Monday, February 19, 2018

Renungan, Senin - 19 Feb 2018.

Bacaan: 1 Raja-raja 19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."

Renungan:
Pembantaian terhadap nabi-nabi Baal oleh Elia membuat amarah Izebel naik sampai ke ubun-ubun. Izebel mengancam untuk membunuh Elia dan tiba-tiba saja Elia merasa takut pada ancaman itu. Beberapa sarjana Alkitab mengatakan bahwa Elia Elia mungkin mengalami "bipolar disorder", yaitu suatu keadaan di mana suasana hatinya mulai berubah secara drastis. Baru saja ia mengalami perasaan senang karena menang atas nabi-nabi Baal, tetapi kemudian dia langsung terjerembab ke lembah ketakutan. Ketakutan yang berkembang ke tingkat depresi itu membawa Elia berjalan hingga ke padang gurun dan membuat ia putus asa, sampai-sampai ia ingin mati. Saat Elia sudah putus asa, Allah mengirim seorang malaikat untuk menemuinya dan memberinya makan. Lalu Elia diperintahkan untuk pergi ke gunung Horeb. Menurut tradisi Yahudi, gunung Horeb merupakan lambang kehadiran Allah. Di gunung inilah Elia menemukan perlindungan dan tuntunan Allah. Ia dipulihkan dan siap melakukan tugas selanjutnya.
  Ada 3 pelajaran yang bisa kita petik dari masa depresi yang dialami Elia. Pertama, makanan yang disediakan oleh malaikat-malaikat ketika Elia ada di padang gurun meneguhkan bahwa Allah senantiasa memenuhi kebutuhan anak-anakNya. Allah peduli saat kita berbeban berat. Kedua, kehadiran Allah saat angin sepoi-sepoi basah berhembus yang dibarengi oleh pertanyaan koreksi yang lembut, mengajarkan bahwa Allah mengoreksi kita karena Dia mengasihi kita. Ketiga, di masa depresi itu Allah malah mengutus Elia untuk mengurapi Yehu dan Elisa. Pada tahap ini Dia mengajarkan kita bahwa jalan keluar dari tekanan yang berat adalah dengan terus melakukan tugas kita. Saat kita memandang keluar dari diri kita, saat itulah kita keluar dari perangkap mengasihani diri sendiri yang sebenarnya  menjadi sumber depresi. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih karena Engkau tetap setia mendampingiku dalam menjalankan hari-hariku yang terasa sangat berat, sehingga aku bisa melaluinya dengan tetap penuh pengharapan padaMu. Amin. (Taken from someone with initial - Dod).

No comments: