Monday, January 26, 2026

Menemukan Makna di Balik Angka dan Polis.

Di awal langkah saya di industri asuransi, jujur saja, hati saya dipenuhi keraguan. Rasanya seperti berjalan di jalan yang sunyi. Penolakan bukan datang dari orang asing, melainkan dari keluarga inti. Bahkan, beberapa teman baik perlahan mulai menjauh, meskipun saya tidak menawarkan apa-apa. Pertanyaan "Apakah ini pilihan yang benar?" terus bergema di kepala saya.

Namun, saya memilih untuk tidak menyerah pada rasa takut. Saya memotivasi diri untuk bertumbuh. Saya ikuti setiap kelas komunikasi, membedah produk di kantor agency, hingga melahap buku-buku financial planning dan literatur profesional secara mandiri. Tiga bulan. Itulah waktu yang saya butuhkan hanya untuk mendapatkan satu kata "Ya" pertama.

Perjalanan pun tidak langsung mulus setelahnya. Bayang-bayang kenyamanan bekerja di korporasi seringkali menggoda untuk kembali. Tapi ketekunan punya caranya sendiri untuk membayar lelah. Di tahun kedua, saya berhasil promosi menjadi Leader, dan empat tahun setelahnya, amanah itu tumbuh menjadi Senior Leader.

Kini, memasuki tahun ke-8, pandangan saya terhadap profesi ini telah berubah total. Saat saya melihat kembali deretan data klaim yang pernah saya urus, saya tidak lagi melihat angka. Saya melihat wajah-wajah yang terbantu.

Saya teringat banyaknya telepon yang masuk saat nasabah harus dilarikan ke rumah sakit. Seringkali, tugas saya bukan sekadar memastikan tagihan rumah sakit terjamin, tapi menjadi suara yang tenang di ujung telepon saat mereka panik dan rapuh. Di titik itulah saya sadar: saya bukan sekadar menjual kertas, saya sedang memberikan kepastian di tengah ketidakpastian.

Apakah saya menyesal? Sama sekali tidak. Akhirnya, saya menemukan makna dan tujuan dari apa yang saya tekuni.

Saya tahu saya hanya orang biasa, sama seperti Anda. Seseorang yang bekerja untuk menghidupi keluarga dan mewujudkan impian. Namun, melalui profesi ini, saya belajar bahwa sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang mampu menjadi sandaran bagi orang lain di saat badai mereka datang.

Saya telah membuktikan bahwa penolakan hanyalah anak tangga menuju ketangguhan. Dari seorang yang penuh keraguan, menjadi pribadi yang mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri sambil menopang ribuan harapan orang lain. Jika saya yang 'orang biasa' ini bisa melakukannya, saya yakin Anda pun mampu. Jangan biarkan keraguan menghalangi potensi besar Anda. Mari bergabung dalam misi ini, dan mari kita ubah hidup lebih banyak keluarga Indonesia, dimulai dari hidup Anda sendiri.

Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih dalam bagaimana saya memulai atau sekadar ingin berdiskusi tentang peluang karir di industri ini, pintu saya selalu terbuka melalui DM.

No comments: