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, memberi kesempatan untuk bisa menata kembali hati dan pikiran kita untuk kembali berkinerja lagi.

Dengan adanya proses "Daur Ulang", seharusnya memberi kita keberanian untuk mencoba banyak hal baru, berbuat kesalahan, dan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki dan menjadi lebih baik.

Saturday, June 01, 2024

Terkadang Niat Awal Terlupakan.

Hari Sabtu libur (Hari Lahir Pancasila), yang biasanya merupakan Hari berkantor saya. Di Waktu luang itu saya membaca buku yang merupakan pemberian seorang Teman, dari Our Daily Bread Ministries, berjudul ,The Race: How to Live and Finish Well, karya Robert M. Solomon.

Kisah awal dari bab 2 membuat saya merenung mendalam - berikut adalah terjemahan bebasnya:
Clovis Chappell, seorang pendeta Metodis dari abad lalu, menceritakan kisah tentang dua Kapal Pengangkut barang menyusuri sungai di bagian selatan Amerika Serikat. Mereka meninggalkan Memphis, sebuah kota di sepanjang Sungai Mississipi, pada waktu yang hampir bersamaan. Saat perahu-perahu itu berlayar menyusuri Sungai Mississipi menuju New Orleans, para pelaut dari satu kapal mencemooh para pelaut di kapal lain, mengejek kecepatan siput mereka.

Saling bertukar kata-kata. Tantangan pun dibuat. Dan perlombaan pun dimulai. Persaingan menjadi sengit saat kedua Kapal itu melaju menyusuri Sungai Mississipi.

Satu perahu mulai tertinggal karena kehabisan bahan bakar. Mereka punya banyak batu bara untuk perjalanan, tapi tidak cukup untuk balapan. Saat kapalnya melambat, seorang pelaut muda mengambil sebagian kargo kapal dan melemparkannya ke dalam oven. Para pelaut mengisi bahan bakar kapal mereka dengan kargo yang ditugaskan untuk mereka angkut. Mereka akhirnya memenangkan perlombaan tetapi membakar kargo mereka.

Tuhan juga telah mempercayakan kargo kepada kita: Anak-anak, pasangan, teman-teman. Tugas kita adalah melakukan bagian kita agar kargo ini mencapai tujuannya. Namun berapa banyak orang yang tidak pernah mencapai tujuan ini karena sifat kompetitif yang agresif? Berapa banyak kargo yang kita korbankan demi mencapai nomor satu? Dalam perlombaan untuk sukses, kita sering lupa bahwa keluarga dan sesama itu lebih penting.

Jangan salah pilih perlombaan hidup dan membiarkan ambisi menghilangkan fokus Anda!

"It's not what's happening to you now or what has happened in your past that determines who you become. Rather, it's your decisions about what to focus on, what things mean to you, and what you're going to do about them that will determine your ultimate destiny. -- Anthony Robbins.

Monday, May 20, 2024

Help me to save one more..

In my opinion this is the best war film after "Saving Private Ryan" - Hacksaw Ridge is a biographical war drama film directed by Mel Gibson, based on a true story.

The film focuses on the World War II experiences of Desmond Doss, an American Pacifist Combat Medic, who refused to carry or use a weapon or firearm of any kind because of his belief and his vow after an incident which nearly killed his brother. He got a lot of difficullties and torture because of it, and was labelled as a Coward.

During the battle of Okinawa, Doss’ unit was tasked to secure Hacksaw Ridge. Several of Doss' squad mates were left injured on the battle field. Doss heard the cries of dying soldier and returned to save them - each time he prayed "Lord, please help me get one more.. Lord please one more". It turned out he saved 75 injured soldiers in one night.

The prayer has made me believe more with what I do right now is the best career decision, where I can help one more family, one more friend, one more college from financial disaster due to life risks that may occur to anyone anytime.

What is your career story?

Tuesday, May 14, 2024

Contemplation during The Long Weekend (Part 2) - When Slow is Fast.

Masih dalam "Long Weekend Moment" - Hari Minggu berangkat Ibadah dengan 15 menit lebih awal dari biasanya, menyetir dengan santai. Lalu dalam satu persimpangan saya kaget karena ada yang menyalip kendaraan saya. Biasanya itu akan memicu emosi, namun karena masih ada waktu saya tetap tenang, sambil berpikir, "oh mungkin orang itu sedang lagi ada urusan mendesak".

Kemudian sampailah di ujung jalan ada lampu lalu lintas, bertemu lagi dengan kendaraan yang tadi menyalip saya. Dalam hati berpikir lagi, "Hmmm, buru-buru akhirnya juga sama. Hemat berapa banyak waktu? atau Malah memicu emosi stress dan membahayakan kendaraan yang lain?"

Pernahkah mengalami hal yang sama, ketika kita sedang belajar sesuatu yang baru dan pengen cepat-cepat bisa? Namun hasilnya adalah sebaliknya. Atau pengen cepat-cepat menyelesaikan sesuatu, malah mendapati banyak kesalahan yang memperpanjang waktu penyelesaiannya.

Banyak hal mendesak timbul karena kurang persiapan (walaupun ada sebagian kecil di Luar kendali kita). Alih-alih kepengenan buru-buru, lebih baik perjelas apa permasalahan atau tujuannya, lalu lihat kemungkinan penyelesaiannya, putuskan baru dijalankan. Jangan lupa siapkan waktu lebih awal untuk memulai.

"Life is so urgent it necessitates living slow". - Ann Voskamp.

Saturday, May 11, 2024

Contemplation during The Long Weekend (Part 1) - When Less is More.

Tibalah hari yang ditunggu, Long Weekend, walaupun dalam profesi yang saya geluti, momen seperti ini tidak terlalu berpengaruh hhehe.. Karena hari kerja diatur dengan tingkat kedisplinan Pribadi. (Pengen tau profesinya apa, silahkan DM hehe)

Namun kalau Long Weekend umumnya kebanyakan nasabah juga pergi berlibur keluar kota, dan tidak mau ditemui, jadi saya ikut meliburkan diri.

Tugas pertama di Long Weekend ini adalah membereskan Wardrobe dan pernak Pernik di Kamar. Setelah belajar dari Marie Kondo, dari buku "The Life-Changing Magic of tidying up", saya menyadari terkadang saya punya kecenderungan untuk menyimpan barang.

Kadang barang yang walau sudah tidak pernah digunakan, masih juga tetap disimpan. Entah itu adalah barang-barang kenangan atau bernilai sentimental. Namun, dengan berjalannya Waktu itu akan memenuhi lemari dan berantakan.

Jadi semua harus dibereskan, dipilah, didonasikan jika masih layak dipakai, atau dibuang jika sudah rusak. Di akhir hari ternyata lemari punya ruang kosong yang besar rasanya seperti Segar Kembali, dan siap untuk menerima Hal-hal yang baru.

Itu sama dengan pemikiran kita, ada banyak hal-hal yang tersimpan dalam kepala kita sehingga tidak ada ruang lebih. Jadi yang lama (tidak relevan) harus masuk ke Recycle Bin, supaya kita bisa menerima hal dan pengetahuan yang baru.

Friday, May 03, 2024

Manajemen Kekecewaan.

Dalam suatu perenungan yang menyadarkan saya bahwa semua hal -- baik, buruk, hal menyenangkan, menyakitkan, diterima, ditolak, pencapaian, kesalahan, ketenaran, adalah hal yang datang dan pergi.

Setiap pengalaman yang pernah dialami akan berakhir. Emosi yang timbul seperti senang, sedih, marah, malu, bangga, iri dan perasaan manusia lainnya datang bergantian. Pada dasarnya perasaan itu tidak ada yang permanen. Dengan mengetahui kebenaran ini sebenarnya bisa memberikan kelegaan.

Namun, sebaliknya banyak orang yang mengalami kekecewaan mendalam terhadap suatu peristiwa yang terkadang membuat orang tersebut menyerah untuk mencapai impiannya.

Menurut Richard Carlson, Penulis, dalam bukunya "Don't Sweat the Small Stuff" - Kekecewaan kita pada dasarnya muncul dalam dua cara. Saat kita mengalami kesenangan, kita ingin kesenangan itu bertahan selamanya. Itu tidak pernah terjadi. Atau, saat kita mengalami rasa sakit, kita ingin rasa sakit itu hilang sekarang juga. Biasanya tidak begitu. Ketidakbahagiaan adalah hasil dari perjuangan melawan rasa yang sedang kita alami.

Lalu bagaimana untuk mengatasinya?

Dari dulu kita belajar mengenai Manajemen Waktu, Manajemen Resiko, Manajemen Keuangan dan lainnya, tapi kita lupa untuk menguasai Manajemen Kekecewaan.

Ketahuilah bahwa meskipun merasakan kebahagiaan itu menyenangkan, hal itu pada akhirnya akan digantikan oleh hal lain. Dan jika Anda mengalami suatu jenis rasa sakit atau ketidaksenangan, sadarilah bahwa hal ini juga akan berlalu. Dengan menyimpan kesadaran ini dalam hati adalah cara yang bagus untuk mempertahankan perspektif, bahkan saat menghadapi kesulitan.

Semoga tips "Manajemen Kekecewaan" ini bisa bermanfaat, walau tidak mudah untuk dipraktekkan.

"Be the person that your dog thinks you are". - C. J. Frick

PS: Muffin - In front of the camera.

Friday, April 19, 2024

Mengampuni Sesama.

Seorang Murid bertanya pada Guru Spiritualnya, "Guru, mengapa sangat sulit untuk memaafkan seseorang yang menyakiti kita?". Sang Guru menjawab, "Karena kebanyakan orang berpikir bahwa permintaan maaf diberikan kepada orang lain, untuk kepentingan orang lain tersebut. Sehingga itu yang membuat orang enggan untuk memaafkan, merasa orang lain tidak layak mendapatkan permintaan maaf, dan hidup tidak adil jika dimaafkan begitu saja".

"Namun", Lanjut sang guru, "Mereka lupa bahwa permintaan maaf itu sebenarnya adalah untuk diri sendiri. Jika seseorang menyimpan kekesalan dan kemarahan di dalam dirinya, itu ibarat seperti minum racun, dan berharap orang yang tidak diberi maaf itu yang mati. Pahadal itu adalah hal yang mustahil. Sebaliknya jika seseorang memberi maaf dengan tulus, maka dia akan kembali bebas, beban hidupnya pun terangkat dan terasa ringan".

"Jika semua orang mengetahui prinsip ini, seharusnya orang akan lebih mudah untuk memaafkan orang lain, dan bergerak maju untuk tujuan hidupnya kembali".

Friday, April 12, 2024

Perluas Pandangan dan Pikiran.

Pada saat ini saya sedang membaca sebuah buku yang menurut saya sangat menarik dan sederhana, setiap bab hanya berisi 2 halaman. Isinya pendek namun sangat berhubungan dengan keseharian. Judul bukunya "Don't Sweat the Small Stuff" - Richard Carlson.

Berikut terjemahan bebas dari Bab 61:
Kita membentuk Opini dan menghabiskan hidup kita untuk menvalidasi apa yang kita yakini benar. Kekakuan ini menyedihkan, karena ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sudut pandang yang berbeda dengan sudut pandang kita. Hal ini juga menyedihkan karena sikap keras kepala yang diperlukan untuk menjaga hati dan pikiran kita tetap tertutup terhadap segala sesuatu selain sudut pandang kita sendiri. Pikiran yang tertutup selalu berjuang untuk menjaga jarak dari segala sesuatunya.

Kita lupa bahwa kita semua sama-sama yakin bahwa cara kita memandang dunia adalah satu-satunya cara yang benar. Kita lupa bahwa dua orang yang tidak sepakat satu sama lain sering kali dapat menggunakan contoh yang sama untuk membuktikan sudut pandang mereka sendiri; dan kedua belah pihak dapat sama-sama meyakinkan.

Dengan mengetahui hal ini, kita bisa tetap menjadi lebih keras kepala, atau kita bisa bersantai dan mencoba mempelajari sesuatu yang baru! Selama beberapa menit sehari, apa pun pandangan hidup Anda, cobalah membaca artikel dan/atau buku dengan sudut pandang berbeda. Anda tidak perlu mengubah keyakinan Anda. Yang Anda lakukan hanyalah memperluas pikiran dan membuka hati terhadap ide-ide baru. Keterbukaan baru ini akan mengurangi tekanan yang diperlukan untuk menjauhkan sudut pandang lain. Selain sangat menarik, latihan ini membantu Anda melihat kepolosan orang lain serta membantu Anda menjadi lebih sabar. Anda akan menjadi orang yang lebih santai dan filosofis, karena Anda akan mulai merasakan logika dari sudut pandang lain.

Setelah membaca bagian ini, Saya jadi menyadari bahwa saya bisa bersikap lebih santai dengan banyak mendengarkan.

"Your perspective is always limited by how much you know. Expand your knowledge and you will transform your mind". - Bruce H. Lipton