Pada awal tahun umumnya orang-orang Menyusun Resolusi atau Target yang akan dicapai di tahun yang baru ini. Hal yang sama juga di lakukan dalam profesi saya, sebagai Tenaga Pemasar.
Dua minggu yang lalu, team kami melakukan proses Goal Setting ini seharian. Dalam proses ini menyadarkan saya bahwa yang penting dari penetapan Goal itu bukan hanya tentang bagaimana cara untuk mencapainya.
Ternyata ada satu Item yang selama ini suka terlupakan, yaitu Karakter dan Mental seperti apa yang harus dimiliki untuk mencapai Goal tersebut. Hal ini sangat penting karena dalam pencapaian Goal itu tidak hanya untuk sekali, tapi untuk berkesinambungan.
Jika kita memiliki karakater dan mental yang diperlukan untuk mencapai Goal tersebut, maka bukan hal yang mustahil untuk mengulang dan meningkatkan pencapaian-pencapaian Goal tersebut.
"What you have become is far more important than what you get" - Jim Rohn
Tuesday, January 21, 2025
Wednesday, January 01, 2025
Apakah kita "hidup dalam kebohongan"?
Seorang astronot mengungkapkan sebuah kesadaran yang mendalam setelah melihat Bumi dari Luar Angkasa. Ron Garan, mantan astronot NASA, menghabiskan 178 hari di luar angkasa dan menempuh jarak lebih dari 71 juta mil dalam 2.842 orbit dalam kariernya.
Saat ia merenungkan pengalamannya, ia menyatakan bahwa manusia "Hidup dalam Kebohongan". Pernyataan Garan ini lebih meyakinkan daripada teori apa pun.
Dalam sebuah wawancara, ia membahas momen ketika ia menyadari bahwa masyarakat telah melakukan kesalahan dalam segala hal. Apa yang dialami Garan ini disebut dengan "Overview Effect", yang umumnya terjadi pada banyak Astronot saat pengalaman mereka melihat Bumi dari Luar Angkasa.
Majalah BBC Sky at Night mengatakan hal itu dapat mengakibatkan astronot mengalami "kebangkitan spiritual" atau memperdalam hubungan mereka dengan planet kita, Hal yang sama terjadi dengan Edgar Mitchell dari Apollo 14 menggambarkannya sebagai "Ledakan kesadaran".
Bagi mereka yang cukup beruntung untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang unik, hal itu dapat memicu beberapa emosi yang tak terduga dan luar biasa. Garan berkata ketika dia melihat ke luar jendela, dia sampai pada kesimpulan yang begitu menyadarkan.
"Saya melihat kilatan badai petir seperti parasut, melihat tirai aurora yang menari-nari begitu dekat seolah-olah kita dapat meraih dan menyentuhnya, Saya melihat ketipisan atmosfer planet kita yang luar biasa".
Dia menambahkan: "Pada saat itu, saya dihantam oleh kesadaran mendalam bahwa lapisan setipis kertas itu yang menjaga setiap makhluk hidup di planet kita tetap hidup."
Garan berkata dia tidak melihat ekonomi, sebaliknya, dia melihat "biosfer berwarna-warni yang penuh dengan kehidupan," melanjutkan: "Tetapi karena sistem buatan manusia memperlakukan segalanya, termasuk sistem pendukung kehidupan di planet kita, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh ekonomi global, jelas dari sudut pandang luar angkasa bahwa kita menjalani kebohongan".
Garan menjelaskan bagaimana pengalamannya itu "membuatnya terkesima". Ia menambahkan: "Hal lain yang saya rasakan, dan saya tidak dapat menjelaskannya, adalah bahwa terpisah sepenuhnya dari Bumi juga membuat saya merasa sangat terhubung dengan semua orang di planet ini. Itu adalah rasa keakraban yang luar biasa." (Kita adalah Warga Negara Bumi).
Pengamatan Garan menggarisbawahi sebuah pesan penting: "Kita perlu mengubah prioritas kita".
Saat saya membaca Artikel ini juga menyadarkan saya, di awal tahun ini biasanya kita akan menyusun segala Target, Rencana dan Strategi untuk Menjalani 2024, supaya benar-benar memprioritaskan pada hal yang essential, Holistic Target, sehingga Tercapai Tujuan yang bisa membuat kita sendiri merasa seimbang secara fisik, emosi, intelektual, spiritual, sosial dan ekonomi, dan juga bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan sekitar kita.
Selamat Menjalani Tahun Baru dengan Penuh Pengharapan!
Source : IGV Official
Saat ia merenungkan pengalamannya, ia menyatakan bahwa manusia "Hidup dalam Kebohongan". Pernyataan Garan ini lebih meyakinkan daripada teori apa pun.
Dalam sebuah wawancara, ia membahas momen ketika ia menyadari bahwa masyarakat telah melakukan kesalahan dalam segala hal. Apa yang dialami Garan ini disebut dengan "Overview Effect", yang umumnya terjadi pada banyak Astronot saat pengalaman mereka melihat Bumi dari Luar Angkasa.
Majalah BBC Sky at Night mengatakan hal itu dapat mengakibatkan astronot mengalami "kebangkitan spiritual" atau memperdalam hubungan mereka dengan planet kita, Hal yang sama terjadi dengan Edgar Mitchell dari Apollo 14 menggambarkannya sebagai "Ledakan kesadaran".
Bagi mereka yang cukup beruntung untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang unik, hal itu dapat memicu beberapa emosi yang tak terduga dan luar biasa. Garan berkata ketika dia melihat ke luar jendela, dia sampai pada kesimpulan yang begitu menyadarkan.
"Saya melihat kilatan badai petir seperti parasut, melihat tirai aurora yang menari-nari begitu dekat seolah-olah kita dapat meraih dan menyentuhnya, Saya melihat ketipisan atmosfer planet kita yang luar biasa".
Dia menambahkan: "Pada saat itu, saya dihantam oleh kesadaran mendalam bahwa lapisan setipis kertas itu yang menjaga setiap makhluk hidup di planet kita tetap hidup."
Garan berkata dia tidak melihat ekonomi, sebaliknya, dia melihat "biosfer berwarna-warni yang penuh dengan kehidupan," melanjutkan: "Tetapi karena sistem buatan manusia memperlakukan segalanya, termasuk sistem pendukung kehidupan di planet kita, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh ekonomi global, jelas dari sudut pandang luar angkasa bahwa kita menjalani kebohongan".
Garan menjelaskan bagaimana pengalamannya itu "membuatnya terkesima". Ia menambahkan: "Hal lain yang saya rasakan, dan saya tidak dapat menjelaskannya, adalah bahwa terpisah sepenuhnya dari Bumi juga membuat saya merasa sangat terhubung dengan semua orang di planet ini. Itu adalah rasa keakraban yang luar biasa." (Kita adalah Warga Negara Bumi).
Pengamatan Garan menggarisbawahi sebuah pesan penting: "Kita perlu mengubah prioritas kita".
Saat saya membaca Artikel ini juga menyadarkan saya, di awal tahun ini biasanya kita akan menyusun segala Target, Rencana dan Strategi untuk Menjalani 2024, supaya benar-benar memprioritaskan pada hal yang essential, Holistic Target, sehingga Tercapai Tujuan yang bisa membuat kita sendiri merasa seimbang secara fisik, emosi, intelektual, spiritual, sosial dan ekonomi, dan juga bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan sekitar kita.
Selamat Menjalani Tahun Baru dengan Penuh Pengharapan!
Source : IGV Official
Monday, December 30, 2024
Pesan Tutup Tahun 2024.
Untuk menutup Tahun 2024 - saya hanya ingin membagikan satu cerita:
Pada usia 40 tahun, Franz Kafka (1883-1924), seorang penulis berkebangsaan Ceko, yang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak, sedang berjalan-jalan di sebuah taman di Berlin ketika ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang menangis karena kehilangan boneka kesayangannya.
Gadis itu dan Kafka mencari boneka itu namun tidak berhasil. Kafka menyuruh gadis itu untuk menemuinya di sana keesokan harinya, dan mereka akan kembali untuk mencarinya.
Keesokan harinya, ketika mereka belum menemukan boneka itu, Kafka memberikan gadis itu sepucuk surat yang "ditulis" oleh boneka itu yang berbunyi, "Tolong jangan menangis. Aku sedang melakukan perjalanan untuk melihat dunia. Aku akan menulis kepadamu tentang petualanganku."
Maka dimulailah sebuah cerita yang berlanjut hingga akhir hayat Kafka. Selama pertemuan mereka, Kafka membaca surat-surat boneka itu dengan hati-hati yang ditulis dengan petualangan dan percakapan yang menurut gadis itu menggemaskan.
Akhirnya, Kafka membawa kembali boneka itu (ia membeli boneka baru) kembali ke Berlin. "Itu sama sekali tidak mirip bonekaku", kata gadis itu. Kafka memberinya surat lain yang di dalamnya boneka itu menulis: "Perjalananku telah mengubahku." Gadis kecil itu memeluk boneka baru itu dan membawa boneka itu bersamanya ke rumahnya.
Setahun kemudian Kafka meninggal...
Bertahun-tahun kemudian, gadis yang sekarang sudah dewasa itu menemukan sebuah surat di dalam boneka itu. Dalam surat kecil yang ditandatangani oleh Kafka itu tertulis:
"Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang, tetapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara lain". Mungkin kita telah banyak kehilangan dan kekecewaan di Tahun 2024 yang segera berlalu. Terimalah perubahan. Itu tidak dapat dihindari untuk pertumbuhan. Bersama-sama kita dapat mengubah rasa sakit menjadi keajaiban dan cinta Tetapi harus secara sadar untuk menciptakan hubungan itu.
Selamat Menyambut Tahun Baru yang Penuh Pengharapan.
Pada usia 40 tahun, Franz Kafka (1883-1924), seorang penulis berkebangsaan Ceko, yang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak, sedang berjalan-jalan di sebuah taman di Berlin ketika ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang menangis karena kehilangan boneka kesayangannya.
Gadis itu dan Kafka mencari boneka itu namun tidak berhasil. Kafka menyuruh gadis itu untuk menemuinya di sana keesokan harinya, dan mereka akan kembali untuk mencarinya.
Keesokan harinya, ketika mereka belum menemukan boneka itu, Kafka memberikan gadis itu sepucuk surat yang "ditulis" oleh boneka itu yang berbunyi, "Tolong jangan menangis. Aku sedang melakukan perjalanan untuk melihat dunia. Aku akan menulis kepadamu tentang petualanganku."
Maka dimulailah sebuah cerita yang berlanjut hingga akhir hayat Kafka. Selama pertemuan mereka, Kafka membaca surat-surat boneka itu dengan hati-hati yang ditulis dengan petualangan dan percakapan yang menurut gadis itu menggemaskan.
Akhirnya, Kafka membawa kembali boneka itu (ia membeli boneka baru) kembali ke Berlin. "Itu sama sekali tidak mirip bonekaku", kata gadis itu. Kafka memberinya surat lain yang di dalamnya boneka itu menulis: "Perjalananku telah mengubahku." Gadis kecil itu memeluk boneka baru itu dan membawa boneka itu bersamanya ke rumahnya.
Setahun kemudian Kafka meninggal...
Bertahun-tahun kemudian, gadis yang sekarang sudah dewasa itu menemukan sebuah surat di dalam boneka itu. Dalam surat kecil yang ditandatangani oleh Kafka itu tertulis:
"Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang, tetapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara lain". Mungkin kita telah banyak kehilangan dan kekecewaan di Tahun 2024 yang segera berlalu. Terimalah perubahan. Itu tidak dapat dihindari untuk pertumbuhan. Bersama-sama kita dapat mengubah rasa sakit menjadi keajaiban dan cinta Tetapi harus secara sadar untuk menciptakan hubungan itu.
Selamat Menyambut Tahun Baru yang Penuh Pengharapan.
Monday, December 23, 2024
Apa yang lebih penting dari mencapai Target?
Di sela-sela menjelang akhir tahun, pasti sudah mengira-ngira apakah mencapai apa yang ditargetkan di awal tahun, atau harus berusaha lebih baik di tahun depan?
Terlepas dari mencapai target atau tidak, ada hal yang lebih penting. Untuk mengilustrasikannya, simak cerita singkat berikut:
Pohon Ek tua berdiri tegak di atas kota kecil itu, cabang-cabangnya yang berbonggol menjulang ke langit seperti tangan yang lapuk. Di bawah naungannya, seorang anak laki-laki bernama Ethan duduk, alisnya berkerut penuh konsentrasi saat ia dengan cermat mengukir burung kayu. Ia bertekad untuk memenangkan kompetisi ukiran kayu tahunan kota itu, sebuah mimpi yang telah ia pelihara sejak kecil.
Ethan mencurahkan seluruh jiwanya ke dalam proyek itu, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengasah keterampilannya. Ia menghadapi banyak tantangan: kayunya pecah, pahatnya tergelincir, dan keraguan terus menyerang bahwa ia tidak cukup berbakat. Namun, dalam setiap kemunduran, Ethan belajar dan bertumbuh. Ia menemukan kesabaran, ketahanan, dan apresiasi baru terhadap keindahan kayu yang rumit.
Hari kompetisi akhirnya tiba. Ethan, tangannya sedikit gemetar, mempersembahkan burungnya. Burung itu tidak sempurna; ketidaksempurnaan kecil merusak salah satu sayapnya. Namun saat ia menjelaskan tantangan yang telah ia atasi dan pelajaran yang telah ia pelajari, keheningan menyelimuti kerumunan.
Para juri berunding, dan ketika mereka mengumumkan pemenangnya, bukan Ethan. Kekecewaan menyelimuti dirinya, tetapi kemudian dia melihat-lihat karya lainnya. Karya-karyanya indah, masing-masing merupakan bukti dedikasi dan keterampilan penciptanya.
Saat penduduk kota berbaur, seorang wanita tua yang bijak mendekati Ethan. "Burungmu sangat indah," katanya, matanya berbinar. "Tetapi yang lebih penting, lihatlah dirimu yang sekarang."
Ethan menatap tangannya yang kapalan, garis-garisnya terukir dengan kenangan akan latihan berjam-jam yang tak terhitung jumlahnya. Dia memikirkan kesabaran yang telah dia kembangkan, ketahanan yang telah dia bangun, dan penghargaan atas proses yang telah dia peroleh. Dia menyadari bahwa perjalanan itu, dengan segala perjuangan dan kemenangannya, telah mengubahnya lebih dari hadiah apa pun.
Sejak hari itu, Ethan terus mengukir, bukan untuk kompetisi atau penghargaan, tetapi untuk kegembiraan berkreasi dan kepuasan menjadi versi dirinya yang lebih baik, satu detail rumit pada satu waktu.
"What you get by achieving your goals is not as important as by what you have become by achieving your goals". -- Zig ziglar
Terlepas dari mencapai target atau tidak, ada hal yang lebih penting. Untuk mengilustrasikannya, simak cerita singkat berikut:
Pohon Ek tua berdiri tegak di atas kota kecil itu, cabang-cabangnya yang berbonggol menjulang ke langit seperti tangan yang lapuk. Di bawah naungannya, seorang anak laki-laki bernama Ethan duduk, alisnya berkerut penuh konsentrasi saat ia dengan cermat mengukir burung kayu. Ia bertekad untuk memenangkan kompetisi ukiran kayu tahunan kota itu, sebuah mimpi yang telah ia pelihara sejak kecil.
Ethan mencurahkan seluruh jiwanya ke dalam proyek itu, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengasah keterampilannya. Ia menghadapi banyak tantangan: kayunya pecah, pahatnya tergelincir, dan keraguan terus menyerang bahwa ia tidak cukup berbakat. Namun, dalam setiap kemunduran, Ethan belajar dan bertumbuh. Ia menemukan kesabaran, ketahanan, dan apresiasi baru terhadap keindahan kayu yang rumit.
Hari kompetisi akhirnya tiba. Ethan, tangannya sedikit gemetar, mempersembahkan burungnya. Burung itu tidak sempurna; ketidaksempurnaan kecil merusak salah satu sayapnya. Namun saat ia menjelaskan tantangan yang telah ia atasi dan pelajaran yang telah ia pelajari, keheningan menyelimuti kerumunan.
Para juri berunding, dan ketika mereka mengumumkan pemenangnya, bukan Ethan. Kekecewaan menyelimuti dirinya, tetapi kemudian dia melihat-lihat karya lainnya. Karya-karyanya indah, masing-masing merupakan bukti dedikasi dan keterampilan penciptanya.
Saat penduduk kota berbaur, seorang wanita tua yang bijak mendekati Ethan. "Burungmu sangat indah," katanya, matanya berbinar. "Tetapi yang lebih penting, lihatlah dirimu yang sekarang."
Ethan menatap tangannya yang kapalan, garis-garisnya terukir dengan kenangan akan latihan berjam-jam yang tak terhitung jumlahnya. Dia memikirkan kesabaran yang telah dia kembangkan, ketahanan yang telah dia bangun, dan penghargaan atas proses yang telah dia peroleh. Dia menyadari bahwa perjalanan itu, dengan segala perjuangan dan kemenangannya, telah mengubahnya lebih dari hadiah apa pun.
Sejak hari itu, Ethan terus mengukir, bukan untuk kompetisi atau penghargaan, tetapi untuk kegembiraan berkreasi dan kepuasan menjadi versi dirinya yang lebih baik, satu detail rumit pada satu waktu.
"What you get by achieving your goals is not as important as by what you have become by achieving your goals". -- Zig ziglar
Sunday, December 08, 2024
Sudahkan bersyukur hari ini?
It's Christmas Concert Time, It's a Family Reunion Time, It's a Holiday season. Tidak terasa sudah masuk bulan Desember, bulan terakhir dalam tahun dan juga bulan yang dinanti - dinanti untuk musim liburan, dinanti untuk perayaan menyambut Natal dan Tahun Baru, Lembaran baru.
Seperti yang lagi trend sekarang orang-orang nonton konser musik, kami membuka bulan Desember dengan Nonton Konser Musik Natal di Aula Simfoni Jakarta, Kemayoran. Ya itu konser musik klasik. Dalam kesempatan ini saya mencari kegiatan yang bisa pergi bersama Papa.
Teringat masa kecil, saya yang sering ditinggal kakak-kakak (mereka hanya terpaut 1 tahun), karena saya umurnya lebih muda (dianggap anak Bawang), jika pergi bermain. Di saat seperti itu, Papa yang selalu menemani, memberi motivasi, mengajarkan pelajaran sekolah, bersepeda, berenang, dan dukungan lainnya sampai saya lulus SMA. Terutama dalam hal mengambil raport, Papa selalu hadir untuk bertemu dengan Guru Wali Kelas, dalam hal itu saya selalu termotivasi untuk mendapatkan hasil raport yang bagus, supaya membuat bangga.
Dulu saya selalu beranggapan semua anak pasti punya orang tua, Ibu dan Bapak, dan hadir dalam keluarga. Sampai saya kuliah ke Jakarta, baru saya menyadari, bahwa saya termasuk anak yang paling beruntung, karena tidak semua orang berkesempatan seperti itu.
Jadi sampai saat ini pun saya masih belajar bersyukur untuk segala yang saya miliki, bukan menangisi apa yang tidak saya miliki; karena mungkin di luar sana banyak orang yang sedang memimpikan apa yang kita miliki sekarang.
Nah, apakah Anda sudah bersyukur hari ini? 😉
Seperti yang lagi trend sekarang orang-orang nonton konser musik, kami membuka bulan Desember dengan Nonton Konser Musik Natal di Aula Simfoni Jakarta, Kemayoran. Ya itu konser musik klasik. Dalam kesempatan ini saya mencari kegiatan yang bisa pergi bersama Papa.
Teringat masa kecil, saya yang sering ditinggal kakak-kakak (mereka hanya terpaut 1 tahun), karena saya umurnya lebih muda (dianggap anak Bawang), jika pergi bermain. Di saat seperti itu, Papa yang selalu menemani, memberi motivasi, mengajarkan pelajaran sekolah, bersepeda, berenang, dan dukungan lainnya sampai saya lulus SMA. Terutama dalam hal mengambil raport, Papa selalu hadir untuk bertemu dengan Guru Wali Kelas, dalam hal itu saya selalu termotivasi untuk mendapatkan hasil raport yang bagus, supaya membuat bangga.
Dulu saya selalu beranggapan semua anak pasti punya orang tua, Ibu dan Bapak, dan hadir dalam keluarga. Sampai saya kuliah ke Jakarta, baru saya menyadari, bahwa saya termasuk anak yang paling beruntung, karena tidak semua orang berkesempatan seperti itu.
Jadi sampai saat ini pun saya masih belajar bersyukur untuk segala yang saya miliki, bukan menangisi apa yang tidak saya miliki; karena mungkin di luar sana banyak orang yang sedang memimpikan apa yang kita miliki sekarang.
Nah, apakah Anda sudah bersyukur hari ini? 😉
Thursday, November 28, 2024
Turning your adversity to an opportunity!
Olah raga bukan suatu keterampilan kekuatan saya, terutama olah raga permainan beregu, seperti Basket, Volley atau pun bulu tangkis. Dalam hal ini, berpostur tubuh yang kurus dan kecil memang bukan suatu keuntungan. Oleh karena itu saya juga tidak pernah terpilih untuk mewakili kelas apalagi sekolah untuk berpartisipasi dalam perlombaan olah raga maupun seni.
Justru kelemahan itu yang selalu mendorong saya untuk mencari keunggulan lain, seperti kemampuan akademik, kekuatan mengingat dan menganalisa. Bahkan pernah Wali Kelas semasa kelas satu SMA dulu, melabrak guru Olah raga karena memberi nilai merah pada mata pelajaran olah raga kepada saya. Sang wali kelas, membela anak murid seperti saya, memiliki nilai cemerlang untuk semua mata pelajaran lainnya dan tidak terima dijatuhkan hanya karena satu keterampilan fisik.
Seperti cerita saya, kita semua mungkin memiliki beberapa kelemahan. Namun diantara kelemahan-kelemahan itu, kita pasti memiliki banyak kelebihan lainnya. Jangan biarkan kelemahan itu malah membuat kita mundur apalagi menyerah. Justru seharusnya kita berfokus pada kekuatan kita untuk membawa kita pada level selanjutnya.
Hal yang serupa mengingatkan saya pada Tulisan saya setahun yang lalu : https://gracia-triana.blogspot.com/2023/04/arti-tanah-merah.html
Mungkin Kamu punya cerita menarik yang menginspirasi? Share yah di comment.
PS: Walau saya tidak ahli dalam olah raga, tapi saya rajin berolah raga untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran setiap hari.
Justru kelemahan itu yang selalu mendorong saya untuk mencari keunggulan lain, seperti kemampuan akademik, kekuatan mengingat dan menganalisa. Bahkan pernah Wali Kelas semasa kelas satu SMA dulu, melabrak guru Olah raga karena memberi nilai merah pada mata pelajaran olah raga kepada saya. Sang wali kelas, membela anak murid seperti saya, memiliki nilai cemerlang untuk semua mata pelajaran lainnya dan tidak terima dijatuhkan hanya karena satu keterampilan fisik.
Seperti cerita saya, kita semua mungkin memiliki beberapa kelemahan. Namun diantara kelemahan-kelemahan itu, kita pasti memiliki banyak kelebihan lainnya. Jangan biarkan kelemahan itu malah membuat kita mundur apalagi menyerah. Justru seharusnya kita berfokus pada kekuatan kita untuk membawa kita pada level selanjutnya.
Hal yang serupa mengingatkan saya pada Tulisan saya setahun yang lalu : https://gracia-triana.blogspot.com/2023/04/arti-tanah-merah.html
Mungkin Kamu punya cerita menarik yang menginspirasi? Share yah di comment.
PS: Walau saya tidak ahli dalam olah raga, tapi saya rajin berolah raga untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran setiap hari.
Sunday, November 17, 2024
Selling Without Talking!
Menjual tanpa berbicara tentang produk yang dijual. Buat beberapa orang mungkin menjual adalah suatu momok. Aspek ketakutannya dimulai dari alasan berikut:
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat Telpon dari seorang Nasabah, meminta saya ke rumahnya. Singkat cerita, saya bertemu dengan sang nasabah, lalu mendiskusikan permasalahannya dan ingin membeli Produk Warisan yang Ahli Warisnya adalah Anak Tunggalnya. Saya memberikan solusi dan Deal dengan budget yang sudah dipersiapkan oleh Nasabah.
Dikasus yang lain saya mendapat referensi dari seorang nasabah, yang beberapa bulan yang lalu terdiagnosa sakit kanker. Saat ini pengobatan dan kemoterapi masih berjalan, dan beberapa klaim biaya Kemoterapi sudah dibayarkan. Beliau mengatakan keponakannya ingin memiliki Asuransi Kesehatan yang sama.
Di satu sisi Menjual itu akan terasa susah buat sebagian orang, namun banyak kasus para Top Sales bisa saja mendapat Deal dengan mudah. Jadi apa rahasianya supaya berhasil menjual? Sebuah kutipan dari Zig Ziglar - "If People like you, they will listen to you, but if they trust you, they'll do business with you". Diterjemahkan bebas, "Jika orang menyukai Anda, mereka akan mendengarkan Anda, tetapi jika mereka mempercayai Anda, mereka akan berbisnis dengan Anda".
Artinya untuk terjadinya suatu transaksi (Tukar menukar) baik materi ataupun pemikiran/ide, Hubungan baik antar sesama menjadi sangat penting. Bagaimana orang akan menyukai Anda, jika mereka tidak mengenal Anda. Bagaimana orang bisa percaya kepada Anda, jika tidak pernah berinteraksi dengan Anda? Jadi banyak hal (bukan hanya "Jualan") akan menjadi lebih mudah, jika kita mempunyai hubungan baik dengan banyak orang.
Bagaimana pendapat Anda?
- Saya itu introvert tidak bisa berjualan/menawarkan barang
- Hmmm, ngga tau gimana cara memulai pembicaraannya
- Ah nanti ditolak sama calon klien gimana? nanti malah dijauhi sama teman-teman gimana?
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat Telpon dari seorang Nasabah, meminta saya ke rumahnya. Singkat cerita, saya bertemu dengan sang nasabah, lalu mendiskusikan permasalahannya dan ingin membeli Produk Warisan yang Ahli Warisnya adalah Anak Tunggalnya. Saya memberikan solusi dan Deal dengan budget yang sudah dipersiapkan oleh Nasabah.
Dikasus yang lain saya mendapat referensi dari seorang nasabah, yang beberapa bulan yang lalu terdiagnosa sakit kanker. Saat ini pengobatan dan kemoterapi masih berjalan, dan beberapa klaim biaya Kemoterapi sudah dibayarkan. Beliau mengatakan keponakannya ingin memiliki Asuransi Kesehatan yang sama.
Di satu sisi Menjual itu akan terasa susah buat sebagian orang, namun banyak kasus para Top Sales bisa saja mendapat Deal dengan mudah. Jadi apa rahasianya supaya berhasil menjual? Sebuah kutipan dari Zig Ziglar - "If People like you, they will listen to you, but if they trust you, they'll do business with you". Diterjemahkan bebas, "Jika orang menyukai Anda, mereka akan mendengarkan Anda, tetapi jika mereka mempercayai Anda, mereka akan berbisnis dengan Anda".
Artinya untuk terjadinya suatu transaksi (Tukar menukar) baik materi ataupun pemikiran/ide, Hubungan baik antar sesama menjadi sangat penting. Bagaimana orang akan menyukai Anda, jika mereka tidak mengenal Anda. Bagaimana orang bisa percaya kepada Anda, jika tidak pernah berinteraksi dengan Anda? Jadi banyak hal (bukan hanya "Jualan") akan menjadi lebih mudah, jika kita mempunyai hubungan baik dengan banyak orang.
Bagaimana pendapat Anda?
Sunday, November 10, 2024
Tahukan Anda bahwa penyakit juga dapat muncul dari pikiran?
Berikut adalah kutipan dari buku "Letting Go" - David R. Hawkins:
Inilah dinamika di balik penyakit. Mekanisme-mekanisme ini berjalan melalui perubahan-perubahan yang ditimbulkan pikiran dalam aliran energi dari system bio-energi dan melalui limpahan energi yang tertekan ke dalam system saraf otonom.
Pikiran ini sangat kuat karena memiliki level vibrasi yang tinggi. Sebuah pikiran sebenarnya dalah "Sesuatu"; ia memiliki pola energi. Semakin banyak energi yang kita berikan padanya, semakin banyak kekuatan yang dimilikinya untuk memanifestasikan dirinya secara fisik.
Kekuatan pikiran atas tubuh ditunjukkan oleh riset klinis. Misalnya, dalam satu studi, sekelompok perempuan diberitahu bahwa mereka akan diberi suntikan hormon untuk membuat periode menstruasi mereka maju dua minggu lebih awal. Sebenarnya, mereka hanya diberi suntikan garam placebo (Bohong-bohongan). Meskipun demikian, lebih dari 70% perempuan mengalami ketegangan pra-menstruasi lebih awal dengan semua gejala fisik dan psikologis. Dan juga ada serangkaian eksperimen lainnya.
Sir John Eccles, pemenang Nobel, menyatakan bahwa setelah studi seumur hidup, menjadi jelas bahwa otak bukanlah asal-mulai pikiran, seperti yang diyakini sains dan kedokteran, melainkan sebaliknya. Pikiran mengendalikan otak, yang bertindak sebagai stasiun penerima, seperti switchboard yang menerima bentuk-bentuk pikiran dan kemudian menerjemahkannya ke dalam fungsi syaraf dan penyimpanan memori.
Misalnya, hingga saat ini diyakini bahwa gerakan-gerakan otot berasal dari korteks motorik otak. Tetap sekarang, seperti yang dilaporkan oleh Eccles, niat bergerak dicatat oleh area motorik tambahan disebelah korteks motorik. Oleh karena itu, otak diaktivasi oleh niat pikiran dan bukan sebaliknya.
Setelah mengetahui Fakta ini bahwa Meskipun pikiran dapat memicu penyakit, tidak semua penyakit disebabkan oleh pikiran. Bagaimana Anda akan mengendalikan Pikiran?
Inilah dinamika di balik penyakit. Mekanisme-mekanisme ini berjalan melalui perubahan-perubahan yang ditimbulkan pikiran dalam aliran energi dari system bio-energi dan melalui limpahan energi yang tertekan ke dalam system saraf otonom.
Pikiran ini sangat kuat karena memiliki level vibrasi yang tinggi. Sebuah pikiran sebenarnya dalah "Sesuatu"; ia memiliki pola energi. Semakin banyak energi yang kita berikan padanya, semakin banyak kekuatan yang dimilikinya untuk memanifestasikan dirinya secara fisik.
Kekuatan pikiran atas tubuh ditunjukkan oleh riset klinis. Misalnya, dalam satu studi, sekelompok perempuan diberitahu bahwa mereka akan diberi suntikan hormon untuk membuat periode menstruasi mereka maju dua minggu lebih awal. Sebenarnya, mereka hanya diberi suntikan garam placebo (Bohong-bohongan). Meskipun demikian, lebih dari 70% perempuan mengalami ketegangan pra-menstruasi lebih awal dengan semua gejala fisik dan psikologis. Dan juga ada serangkaian eksperimen lainnya.
Sir John Eccles, pemenang Nobel, menyatakan bahwa setelah studi seumur hidup, menjadi jelas bahwa otak bukanlah asal-mulai pikiran, seperti yang diyakini sains dan kedokteran, melainkan sebaliknya. Pikiran mengendalikan otak, yang bertindak sebagai stasiun penerima, seperti switchboard yang menerima bentuk-bentuk pikiran dan kemudian menerjemahkannya ke dalam fungsi syaraf dan penyimpanan memori.
Misalnya, hingga saat ini diyakini bahwa gerakan-gerakan otot berasal dari korteks motorik otak. Tetap sekarang, seperti yang dilaporkan oleh Eccles, niat bergerak dicatat oleh area motorik tambahan disebelah korteks motorik. Oleh karena itu, otak diaktivasi oleh niat pikiran dan bukan sebaliknya.
Setelah mengetahui Fakta ini bahwa Meskipun pikiran dapat memicu penyakit, tidak semua penyakit disebabkan oleh pikiran. Bagaimana Anda akan mengendalikan Pikiran?
Sunday, October 20, 2024
What Will You Be Remembered For?
It's often only when we're faced with a crisis that we truly contemplate certain aspects of life. I remember one such moment on my birthday eleven years ago. I took a day off for a medical checkup, which included an ultrasound of my stomach. The doctor discovered a mass near my uterus. Confused, I asked what she meant. She explained that a mass could be a tumor, but she couldn't determine whether it was benign or malignant. I underwent further tests to find out. As I awaited the results, it felt like my world was crumbling. Suddenly, everything seemed to slow down. Questions raced through my mind: What if it's malignant? Do I only have three months left? Have I done enough for my family, friends, and community? Sadly, at that time the only answer I could come up with was that I'd been consumed by work since graduating from university.
Have you ever considered how people will remember you after you're gone? What kind of legacy would you like to leave for your children, family, or community? What testimony would you hope to hear from your friends, children, or grandchildren on your 80th birthday? Even if that seems too far away, for those still in their prime, what legacy would you like to leave at your last workplace before moving on to new opportunities?
Fortunately, my test result turned out all good, nothing that need to be worried about. From that moment, I changed my life goals right away, and I am happy I realised it before all are too late.
Have you ever considered how people will remember you after you're gone? What kind of legacy would you like to leave for your children, family, or community? What testimony would you hope to hear from your friends, children, or grandchildren on your 80th birthday? Even if that seems too far away, for those still in their prime, what legacy would you like to leave at your last workplace before moving on to new opportunities?
Fortunately, my test result turned out all good, nothing that need to be worried about. From that moment, I changed my life goals right away, and I am happy I realised it before all are too late.
Sunday, October 13, 2024
Bunga berkembang di Lingkungan yang Tepat.
Bayangkan benih bunga yang kecil, rapuh, dan mudah diabaikan. Namun, jika ditanam dalam kondisi yang tepat — sinar matahari yang hangat, tanah yang subur, dan curah hujan yang cukup — benih itu dapat berkembang menjadi bunga yang indah dan mempercantik taman.
Demikian pula, orang dapat berkembang jika berada di lingkungan yang tepat. Lingkungan ini bukan hanya tentang lokasi fisik, tetapi juga meliputi:
Demikian pula, orang dapat berkembang jika berada di lingkungan yang tepat. Lingkungan ini bukan hanya tentang lokasi fisik, tetapi juga meliputi:
- Hubungan yang mendukung: Teman, keluarga, dan mentor yang mendorong, mengangkat, dan percaya kepada Anda.
- Peluang untuk berkembang: Pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman yang memungkinkan Anda untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi penuh Anda.
- Rasa memiliki: Komunitas tempat Anda merasa diterima, dihargai, dan terhubung dengan orang lain.
- Keseimbangan yang sehat: Waktu untuk istirahat, relaksasi, dan mengejar minat di luar pekerjaan.
Saturday, October 12, 2024
Salahkah memakai koneksi untuk sukses?
Mungkin topik yang akan saya bahas kali ini agak kontroversi, yaitu mengenai menggunakan pengaruh Keluarga (orang tua, saudara atau keluarga lainnya) untuk meningkatkan karier. Seringkali kita mendengar komentar seperti berikut:
Di satu sisi, tidak dapat disangkal bahwa memiliki orang tua atau anggota keluarga yang memiliki koneksi yang luas dapat memberikan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat mencakup akses ke Jaringan orang-orang yang berpengaruh dalam perusahaan atau institusi, Peluang mendapat bimbingan, atau pun dukungan Finansial yang dapat mendorong kemajuan karier.
Walaupun begitu, ada juga yang sudah menggunakan pengaruh tersebut tetapi tidak menjadikan orang tersebut sukses. Contohnya Bisnis yang sudah dirintis oleh generasi pertama, tapi menjadi bangkrut di generasi ketiga. Contoh lainnya, seseorang terlahir di keluarga kaya tetapi terlalu dimanja sehingga tidak memiliki motivasi dan bakat yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki. Kondisi ini membuat mereka menyia-nyiakan sumber daya yang ada, lalu menjadi puas diri, dan akhirnya juga tidak membawa kemajuan karier.
Ini menunjukkan bahwa mengandalkan Pengaruh Keluarga saja tidak efektif untuk meningkatkan karier. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa berhak, yang berujung pada kurangnya kemandirian dan motivasi. Selain itu, jika karier seseorang dibangun atas koneksi dan bukan prestasi, kariernya bisa rapuh dan rentan terhadap perubahan keadaan.
Pada akhirnya, karier yang paling sukses sering kali dibangun atas kombinasi bakat, kerja keras, dan jaringan strategis. Meskipun pengaruh orang tua dan keluarga tentu saja dapat menjadi faktor menambah keuntungan, hal itu seharusnya bukan satu-satunya penentu keberhasilan profesional seseorang.
Bagaimana menurut Anda?
- "Iyalah dia sukses, karena bapaknya sudah memberikan modal dan fasilitas ..."
- "Pantes saja dia bisa maju, karena relasi orang tuanya yang ... "
- "Wajar saja dia berhasil, karena pamannya yang berpengalaman langsung membimbingnya ..."
Di satu sisi, tidak dapat disangkal bahwa memiliki orang tua atau anggota keluarga yang memiliki koneksi yang luas dapat memberikan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat mencakup akses ke Jaringan orang-orang yang berpengaruh dalam perusahaan atau institusi, Peluang mendapat bimbingan, atau pun dukungan Finansial yang dapat mendorong kemajuan karier.
Walaupun begitu, ada juga yang sudah menggunakan pengaruh tersebut tetapi tidak menjadikan orang tersebut sukses. Contohnya Bisnis yang sudah dirintis oleh generasi pertama, tapi menjadi bangkrut di generasi ketiga. Contoh lainnya, seseorang terlahir di keluarga kaya tetapi terlalu dimanja sehingga tidak memiliki motivasi dan bakat yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki. Kondisi ini membuat mereka menyia-nyiakan sumber daya yang ada, lalu menjadi puas diri, dan akhirnya juga tidak membawa kemajuan karier.
Ini menunjukkan bahwa mengandalkan Pengaruh Keluarga saja tidak efektif untuk meningkatkan karier. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa berhak, yang berujung pada kurangnya kemandirian dan motivasi. Selain itu, jika karier seseorang dibangun atas koneksi dan bukan prestasi, kariernya bisa rapuh dan rentan terhadap perubahan keadaan.
Pada akhirnya, karier yang paling sukses sering kali dibangun atas kombinasi bakat, kerja keras, dan jaringan strategis. Meskipun pengaruh orang tua dan keluarga tentu saja dapat menjadi faktor menambah keuntungan, hal itu seharusnya bukan satu-satunya penentu keberhasilan profesional seseorang.
Bagaimana menurut Anda?
Sunday, October 06, 2024
Mau Sukses dengan Mudah, bisa?
Sering kali kita merasa terinspirasi dengan cerita "From Zero to Hero", yang tadinya bukan siapa-siapa, mungkin sangat miskin, menderita atau dibully, lalu melalui kerja keras akhirnya menjadi Sukses, Kaya dan Terkenal.
Umumnya cerita seperti itulah yang digemari banyak orang. Lalu apakah untuk mencapai sukses selalu melibatkan penderitaan dan kerja keras ekstrem? Saya pikir Konsep "Kerja Keras" itu relatif dan bisa berbeda-beda bagi setiap orang.
Setelah saya renung-renungkan lagi, bisa saja sukses tanpa harus bersusah payah (bukan berarti diam saja, tetap melakukan usaha) - ini alasannya:
Bagaimana menurut pendapat Anda?
Umumnya cerita seperti itulah yang digemari banyak orang. Lalu apakah untuk mencapai sukses selalu melibatkan penderitaan dan kerja keras ekstrem? Saya pikir Konsep "Kerja Keras" itu relatif dan bisa berbeda-beda bagi setiap orang.
Setelah saya renung-renungkan lagi, bisa saja sukses tanpa harus bersusah payah (bukan berarti diam saja, tetap melakukan usaha) - ini alasannya:
- Kecerdasan Emosional (EQ) : Salah satu karakter yang dimiliki oleh orang sukses adalah mampu mengelola emosi, membangun hubungan baik, dan mengambil keputusan yang tepat. Hal ini seringkali mendatangkan peluang baik kepada mereka.
- Kreativitas dan Inovasi : Orang-orang kreatif sering kali menemukan solusi yang unik untuk masalah yang ada. Inovasi mereka bisa membawa mereka pada kesuksesan yang tidak terduga.
- Networking : Membangun jaringan yang luas dan kuat dapat membuka banyak pintu peluang. Koneksi yang baik bisa mempercepat pencapaian tujuan.
- Mentorship : Memiliki mentor yang berpengalaman bisa memberikan bimbingan dan dukungan yang sangat berharga, sehingga menghindari mereka dari berbuat kesalahan yang tidak perlu.
- Keberuntungan : Faktor X yang tidak terduga. Terkadang, berada di tempat yang tepat pada Waktu yang tepat bisa mengubah segalanya.
Bagaimana menurut pendapat Anda?
Monday, September 30, 2024
Letting Go - Dr. Hawkins.
Apakah Anda pernah mengalami salah satu hal berikut:
Saya direkomendasikan untuk membaca buku ini, karena saya juga mengalami hal-hal yang disebut di atas. Saya menemukan banyak pencerahan dalam perjalanan membaca buku ini. Banyak hal yang saya pikir bukan masalah, namun itu lah yang sebenarnya menjadi penghambat jalannya pengembangan diri.
Buku Letting Go adalah sebuah buku yang menjelaskan cara paling efektif untuk menyirnakan berbagai hambatan batin menuju pencerahan. Buku ini ditulis oleh Dr. Hawkins. Beliau didera puluhan penyakit kronis yang tak tersembuhkan oleh metode medis, Dr Hawkins memasrahkan semua penyakitnya hingga satu per satu sirna. Hampir semua penyakit fisik dan mental yang disebabkan oleh emosi-emosi negatif yang terpendam di alam Bawah-sadar. Ketika emosi-emosi itu dilepaskan melalui sikap pasrah, kesembuhan pun terjadi dengan sendirinya.
Jika Anda telah mengikuti banyak program pemberdayaan-diri dan jalan spiritual tetapi masih merasa menderita, berhentilah sejenak, baca buku ini agar tahu penyebabnya. Dr. Hawkins, seorang scientist dan mistikus modern, akan memandu Anda menyelam ke dalam diri, untuk menemukan kebahagiaan sejati yang merupakan hakikat jiwa setiap manusia.
- Merasa memiliki kapasitas dan kemampuan, namun hasil pencapaiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
- Sudah menjaga gaya hidup dan pola makan, mengapa tetap saja mengalami sakit.
- Merasa hidup Anda tidak mengalami kemajuan, stagnant dan begitu-begitu saja.
- Merasa hidup ini sulit sekali buat Anda jalani, selalu ada rintangan yang menghadang dalam mencapai sesuatu.
- Mengalami sulit untuk memulai sesuatu, takut gagal.
Saya direkomendasikan untuk membaca buku ini, karena saya juga mengalami hal-hal yang disebut di atas. Saya menemukan banyak pencerahan dalam perjalanan membaca buku ini. Banyak hal yang saya pikir bukan masalah, namun itu lah yang sebenarnya menjadi penghambat jalannya pengembangan diri.
Buku Letting Go adalah sebuah buku yang menjelaskan cara paling efektif untuk menyirnakan berbagai hambatan batin menuju pencerahan. Buku ini ditulis oleh Dr. Hawkins. Beliau didera puluhan penyakit kronis yang tak tersembuhkan oleh metode medis, Dr Hawkins memasrahkan semua penyakitnya hingga satu per satu sirna. Hampir semua penyakit fisik dan mental yang disebabkan oleh emosi-emosi negatif yang terpendam di alam Bawah-sadar. Ketika emosi-emosi itu dilepaskan melalui sikap pasrah, kesembuhan pun terjadi dengan sendirinya.
Jika Anda telah mengikuti banyak program pemberdayaan-diri dan jalan spiritual tetapi masih merasa menderita, berhentilah sejenak, baca buku ini agar tahu penyebabnya. Dr. Hawkins, seorang scientist dan mistikus modern, akan memandu Anda menyelam ke dalam diri, untuk menemukan kebahagiaan sejati yang merupakan hakikat jiwa setiap manusia.
Thursday, September 19, 2024
Nasehat sang Penulis - Pelajaran Kehidupan.
Penulis Jon Gordon berkata: 'Dulu [ketika masih anak-anak] kita melompat dari arena bermain dan menaiki wahana roller coaster. Tidak ada tujuan yang tidak mungkin tercapai. Kemudian [ketika kita dewasa] orang-orang yang ragu menghalangi kita untuk mengejar mimpi kita, lalu berkata: "Kamu gila, ini terlalu sulit, bermain aman saja. Mimpi tidak diperuntukkan bagi orang-orang seperti kita". Mereka menanamkan rasa tidak aman dalam diri kita. Dengan begitu banyak orang mengatakan kita tidak bisa, dan begitu sedikit yang mengatakan kita bisa, kita membiarkan rasa takut masuk ke dalam hidup kita. Kita begitu takut kehilangan apa yang kita miliki sehingga kita tidak mengejar apa yang kita inginkan.
Kita berpegang teguh pada status quo sehingga kita tidak pernah mengalami apa yang mungkin terjadi. Saya menyebutnya “bermain untuk kalah”. Kita melihatnya dalam olahraga. Ketika sebuah tim memimpin, mereka mulai berpikir tentang bagaimana agar tidak kalah alih-alih bagaimana untuk menang. Mereka bermain aman dan takut sementara tim lain mengambil risiko, bermain tanpa rasa takut, dan menang. Daud berkata, “Tuhan adalah kekuatan hidupku; terhadap siapakah aku harus takut?” Menjalani hidup [yang beriman] berarti mengatasi rasa takut dan mengadopsi pola pikir “bermain untuk menang”, yang mengatakan bahkan jika Anda gagal Anda tidak akan menyerah atau membiarkan impian Anda mati.
Kesuksesan tidak secara otomatis diberikan kepada kita, itu dikejar dengan semua energi dan keringat yang dapat kita kerahkan. Rintangan dan perjuangan adalah bagian dari kehidupan. Mereka membuat kita menghargai kesuksesan. Jika semuanya datang dengan mudah, kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berhasil. Rintangan dimaksudkan untuk diatasi. Ketakutan dimaksudkan untuk ditaklukkan. Kesuksesan dimaksudkan untuk dicapai. Itu semua adalah bagian dari kehidupan, dan mereka yang berhasil menolak untuk menyerah akan berhasil mencapai garis finish'.
Kita berpegang teguh pada status quo sehingga kita tidak pernah mengalami apa yang mungkin terjadi. Saya menyebutnya “bermain untuk kalah”. Kita melihatnya dalam olahraga. Ketika sebuah tim memimpin, mereka mulai berpikir tentang bagaimana agar tidak kalah alih-alih bagaimana untuk menang. Mereka bermain aman dan takut sementara tim lain mengambil risiko, bermain tanpa rasa takut, dan menang. Daud berkata, “Tuhan adalah kekuatan hidupku; terhadap siapakah aku harus takut?” Menjalani hidup [yang beriman] berarti mengatasi rasa takut dan mengadopsi pola pikir “bermain untuk menang”, yang mengatakan bahkan jika Anda gagal Anda tidak akan menyerah atau membiarkan impian Anda mati.
Kesuksesan tidak secara otomatis diberikan kepada kita, itu dikejar dengan semua energi dan keringat yang dapat kita kerahkan. Rintangan dan perjuangan adalah bagian dari kehidupan. Mereka membuat kita menghargai kesuksesan. Jika semuanya datang dengan mudah, kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berhasil. Rintangan dimaksudkan untuk diatasi. Ketakutan dimaksudkan untuk ditaklukkan. Kesuksesan dimaksudkan untuk dicapai. Itu semua adalah bagian dari kehidupan, dan mereka yang berhasil menolak untuk menyerah akan berhasil mencapai garis finish'.
Sunday, September 01, 2024
Benarkah tidak memasang target itu?
Pernahkah merasakan ingin mencapai sesuatu, tapi sepertinya sangat sulit. Lalu Ketika ditanya oleh Orang lain, "Mengapa tidak tercapai?". Lalu saya menjawab, bahwa saya tidak memasang target itu.
Hal tersebut dalam Ungkapan Cina disebut "吃不到葡萄说葡萄酸" (pin yin: Chī bù dào pútáo shuō pútáo suān) artinya: "Anda tidak bisa memakan buah anggurnya, maka Anda mengatakan buah anggur itu asam". Asal Ungkapan tersebut adalah dari cerita berikut:
Seekor Rubah suatu hari melihat seikat buah anggur nan indah dan matang yang tergantung dan menjalar di sepanjang dahan pohon. Buah anggurnya tampak siap mengeluarkan sari buahnya, dan mulut si Rubah berair saat dia menatap buah anggur itu dengan penuh kerinduan.
Tandan itu tergantung di dahan yang tinggi, dan Rubah harus melompat untuk mendapatkannya. Pertama kali dia melompat, dia meleset jauh. Jadi dia berjalan agak jauh dan melompatinya, namun gagal sekali lagi. Berkali-kali ia mencoba, namun sia-sia.
Sekarang dia duduk dan memandangi buah anggur itu dengan jijik.
"Betapa bodohnya aku," katanya. "Di sini aku melelahkan diriku sendiri untuk mendapatkan seikat anggur asam yang tidak layak untuk disia-siakan."
Dan dia berjalan dengan sangat, sangat mencemooh.
Topik tersebut dibahas dalam suatu sesi coaching pribadi, "Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi target yang sulit dicapai?".
Jawaban dari Coach yang sangat bijak, "Tidak ada goal yang terlalu tinggi atau sulit dicapai. Yang ada adalah kemampuan kita yang belum memadai untuk mencapai target tersebut. Jadi supaya target tercapai, tingkatkan keterampilan dan kapasitas".
Jadi alih-alih mencoba menyelamatkan muka dari pandangan orang, lebih baik kita akui kelemahan kita dan persiapkan diri melangkah dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Tetap Semangat untuk Mencapai Target!
Hal tersebut dalam Ungkapan Cina disebut "吃不到葡萄说葡萄酸" (pin yin: Chī bù dào pútáo shuō pútáo suān) artinya: "Anda tidak bisa memakan buah anggurnya, maka Anda mengatakan buah anggur itu asam". Asal Ungkapan tersebut adalah dari cerita berikut:
Seekor Rubah suatu hari melihat seikat buah anggur nan indah dan matang yang tergantung dan menjalar di sepanjang dahan pohon. Buah anggurnya tampak siap mengeluarkan sari buahnya, dan mulut si Rubah berair saat dia menatap buah anggur itu dengan penuh kerinduan.
Tandan itu tergantung di dahan yang tinggi, dan Rubah harus melompat untuk mendapatkannya. Pertama kali dia melompat, dia meleset jauh. Jadi dia berjalan agak jauh dan melompatinya, namun gagal sekali lagi. Berkali-kali ia mencoba, namun sia-sia.
Sekarang dia duduk dan memandangi buah anggur itu dengan jijik.
"Betapa bodohnya aku," katanya. "Di sini aku melelahkan diriku sendiri untuk mendapatkan seikat anggur asam yang tidak layak untuk disia-siakan."
Dan dia berjalan dengan sangat, sangat mencemooh.
Topik tersebut dibahas dalam suatu sesi coaching pribadi, "Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi target yang sulit dicapai?".
Jawaban dari Coach yang sangat bijak, "Tidak ada goal yang terlalu tinggi atau sulit dicapai. Yang ada adalah kemampuan kita yang belum memadai untuk mencapai target tersebut. Jadi supaya target tercapai, tingkatkan keterampilan dan kapasitas".
Jadi alih-alih mencoba menyelamatkan muka dari pandangan orang, lebih baik kita akui kelemahan kita dan persiapkan diri melangkah dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Tetap Semangat untuk Mencapai Target!
Tuesday, August 20, 2024
Buat yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Pesta Olah raga dunia Olimpiade baru saja berlalu. Yang menjadi perhatian saya adalah komentar dari Brett Hawke, seorang pelatih renang asal Australia yang juga mantan Atlet renang Olimpiade 2000 & 2004, ketika Pan Zhanle menang dalam lomba renang gaya bebas 100m, yang menyatakan "not humanly possible to beat the field by such a large margin" - Tidak mungkin bagi manusia untuk mengalahkan lawan dengan selisih yang begitu besar. Pan diduga melakukan Doping.
Faktanya para atlet Renang asal Cina dites doping total hampir 200x selama 10 hari di Paris. Ini bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan kejadian di Januari 2021, tujuh bulan sebelum Olimpiade Tokyo, 23 Atlet renang Cina terdeteksi melakukan Doping, tapi tidak termasuk Pan Zhanle. Walaupun mereka terbebas dari hukuman karena alasan terkontaminasi makanan.
Drama di cabang olah raga renang pun bergulir, akhirnya Pan dinyatakan negatif Doping dan layak membawa pulang 2 medali emas, yaitu cabang renang gaya bebas 100m dan renang estafet 4 x 100m, yang selama 40 tahun terakhir hanya didominasi oleh perenang asal Amerika Serikat dan Negara Barat, 1 medali perak di cabang renang estafet 4 x 200m. Serta memecahkan rekor renang gaya bebas 100m tercepat dengan durasi 46.40 detik, yang sebelumnya diraih oleh dirinya sendiri juga durasi 46.80 detik.
Ketika di wawancara, Pan mengatakan tidak terganggu dengan banyaknya tes doping yang harus dijalani, mengatakan "Itu adalah hal standar sesuai peraturan yang sudah ditentukan". Selain itu di wawancara yang lain, Pan juga mengatakan kunci dari kemenangannya selain kekuatan fisik dan mental adalah memperbaiki Teknik Renang yang diaplikasikan melalui Sport Science.
Hal yang saya pelajari dari kemenangan Pan:
Video
Faktanya para atlet Renang asal Cina dites doping total hampir 200x selama 10 hari di Paris. Ini bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan kejadian di Januari 2021, tujuh bulan sebelum Olimpiade Tokyo, 23 Atlet renang Cina terdeteksi melakukan Doping, tapi tidak termasuk Pan Zhanle. Walaupun mereka terbebas dari hukuman karena alasan terkontaminasi makanan.
Drama di cabang olah raga renang pun bergulir, akhirnya Pan dinyatakan negatif Doping dan layak membawa pulang 2 medali emas, yaitu cabang renang gaya bebas 100m dan renang estafet 4 x 100m, yang selama 40 tahun terakhir hanya didominasi oleh perenang asal Amerika Serikat dan Negara Barat, 1 medali perak di cabang renang estafet 4 x 200m. Serta memecahkan rekor renang gaya bebas 100m tercepat dengan durasi 46.40 detik, yang sebelumnya diraih oleh dirinya sendiri juga durasi 46.80 detik.
Ketika di wawancara, Pan mengatakan tidak terganggu dengan banyaknya tes doping yang harus dijalani, mengatakan "Itu adalah hal standar sesuai peraturan yang sudah ditentukan". Selain itu di wawancara yang lain, Pan juga mengatakan kunci dari kemenangannya selain kekuatan fisik dan mental adalah memperbaiki Teknik Renang yang diaplikasikan melalui Sport Science.
Hal yang saya pelajari dari kemenangan Pan:
- Jangan membatasi kemungkinan yang bisa terjadi, walaupun sudah sangat berpengalaman. Dengan berjalannya Waktu dan Zaman selalu ada Terobosan baru yang dulunya tidak mungkin, namun sekarang menjadi mungkin.
- Tetap bermental positif terhadap segala perlakuan negatif yang diterima, Everything happened for a reason.
- Jika ingin membuat terobosan baru, harus selalu mencari cara atau metode yang baru. "Make the impossible to become possible".
Video
Mencari kesimbangan.
Konsep otak kiri dan otak kanan adalah untuk menyederhanakan penjelasan mengenai kecenderungan pola pikir seseorang, sebagai berikut:
Aktivitas tersebut tidak selalu harus kita sendiri yang melakukan, tapi bisa juga dengan cara menikmati hal-hal seni tersebut, seperti alih-alih belajar instrument, duduk tenang mendengarkan musik karya Vivaldi, atau dari pada belajar melukis, pergi ke galeri untuk menikmati karya seni rupa oleh para artist ternama.
Ingat, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Tujuannya bukan untuk menekan otak kiri Anda, tetapi untuk meningkatkan kedua belahan otak agar perspektif Anda lebih menyeluruh dan seimbang.
- Otak kiri: umumnya diasosiasikan dengan logika, analisis, kemampuan berbahasa dan proses yang berurutan.
- Otak kanan: sering dikaitkan dengan kreatifitas, intuisi, kesadaran gambaran dan pemikiran secara keseluruhan.
Aktivitas tersebut tidak selalu harus kita sendiri yang melakukan, tapi bisa juga dengan cara menikmati hal-hal seni tersebut, seperti alih-alih belajar instrument, duduk tenang mendengarkan musik karya Vivaldi, atau dari pada belajar melukis, pergi ke galeri untuk menikmati karya seni rupa oleh para artist ternama.
Ingat, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Tujuannya bukan untuk menekan otak kiri Anda, tetapi untuk meningkatkan kedua belahan otak agar perspektif Anda lebih menyeluruh dan seimbang.
Friday, August 09, 2024
Melampaui Batas: Mengapa Zona Nyaman Adalah Musuh Terbesar Pertumbuhan diri?
Kita semua pernah merasakan kenyamanan yang menyelimuti saat berada di zona nyaman. Rutinitas yang sudah terpola, tugas yang sudah dikuasai, dan lingkungan yang familiar memberikan rasa aman dan tenang. Namun, tahukah Anda bahwa kenyamanan ini bisa menjadi jebakan yang berbahaya bagi pertumbuhan karier Anda?
Zona nyaman adalah musuh terbesar bagi pertumbuhan profesional. Ibarat kepompong, kita memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, jika terlalu lama berada di dalam kepompong, kita tidak akan pernah bisa menjadi kupu-kupu yang indah dan bebas terbang.
Mengapa kita harus keluar dari zona nyaman?
Hindari diri untuk berkata "Seandainya waktu itu..." -- Menyesal kemudian tidak ada gunanya. Jadi, siapkan diri Anda untuk terbang lebih tinggi!
Zona nyaman adalah musuh terbesar bagi pertumbuhan profesional. Ibarat kepompong, kita memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, jika terlalu lama berada di dalam kepompong, kita tidak akan pernah bisa menjadi kupu-kupu yang indah dan bebas terbang.
Mengapa kita harus keluar dari zona nyaman?
- Inovasi Terhambat: Ketika kita terlalu nyaman dengan cara kerja yang sama, kita cenderung kehilangan kreativitas dan sulit untuk menghasilkan ide-ide baru.
- Kehilangan Kompetitif: Dunia kerja terus berubah dengan cepat. Jika kita tidak terus belajar dan mengembangkan diri, kita akan tertinggal jauh di belakang para pesaing.
- Potensi yang Terbuang Percuma: Setiap individu memiliki potensi yang tak terbatas. Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika kita berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru.
- Identifikasi Zona Nyaman Anda: Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas atau situasi yang membuat Anda merasa nyaman namun tidak menantang.
- Tetapkan Target yang Lebih Tinggi: Tetapkan Tujuan yang lebih ambisius dan keluar dari zona nyaman Anda secara bertahap.
- Keluar dari Rutinitas: Cobalah hal-hal baru, seperti mengikuti kursus, mengambil proyek yang berbeda, atau berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
- Hadapi Ketakutan: Ketakutan akan kegagalan adalah hal yang wajar. Namun, ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Hindari diri untuk berkata "Seandainya waktu itu..." -- Menyesal kemudian tidak ada gunanya. Jadi, siapkan diri Anda untuk terbang lebih tinggi!
Friday, August 02, 2024
Mengerti Tubuh Anda.
Tubuh kita adalah seperti sebuah mesin kompleks yang dilengkapi dengan sistem peringatan kompleks pula.
Alarm internal ini sering disebut sebagai respon "Fight atau Flight", yang dirancang untuk melindungi diri kita dari bahaya. Namun, terkadang hal ini bisa salah sasaran, sehingga menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang tidak perlu.
Saat tubuh Anda merasakan adanya ancaman, baik nyata maupun khayalan, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini mempersiapkan tubuh Anda untuk bertindak dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot. Meskipun respons ini penting untuk kelangsungan hidup, aktivasi kronis dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan.
Beberapa contoh sinyal peringatan tersebut seperti migrain, gangguan pencernaan, sering lupa, cepat marah, tidur tidak nyenyak dan lain-lain. Terkadang kita bisa menyalahartikan sinyal itu sebagai suatu penyakit, sehingga kita langsung minum obat untuk mengatasi masalah tersebut, yang sebenarnya tidak perlu.
Beberapa cara yang efektif saya lakukan untuk mengatasi stress, rutin olah raga minimal 3x seminggu, tidur sebelum jam 11 malam, makan makanan yang sehat dengan tepat Waktu. Hal ini sudah saya terapkan sejak 7 tahun yang lalu, dan bersyukur walaupun saya cukup sering ke rumah sakit tetapi untuk tujuan mengurus klaim nasabah, bukan untuk konsultasi Kesehatan saya pribadi.
Memahami sinyal alarm tubuh Anda sangat penting untuk mengelola stres dan mencegah kelelahan. Dengan mengenali tanda-tanda awal, Anda bisa menerapkan strategi untuk menenangkan diri dan mendapatkan kembali kendali.
Alarm internal ini sering disebut sebagai respon "Fight atau Flight", yang dirancang untuk melindungi diri kita dari bahaya. Namun, terkadang hal ini bisa salah sasaran, sehingga menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang tidak perlu.
Saat tubuh Anda merasakan adanya ancaman, baik nyata maupun khayalan, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini mempersiapkan tubuh Anda untuk bertindak dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot. Meskipun respons ini penting untuk kelangsungan hidup, aktivasi kronis dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan.
Beberapa contoh sinyal peringatan tersebut seperti migrain, gangguan pencernaan, sering lupa, cepat marah, tidur tidak nyenyak dan lain-lain. Terkadang kita bisa menyalahartikan sinyal itu sebagai suatu penyakit, sehingga kita langsung minum obat untuk mengatasi masalah tersebut, yang sebenarnya tidak perlu.
Beberapa cara yang efektif saya lakukan untuk mengatasi stress, rutin olah raga minimal 3x seminggu, tidur sebelum jam 11 malam, makan makanan yang sehat dengan tepat Waktu. Hal ini sudah saya terapkan sejak 7 tahun yang lalu, dan bersyukur walaupun saya cukup sering ke rumah sakit tetapi untuk tujuan mengurus klaim nasabah, bukan untuk konsultasi Kesehatan saya pribadi.
Memahami sinyal alarm tubuh Anda sangat penting untuk mengelola stres dan mencegah kelelahan. Dengan mengenali tanda-tanda awal, Anda bisa menerapkan strategi untuk menenangkan diri dan mendapatkan kembali kendali.
Nobody's perfect.
Sebelumnya saya sering bergumul dengan sifat perfeksionis, sehingga menimbulkan stress yang berkepanjangan dalam diri. Sampai akhirnya saya belajar untuk menerima ketidaksempurnaan maupun kegagalan yang terjadi, dan terus perbaiki diri. Cerita berikut adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan Perfeksionis itu.
Sang Pembuat Tembikar dan Tanah Liat.
Dahulu kala ada seorang pembuat tembikar yang terkenal akan keindahan dan kesempurnaan bejana-bejananya. Setiap karyanya merupakan mahakarya, simetris, dan tanpa cacat. Ketenarannya menyebar jauh dan luas, dan orang-orang datang dari negeri-negeri jauh untuk mengagumi karyanya.
Suatu hari, seorang murid muda bergabung dengan bengkel pembuat tembikar. Karena ingin membuat gurunya terkesan, murid itu bekerja keras tanpa lelah, berjuang untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap karya yang diciptakannya. Namun, tidak peduli seberapa keras ia berusaha, bejana-bejananya selalu sedikit tidak sempurna, dengan retakan kecil atau lengkungan yang tidak rata. Dengan putus asa, ia mengakui kegagalannya kepada si pembuat tembikar.
Si pembuat tembikar tersenyum lembut dan berkata, "Kesempurnaan adalah mitos, anakku. Keindahan sebenarnya terletak pada ketidaksempurnaan. Lihatlah bejana ini," katanya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan retakan yang terlihat. "Bejana ini tidak sempurna, tetapi dapat menampung air sama baiknya dengan yang lain. Dan lihatlah yang ini," lanjutnya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan bibir yang tidak rata. "Bejana ini masih berguna, dan membawa kebahagiaan bagi pemiliknya."
Sang murid memandang pot-pot itu dengan mata baru. Ia menyadari bahwa keindahan setiap bejana tidak terletak pada kesempurnaannya, tetapi pada keunikannya. Sejak hari itu, ia menerima ketidaksempurnaan dalam karyanya, dan tembikarnya pun semakin dihargai karena keasliannya.
Sang tukang tembikar menyimpulkan, "Ingatlah, anakku, yang terpenting adalah perjalanan pembuatan sebuah karya, bukan hasil akhir yang sempurna. Terimalah prosesnya, belajarlah dari kesalahanmu, dan temukan keindahan dalam ketidaksempurnaan."
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa kesempurnaan adalah cita-cita yang mustahil dan bahwa keindahan dan nilai sejati dapat ditemukan dalam ketidaksempurnaan dan pertumbuhan.
"My value comes from who I am, not from what I do" - Joshua Metcalf.
Sang Pembuat Tembikar dan Tanah Liat.
Dahulu kala ada seorang pembuat tembikar yang terkenal akan keindahan dan kesempurnaan bejana-bejananya. Setiap karyanya merupakan mahakarya, simetris, dan tanpa cacat. Ketenarannya menyebar jauh dan luas, dan orang-orang datang dari negeri-negeri jauh untuk mengagumi karyanya.
Suatu hari, seorang murid muda bergabung dengan bengkel pembuat tembikar. Karena ingin membuat gurunya terkesan, murid itu bekerja keras tanpa lelah, berjuang untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap karya yang diciptakannya. Namun, tidak peduli seberapa keras ia berusaha, bejana-bejananya selalu sedikit tidak sempurna, dengan retakan kecil atau lengkungan yang tidak rata. Dengan putus asa, ia mengakui kegagalannya kepada si pembuat tembikar.
Si pembuat tembikar tersenyum lembut dan berkata, "Kesempurnaan adalah mitos, anakku. Keindahan sebenarnya terletak pada ketidaksempurnaan. Lihatlah bejana ini," katanya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan retakan yang terlihat. "Bejana ini tidak sempurna, tetapi dapat menampung air sama baiknya dengan yang lain. Dan lihatlah yang ini," lanjutnya, sambil menunjuk ke sebuah tembikar dengan bibir yang tidak rata. "Bejana ini masih berguna, dan membawa kebahagiaan bagi pemiliknya."
Sang murid memandang pot-pot itu dengan mata baru. Ia menyadari bahwa keindahan setiap bejana tidak terletak pada kesempurnaannya, tetapi pada keunikannya. Sejak hari itu, ia menerima ketidaksempurnaan dalam karyanya, dan tembikarnya pun semakin dihargai karena keasliannya.
Sang tukang tembikar menyimpulkan, "Ingatlah, anakku, yang terpenting adalah perjalanan pembuatan sebuah karya, bukan hasil akhir yang sempurna. Terimalah prosesnya, belajarlah dari kesalahanmu, dan temukan keindahan dalam ketidaksempurnaan."
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa kesempurnaan adalah cita-cita yang mustahil dan bahwa keindahan dan nilai sejati dapat ditemukan dalam ketidaksempurnaan dan pertumbuhan.
"My value comes from who I am, not from what I do" - Joshua Metcalf.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















