Thursday, September 19, 2024

Nasehat sang Penulis - Pelajaran Kehidupan.

Penulis Jon Gordon berkata: 'Dulu [ketika masih anak-anak] kita melompat dari arena bermain dan menaiki wahana roller coaster. Tidak ada tujuan yang tidak mungkin tercapai. Kemudian [ketika kita dewasa] orang-orang yang ragu menghalangi kita untuk mengejar mimpi kita, lalu berkata: "Kamu gila, ini terlalu sulit, bermain aman saja. Mimpi tidak diperuntukkan bagi orang-orang seperti kita". Mereka menanamkan rasa tidak aman dalam diri kita. Dengan begitu banyak orang mengatakan kita tidak bisa, dan begitu sedikit yang mengatakan kita bisa, kita membiarkan rasa takut masuk ke dalam hidup kita. Kita begitu takut kehilangan apa yang kita miliki sehingga kita tidak mengejar apa yang kita inginkan.

Kita berpegang teguh pada status quo sehingga kita tidak pernah mengalami apa yang mungkin terjadi. Saya menyebutnya “bermain untuk kalah”. Kita melihatnya dalam olahraga. Ketika sebuah tim memimpin, mereka mulai berpikir tentang bagaimana agar tidak kalah alih-alih bagaimana untuk menang. Mereka bermain aman dan takut sementara tim lain mengambil risiko, bermain tanpa rasa takut, dan menang. Daud berkata, “Tuhan adalah kekuatan hidupku; terhadap siapakah aku harus takut?” Menjalani hidup [yang beriman] berarti mengatasi rasa takut dan mengadopsi pola pikir “bermain untuk menang”, yang mengatakan bahkan jika Anda gagal Anda tidak akan menyerah atau membiarkan impian Anda mati.

Kesuksesan tidak secara otomatis diberikan kepada kita, itu dikejar dengan semua energi dan keringat yang dapat kita kerahkan. Rintangan dan perjuangan adalah bagian dari kehidupan. Mereka membuat kita menghargai kesuksesan. Jika semuanya datang dengan mudah, kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berhasil. Rintangan dimaksudkan untuk diatasi. Ketakutan dimaksudkan untuk ditaklukkan. Kesuksesan dimaksudkan untuk dicapai. Itu semua adalah bagian dari kehidupan, dan mereka yang berhasil menolak untuk menyerah akan berhasil mencapai garis finish'.

Sunday, September 01, 2024

Benarkah tidak memasang target itu?

Pernahkah merasakan ingin mencapai sesuatu, tapi sepertinya sangat sulit. Lalu Ketika ditanya oleh Orang lain, "Mengapa tidak tercapai?". Lalu saya menjawab, bahwa saya tidak memasang target itu.

Hal tersebut dalam Ungkapan Cina disebut "吃不到葡萄说葡萄酸" (pin yin: Chī bù dào pútáo shuō pútáo suān) artinya: "Anda tidak bisa memakan buah anggurnya, maka Anda mengatakan buah anggur itu asam". Asal Ungkapan tersebut adalah dari cerita berikut:

Seekor Rubah suatu hari melihat seikat buah anggur nan indah dan matang yang tergantung dan menjalar di sepanjang dahan pohon. Buah anggurnya tampak siap mengeluarkan sari buahnya, dan mulut si Rubah berair saat dia menatap buah anggur itu dengan penuh kerinduan.

Tandan itu tergantung di dahan yang tinggi, dan Rubah harus melompat untuk mendapatkannya. Pertama kali dia melompat, dia meleset jauh. Jadi dia berjalan agak jauh dan melompatinya, namun gagal sekali lagi. Berkali-kali ia mencoba, namun sia-sia.

Sekarang dia duduk dan memandangi buah anggur itu dengan jijik.

"Betapa bodohnya aku," katanya. "Di sini aku melelahkan diriku sendiri untuk mendapatkan seikat anggur asam yang tidak layak untuk disia-siakan."

Dan dia berjalan dengan sangat, sangat mencemooh.

Topik tersebut dibahas dalam suatu sesi coaching pribadi, "Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi target yang sulit dicapai?".

Jawaban dari Coach yang sangat bijak, "Tidak ada goal yang terlalu tinggi atau sulit dicapai. Yang ada adalah kemampuan kita yang belum memadai untuk mencapai target tersebut. Jadi supaya target tercapai, tingkatkan keterampilan dan kapasitas".

Jadi alih-alih mencoba menyelamatkan muka dari pandangan orang, lebih baik kita akui kelemahan kita dan persiapkan diri melangkah dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Tetap Semangat untuk Mencapai Target!

Tuesday, August 20, 2024

Buat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Pesta Olah raga dunia Olimpiade baru saja berlalu. Yang menjadi perhatian saya adalah komentar dari Brett Hawke, seorang pelatih renang asal Australia yang juga mantan Atlet renang Olimpiade 2000 & 2004, ketika Pan Zhanle menang dalam lomba renang gaya bebas 100m, yang menyatakan "not humanly possible to beat the field by such a large margin" - Tidak mungkin bagi manusia untuk mengalahkan lawan dengan selisih yang begitu besar. Pan diduga melakukan Doping.

Faktanya para atlet Renang asal Cina dites doping total hampir 200x selama 10 hari di Paris. Ini bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan kejadian di Januari 2021, tujuh bulan sebelum Olimpiade Tokyo, 23 Atlet renang Cina terdeteksi melakukan Doping, tapi tidak termasuk Pan Zhanle. Walaupun mereka terbebas dari hukuman karena alasan terkontaminasi makanan.

Drama di cabang olah raga renang pun bergulir, akhirnya Pan dinyatakan negatif Doping dan layak membawa pulang 2 medali emas, yaitu cabang renang gaya bebas 100m dan renang estafet 4 x 100m, yang selama 40 tahun terakhir hanya didominasi oleh perenang asal Amerika Serikat dan Negara Barat, 1 medali perak di cabang renang estafet 4 x 200m. Serta memecahkan rekor renang gaya bebas 100m tercepat dengan durasi 46.40 detik, yang sebelumnya diraih oleh dirinya sendiri juga durasi 46.80 detik.

Ketika di wawancara, Pan mengatakan tidak terganggu dengan banyaknya tes doping yang harus dijalani, mengatakan "Itu adalah hal standar sesuai peraturan yang sudah ditentukan". Selain itu di wawancara yang lain, Pan juga mengatakan kunci dari kemenangannya selain kekuatan fisik dan mental adalah memperbaiki Teknik Renang yang diaplikasikan melalui Sport Science.

Hal yang saya pelajari dari kemenangan Pan:
  1. Jangan membatasi kemungkinan yang bisa terjadi, walaupun sudah sangat berpengalaman. Dengan berjalannya Waktu dan Zaman selalu ada Terobosan baru yang dulunya tidak mungkin, namun sekarang menjadi mungkin.

  2. Tetap bermental positif terhadap segala perlakuan negatif yang diterima, Everything happened for a reason.

  3. Jika ingin membuat terobosan baru, harus selalu mencari cara atau metode yang baru. "Make the impossible to become possible".
Ingin menyaksikan videonya, click link di Bawah:
Video

Mencari kesimbangan.

Konsep otak kiri dan otak kanan adalah untuk menyederhanakan penjelasan mengenai kecenderungan pola pikir seseorang, sebagai berikut:
  • Otak kiri: umumnya diasosiasikan dengan logika, analisis, kemampuan berbahasa dan proses yang berurutan.
  • Otak kanan: sering dikaitkan dengan kreatifitas, intuisi, kesadaran gambaran dan pemikiran secara keseluruhan.
Pada kenyataannya jarang ada yang hanya menggunakan salah satu sisi otak kiri saja atau otak kanan saja, namun banyak orang cenderung lebih menyukai satu sisi. Jika merasa otak kiri lebih dominan, lakukan aktivitas yang merangsang kreatifitas sehingga membantu menciptakan keseimbangan yang lebih baik.

Aktivitas tersebut tidak selalu harus kita sendiri yang melakukan, tapi bisa juga dengan cara menikmati hal-hal seni tersebut, seperti alih-alih belajar instrument, duduk tenang mendengarkan musik karya Vivaldi, atau dari pada belajar melukis, pergi ke galeri untuk menikmati karya seni rupa oleh para artist ternama.

Ingat, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Tujuannya bukan untuk menekan otak kiri Anda, tetapi untuk meningkatkan kedua belahan otak agar perspektif Anda lebih menyeluruh dan seimbang.

Friday, August 09, 2024

Melampaui Batas: Mengapa Zona Nyaman Adalah Musuh Terbesar Pertumbuhan diri?

Kita semua pernah merasakan kenyamanan yang menyelimuti saat berada di zona nyaman. Rutinitas yang sudah terpola, tugas yang sudah dikuasai, dan lingkungan yang familiar memberikan rasa aman dan tenang. Namun, tahukah Anda bahwa kenyamanan ini bisa menjadi jebakan yang berbahaya bagi pertumbuhan karier Anda?

Zona nyaman adalah musuh terbesar bagi pertumbuhan profesional. Ibarat kepompong, kita memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, jika terlalu lama berada di dalam kepompong, kita tidak akan pernah bisa menjadi kupu-kupu yang indah dan bebas terbang.

Mengapa kita harus keluar dari zona nyaman?
  • Inovasi Terhambat: Ketika kita terlalu nyaman dengan cara kerja yang sama, kita cenderung kehilangan kreativitas dan sulit untuk menghasilkan ide-ide baru.
  • Kehilangan Kompetitif: Dunia kerja terus berubah dengan cepat. Jika kita tidak terus belajar dan mengembangkan diri, kita akan tertinggal jauh di belakang para pesaing.
  • Potensi yang Terbuang Percuma: Setiap individu memiliki potensi yang tak terbatas. Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika kita berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru.
Bagaimana cara keluar dari zona nyaman?
  • Identifikasi Zona Nyaman Anda: Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas atau situasi yang membuat Anda merasa nyaman namun tidak menantang.
  • Tetapkan Target yang Lebih Tinggi: Tetapkan Tujuan yang lebih ambisius dan keluar dari zona nyaman Anda secara bertahap.
  • Keluar dari Rutinitas: Cobalah hal-hal baru, seperti mengikuti kursus, mengambil proyek yang berbeda, atau berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
  • Hadapi Ketakutan: Ketakutan akan kegagalan adalah hal yang wajar. Namun, ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Ingatlah, keluar dari zona nyaman memang lebih mudah untuk dikatakan daripada dikerjakan. Akan ada rasa tidak nyaman, ketidakpastian, dan bahkan kegagalan di dalam menjalankan proses itu. Namun, dengan keberanian dan tekad yang kuat, Anda akan mampu mencapai potensi maksimal Anda dan meraih kesuksesan yang lebih besar.

Hindari diri untuk berkata "Seandainya waktu itu..." -- Menyesal kemudian tidak ada gunanya. Jadi, siapkan diri Anda untuk terbang lebih tinggi!

Friday, August 02, 2024

Mengerti Tubuh Anda.

Tubuh kita adalah seperti sebuah mesin kompleks yang dilengkapi dengan sistem peringatan kompleks pula.

Alarm internal ini sering disebut sebagai respon "Fight atau Flight", yang dirancang untuk melindungi diri kita dari bahaya. Namun, terkadang hal ini bisa salah sasaran, sehingga menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang tidak perlu.

Saat tubuh Anda merasakan adanya ancaman, baik nyata maupun khayalan, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini mempersiapkan tubuh Anda untuk bertindak dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot. Meskipun respons ini penting untuk kelangsungan hidup, aktivasi kronis dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan.

Beberapa contoh sinyal peringatan tersebut seperti migrain, gangguan pencernaan, sering lupa, cepat marah, tidur tidak nyenyak dan lain-lain. Terkadang kita bisa menyalahartikan sinyal itu sebagai suatu penyakit, sehingga kita langsung minum obat untuk mengatasi masalah tersebut, yang sebenarnya tidak perlu.

Beberapa cara yang efektif saya lakukan untuk mengatasi stress, rutin olah raga minimal 3x seminggu, tidur sebelum jam 11 malam, makan makanan yang sehat dengan tepat Waktu. Hal ini sudah saya terapkan sejak 7 tahun yang lalu, dan bersyukur walaupun saya cukup sering ke rumah sakit tetapi untuk tujuan mengurus klaim nasabah, bukan untuk konsultasi Kesehatan saya pribadi.

Memahami sinyal alarm tubuh Anda sangat penting untuk mengelola stres dan mencegah kelelahan. Dengan mengenali tanda-tanda awal, Anda bisa menerapkan strategi untuk menenangkan diri dan mendapatkan kembali kendali.

Nobody's perfect.

Sebelumnya saya sering bergumul dengan sifat perfeksionis, sehingga menimbulkan stress yang berkepanjangan dalam diri. Sampai akhirnya saya belajar untuk menerima ketidaksempurnaan maupun kegagalan yang terjadi, dan terus perbaiki diri. Cerita berikut adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan Perfeksionis itu.

Sang Pembuat Tembikar dan Tanah Liat.
Dahulu kala ada seorang pembuat tembikar yang terkenal akan keindahan dan kesempurnaan bejana-bejananya. Setiap karyanya merupakan mahakarya, simetris, dan tanpa cacat. Ketenarannya menyebar jauh dan luas, dan orang-orang datang dari negeri-negeri jauh untuk mengagumi karyanya.

Suatu hari, seorang murid muda bergabung dengan bengkel pembuat tembikar. Karena ingin membuat gurunya terkesan, murid itu bekerja keras tanpa lelah, berjuang untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap karya yang diciptakannya. Namun, tidak peduli seberapa keras ia berusaha, bejana-bejananya selalu sedikit tidak sempurna, dengan retakan kecil atau lengkungan yang tidak rata. Dengan putus asa, ia mengakui kegagalannya kepada si pembuat tembikar.

Si pembuat tembikar tersenyum lembut dan berkata, "Kesempurnaan adalah mitos, anakku. Keindahan sebenarnya terletak pada ketidaksempurnaan. Lihatlah bejana ini," katanya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan retakan yang terlihat. "Bejana ini tidak sempurna, tetapi dapat menampung air sama baiknya dengan yang lain. Dan lihatlah yang ini," lanjutnya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan bibir yang tidak rata. "Bejana ini masih berguna, dan membawa kebahagiaan bagi pemiliknya."

Sang murid memandang pot-pot itu dengan mata baru. Ia menyadari bahwa keindahan setiap bejana tidak terletak pada kesempurnaannya, tetapi pada keunikannya. Sejak hari itu, ia menerima ketidaksempurnaan dalam karyanya, dan tembikarnya pun semakin dihargai karena keasliannya.

Sang tukang tembikar menyimpulkan, "Ingatlah, anakku, yang terpenting adalah perjalanan pembuatan sebuah karya, bukan hasil akhir yang sempurna. Terimalah prosesnya, belajarlah dari kesalahanmu, dan temukan keindahan dalam ketidaksempurnaan."

Perumpamaan ini menunjukkan bahwa kesempurnaan adalah cita-cita yang mustahil dan bahwa keindahan dan nilai sejati dapat ditemukan dalam ketidaksempurnaan dan pertumbuhan.

"My value comes from who I am, not from what I do" - Joshua Metcalf.

Saturday, July 27, 2024

Tidak perlu menunggu Waktu yang sempurna untuk memulai.

Dalam hidup pasti ada rintangan dan kesulitan. Setiap usaha pasti terdapat risiko, masalah, dan ketidakpastian.

Misalkan Anda ingin mengendarai mobil dari Jakarta ke Surabaya, Namun jika bersikeras menunggu hingga benar-benar yakin bahwa tidak akan ada jalan macet, tidak ada masalah mesin, tidak ada cuaca buruk, tidak ada pengemudi mabuk, tidak ada risiko apa pun. Kapan kita akan memulainya? Tidak akan pernah!

Dalam merencanakan perjalanan ke Surabaya, ada baiknya Anda memetakan rute, memeriksa mobil, atau cara lain untuk menghilangkan risiko sebanyak mungkin sebelum Anda memulai. Namun, Anda tidak dapat menghilangkan semua risiko. Punya Asuransi pun tidak dapat mencegah semua risiko itu datang.

Buat keputusan untuk merealisasikan ide-ide mu!

"Don't wait for the perfect moment, Take the moment and make it perfect". - Zoey Sayward

Sunday, July 21, 2024

Semua bermula dari Pikiran.

Kekecewaaan muncul ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Di saat yang sama sering kali menyalahkan orang lain atau keadaan. Contoh hal tersebut sering terjadi ketika gagal dalam mendapatkan promosi, atau kalah dalam pitching suatu project atau hasil pekerjaan kita dikritik.

Saya juga pernah mengalami kekecewaan, ketika saya sangat mengharapkan promosi namun kolega lain yang mendapatkannya. Di saat itu pilihannya adalah kecewa merasa menjadi korban politik kantor dan menyalahkan penilaian atasan yang subjektif, atau menginstrospeksi diri.

Setelah merenung beberapa hari, saya menyadari bahwa kolega yang mendapatkan promosi memang layak mendapatkannya. Dia memiliki tingkat EQ yang lebih luwes disamping kemampuan teknikalnya. Saya terus bertanya pada diri sendiri, "Jadi apa yang dapat saya tingkatkan untuk mendapatkan kesempatan berikutnya?"

Berikut adalah tips dari Benjamin F. Fairless disaat menghadapi kekecewaan:
  1. Tanyakan pada diri, "Apa yang dapat saya lakukan supaya layak untuk mendapatkan kesempatan berikutnya?"
  2. Jangan menghabiskan Waktu dan energi untuk Kekecewaan. Stop mengutuki diri. Rencanakan langkah untuk meraih kemenangan berikutnya.
Ingat, bagaimana Anda berpikir ketika Anda kalah menentukan berapa lama Anda akan mendapatkan kemenangan itu.

Monday, July 08, 2024

I'm feeling lucky..

I'm feeling lucky..

That's one the short sentence written in the Google Search Engine Website. Then What is the definition of Lucky? According to Merriam-Webster dictionary, Lucky is defined as having good luck, happening by chance.

Is Luck really Happening by Chance? Some says if it happens only once that maybe luck. If twice, it maybe coincidence. If it arises for third times, then it is a pattern, which means we can create our luck.

What I learnt recently, this is the formula
Effort + Opportunity = Luck

We may be don't know when the opportunity come. However, in the mean time we put effort to prepare ourselves. Therefore, whenever the opportunity come we are ready to execute what we have prepared and harvest the result.

Like last Saturday, I won a lucky draw. It seems that I was lucky. In fact, every week I put effort to register my name in the system, so my name have chance to be picked.

It would be the same in Any careers, it seems that person is lucky, to be promoted, won prizes, or to be selected as a key person in a organisation. I believe everything come with a price. You want to get what you want, then put effort to earn it.

Tuesday, June 25, 2024

Dress Right!

Don't Judge the Book by its cover - pernyataan yang selalu jadi pembelaan jika ada yang memberikan masukan buat saya, "kamu harus pakai lipstick, atau make up, biar keliatannya lebih segar"; Atau "mestinya kamu pakai baju yang model begini, begitu" hehe..

Buat beberapa kaum hawa memang kadang-kadang memakai make up atau pemilihan busana itu bisa menjadi hal yang ribet. Dan dirasa banyak menghabiskan Waktu.

Namun apa yang dikatakan David J. Schwartz, seorang coach dan penulis, dalam bukunya "The Magic of Thinking Big": "Look Important - It helps you think important. Rule: Remember your appearance "Talks". -- Keliatan penting akan menolong Anda berpikir Anda itu Penting. Aturan: Ingat penampilan Anda berbicara.

Menghargai diri terlihat dalam segala hal yang kita lakukan. Mari kita fokuskan perhatian kita sekarang pada beberapa cara spesifik yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan harga diri dan dengan demikian mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari orang lain.

Pastikan cara berpakaian Anda mencerminkan hal-hal positif tentang Anda. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa merasa yakin bahwa Anda adalah tipe orang yang Anda inginkan.

Biaya untuk menjadi Rapi tidaklah selalu mahal. Berpakaianlah dengan benar; itu selalu berarti.

Tuesday, June 18, 2024

Daur Ulang.

Mendaur ulang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah unorganik. Sejak dua tahun lalu gerakan mengumpulkan sampah untuk didaur ulang telah dilakukan di lingkungan perumahan kami.

Daur ulang adalah proses memisahkan sampah plastik, kertas, kardus, kaleng, beling, tetrapack, dan berbagai jenis lainnya lalu menjadikan sesuatu yang sudah tidak bermanfaat menjadi bermanfaat kembali dalam bentuk yang lain.

Kita semua pernah membuat kesalahan, kadang perasaan bersalah itu membuat kita merasa tidak bermanfaat. Daur ulang seperti diberi kesempatan kedua untuk menjadi baru lagi, mungkin tidak hanya kedua, tapi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, memberi kesempatan untuk bisa menata kembali hati dan pikiran kita untuk kembali berkinerja lagi.

Dengan adanya proses "Daur Ulang", seharusnya memberi kita keberanian untuk mencoba banyak hal baru, berbuat kesalahan, dan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki dan menjadi lebih baik.

Saturday, June 01, 2024

Terkadang Niat Awal Terlupakan.

Hari Sabtu libur (Hari Lahir Pancasila), yang biasanya merupakan Hari berkantor saya. Di Waktu luang itu saya membaca buku yang merupakan pemberian seorang Teman, dari Our Daily Bread Ministries, berjudul ,The Race: How to Live and Finish Well, karya Robert M. Solomon.

Kisah awal dari bab 2 membuat saya merenung mendalam - berikut adalah terjemahan bebasnya:
Clovis Chappell, seorang pendeta Metodis dari abad lalu, menceritakan kisah tentang dua Kapal Pengangkut barang menyusuri sungai di bagian selatan Amerika Serikat. Mereka meninggalkan Memphis, sebuah kota di sepanjang Sungai Mississipi, pada waktu yang hampir bersamaan. Saat perahu-perahu itu berlayar menyusuri Sungai Mississipi menuju New Orleans, para pelaut dari satu kapal mencemooh para pelaut di kapal lain, mengejek kecepatan siput mereka.

Saling bertukar kata-kata. Tantangan pun dibuat. Dan perlombaan pun dimulai. Persaingan menjadi sengit saat kedua Kapal itu melaju menyusuri Sungai Mississipi.

Satu perahu mulai tertinggal karena kehabisan bahan bakar. Mereka punya banyak batu bara untuk perjalanan, tapi tidak cukup untuk balapan. Saat kapalnya melambat, seorang pelaut muda mengambil sebagian kargo kapal dan melemparkannya ke dalam oven. Para pelaut mengisi bahan bakar kapal mereka dengan kargo yang ditugaskan untuk mereka angkut. Mereka akhirnya memenangkan perlombaan tetapi membakar kargo mereka.

Tuhan juga telah mempercayakan kargo kepada kita: Anak-anak, pasangan, teman-teman. Tugas kita adalah melakukan bagian kita agar kargo ini mencapai tujuannya. Namun berapa banyak orang yang tidak pernah mencapai tujuan ini karena sifat kompetitif yang agresif? Berapa banyak kargo yang kita korbankan demi mencapai nomor satu? Dalam perlombaan untuk sukses, kita sering lupa bahwa keluarga dan sesama itu lebih penting.

Jangan salah pilih perlombaan hidup dan membiarkan ambisi menghilangkan fokus Anda!

"It's not what's happening to you now or what has happened in your past that determines who you become. Rather, it's your decisions about what to focus on, what things mean to you, and what you're going to do about them that will determine your ultimate destiny. -- Anthony Robbins.

Monday, May 20, 2024

Help me to save one more..

In my opinion this is the best war film after "Saving Private Ryan" - Hacksaw Ridge is a biographical war drama film directed by Mel Gibson, based on a true story.

The film focuses on the World War II experiences of Desmond Doss, an American Pacifist Combat Medic, who refused to carry or use a weapon or firearm of any kind because of his belief and his vow after an incident which nearly killed his brother. He got a lot of difficullties and torture because of it, and was labelled as a Coward.

During the battle of Okinawa, Doss’ unit was tasked to secure Hacksaw Ridge. Several of Doss' squad mates were left injured on the battle field. Doss heard the cries of dying soldier and returned to save them - each time he prayed "Lord, please help me get one more.. Lord please one more". It turned out he saved 75 injured soldiers in one night.

The prayer has made me believe more with what I do right now is the best career decision, where I can help one more family, one more friend, one more college from financial disaster due to life risks that may occur to anyone anytime.

What is your career story?

Tuesday, May 14, 2024

Contemplation during The Long Weekend (Part 2) - When Slow is Fast.

Masih dalam "Long Weekend Moment" - Hari Minggu berangkat Ibadah dengan 15 menit lebih awal dari biasanya, menyetir dengan santai. Lalu dalam satu persimpangan saya kaget karena ada yang menyalip kendaraan saya. Biasanya itu akan memicu emosi, namun karena masih ada waktu saya tetap tenang, sambil berpikir, "oh mungkin orang itu sedang lagi ada urusan mendesak".

Kemudian sampailah di ujung jalan ada lampu lalu lintas, bertemu lagi dengan kendaraan yang tadi menyalip saya. Dalam hati berpikir lagi, "Hmmm, buru-buru akhirnya juga sama. Hemat berapa banyak waktu? atau Malah memicu emosi stress dan membahayakan kendaraan yang lain?"

Pernahkah mengalami hal yang sama, ketika kita sedang belajar sesuatu yang baru dan pengen cepat-cepat bisa? Namun hasilnya adalah sebaliknya. Atau pengen cepat-cepat menyelesaikan sesuatu, malah mendapati banyak kesalahan yang memperpanjang waktu penyelesaiannya.

Banyak hal mendesak timbul karena kurang persiapan (walaupun ada sebagian kecil di Luar kendali kita). Alih-alih kepengenan buru-buru, lebih baik perjelas apa permasalahan atau tujuannya, lalu lihat kemungkinan penyelesaiannya, putuskan baru dijalankan. Jangan lupa siapkan waktu lebih awal untuk memulai.

"Life is so urgent it necessitates living slow". - Ann Voskamp.

Saturday, May 11, 2024

Contemplation during The Long Weekend (Part 1) - When Less is More.

Tibalah hari yang ditunggu, Long Weekend, walaupun dalam profesi yang saya geluti, momen seperti ini tidak terlalu berpengaruh hhehe.. Karena hari kerja diatur dengan tingkat kedisplinan Pribadi. (Pengen tau profesinya apa, silahkan DM hehe)

Namun kalau Long Weekend umumnya kebanyakan nasabah juga pergi berlibur keluar kota, dan tidak mau ditemui, jadi saya ikut meliburkan diri.

Tugas pertama di Long Weekend ini adalah membereskan Wardrobe dan pernak Pernik di Kamar. Setelah belajar dari Marie Kondo, dari buku "The Life-Changing Magic of tidying up", saya menyadari terkadang saya punya kecenderungan untuk menyimpan barang.

Kadang barang yang walau sudah tidak pernah digunakan, masih juga tetap disimpan. Entah itu adalah barang-barang kenangan atau bernilai sentimental. Namun, dengan berjalannya Waktu itu akan memenuhi lemari dan berantakan.

Jadi semua harus dibereskan, dipilah, didonasikan jika masih layak dipakai, atau dibuang jika sudah rusak. Di akhir hari ternyata lemari punya ruang kosong yang besar rasanya seperti Segar Kembali, dan siap untuk menerima Hal-hal yang baru.

Itu sama dengan pemikiran kita, ada banyak hal-hal yang tersimpan dalam kepala kita sehingga tidak ada ruang lebih. Jadi yang lama (tidak relevan) harus masuk ke Recycle Bin, supaya kita bisa menerima hal dan pengetahuan yang baru.

Friday, May 03, 2024

Manajemen Kekecewaan.

Dalam suatu perenungan yang menyadarkan saya bahwa semua hal -- baik, buruk, hal menyenangkan, menyakitkan, diterima, ditolak, pencapaian, kesalahan, ketenaran, adalah hal yang datang dan pergi.

Setiap pengalaman yang pernah dialami akan berakhir. Emosi yang timbul seperti senang, sedih, marah, malu, bangga, iri dan perasaan manusia lainnya datang bergantian. Pada dasarnya perasaan itu tidak ada yang permanen. Dengan mengetahui kebenaran ini sebenarnya bisa memberikan kelegaan.

Namun, sebaliknya banyak orang yang mengalami kekecewaan mendalam terhadap suatu peristiwa yang terkadang membuat orang tersebut menyerah untuk mencapai impiannya.

Menurut Richard Carlson, Penulis, dalam bukunya "Don't Sweat the Small Stuff" - Kekecewaan kita pada dasarnya muncul dalam dua cara. Saat kita mengalami kesenangan, kita ingin kesenangan itu bertahan selamanya. Itu tidak pernah terjadi. Atau, saat kita mengalami rasa sakit, kita ingin rasa sakit itu hilang sekarang juga. Biasanya tidak begitu. Ketidakbahagiaan adalah hasil dari perjuangan melawan rasa yang sedang kita alami.

Lalu bagaimana untuk mengatasinya?

Dari dulu kita belajar mengenai Manajemen Waktu, Manajemen Resiko, Manajemen Keuangan dan lainnya, tapi kita lupa untuk menguasai Manajemen Kekecewaan.

Ketahuilah bahwa meskipun merasakan kebahagiaan itu menyenangkan, hal itu pada akhirnya akan digantikan oleh hal lain. Dan jika Anda mengalami suatu jenis rasa sakit atau ketidaksenangan, sadarilah bahwa hal ini juga akan berlalu. Dengan menyimpan kesadaran ini dalam hati adalah cara yang bagus untuk mempertahankan perspektif, bahkan saat menghadapi kesulitan.

Semoga tips "Manajemen Kekecewaan" ini bisa bermanfaat, walau tidak mudah untuk dipraktekkan.

"Be the person that your dog thinks you are". - C. J. Frick

PS: Muffin - In front of the camera.

Friday, April 19, 2024

Mengampuni Sesama.

Seorang Murid bertanya pada Guru Spiritualnya, "Guru, mengapa sangat sulit untuk memaafkan seseorang yang menyakiti kita?". Sang Guru menjawab, "Karena kebanyakan orang berpikir bahwa permintaan maaf diberikan kepada orang lain, untuk kepentingan orang lain tersebut. Sehingga itu yang membuat orang enggan untuk memaafkan, merasa orang lain tidak layak mendapatkan permintaan maaf, dan hidup tidak adil jika dimaafkan begitu saja".

"Namun", Lanjut sang guru, "Mereka lupa bahwa permintaan maaf itu sebenarnya adalah untuk diri sendiri. Jika seseorang menyimpan kekesalan dan kemarahan di dalam dirinya, itu ibarat seperti minum racun, dan berharap orang yang tidak diberi maaf itu yang mati. Pahadal itu adalah hal yang mustahil. Sebaliknya jika seseorang memberi maaf dengan tulus, maka dia akan kembali bebas, beban hidupnya pun terangkat dan terasa ringan".

"Jika semua orang mengetahui prinsip ini, seharusnya orang akan lebih mudah untuk memaafkan orang lain, dan bergerak maju untuk tujuan hidupnya kembali".

Friday, April 12, 2024

Perluas Pandangan dan Pikiran.

Pada saat ini saya sedang membaca sebuah buku yang menurut saya sangat menarik dan sederhana, setiap bab hanya berisi 2 halaman. Isinya pendek namun sangat berhubungan dengan keseharian. Judul bukunya "Don't Sweat the Small Stuff" - Richard Carlson.

Berikut terjemahan bebas dari Bab 61:
Kita membentuk Opini dan menghabiskan hidup kita untuk menvalidasi apa yang kita yakini benar. Kekakuan ini menyedihkan, karena ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sudut pandang yang berbeda dengan sudut pandang kita. Hal ini juga menyedihkan karena sikap keras kepala yang diperlukan untuk menjaga hati dan pikiran kita tetap tertutup terhadap segala sesuatu selain sudut pandang kita sendiri. Pikiran yang tertutup selalu berjuang untuk menjaga jarak dari segala sesuatunya.

Kita lupa bahwa kita semua sama-sama yakin bahwa cara kita memandang dunia adalah satu-satunya cara yang benar. Kita lupa bahwa dua orang yang tidak sepakat satu sama lain sering kali dapat menggunakan contoh yang sama untuk membuktikan sudut pandang mereka sendiri; dan kedua belah pihak dapat sama-sama meyakinkan.

Dengan mengetahui hal ini, kita bisa tetap menjadi lebih keras kepala, atau kita bisa bersantai dan mencoba mempelajari sesuatu yang baru! Selama beberapa menit sehari, apa pun pandangan hidup Anda, cobalah membaca artikel dan/atau buku dengan sudut pandang berbeda. Anda tidak perlu mengubah keyakinan Anda. Yang Anda lakukan hanyalah memperluas pikiran dan membuka hati terhadap ide-ide baru. Keterbukaan baru ini akan mengurangi tekanan yang diperlukan untuk menjauhkan sudut pandang lain. Selain sangat menarik, latihan ini membantu Anda melihat kepolosan orang lain serta membantu Anda menjadi lebih sabar. Anda akan menjadi orang yang lebih santai dan filosofis, karena Anda akan mulai merasakan logika dari sudut pandang lain.

Setelah membaca bagian ini, Saya jadi menyadari bahwa saya bisa bersikap lebih santai dengan banyak mendengarkan.

"Your perspective is always limited by how much you know. Expand your knowledge and you will transform your mind". - Bruce H. Lipton

Thursday, April 04, 2024

Hidup ini bukanlah keadaan darurat.

Meski kebanyakan orang (termasuk saya) berpendapat sebaliknya. Hidup kita seolah dipenuhi dengan Tenggat waktu, Jadwal dan Ekspetasi. Saya melihat sendiri (termasuk saya waktu dulu) ketika berhadapan dengan pekerjaan seringkali mengabaikan keluarga dan kesehatan karena memiliki kecenderungan untuk percaya bahwa hidup adalah keadaan darurat.

Pernah sekali waktu saya masih kerja di Korporasi, sedang sakit batuk sudah seminggu tidak kunjung membaik (sebelum zaman covid jadi belum diciduk hehe), walau sudah ke dokter. Namun, saya tidak pernah absen datang ke kantor. Sampai atasan saya yang bule datang ke ruangan, bertanya, "Kamu sakit, kenapa datang ke kantor?". Saya menjawab bahwa ada kick off meeting, untuk project yang segera dimulai.

Lalu dia mencatat jadwal meetingnya dan meminta bahan meetingnya kepada saya, dan berkata,"Kamu pulang, istirahat, supaya sembuh, hari ini saya yang menggantikan kamu meeting". Seringkali saya berasumsi bahwa Ini darurat! Sebenarnya, tidak ada orang lain selain saya sendiri yang menciptakan tekanan yang dialami.

Saya sering bertemu seseorang (termasuk saya sendiri) yang mengubah hal kecil menjadi keadaan darurat yang besar. Kita terlalu memikirkan tujuannya sehingga kita lupa untuk bersenang-senang, dan kita lupa memberi kelonggaran kepada diri sendiri. Atau kita menyalahkan diri sendiri jika tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang dibuat sendiri.

Langkah pertama untuk menjadi orang yang lebih damai adalah memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa, dalam banyak kasus, Anda menciptakan keadaan darurat Anda sendiri. Hidup biasanya akan terus berjalan jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Ada baiknya untuk terus mengingatkan diri sendiri dan mengulangi kalimat, "Hidup ini bukan keadaan darurat".

Inspired by Book Titled "Don't sweat the Small Stuff" - Richard Carlson, Chapter 22.

Friday, March 29, 2024

Before the Battle of fist, comes the battle of mind.

Ini diartikan jika ingin sukses dalam arena kehidupan, mesti fasih dalam pengendalian pikiran, menaklukan keraguan diri, memupuk ketahanan dan membayangkan kesuksesan.

Apa yang terjadi di dalam diri kita cenderung terjadi dua kali. Yang pertama terjadi dalam pikiran kita, lalu baru dalam dunia realita. Pernahkah mengalami akan melakukan presentasi dalam suatu rapat, sebelum rapat sudah membayangkan pertanyaan-pertanyaan sulit yang ditanyakan. Atau hendak bertemu dengan calon klien untuk melakukan penawaran. Namun sebelum bertemu sudah membayangkan bagaimana kalau calon klien tidak suka dengan penawarannya, harga penawaran yang tidak sesuai dan lainnya. Padahal dalam realita belum tentu hal itu yang terjadi.

Namun, sebelum semua itu terjadi, kita memiliki kecenderungan pemikiran ke arah yang negatif. Padahal kita bebas membayangkan termasuk jika ingin membayangkan ke arah yang positif, seperti Presentasinya berjalan mulus, para stakeholder senang dengan solusi yang diusulkan, atau calon klien suka dengan penawaran.

Kesuksesan dalam segala hal yang ingin dilakukan, harus menguasai pemikiran terlebih dahulu. Anda harus terlebih dahulu menguasai permainan batin, untuk dapat mengembangkan keterampilan. Anda mesti yakin bahwa untuk bisa sukses diperlukan usaha yang sepadan. Sebelum mempelajari keterampilan, datanglah pertarungan pikiran - Ini adalah permainan batin.

Monday, March 25, 2024

Kisah Elang dan Burung Gagak.

Berfokuslah dengan hal yang bisa kita kendalikan, tinggalkan apa yang tidak bisa kamu kendalikan. Cerita berikut sangat cocok untuk menggambarkan frase di atas.

Satu-satunya burung yang berani mematuk seekor Elang adalah burung Gagak. Burung ini bisa duduk dipunggung Elang dan mematuk lehernya.

Namun, tahukah kita, Elang tidak pernah merespon, juga tak mau bertarung dengan burung gagak. Ternyata, Elang tidak mau menghabiskan waktu dan energi hanya untuk menanggapi burung gagak.

Cukup bagi Elang untuk membuka sayapnya dan mulai terbang lebih tinggi dilangit.

Semakin tinggi penerbangan, maka semakin sulit bagi gagak untuk bernafas dan akhirnya gagak jatuh karena kekurangan oksigen...

Begitu juga dengan kehidupan ini, tidak semua pertempuran perlu ditanggapi.

Berhentilah membuang waktu untuk menanggapi semua argumen, kritik, cibiran, dan fitnah.

Fokus saja mengembangkan kualitas diri, tingkatkan standar yang dimiliki, dengan sendirinya mereka akan jatuh...!

"Incredible change happens in your life when you decide to take control of what you do have power instead of craving control over what you don't" ~ Steve Maraboli.

Sunday, March 17, 2024

Membangun Self-Image.

Apa itu Self-Image? cara seseorang memandang dirinya sendiri, pencapaiannya dan nilainya bagi masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal sejak usia dini, seperti pola asuh orang tua, berbagai pengalaman dengan guru, teman dan keluarga.

Dalam sesi coaching rutin yang saya ikuti, didiskusikan bahwa Self-Image merupakan salah satu faktor penting yang menentukan seseorang itu berhasil atau tidak, karena bagaimana kamu berpikir tentang dirimu sendiri dapat mempengaruhi bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain di sekitar kamu.

Self-Image positif dapat membantu mengenali kelebihan dan potensi diri, serta bersikap realistis mengenai keterbatasan yang dimiliki. Sebaliknya Self-Image negatif hanya akan membuat seseorang berfokus pada kesalahan dan kelemahan sehingga melumpuhkan keinginan untuk melakukan sesuatu dan mencapai prestasi.

Namun untungnya Self-Image ini bersifat dinamis dan selalu berubah. Self-Image yang sehat dapat dibangun mulai dengan menerima diri dan mencintai diri, identifikasi hal-hal traumatis di masa lalu, buat hal-hal positif tentang diri, kembangkan kelebihan pribadi, dan ingat kamu sudah sampai di titik ini, dan sudah banyak hal berat yg dapat kamu lalui, lakukan Afirmasi positif.

Jadi kamu mau bangun self-image yang sehat?

"If you get the inside right, the outside will fall into place." - Eckhart Tolle.

Friday, February 23, 2024

Jangan berargumen.

Dalam enam bulan belakangan saya sedang belajar untuk mengembangkan interpersonal skill, belajar cara berkomunikasi supaya setiap orang yang berinteraksi dengan saya merasa lebih baik.

Satu hal yang paling penting selalu saya ingat adalah menghindari argumen. Menurut Dale Carnegie dalam bukunya "How to win friends & influence people" menulis bahwa Berdebat dengan orang lain jarang sekali membuahkan hasil, biasanya perdebatan berakhir dengan satu pihak semakin yakin dengan kebenaran dirinya.

Dave Barry yang humoris mengutarakan poin ini dengan baik saat dia berkata: "Saya pintar berdebat. Coba tanya teman-teman saya yang tersisa. Saya bisa memenangkan perdebatan dalam topik apa saja, melawan siapa saja. Orang-orang yang mengetahuinya, dan menjauhi saya di pesta-pesta. Sering kali, sebagai tanda hormat mereka kepada saya, mereka bahkan tidak mengundang saya".

Alih-alih berdebat, lebih baik memilih cara yang lebih tinggi dan efektif adalah memenangkan hati lawan bicara kita dengan kesopanan dan itikad baik.

"Kita semua tahu cara mendapatkan perhatian. Tetapi hanya sedikit yang tahu cara mendapatkan perhatian dan rasa hormat pada saat bersamaan" - Esther Jeles, Corporate Behavioural Specialist.

If you have to choose between being Kind and being Right, choose being kind and you will be right". 😉😉😉

Thursday, February 15, 2024

The Real Personal Branding.

Di Era Sosial Media, banyak yang membuat konten dengan menampilkan foto profesional, Video edukasi dan kegiatan-kegiatan lainnya demi membangun personal branding. Menurut Eric Feng, Seorang Sales Strategist, Lebih dari itu untuk membentuk Personal Branding adalah tentang bagaimana perasaan orang bersangkutan ketika mereka berpikir tentang Anda.

Ketika seorang teman menyebut nama anda, apa kesan yang mereka pikirkan. Pernah saya merasa senang, ketika seseorang menyebut nama seorang teman yang juga akan hadir dalam satu event. Sebaliknya saya juga pernah ingin cepat-cepat pergi dari suatu pertemuan, ketika melihat seseorang muncul.

Hal ini mengingatkan saya pada suatu pepatah yang ditulis oleh seorang penulis terkenal, Maya Angelo:
Orang akan lupa apa yang Anda katakan.
Orang akan lupa apa yang Anda lakukan.
Tetap orang tidak akan lupa bagaimana anda telah membentuk perasaan mereka.

Jadi pada saat Anda berinteraksi dengan seseorang, baik calon pelanggan, kolega, atau bahkan orang asing, berusahalah untuk membuat dia merasa lebih baik karena interaksinya dengan Anda!

Berikan pujian yang tulus.
Bagikan kata-kata yang memberi semangat.
Berikan telinga untuk mendengarkan.
Ajarkan sesuatu yang bermanfaat.
Tawarkan bantuan.

Apa pun itu, tujuan Anda adalah membuat orang tersebut MERASA LEBIH BAIK karena Anda. Ingat "What goes around will comes around!". Tidak ada sesuatu yang kembali dengan sia-sia.

Saturday, February 10, 2024

I Believe I can Fly.

adalah salah satu lagu populer di tahun 1996 yang dinyanyikan oleh R. Kelly, yang arti sebagian liriknya adalah,
"Dulu kupikir aku tidak bisa bertahan,
dan hidup hanyalah lagu yang mengerikan
Namun kini kutahu makna cinta sejati
kini aku bersandar pada lengan abadi.

Kulihat diriku diambang kehancuran,
terkadang keheningan nampak begitu bising
banyak keajaiban dalam hidup yang harus kucapai
namun kutahu semua berawal dari diriku.

Jika itu bisa kulihat, maka aku bisa melakukannya
Jika hanya dalam angan saja maka semua itu tiada artinya"

Mungkin itulah awal dari cerita kebanyakan kesuksesan, namun itulah benar adanya. Semula tidak bisa apa-apa, dan tidak percaya diri karena kegigihan untuk bertahan dan berusaha maka mencapai impiannya.

Itu cerita dari pose di foto ini, berawal dari 6 tahun lalu memulai kelas Yoga. Badan kaku, tidak lentur, sulit melakukan pose apapun. Berkat latihan rutin, walau sampai sekarang pun tidak sempurna, tapi ada yang berhasil dilakukan.

Di waktu yang sama 6 tahun yang lalu, saya terjun ke Industri Asuransi sebagai Agen, Tidak mengerti mengenai marketing dan Tidak tahu cara membangun team. Setelah melalui banyak usaha, akhirnya mencapai satu milestone demi milestone berikutnya.

Pertanyaan dasarnya adalah "Do you believe you can fly?" - apakah kamu percaya dengan apa yang kamu jalani bisa mencapai impianmu?

Kedamaian Hati.

Hidup di dunia yang serba dinamis, penuh dengan ketidakpastian telah membuat banyak orang cemas dan gelisah sehingga hilangnya damai di hati dan pikiran.

Lalu bagaimana menemukan kedamaian itu?
- Lepaskanlah masa lalu yang tidak menyenangkan, karena masa lalu telah berlalu. Tidak ada gunanya disesali.
- Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Fokus pada perkembangan diri yang penting hari ini lebih baik dari yang lalu.
- Kendalikan apa yang bisa kita kendalikan, Lepaskan apa yang tidak bisa kita kendalikan.

Dunia bisa melemparkan apa saja ke diri kita, tapi yang penting adalah setiap saat kita bebas memilih reaksi kita dalam menghadapinya.

Find Your Inner Peace! 😉

Tuesday, January 30, 2024

Seni mempengaruhi orang untuk bertindak.

Dalam suatu hubungan seringkali kita mau bisa mempengaruhi orang lain untuk bertindak, namun terkadang hal tersebut tidak mudah dilakukan, seperti dalam hubungan orang tua dan anak, atasan dan bawahan, pasangan, penjual dan pembeli dan lainnya.

Menurut Dale Carnegie dalam bukunya "How to win Friends and influence people", untuk mempengaruhi orang lain agar bertindak, pertama-tama kita harus berhubungan dengan keinginan inti yang mereka rasakan.

Untuk mengerti maksudnya apa, berikut diambil dari cerita nyata. Pada suatu hari seorang filsuf terkenal di abad 19, Ralph Waldo Emerson, dan putranya berusaha memasukkan anak sapi ke kandang. Mereka mengalami kesulitan. Mereka mendorong dan anak sapi itu menarik. Mereka menarik dan anak sapi itu malah mendorong.

Sementara itu, asisten rumah tangga mereka menyadari masalah ini, dan walaupun dia tidak dapat menulis esai atau buku-buku yang brilian seperti Emerson, dia memiliki wawasan tentang bagaimana menyelesai masalah ini. Dia berjalan mendekati anak sapi itu dan menaruh jarinya di mulut anak sapi itu. Anak sapi itu mengulum jarinya dan dengan lembut dia menuntun anak sapi itu ke arah kandang.

Apa yang diketahui sang asisten rumah tangga terlupakan oleh sang filsuf cemerlang itu?

Emerson dan putranya hanya memikirkan apa yang mereka inginkan yaitu memasukan anak sapi ke dalam kandang lalu mereka dapat menyantap makan siang. Namun, anak sapi sebelumnya sedang melahap rumput hijau dengan bahagia, tidak ingin masuk ke kandang yang sempit dan gelap sehingga harus mempersingkat waktu makannya.

Lalu muncul Asisten rumah tangga dan menawarkan jarinya dan mengingatkan anak sapi itu bahwa ada susu hangat yang menantinya.

Kisah ini menjadi sebuah metafora yang sempurna mengingatkan kita bahwa pengaruh membutuhkan lebih banyak intuisi dibanding intelektual, Hubungan yang baik dibandingkan dengan sekedar otak cemerlang.

That's why high EQ better than IQ?

PS: Source Book "How to win friends and influence people" - Chapter 3, Dale Carnegie.

Sunday, January 14, 2024

Pelajaran dari Seekor Keledai.

Sebuah cerita inspiratif untuk mengawali tahun 2024, semoga memberi semangat! 😊

Seekor keledai milik seorang petani jatuh ke sumur. Hewan itu menangis berjam-jam, sementara petani mencari cara untuk mengeluarkannya. Akhirnya si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua, lagi pula sumur itu perlu diuruk; tidak ada gunanya untuk mengeluarkan keledai itu dari sana.

Si petani mengajak tetangga untuk datang menolongnya. Masing-masing tetangga membawa pacul dan mulai menguruk sumur dengan tanah. Pada awalnya, keledai menyadari apa yang terjadi dan menangis ketakutan. Lalu tiba-tiba, keledai itu diam. Beberapa saat kemudian, petani menatap ke dalam sumur. Ia takjub pada apa yang dilihatnya. Bersama setiap lemparan tanah pada punggungnya, keledai itu mengibaskannya dan naik satu langkah. Segera saja semua orang takjub ketika keledai melangkah keluar dari tepi sumur dan berlari menjauh!

Moral dari cerita: Terlepas dari apakah Anda suka atau tidak, hidup akan "melempar" segala jenis kotoran kepada Anda. Kiat untuk keluar dari lubang adalah mengibaskan kotoran dan naik satu langkah. Malah sebenarnya, setiap masalah Anda adalah batu pijakan untuk keluar. Kita bisa memanjat keluar dari sumur yang terdalam dengan tidak berhenti dan tidak menyerah untuk mengibaskan kotoran dan naik satu langkah.

Keesokan harinya, keledai itu kembali dan menendang orang-orang yang berusaha menguburnya. Jadi, ingatlah selalu bahwa jika Anda pikir mengubur masalah adalah jalan keluar yang mudah, masalah itu akan selalu kembali untuk menggigit Anda.

Ps: dikutip dari buku "The Answer" - Bab 12 Mengatasi Takut dan Cemas.

Monday, January 01, 2024

Hanya baik-baik saja tidak cukup.

Tidak berasa kita sudah sampai di tahun 2024, di mana tiga tahun sebelumnya kewalahan oleh Pandemic Covid-19. Kurun waktu tiga tahun itu saya melihat perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, apa dan siapa yang akhirnya bertahan.

CEO Nokia dalam penutupan pidato terakhirnya berkata, ketika perusahaan ponsel tersebut dibeli oleh Microsoft satu dekade yang lalu, "We didn't do anything wrong, but somehow, we lost". - Kami tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi entah bagaimana, kami kalah.

Pada saat itu Nokia adalah perusahaan yang bonafide. Mereka tidak melakukan kesalahan apapun, hanya saja dunia berubah begitu cepat dan Kompetitornya lebih dahsyat.

Mereka melupakan pembelajaran dan perubahan yang cepat, sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapat keuntungan besar. Tidak hanya itu, mereka juga kehilangan kesempatan untuk bertahan di bisnis.

Moralnya adalah jika Anda tidak berubah, Anda akan keluar dari kompetisi. Tidak ada salahnya jika tidak ingin belajar hal baru. Namun, jika pikiran dan pola pikir Anda tidak bisa mengikuti zaman maka akan tersingkir.

Anda tidak perlu melakukan kesalahan apa pun, selama pesaing Anda menangkap kesempatan dan melakukannya dengan benar, Anda bisa kalah dan gagal.

Mereka yang menolak untuk belajar dan berkembang, suatu saat pasti akan tersingkir dan menjadi tidak relevan. Pada saat mereka menyadarinya, semua sudah terlambat. Jangan lupa untuk terus bertumbuh!

Sunday, December 10, 2023

Menuju Kesehatan dengan Tawa.

Norman Cousins adalah seorang pelopor terapi tawa dan katalis untuk riset Patch Adams (Nonton Filmnya Patch Adams, 1998). Cousins didiagnosis penyakit yang tidak tersembuhkan, yang disebut spondilitis ankilosis, penyakit degeneratif yang menyebabkan hancurnya kolagen, jaringan ikat yang mengikat sel-sel tubuh. Setelah nyaris lumpuh total dan hanya diberi waktu beberapa bulan untuk hidup. Cousins keluar dari rumah sakit dan pindah ke kamar hotel.

Lalu dia menyewa semua film lucu yang bisa ditemukan, semua acara jenaka Sinetron dan Komedi termasuk film lama Marx Brothers dan Three Stooges. Pada malam pertamanya di hotel, Cousins melaporkan bahwa ia begitu banyak tertawa sehingga merangsang bahan-bahan kimia di tubuhnya yang memungkinkan ia untuk tidur tanpa nyeri selama beberapa jam.

Ketika nyeri muncul kembali, ia hanya menonton film lucu lainnya dan tawa membuatnya tertidur lagi. Ia mencatat perubahan-perubahan di tubuhnya dengan mengukur nilai endap darahnya, suatu ukuran penting dari peradangan dan infeksi di darah. Cousins menemukan bahwa nilainya menurun minimal 5 poin setiap kali ia menonton salah satu film lucu itu.

Ia menonton berulang-ulang, tertawa sekeras dan selama mungkin. Setelah enam bulan melakukan terapi tawa yang ia rancang sendiri, para dokter takjub menemukan bahwa ia telah sembuh total -- Penyakitnya Lenyap! Ini membuat Cousins menerbitkan buku Anatomy of Illness, yang memprakarsai riset besar pada fungsi suatu kimia tubuh, Endorfin. Endorfin memiliki komposisi yang serupa dengan morfin dan heroin.

Kasus Cousins menunjukan bagaimana tawa memiliki efek menenangkan pada tubuh dan membangun sistem imun, melindungi Anda dari penyakit. Cousins menemukan bahwa sepuluh menit tawa tergelak memberinya peredaan nyeri tanpa obat selama 2 jam.

Pengalaman yang ditulis di bukunya merupakan terobosan kedokteran, menjelaskan mengapa orang yang gembira jarang sakit, dan mengapa orang yang tidak bahagia dan murung terlihat selalu sakit.

Nah dari Fakta ini -- Apakah akan merubah cara pandang terhadap Hidup Anda? Sudahkah Anda tertawa hari ini? ;D

Dikutip dari buku "The Answer", Allan & Barbara Pease, Halaman 212.

Thursday, December 07, 2023

Kedamaian dan Ketenangan Hati Lebih Berharga.

"Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama seperti dia; Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak”. - (Amsal 26:4-5)

Kutipan di atas ingin mengingatkan agar jangan membuang waktu berdebat dengan orang bebal, bodoh, dan fanatik, sebab orang-orang tersebut tidak peduli dengan kebenaran dan kenyataan. Mereka berfokus pada kemenangan atas apa yang mereka percayai.

Untuk memperjelas kalimat di atas berikut adalah cerita ilustrasinya.
Suatu hari keledai berkata kepada Harimau : "Rumput itu warnanya biru". Harimau menjawab : "Tidak, rumput itu hijau".

Diskusipun memanas, dan keduanya memutuskan untuk menyerahkan ke Arbitrase. Dan untuk ini mereka pergi ke hadapan singa, sang raja hutan. Setibanya mereka di hutan tempat singa duduk di singgasananya, keledai mendahului berteriak : “Yang Mulia, benarkah rumput itu berwarna biru?”

Singa menjawab : “Benar, rumput berwarna biru.” Keledai bergegas melanjutkan : “Harimau ini tidak setuju dengan saya, pendapatnya selalu bertentangan dan mengganggu saya. Tolong hukum dia!”. Si keledai melonjak kegirangan, dgn puas dia melanjutkan perjalanannya, sambil terus mengulangi : “Rumput itu berwarna biru”.

Harimau pasrah menerima hukumannya. Tetapi dia bertanya kepada singa: “Yang Mulia, mengapa anda menghukum saya? Bukankah rumput itu berwarna hijau ?”

Singa menjawab : “Memang sebenarnya rumput itu berwarna hijau”.
Kata Harimau : “Lalu, mengapa anda menghukum saya?”

Jawab sang Singa : “Hukuman itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaan “Apakah rumput itu biru atau hijau. Hukuman itu adalah karena kebodohanmu. Tidak mungkin makhluk pemberani dan cerdas sepertimu membuang waktu berdebat dengan keledai dan terlebih lagi datang dan mengganggu ketenanganku!”

Kesimpulan:
  • Pergunakanlah waktu anda dengan lebih bijak dengan berfokus pada hal yang lebih penting daripada berargumentasi dengan orang bebal. Karena, orang demikian tidak peduli dengan bukti yang diberikan kepadanya.
  • Mereka tidak dalam kapasitas untuk memahami. Yang diinginkan hanyalah pembenaran atas apa yang mereka percayai (dan belum tentu benar).
  • Kedamaian dan ketenangan anda lebih berharga.

    PS: Below Picture is a master piece by Choerodin Roadyn, The King, 2022.

  • Sunday, November 26, 2023

    Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.

    Kita hidup di dunia pikiran.
    Pikiran kita menciptakan pengalaman, pengalaman berdasarkan apa yg kita pikirkan.
    Kualitas pikiran kita yang akan menentukan kualitas hidup yang kita jalani.

    Ketika seseorang tidak bahagia dalam hidupnya, dia akan berusaha membuat perubahan.

    Perubahan dilakukan seperti mentransformasi lingkungan, dan percaya dengan melakukan perubahan itu, dapat memberikan kondisi yang diinginkan. Belanja barang dapat meningkatkan kebahagiaan. Jalan-jalan ke tempat hiburan, menjauh dari masalah yang ada. Mencari hal-hal yang dapat membantu melupakan permasalahan.

    Tentu saja setelahnya, kita akan kembali pada dimana permasalahan itu dimulai: Tidak bahagia.

    Begitulah siklus yang akan terjadi. Belanja, Jalan-jalan, Lupakan - selalu berfokus pada faktor eksternal.

    Hal ini terjadi karena kita beasumsi bahwa perubahan itu dimulai dari luar. Pada kenyataannya, Lingkungan memberi pengaruh pada perubahan kondisi, tetapi tidak mengatasi akar permasalahan (Pikiran) yang mengendalikan apa yang dirasakan.

    Ini yang harus disadari:
    Jika ingin merubah kondisi, kita harus memulai dari dalam diri kita. Kita harus merubah perhatian pemikiran kita, karena apa yang kita pikirkan secara langsung mempengaruhi apa yang kita rasakan, dan apa yang kita rasakan mempengaruhi reaksi tubuh, dan reaksi tubuh mempengaruhi perilaku, dan bagaimana kita berperilaku itulah yang mendefinisikan pengalaman yang dialami dalam hidup.

    "If you get the inside right, the outside will fall into place." - Eckhart Tolle.

    Semua berawal dari pemikiran, kehidupan kita bersemi dari apa yang selalu kita pikirkan: You are what you think.

    Sunday, November 19, 2023

    Melatih Pikiran?

    Ketika berolah raga secara rutin maka otot kita akan terlatih dan semakin kuat. Begitu juga dengan keterampilan-keterampilan yang lain yang jika dilatih maka akan membuat orang tersebut semakin mahir.

    Contoh semakin sering seseorang memasak, tentu akan semakin mahir dengan resep-resep andalannya. Contoh lainnya para atlet; para atlet Basket, Sepak bola, Badminton, Tenis dan lainnya, mereka memerlukan latihan yang berulang-ulang sehingga mereka bisa Tampil baik dalam pertandingan. Para pemain alat musik, mereka berlatih rutin untuk mencapai kesempurnaan pada saat tampil dalam sebuah Orkestra.

    Tahukah Anda bahwa Pikiran juga bisa dilatih? Jika seseorang cenderung untuk berpikiran negatif, maka dia akan semakin terlatih untuk mengidentifikasi sisi buruk dari suatu hal atau peristiwa. Sehingga orang tersebut akan lebih banyak mengeluh, membicarakan hal-hal yang negatif.

    Sebaliknya jika seseorang melatih pikirannya untuk melihat sisi positif dari setiap kejadian, atau orang yang ditemui. Hal tersebut membuat dia semakin terlatih untuk mengidentifikasi peluang, kesempatan, serta akan selalu membicarakan hal yang menyenangkan, menarik dan mudah bergaul, sehingga memberinya kesempatan lebih luas dalam apa yang sedang dikerjakan.

    Jadi Bagaimana Anda akan melatih pikiran Anda? Tentukan pilihan dengan Bijak.

    Wednesday, November 15, 2023

    Reaksimu menentukan Nasibmu.

    "Hidup adalah 10% apa yang terjadi pada kita dan 90% bagaimana kita bereaksi terhadapnya". - Charles R. Swindoll

    Kehidupan memang ada rintangan, namun hal tersebut membantu kita bertumbuh. Tetap bahagia. Belajar ketika salah. Buatlah rencana sederhana. Minta bantuan teman. Berubah bila diperlukan.

    Pikirkan hanya apa yang dapat Anda lakukan. Lihat diri Anda menang. Tepuk tangan untuk setiap kemenangan kecil. Ingin bertumbuh lebih banyak. Setiap kesalahan menunjukkan jalan yang benar.

    Saturday, November 11, 2023

    Penyesalan Terakhir?

    Seorang perawat Australia yang bekerja di bagian perawatan paliatif, Bronnie Ware, menghabiskan hari-harinya dengan orang yang hanya memiliki waktu 12 minggu untuk hidup dan yang telah dikirim pulang ke rumah untuk beristirahat dengan dama.

    Dalam bukunya "The Top Five Regrets of the Dying", Ware merekam cerita hidup orang-orang yang sedang menghadapi kematian. Ketika ditanya tentang penyesalan yang mungkin mereka miliki atau apa yang ingin mereka lakukan secara berbeda kalau punya kesempatan.

    Berikut adalah lima penyesalan yang paling umum; Bisa lebih bahagia, tetap berkontak dengan teman, mengungkapkan perasaan mereka, tidak bekerja terlalu keras, serta menjalani kehidupan yang ingin mereka jalani dan bukan kehidupan yang dituntut dari mereka.

    Begitu kehilangan kesehatan, sudah terlambat. Kesehatan mendatangkan kebebasan yang hanya disadari oleh sedikit orang sampai mereka tidak lagi memiliki kebebasan itu.

    Dengan menyederhanakan gaya hidup dan membuat pilihan yang disadari di sepanjang jalan, mungkin saja kita tidak membutuhkan begitu banyak penghasilan seperti yang kita pikirkan. Dengan menciptakan lebih banyak ruang dalam hidup, Anda menjadi lebih bahagia dan lebih terbuka kepada peluang-peluang baru yang lebih cocok dengan gaya hidup Anda.

    Mumpung masih ada kesempatan sekarang, apa yang hendak Anda lakukan berbeda mulai dari sekarang?

    PS: Source book "The Answer" page 60 - Allan & Barbara Pease.

    Thursday, November 02, 2023

    Mindset Mastery.

    Beberapa waktu yang lalu saya ikut kelas coaching "Mindset Mastery" - Satu kutipan dari coach yang sangat mendalam adalah "Segala sesuatu adalah Netral sampai kita memberi Makna".

    Makna yang kita berikan menentukan apa yang kita dapatkan. Jika kita memberi makna positif maka dia akan menjadi positif, begitu juga dengan sebaliknya.

    Walau dalam situasi sulit pun kita bisa mendapatkan hikmahnya, begitu penjelasan sang coach. Ketika kita kalah kita mendapat pembelajaran apa yang membuat kita gagal, sehingga kita tidak akan mengulanginya kembali. Lalu mencoba lagi sampai akhirnya kita bisa menang.

    Begitu juga dengan sebaliknya, ketika kita kalah, kita mau memutuskan bahwa untuk selamanya kita tidak pernah akan berhasil, maka akhirnya jadilah pecundang.

    Hidup adalah pilihan. Jika Anda ingin menjadi pemenang, pastikan melatih pikiran dan perasaan positif, fokus dan arahkan pada target yang kita mau.

    Salam Pemenang! 😉

    Berolahraga untuk kurus?

    Banyak komen, Kamu sudah kurus jangan banyak olah raga. Saya hanya senyum aja. Terkadang aktivitas olah raga itu bukan hanya bertujuan untuk memiliki berat badan ideal.

    Berikut adalah manfaat olah raga:
    1. Menurut International Journal of Cardiovascular Science - aktivitas fisik dengan intesitas dan durasi sedang terbukti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

    2. Mencegah penyakit jantung dan stroke. Olah raga 3 hari seminggu dapat memperkuat otot jantung, memperlancar aliran darah dan meningkatkan kolesterol baik.

    3. Mengurangi risiko terjadinya osteoporosis. Berbagai jenis olahraga, seperti jalan kaki, sepak bola, bola basket, atau aerobik, dapat memperkuat otot, tulang, dan sendi serta mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis, dengan catatan Asupan Nutrisi untuk kesehatan tulang seperti calcium dan vitamin D yang cukup.

    4. Menjaga tubuh tetap bugar dan kuat saat lanjut usia. Berbagai jenis olahraga, seperti jalan santai, bersepeda, berenang, dan senam lansia, terbukti dapat membuat lansia lebih bugar, serta mencegah demensia atau pikun.

    5. Baik untuk kesehatan Mental - mengurangi stress, memperbaiki suasana hati, membuat tidur lebih nyenyak serta menumbuhkan rasa percaya diri.

    Namun, harus diketahui olah raga yang bermanfaat adalah aktivitas yang dilakukan secara rutin.

    Disarankan seseorang berolahraga 150 menit setiap minggu, dalam hal ini harus dibagi dalam minimal seminggu 3 hari, atau 5 hari yaitu 30 menit per hari dan Tidak bisa dirapel ya, misal 150 menit dalam sehari.

    Sudahkah Anda beraktivitas fisik hari ini? 😊😊😊

    Latepost: 29 Oct 2023

    Monday, October 23, 2023

    Rasa bersalah kompleks (Guilt Complex).

    Adalah hal yang sangat wajar jika Anda ingin menghasilkan uang dan mengumpulkan kekayaan. Ini dikarenakan Uang dapat memberi keluarga Anda dan diri Anda standar hidup yang layak. Dengan Uang kita dapat membantu mereka yang kurang beruntung. Uang merupakan salah satu sarana untuk hidup seutuhnya.

    Orang yang mengatakan tidak menginginkannya, atau pas-pasan aja sudah cukup, atau ingin menjadi miskin asal bahagia, biasanya menderita rasa bersalah kompleks (Guilt Complex) atau merasa tidak layak/tidak mampu. Hal ini seperti seorang murid yang merasa tidak bisa mendapat Grade A di suatu pelajaran sekolah, atau ingin masuk ke tim sepak bola, jadi dia pura-pura tidak ingin mendapat Grade A atau mengatakan tidak suka bermain sepak bola.

    Ini hanya salah satu contoh permasalahan psikologis. Kelihatannya itu bukan suatu masalah yang signifikan, namun dapat berkemungkinan untuk mempengaruhi kepercayaan diri, merasa tidak aman, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja pencapaian seseorang dan hubungan dengan orang lain. Jika permasalahan yang dihadapi adalah sebuah trauma mendalam, bahkan bisa menyebabkan depresi.

    Jadi mungkin saja jika saat ini kinerja tidak baik itu adalah permasalahan dengan Self-Talk dan Belief System yang bersarang di pemikiran kita. Akui dan renungkan permasalahannya, coba identifikasi apa yang menjadi kekuatanmu. Latih untuk melakukan Positive Self-Talk dengan melihat, berpikir dan bertindak positif. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang Optimis.

    Semoga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kinerja di Kwartal terakhir 2023.

    PS: Painting by Seulgi Kim - "But I am with you".

    Sunday, October 08, 2023

    Self-Talk Negatif.

    Self-talk adalah cara kamu berbicara kepada diri sendiri, atau suara hati. Kamu mungkin tidak sadar bahwa sedang melakukannya, tetapi hampir pasti menyadarinya. Suara hati ini menggabungkan pikiran sadar dengan keyakinan dan bias yang tertanam untuk menciptakan monolog internal sepanjang hari.

    Self-talk itu penting karena berdampak besar pada perasaan dan tindakan. Hal ini bisa bersifat suportif dan bermanfaat, memotivasi, atau bisa juga negatif, merusak kepercayaan diri.

    Self-tak negatif adalah ketika suara hati kamu terlalu negatif, lebih terdengar seperti kritik batin. Ia pesimis dan berfokus pada hal buruk. Ini mengikis kepercayaan diri dan menghentikan kamu mencapai potensi yang ada. Ini bisa membuat kamu merasa seperti akan gagal sebelum memulai.

    Ini bisa terdengar seperti “Saya tidak akan pernah bisa melakukan ini”, “Saya tidak pandai dalam hal ini”, atau “Saya sudah mencoba segalanya – tidak ada yang berhasil”.

    Pembicaraan diri sendiri yang negatif bisa berulang-ulang dan sering kali tidak mencerminkan kenyataan. Hal ini dapat menyebabkan perenungan, yang berulang-ulang disertai pikiran negatif yang mengganggu.

    Self-Talk Negatif dapat mempengaruhi kesehatan mental serta hubungan kamu dengan orang lain.

    Jika kamu kebanyakan berpikir negatif tentang diri sendiri, kamu akan merasa tidak layak. Hal ini dapat menyeret kamu ke bawah atau jika kamu sedang terpuruk, akan sulit untuk bangkit kembali. Self-talk negatif sering kali dialami oleh orang yang mengalami depresi atau kecemasan. Obrolan negatif yang terus-menerus bisa sangat membebani dan sulit dihilangkan.

    Tips untuk berhenti ber-Self-Talk Negatif
    • Sadar terhadap persepsi kamu terhadap diri sendiri. Tanya pada diri sendiri, apakah kamu suka berbicara negatif kepada orang lain?
    • Tantang pemikiran kamu. Tanya pada diri, apakah ini benar? (Sering kali tidak). Apakah ada penjelasan yang lebih logis dalam melihat situasi ini? Ingat apa yang kamu takutkan seringkali tidak terjadi.
    • Tempatkan pemikiranmu dalam Perspektif yang tepat. Coba melihat dari sisi atau perspektif orang lain. Tanyakan apakah ini menjadi masalah di masa depan?
    • Gantikan pikiran negatif dengan pikiran yang netral atau positif. Tanyakan pada diri Anda - pemikiran apa yang lebih bermanfaat?
    Mungkin perlu waktu untuk menyadari pemikiran ini, karena hal ini mungkin sudah lama bersama denganmu, dan juga butuh tiga bulan untuk mengubah kebiasaan lama. Namun semua perubahan sangat mungkin dilakukan jika kamu melatih diri untuk mengganti pikiran yang tidak sehat dengan yang positif. Practice makes it easier!

    PS: The picture was taken when I visited Art Moment Event at Sheraton Hotels & Resorts, Gandaria City, Jakarta, 18 Agustus 2023 - Menangis Mata Air.

    Sunday, October 01, 2023

    Kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan.

    Kita adalah kesaksian dari pemikiran kita. Artinya, seseorang yang memancarkan aura positif akan menarik hal-hal yang baik, begitu pula sebaliknya. Contoh praktisnya adalah ketika suasana hati kita sedang baik, lingkungan sekitar tampak jauh lebih indah dan kita jarang melihat kesalahan, jika ada.

    Secara alami kita menyimpan emosi kita dalam tubuh fisik. Emosi positif yang tersimpan cenderung menciptakan energi, yang kemudian akan meningkatkan antusiasme kita untuk melakukan aktivitas dengan semangat. Sebaliknya Emosi negatif yang tersimpan menciptakan hambatan, yang kemudian akan mengurangi semangat sehingga terkadang membuat kita cepat lelah dan sedih. Level kekurangan semangat ini dapat bervariasi tergantung oleh intensitas dan jumlah emosi negatif yang tersimpan. Umumnya pada kondisi seperti ini yang membuat orang menjauh dari kita. Begitu juga berlaku sebaliknya.

    Pada hari dimana kita dipenuhi dengan hal-hal negatif karena suatu alasan, seluruh dunia sepertinya menentang kita. Sebaliknya jika kita dipenuh dengan hal-hal menyenangkan, membuat kita merasa beruntung. Ini yang biasa disebut Hukum Ketertarikan (Law of Attraction). Oleh karena itu sebisa mungkin usahakan dan hindari orang-orang yang negatif dan kelilingi diri kita dengan orang yang positif.

    Salah satu indikator penting berapa jumlah aura pribadi yang kita pantulkan, adalah total energi fisik, mental, dan spiritual, yang juga menentukan kualitas pikiran dan tindakan yang kita lakukan. Jadi sadarlah sikap kita serta emosi baik positif atau negatif yang tersimpanlah yang mempengaruhi apa yang akan terjadi dengan hari kita.

    Saturday, September 23, 2023

    Itu Pilihanmu.

    Eleanor Roosevelt pernah berkata, “Tidak ada seorang pun yang dapat membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.” Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang bisa membuat Anda merasa tidak berharga kecuali Anda memberi izin kepada mereka.

    Sebagai manusia, banyak di antara kita yang menganggap hal-hal negatif yang dikatakan orang lain tentang kita dan menganggap kata-kata mereka sebagai hinaan. Misalnya, Anda adalah seorang karyawan baru, mendapat ocehan dari atasan atas suatu kesalahan kecil yang dibuat. Beberapa rekan Anda berkomentar, "Tugas semudah itu saja bisa salah!" Anda terhina dengan ini.

    Padahal Anda telah berusaha untuk melakukannya dengan baik, namun karena ini hal yang baru mungkin Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Komentar negatif yang dilontarkan oleh teman-teman Anda dianggap sangat pribadi. Dari sini, harga diri dan kepercayaan diri Anda menurun drastis.

    Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang mungkin menghina atau menyakitkan, orang tersebut mempunyai pilihan untuk membiarkannya berlalu dan melanjutkan atau menerimanya, menurunkan derajatnya, dan menghancurkan dirinya sendiri. Jika Anda mengetahui siapa diri Anda sebagai pribadi, tujuan hidup Anda, dan pencapaian Anda sejauh ini, meskipun kecil, Anda harus cukup kuat untuk mengabaikan komentar yang membuat frustrasi.

    Situasi tertentu dengan keluarga, kondisi tempat tinggal, lingkungan, dan lain sebagainya bisa membuat seseorang merasa rendah diri pula. Anda mungkin memiliki kehidupan yang sulit dengan banyak rintangan yang harus diatasi. Dalam situasi apa pun, Anda mempunyai pilihan untuk melakukan yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan menjaga sikap positif terhadap hidup Anda.

    Saya mendukung kutipan Eleanor Roosevelt, “Tidak ada seorang pun yang dapat membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.” Itu benar-benar pilihan Anda untuk membiarkan tindakan atau kata-kata konyol seseorang mengganggu Anda dan menjadi rendah diri. Anda juga punya pilihan untuk membiarkannya berlalu, mengingat siapa Anda, dan mungkin menggunakan kata-kata mereka untuk memotivasi Anda berusaha lebih keras dan menjadi orang yang lebih baik. Buat Pilihan yang Bijak! 😉 😉 😉

    Tuesday, September 19, 2023

    Tiga pilihan.

    “Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kamu punya tiga pilihan. Kamu bisa membiarkannya mendefinisikanmu, menghancurkanmu, atau memperkuat dirimu.”- Dr Seuss

    Jika Kamu membiarkannya mendefinisikan dirimu, hal itu dapat mengubah karakter dan cara kamu bertindak serta berpikir di masa depan. Ini bisa berarti kamu membangun tembok di sekitar dirimu untuk perlindungan, daripada membangun jembatan untuk mengatasi hambatan tersebut dan mencapai tujuanmu.

    Jika kamu membiarkannya menghancurkanmu, maka kamu akan selalu menjadi korban dari keadaan ini, dan kamu akan terus bergumul untuk mengatasi peristiwa ini.

    Jika kamu membiarkannya menguatkanmu, maka kamu memberi nilai positif pada pengalaman negatif, sehingga memberi nilai pada setiap aspek kehidupanmu. Kamu akan mendapatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengatasi hal buruk lainnya yang muncul di masa depan.

    Apa pendapat Anda tentang kutipan ini? 😉

    Sunday, September 17, 2023

    What on earth am I here for?

    Dua bulan yang lalu saya bertemu dengan seorang teman. Beliau bercerita bahwa dirinya terkena sakit wasir. Beliau pergi konsultasi ke dokter Internis, lalu disarankan menjalani tindakan untuk mengobati sakit wasirnya. Tindakan tersebut dilakukan secara rawat jalan.

    Dia mengeluhkan biaya yang harus ditanggung. Seingat saya, dia memiliki Polis PRUDENTIAL (walaupun saya bukan Agennya). Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, ini faktanya, Manfaat Polis - Kartu Rumah sakit pembayaran secara cashless, Usia polis >3 tahun.

    Saya bertanya, "Kenapa tidak klaim Asuransi?" - Dengan tidak bergairah dia menjawab, "Kan ini Rawat Jalan ci, emang bisa klaim?".

    Lalu setelah saya duduk bersamanya untuk menelaah Tindakan yang dijalaninya, dan saya mengumpulkan data rawat jalannya dan kwitansi pembayaran, membantu isi formulir Klaim secara reimbursement.

    Puji Tuhan Klaim atas tindakan rawat jalan tersebut disetujui dan dibayarkan oleh PRUDENTIAL. Teman saya senang sekali, dan sangat berterima kasih atas bantuan saya, walaupun saya bukan agennya.

    Hal itu mengingatkan saya pada pertanyaan yang ditanyakan dalam buku "Purpose Driven Life" yaitu "What on earth am I here for?" - "Untuk apa saya ada di dunia ini?"; Suatu Hak Istimewa, jika apa yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi orang lain.