Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melangkah ke panggung internasional di Kuala Lumpur untuk mengikuti MDRT Experience, yang langsung dilanjutkan dengan Breakthrough Boundaries Conference di Ilo-Ilo. Di tengah padatnya acara dan lautan profesional hebat dari berbagai belahan dunia, semesta mempertemukan saya dengan sosok inspiratif: Kaka Lam.
Beliau adalah seorang ibu hebat berdarah Jogja yang kini berkarier dan menetap di Malaysia. Di usia mudanya, dengan peran ganda sebagai ibu dari dua anak dan seorang pemimpin, ia membukakan mata saya pada satu strategi finansial yang sering kali terlewat: bagaimana memaksimalkan satu produk asuransi jiwa sederhana untuk Estate Planning (Perencanaan Warisan) dan Business Succession Planning (Rencana Suksesi Bisnis) secara jenius.
Diskusi tersebut membuat saya merenung. Di luar sana, tidak sedikit orang yang masih skeptis atau bahkan anti dengan asuransi. Ada yang berangkat dari pengalaman kurang menyenangkan dengan oknum, ada pula yang terjebak dalam misinformasi akibat penjelasan produk yang keliru di masa lalu.
Namun, mari kita renungkan kembali. Apakah bijak jika sebuah ketidaknyamanan masa lalu menutup pintu kita terhadap instrumen pelindung masa depan yang paling krusial?
Satu pengalaman buruk seharusnya tidak merampas hak keluarga dan aset kerja keras kita dari keamanan finansial yang layak mereka miliki. Terkadang, perbedaan antara masa depan keluarga yang aman dan yang rentan hanya terletak pada keterbukaan pikiran kita untuk belajar ulang.
Pernahkah Anda terpikir, seberapa amankah warisan dan bisnis yang sedang Anda bangun hari ini jika terjadi risiko di luar kendali? Yuk, let's talk about it! 💼✨
Tuesday, September 15, 2026
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment