Eleanor Roosevelt pernah berkata, “Tidak ada seorang pun yang dapat membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.” Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang bisa membuat Anda merasa tidak berharga kecuali Anda memberi izin kepada mereka.
Sebagai manusia, banyak di antara kita yang menganggap hal-hal negatif yang dikatakan orang lain tentang kita dan menganggap kata-kata mereka sebagai hinaan. Misalnya, Anda adalah seorang karyawan baru, mendapat ocehan dari atasan atas suatu kesalahan kecil yang dibuat. Beberapa rekan Anda berkomentar, "Tugas semudah itu saja bisa salah!" Anda terhina dengan ini.
Padahal Anda telah berusaha untuk melakukannya dengan baik, namun karena ini hal yang baru mungkin Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Komentar negatif yang dilontarkan oleh teman-teman Anda dianggap sangat pribadi. Dari sini, harga diri dan kepercayaan diri Anda menurun drastis.
Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang mungkin menghina atau menyakitkan, orang tersebut mempunyai pilihan untuk membiarkannya berlalu dan melanjutkan atau menerimanya, menurunkan derajatnya, dan menghancurkan dirinya sendiri. Jika Anda mengetahui siapa diri Anda sebagai pribadi, tujuan hidup Anda, dan pencapaian Anda sejauh ini, meskipun kecil, Anda harus cukup kuat untuk mengabaikan komentar yang membuat frustrasi.
Situasi tertentu dengan keluarga, kondisi tempat tinggal, lingkungan, dan lain sebagainya bisa membuat seseorang merasa rendah diri pula. Anda mungkin memiliki kehidupan yang sulit dengan banyak rintangan yang harus diatasi. Dalam situasi apa pun, Anda mempunyai pilihan untuk melakukan yang terbaik dari apa yang Anda miliki dan menjaga sikap positif terhadap hidup Anda.
Saya mendukung kutipan Eleanor Roosevelt, “Tidak ada seorang pun yang dapat membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.” Itu benar-benar pilihan Anda untuk membiarkan tindakan atau kata-kata konyol seseorang mengganggu Anda dan menjadi rendah diri. Anda juga punya pilihan untuk membiarkannya berlalu, mengingat siapa Anda, dan mungkin menggunakan kata-kata mereka untuk memotivasi Anda berusaha lebih keras dan menjadi orang yang lebih baik. Buat Pilihan yang Bijak! 😉 😉 😉
Saturday, September 23, 2023
Tuesday, September 19, 2023
Tiga pilihan.
“Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kamu punya tiga pilihan. Kamu bisa membiarkannya mendefinisikanmu, menghancurkanmu, atau memperkuat dirimu.”- Dr Seuss
Jika Kamu membiarkannya mendefinisikan dirimu, hal itu dapat mengubah karakter dan cara kamu bertindak serta berpikir di masa depan. Ini bisa berarti kamu membangun tembok di sekitar dirimu untuk perlindungan, daripada membangun jembatan untuk mengatasi hambatan tersebut dan mencapai tujuanmu.
Jika kamu membiarkannya menghancurkanmu, maka kamu akan selalu menjadi korban dari keadaan ini, dan kamu akan terus bergumul untuk mengatasi peristiwa ini.
Jika kamu membiarkannya menguatkanmu, maka kamu memberi nilai positif pada pengalaman negatif, sehingga memberi nilai pada setiap aspek kehidupanmu. Kamu akan mendapatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengatasi hal buruk lainnya yang muncul di masa depan.
Apa pendapat Anda tentang kutipan ini? 😉
Jika Kamu membiarkannya mendefinisikan dirimu, hal itu dapat mengubah karakter dan cara kamu bertindak serta berpikir di masa depan. Ini bisa berarti kamu membangun tembok di sekitar dirimu untuk perlindungan, daripada membangun jembatan untuk mengatasi hambatan tersebut dan mencapai tujuanmu.
Jika kamu membiarkannya menghancurkanmu, maka kamu akan selalu menjadi korban dari keadaan ini, dan kamu akan terus bergumul untuk mengatasi peristiwa ini.
Jika kamu membiarkannya menguatkanmu, maka kamu memberi nilai positif pada pengalaman negatif, sehingga memberi nilai pada setiap aspek kehidupanmu. Kamu akan mendapatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengatasi hal buruk lainnya yang muncul di masa depan.
Apa pendapat Anda tentang kutipan ini? 😉
Sunday, September 17, 2023
What on earth am I here for?
Dua bulan yang lalu saya bertemu dengan seorang teman. Beliau bercerita bahwa dirinya terkena sakit wasir. Beliau pergi konsultasi ke dokter Internis, lalu disarankan menjalani tindakan untuk mengobati sakit wasirnya. Tindakan tersebut dilakukan secara rawat jalan.
Dia mengeluhkan biaya yang harus ditanggung. Seingat saya, dia memiliki Polis PRUDENTIAL (walaupun saya bukan Agennya). Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, ini faktanya, Manfaat Polis - Kartu Rumah sakit pembayaran secara cashless, Usia polis >3 tahun.
Saya bertanya, "Kenapa tidak klaim Asuransi?" - Dengan tidak bergairah dia menjawab, "Kan ini Rawat Jalan ci, emang bisa klaim?".
Lalu setelah saya duduk bersamanya untuk menelaah Tindakan yang dijalaninya, dan saya mengumpulkan data rawat jalannya dan kwitansi pembayaran, membantu isi formulir Klaim secara reimbursement.
Puji Tuhan Klaim atas tindakan rawat jalan tersebut disetujui dan dibayarkan oleh PRUDENTIAL. Teman saya senang sekali, dan sangat berterima kasih atas bantuan saya, walaupun saya bukan agennya.
Hal itu mengingatkan saya pada pertanyaan yang ditanyakan dalam buku "Purpose Driven Life" yaitu "What on earth am I here for?" - "Untuk apa saya ada di dunia ini?"; Suatu Hak Istimewa, jika apa yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Dia mengeluhkan biaya yang harus ditanggung. Seingat saya, dia memiliki Polis PRUDENTIAL (walaupun saya bukan Agennya). Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, ini faktanya, Manfaat Polis - Kartu Rumah sakit pembayaran secara cashless, Usia polis >3 tahun.
Saya bertanya, "Kenapa tidak klaim Asuransi?" - Dengan tidak bergairah dia menjawab, "Kan ini Rawat Jalan ci, emang bisa klaim?".
Lalu setelah saya duduk bersamanya untuk menelaah Tindakan yang dijalaninya, dan saya mengumpulkan data rawat jalannya dan kwitansi pembayaran, membantu isi formulir Klaim secara reimbursement.
Puji Tuhan Klaim atas tindakan rawat jalan tersebut disetujui dan dibayarkan oleh PRUDENTIAL. Teman saya senang sekali, dan sangat berterima kasih atas bantuan saya, walaupun saya bukan agennya.
Hal itu mengingatkan saya pada pertanyaan yang ditanyakan dalam buku "Purpose Driven Life" yaitu "What on earth am I here for?" - "Untuk apa saya ada di dunia ini?"; Suatu Hak Istimewa, jika apa yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Thursday, September 07, 2023
Mau pelangi? Tentu ada Hujan sebelumnya.
Pelangi adalah salah satu pemandangan alam yang menakjubkan. Pelangi selalu membuat orang terpesona. Pelangi seperti seorang dalam keramaian, ketika menjadi pusat perhatian dan didengarkan.
Orang-orang akan terpesona mendengarkan kata-kata Anda, mereka akan mendengarkan Anda karena Anda telah menjadi sesuatu yang mereka sukai dan kagumi.
Dolly Patron mengumpamakan kesuksesan dengan Pelangi dan perjuangan dengan hujan. Seperti Pelangi (Sukses) yang tidak datang sebelum hujan (perjuangan), kita harus berusaha, apapun tantangannya, untuk menjadi pelangi.
Menariknya, Orang tidak akan memperhatikan Anda sebelum Anda menghiasi kehidupan Anda dengan menjadi Pelangi. Bahkan dalam kondisi ini orang tidak akan menghargai kerja keras Anda. Dan alasan dibalik ini sederhana saja, tidak semua orang menyukai hujan, tapi semua orang menyukai pelangi.
Selama Anda bukan pelangi, orang tidak akan memperhatikan curah hujan yang harus Anda tanggung. Dalam kondisi ini, segala perjuanganmu terlihat tidak akan ada gunanya, dan tidak bermakna. Lalu mereka akan memberi Anda saran seolah-olah Anda seharusnya melakukan ini dan itu yang memberi Anda kehidupan yang lebih nyaman.
Jangan pernah berpikir bahwa Anda tidak cukup layak untuk mewujudkan impian Anda. Jika Anda jujur dengan pekerjaan Anda dan memiliki tekad untuk sukses, Anda dapat mencapai semua tujuan dan impian Anda suatu hari nanti.
Harinya akan tiba ketika langit cerah, dan Anda akan melihat diri Anda menghiasi langit dengan warna-warni. Jadi, bekerjalah dengan keras, dengan kejujuran dan tekad. Jika ingin pelangi, kamu juga harus berani menghadapi hari hujan. 😉😉😉
Orang-orang akan terpesona mendengarkan kata-kata Anda, mereka akan mendengarkan Anda karena Anda telah menjadi sesuatu yang mereka sukai dan kagumi.
Dolly Patron mengumpamakan kesuksesan dengan Pelangi dan perjuangan dengan hujan. Seperti Pelangi (Sukses) yang tidak datang sebelum hujan (perjuangan), kita harus berusaha, apapun tantangannya, untuk menjadi pelangi.
Menariknya, Orang tidak akan memperhatikan Anda sebelum Anda menghiasi kehidupan Anda dengan menjadi Pelangi. Bahkan dalam kondisi ini orang tidak akan menghargai kerja keras Anda. Dan alasan dibalik ini sederhana saja, tidak semua orang menyukai hujan, tapi semua orang menyukai pelangi.
Selama Anda bukan pelangi, orang tidak akan memperhatikan curah hujan yang harus Anda tanggung. Dalam kondisi ini, segala perjuanganmu terlihat tidak akan ada gunanya, dan tidak bermakna. Lalu mereka akan memberi Anda saran seolah-olah Anda seharusnya melakukan ini dan itu yang memberi Anda kehidupan yang lebih nyaman.
Jangan pernah berpikir bahwa Anda tidak cukup layak untuk mewujudkan impian Anda. Jika Anda jujur dengan pekerjaan Anda dan memiliki tekad untuk sukses, Anda dapat mencapai semua tujuan dan impian Anda suatu hari nanti.
Harinya akan tiba ketika langit cerah, dan Anda akan melihat diri Anda menghiasi langit dengan warna-warni. Jadi, bekerjalah dengan keras, dengan kejujuran dan tekad. Jika ingin pelangi, kamu juga harus berani menghadapi hari hujan. 😉😉😉
Saturday, September 02, 2023
The Power of Belief.
Percaya Itu Bisa Dilakukan. Untuk melakukan apa pun, pertama-tama kita harus yakin bahwa hal itu bisa dilakukan. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan membuat pikiran tergerak untuk menemukan cara melakukannya.
Untuk mengilustrasikan pemikiran kreatif ini, mari kita lihat contoh ini:
Dalam sebuah Trainingnya, Dr David J. Schwartz mengajukan pertanyaan ini, "Berapa banyak dari Anda yang merasa bahwa penghapusan penjara mungkin dilakukan dalam 30 tahun ke depan?".
Lalu kelompok tersebut terlihat bingung, Yang satu menjawab, "Maksud Anda, Anda ingin membebaskan semua pembunuh, pencuri, dan pemerkosa itu? Tidak sadar apa artinya ini? Wah, bisa-bisa semua orang dalam bahaya."
yang lain berkata, "Semua ketertiban akan rusak jika kita tidak memiliki penjara."
“Beberapa orang terlahir sebagai penjahat.”
"yang ada adalah, kita membutuhkan lebih banyak penjara"
"Apakah Anda membaca di surat kabar pagi ini tentang pembunuhan itu?".
Setelah membiarkan mereka berdebat selama 10 menit, tentang tidak mungkin menghapuskan penjara. Dr David berkata, "Kalian semua sudah mengeluarkan semua alasan mengapa Penjara tidak mungkin dihapuskan. Sekarang bantu saya untuk mencoba berpikir lebih keras untuk percaya bahwa kita mungkin menghapus penjara? Bagaimana untuk memulainya."
Saran satu persatu muncul, ada yang berkata "Kita mungkin bisa mengurangi kejahatan jika kita punya Pusat pelatihan anak muda".
"Berusaha untuk mengurangi kemiskinan. Kebanyakan kejahatan muncul dari kelemahan ekonomi".
"Riset untuk mengidentifikasi penjahat sebelum mereka melakukan kejahatan."
"Mengembangkan prosedur operasi untuk menyembuhkan penjahat."
Itu hanya beberapa contoh dari 78 ide yang dimunculkan - Ketika kita percaya itu bisa dilakukan, pikiran kita akan berusaha untuk menemukan solusinya.
ps: disadur dan diterjemahkan dari buku "The Magic of Thinking Big" - David J. Schwartz.
Untuk mengilustrasikan pemikiran kreatif ini, mari kita lihat contoh ini:
Dalam sebuah Trainingnya, Dr David J. Schwartz mengajukan pertanyaan ini, "Berapa banyak dari Anda yang merasa bahwa penghapusan penjara mungkin dilakukan dalam 30 tahun ke depan?".
Lalu kelompok tersebut terlihat bingung, Yang satu menjawab, "Maksud Anda, Anda ingin membebaskan semua pembunuh, pencuri, dan pemerkosa itu? Tidak sadar apa artinya ini? Wah, bisa-bisa semua orang dalam bahaya."
yang lain berkata, "Semua ketertiban akan rusak jika kita tidak memiliki penjara."
“Beberapa orang terlahir sebagai penjahat.”
"yang ada adalah, kita membutuhkan lebih banyak penjara"
"Apakah Anda membaca di surat kabar pagi ini tentang pembunuhan itu?".
Setelah membiarkan mereka berdebat selama 10 menit, tentang tidak mungkin menghapuskan penjara. Dr David berkata, "Kalian semua sudah mengeluarkan semua alasan mengapa Penjara tidak mungkin dihapuskan. Sekarang bantu saya untuk mencoba berpikir lebih keras untuk percaya bahwa kita mungkin menghapus penjara? Bagaimana untuk memulainya."
Saran satu persatu muncul, ada yang berkata "Kita mungkin bisa mengurangi kejahatan jika kita punya Pusat pelatihan anak muda".
"Berusaha untuk mengurangi kemiskinan. Kebanyakan kejahatan muncul dari kelemahan ekonomi".
"Riset untuk mengidentifikasi penjahat sebelum mereka melakukan kejahatan."
"Mengembangkan prosedur operasi untuk menyembuhkan penjahat."
Itu hanya beberapa contoh dari 78 ide yang dimunculkan - Ketika kita percaya itu bisa dilakukan, pikiran kita akan berusaha untuk menemukan solusinya.
ps: disadur dan diterjemahkan dari buku "The Magic of Thinking Big" - David J. Schwartz.
Saturday, August 26, 2023
Apakah itu penting?
Pernahkah Anda pernah berpikir apa yang menyebabkan suatu pertengkaran? Umumnya pertengkaran itu disebabkan oleh hal-hal sepele.
Contoh: Budi pulang kerja dengan rasa lelah dan gelisah. Makan malam yang disajikan istri dirasakan kurang memuaskan lalu mengeluh. Sang istri pada hari yang sama juga mengalami kelelahan mengurus rumah, dan menjawab,"Apa yang kamu harapkan dengan budget dapur segitu?" atau "Mungkin makanannya akan lebih enak jika ada peralatan dapur yang lebih baik".
Tapi itu membuat Budi merasa kesal dan terhina, dan menyerang balik, "Hah, itu bukan karena kurang budget, tapi kamu cuma tidak bisa mengatur keuangan!".
Pertengkaran itu akan berlanjut dan merembet ke hal-hal lain, tentang mertua, saudara ipar, janji masa lalu yang belum terpenuhi, dan seterusnya. Kedua pihak menjadi tegang. Tidak ada titik temu, kedua pihak memiliki amunisi untuk pertengkaran selanjutnya yang lebih sengit.
Jadi untuk menghindari pertengkaran, hilangkan pemikiran yang sepele. Dengan cara menanyakan pada diri sendiri, "Apakah itu penting?".
Apakah itu penting untuk merasa kesal, jika ada yang memotong jalan di saat jalanan macet?
Apakah itu penting untuk berdebat tentang menutup pasta gigi atau tidak?
Apakah itu penting untuk mempermasalahkan siapa yang akan membuang sampah rumah tangga?
Ketika Anda merasa ingin melakukan tindakan negatif, tanyakan pada diri sendiri "Apakah itu penting?" - Pertanyaan itu bekerja secara ajaib untuk menenangkan pikiran Anda. Hal ini juga ampuh di dalam lingkungan pekerjaan. Silahkan mencoba.
Contoh: Budi pulang kerja dengan rasa lelah dan gelisah. Makan malam yang disajikan istri dirasakan kurang memuaskan lalu mengeluh. Sang istri pada hari yang sama juga mengalami kelelahan mengurus rumah, dan menjawab,"Apa yang kamu harapkan dengan budget dapur segitu?" atau "Mungkin makanannya akan lebih enak jika ada peralatan dapur yang lebih baik".
Tapi itu membuat Budi merasa kesal dan terhina, dan menyerang balik, "Hah, itu bukan karena kurang budget, tapi kamu cuma tidak bisa mengatur keuangan!".
Pertengkaran itu akan berlanjut dan merembet ke hal-hal lain, tentang mertua, saudara ipar, janji masa lalu yang belum terpenuhi, dan seterusnya. Kedua pihak menjadi tegang. Tidak ada titik temu, kedua pihak memiliki amunisi untuk pertengkaran selanjutnya yang lebih sengit.
Jadi untuk menghindari pertengkaran, hilangkan pemikiran yang sepele. Dengan cara menanyakan pada diri sendiri, "Apakah itu penting?".
Apakah itu penting untuk merasa kesal, jika ada yang memotong jalan di saat jalanan macet?
Apakah itu penting untuk berdebat tentang menutup pasta gigi atau tidak?
Apakah itu penting untuk mempermasalahkan siapa yang akan membuang sampah rumah tangga?
Ketika Anda merasa ingin melakukan tindakan negatif, tanyakan pada diri sendiri "Apakah itu penting?" - Pertanyaan itu bekerja secara ajaib untuk menenangkan pikiran Anda. Hal ini juga ampuh di dalam lingkungan pekerjaan. Silahkan mencoba.
Thursday, August 24, 2023
Apa arti Super Hero buat Kamu?
Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar kata "Super Hero"?
Umumnya orang smengasosiasikan Super Hero itu dengan kekuatan atau kemampuan super, dengan kekuatan itu karakter tersebut bisa menyelamatkan dunia atau orang banyak.
Waktu Weekend kemaren saya melihat lukisan ini di Galery Art Moment, dan berpikir apakah harus punya kekuatan super untuk bisa menolong orang banyak?
Flash Back- beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk meninggalkan Profesi sebagai Pekerja Korporat, untuk terjun ke Industry Asuransi. Awalnya bertujuan untuk memiliki waktu fleksibel sembari menemani Papa saya yang sudah lama pensiun.
Semakin saya menjalankan profesi ini, dengan sepenuh hati, banyak hal yang tidak terduga, nasabah sakit, sampai ada yang meninggal dunia. Saya hanya melakukan bagian tugas saya untuk mengedukasi manfaat produk, dan mengurus klaim jika terjadi resiko.
Usaha sederhana itu ternyata bisa memberikan Impact yang Besar, buat keluarga-keluarga nasabah.
Mungkin kita tidak punya kekuatan Super, namun saya percaya jika kita melakukannya dengan sepenuh hati dan punya tujuan yang tulus, akan memberi arti kepada kehidupan, baik keluarga kita maupun komunitas disekitar kita.
So What's your super hero story?
Latepost: 18 Aug 2023, Lukisan oleh Dede Eri Supria, IG @dedesupriaart - Pelukis Indonesia yang sudah berkarya sejak 1976.
Umumnya orang smengasosiasikan Super Hero itu dengan kekuatan atau kemampuan super, dengan kekuatan itu karakter tersebut bisa menyelamatkan dunia atau orang banyak.
Waktu Weekend kemaren saya melihat lukisan ini di Galery Art Moment, dan berpikir apakah harus punya kekuatan super untuk bisa menolong orang banyak?
Flash Back- beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk meninggalkan Profesi sebagai Pekerja Korporat, untuk terjun ke Industry Asuransi. Awalnya bertujuan untuk memiliki waktu fleksibel sembari menemani Papa saya yang sudah lama pensiun.
Semakin saya menjalankan profesi ini, dengan sepenuh hati, banyak hal yang tidak terduga, nasabah sakit, sampai ada yang meninggal dunia. Saya hanya melakukan bagian tugas saya untuk mengedukasi manfaat produk, dan mengurus klaim jika terjadi resiko.
Usaha sederhana itu ternyata bisa memberikan Impact yang Besar, buat keluarga-keluarga nasabah.
Mungkin kita tidak punya kekuatan Super, namun saya percaya jika kita melakukannya dengan sepenuh hati dan punya tujuan yang tulus, akan memberi arti kepada kehidupan, baik keluarga kita maupun komunitas disekitar kita.
So What's your super hero story?
Latepost: 18 Aug 2023, Lukisan oleh Dede Eri Supria, IG @dedesupriaart - Pelukis Indonesia yang sudah berkarya sejak 1976.
Wednesday, July 26, 2023
Energi Mengalir pada apa yang kita fokuskan.
Pernah mencari sesuatu di atas meja, dan Anda tidak berhasil menemukannya, sementara tiba-tiba seorang masuk ke ruangan dan dengan mudah menemukannya?
Milton Erickson, salah satu ahli di bidang hipnosis, pernah didatangi seorang ibu yang bertanya apakah jerawat bisa disembuhkan dengan hipnosis, karena semua obat dan dokter kulit yang bisa ditemui sudah dicoba, namum jerawat anaknya tetap bertumbuh begitu banyak.
Di zamannya, obat jerawat dan teknologi tidak secanggih dan tersedia seperti sekarang. Karena Ibu dan Anaknya tersebut hendak bepergian untuk berlibur musim dingin, Erickson hanya berpesan untuk tidak membawa cermin dalam bentuk apapun. Bahkan saat sampai dihotel, mereka diminta agar menyingkirkan semua cermin yang ada. Cermin kecil di tas make up untuk Ibunya pun tidak boleh dibawa.
Ibu dan Anaknya pun menikmati ski di pegunungan dan menuruti saran Erickson, untuk menyingkirkan semua cermin. Beberapa minggu, setelah kembali dari liburan, Erickson menerima kabar dari sang ibu bahwa jerawat-jerawat baru anaknya sudah berhenti bertumbuh.
Prinsipnya sederhana. Apa yang Anda fokuskan di pikiran atau dunia internal Anda, bertumbuh. Apa yang Anda fokuskan, berkembang. Fokus Anda mempengaruhi tubuh dan pikiran Anda. Apa yang Anda fokuskan di pikiran bermanifestasi secara fisik di dunia Realitas Anda, entah diinginkan atau tidak.
Jadi pilih dengan bijak apa yang akan Anda fokuskan?
PS: dikutip dari buku "Be Happy Get What You Want" - Hingdranata Nikolay.
Milton Erickson, salah satu ahli di bidang hipnosis, pernah didatangi seorang ibu yang bertanya apakah jerawat bisa disembuhkan dengan hipnosis, karena semua obat dan dokter kulit yang bisa ditemui sudah dicoba, namum jerawat anaknya tetap bertumbuh begitu banyak.
Di zamannya, obat jerawat dan teknologi tidak secanggih dan tersedia seperti sekarang. Karena Ibu dan Anaknya tersebut hendak bepergian untuk berlibur musim dingin, Erickson hanya berpesan untuk tidak membawa cermin dalam bentuk apapun. Bahkan saat sampai dihotel, mereka diminta agar menyingkirkan semua cermin yang ada. Cermin kecil di tas make up untuk Ibunya pun tidak boleh dibawa.
Ibu dan Anaknya pun menikmati ski di pegunungan dan menuruti saran Erickson, untuk menyingkirkan semua cermin. Beberapa minggu, setelah kembali dari liburan, Erickson menerima kabar dari sang ibu bahwa jerawat-jerawat baru anaknya sudah berhenti bertumbuh.
Prinsipnya sederhana. Apa yang Anda fokuskan di pikiran atau dunia internal Anda, bertumbuh. Apa yang Anda fokuskan, berkembang. Fokus Anda mempengaruhi tubuh dan pikiran Anda. Apa yang Anda fokuskan di pikiran bermanifestasi secara fisik di dunia Realitas Anda, entah diinginkan atau tidak.
Jadi pilih dengan bijak apa yang akan Anda fokuskan?
PS: dikutip dari buku "Be Happy Get What You Want" - Hingdranata Nikolay.
Sunday, July 16, 2023
Filosofi Secangkir Kopi.
Jika Anda memegang secangkir kopi, tiba-tiba ada yang lewat dan menabrakmu atau tidak sengaja menyentuh lenganmu, dan hal itu membuatmu menumpahkan kopi dimana-mana.
Pertanyaan: Kenapa Anda menumpahkan kopi? Jawaban: Tentu saja karena ada yang menabrakku.
Jawaban itu : SALAH.
Anda menumpahkan kopi karena cangkirmu berisi kopi.
Seandainya cangkirmu berisi teh, maka Anda akan menumpahkan teh.
"Apapun yang ada di dalam cangkir, itulah yang akan tumpah keluar."
Cangkir itu ibarat pikiran.
Ketika keadaan tidak baik datang menabrakmu dan mengguncangmu, apapun yang ada di dalam pikiranmu lah yang akan keluar.
Pertanyaannya sekarang: "Apakah yang ada di dalam cangkirmu?"
Ketika ada sesuatu yang mengguncang hidupmu, apa yang akan kamu tumpahkan?
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, atau kemarahan, kepahitan, makian bahkan kutukan yang keluar dari pikiran dan mulutmu.
"Kamu sendiri yang tentukan".
Isilah cangkirmu dengan cinta kasih.
Ketika sesuatu yang tidak baik menabrak dan mengguncangmu maka cinta kasih yang akan tumpah keluar dari pikiranmu.
Jadilah pribadi yang dipenuhi cinta kasih.
Bukan lagi menjadi pribadi yang selalu menyalahkan orang lain atau faktor lain yang tidak baik. Tapi perbaiki apa yang seharusnya ada di dalammu.
Ingatlah apapun yang mengguncangmu bukan faktor dari luar yang menentukan hari-harimu tapi responmu dan reaksimulah yang menentukan. ☕
Have a blessed day, be a meaningful life.🙏
PS: Tulisan di atas adalah pesan yang dibagikan oleh seorang teman.
Pertanyaan: Kenapa Anda menumpahkan kopi? Jawaban: Tentu saja karena ada yang menabrakku.
Jawaban itu : SALAH.
Anda menumpahkan kopi karena cangkirmu berisi kopi.
Seandainya cangkirmu berisi teh, maka Anda akan menumpahkan teh.
"Apapun yang ada di dalam cangkir, itulah yang akan tumpah keluar."
Cangkir itu ibarat pikiran.
Ketika keadaan tidak baik datang menabrakmu dan mengguncangmu, apapun yang ada di dalam pikiranmu lah yang akan keluar.
Pertanyaannya sekarang: "Apakah yang ada di dalam cangkirmu?"
Ketika ada sesuatu yang mengguncang hidupmu, apa yang akan kamu tumpahkan?
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, atau kemarahan, kepahitan, makian bahkan kutukan yang keluar dari pikiran dan mulutmu.
"Kamu sendiri yang tentukan".
Isilah cangkirmu dengan cinta kasih.
Ketika sesuatu yang tidak baik menabrak dan mengguncangmu maka cinta kasih yang akan tumpah keluar dari pikiranmu.
Jadilah pribadi yang dipenuhi cinta kasih.
Bukan lagi menjadi pribadi yang selalu menyalahkan orang lain atau faktor lain yang tidak baik. Tapi perbaiki apa yang seharusnya ada di dalammu.
Ingatlah apapun yang mengguncangmu bukan faktor dari luar yang menentukan hari-harimu tapi responmu dan reaksimulah yang menentukan. ☕
Have a blessed day, be a meaningful life.🙏
PS: Tulisan di atas adalah pesan yang dibagikan oleh seorang teman.
Thursday, July 06, 2023
Dua Serigala - Sebuah Cerita Cherokee (dari budaya Indian)
Seorang anak laki-laki mendatangi kakeknya, dipenuhi amarah pada anak laki-laki lain yang telah melakukan ketidakadilan padanya.
Kakek tua itu berkata kepada cucunya, "Izinkan saya menceritakan sebuah kisah. Saya juga, kadang-kadang, merasakan kebencian yang besar terhadap mereka yang telah menguasai diri saya, tanpa ada kesedihan atas apa yang mereka lakukan. Tapi kebencian melemahkanmu, dan kebencian tidak menyakiti musuhmu. Kebencian itu seperti meminum racun dan berharap musuhmu mati. Aku telah bergumul dengan perasaan ini berkali-kali".
"Seolah-olah ada dua serigala di dalam diriku; satu serigala itu baik dan tidak menyakiti. Dia hidup harmonis dengan sekelilingnya dan tidak tersinggung ketika tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan. Dia hanya akan bertarung jika benar untuk lakukan itu, dan dengan cara yang benar. Tapi serigala lainnya, penuh amarah. Hal terkecil akan membuatnya marah".
"Dia melawan semua orang, sepanjang waktu, tanpa alasan. Dia tidak bisa berpikir karena kemarahan dan kebenciannya begitu besar. Itu adalah kemarahan yang tak berdaya, karena kemarahannya tidak akan mengubah apapun. Terkadang sulit untuk hidup dengan dua serigala di dalam diriku ini, karena kedua serigala mencoba mendominasi jiwaku".
Anak laki-laki itu menatap tajam ke mata Kakeknya dan bertanya, "Serigala mana yang akan menang, Kakek?" Kakek tersenyum dan berkata, "Yang saya beri makan".
Moral dari Cerita:
Seperti apa kita, tergantung dari Reaksi kita terhadap hal-hal yang sedang terjadi pada kita. Jadi pilih dengan bijak reaksi apa yang akan kita berikan.
Kakek tua itu berkata kepada cucunya, "Izinkan saya menceritakan sebuah kisah. Saya juga, kadang-kadang, merasakan kebencian yang besar terhadap mereka yang telah menguasai diri saya, tanpa ada kesedihan atas apa yang mereka lakukan. Tapi kebencian melemahkanmu, dan kebencian tidak menyakiti musuhmu. Kebencian itu seperti meminum racun dan berharap musuhmu mati. Aku telah bergumul dengan perasaan ini berkali-kali".
"Seolah-olah ada dua serigala di dalam diriku; satu serigala itu baik dan tidak menyakiti. Dia hidup harmonis dengan sekelilingnya dan tidak tersinggung ketika tidak ada pelanggaran yang dimaksudkan. Dia hanya akan bertarung jika benar untuk lakukan itu, dan dengan cara yang benar. Tapi serigala lainnya, penuh amarah. Hal terkecil akan membuatnya marah".
"Dia melawan semua orang, sepanjang waktu, tanpa alasan. Dia tidak bisa berpikir karena kemarahan dan kebenciannya begitu besar. Itu adalah kemarahan yang tak berdaya, karena kemarahannya tidak akan mengubah apapun. Terkadang sulit untuk hidup dengan dua serigala di dalam diriku ini, karena kedua serigala mencoba mendominasi jiwaku".
Anak laki-laki itu menatap tajam ke mata Kakeknya dan bertanya, "Serigala mana yang akan menang, Kakek?" Kakek tersenyum dan berkata, "Yang saya beri makan".
Moral dari Cerita:
Seperti apa kita, tergantung dari Reaksi kita terhadap hal-hal yang sedang terjadi pada kita. Jadi pilih dengan bijak reaksi apa yang akan kita berikan.
Saturday, July 01, 2023
Lingkungan menentukan Perilaku?
Dalam suatu eksperimen yang dilakukan oleh seorang psikolog Solomon Asch, menemukan bahwa manusia memiliki kecenderungan perilaku normal kelompok sering kali mengalahkan perilaku orang yang diinginkan oleh perorangan.
Eksperimen dimulai dengan memasukan Subjek dalam sebuah ruangan bersama dengan sekolompok orang yang tidak dikenalnya. Tanpa sepengetahuan Subjek, partisipan lain adalah aktor-aktor yang sengaja dihadirkan oleh peneliti dan diminta memberikan jawabah yang telah disiapkan untuk pertanyaan tersebut.
Kelompok itu diminta melihat kartu dengan sebuah garis, lalu kartu kedua yang berisi beberapa garis. Tiap orang diminta memilih garis pada kartu kedua yang memiliki panjang sama dengan garis pada kartu pertama.
Gambar dibawah inilah dua kartu yang digunakan oleh Solomon Asch dalam eksperimen konformitas sosialnya. Panjang garis pada kartu sebelah kiri jelas terlihat sama panjangnya dengan garis C, tapi ketika kelompok aktor di ruangan itu mengatakan panjangnya berbeda, subjek penelitian sering kali berubah pikiran dan menyesuaikan dengan anggota lain ketimbang mempercayai pengamatannya sendiri.
Perilaku normal kelompok sering kali mengalahkan perilaku yang diinginkan perorangan. Pikiran manusia tahu bagaimana harus menyesuaikan diri dengan orang lain. kita dibuat ingin sejalan dengan kebanyakan orang lain.
Oleh karena itu kita sering melihat betapa besarnya pengaruh lingkungan pertemanan dengan pengembangan diri seseorang. Oleh karena itu, mau jadi sukses bergaullah dengan orang yang lebih sukses dari kita sehingga kita bisa mempelajari pandangan mereka dan ikut juga melakukan kebiasaan yang membawa mereka menjadi sukses. Begitu juga sebaliknya.
Jadi bijaklah dalam memilih komunitas Anda.
PS: Disadur dan diterjemahkan dari buku Atomic Habits - James Clear.
Eksperimen dimulai dengan memasukan Subjek dalam sebuah ruangan bersama dengan sekolompok orang yang tidak dikenalnya. Tanpa sepengetahuan Subjek, partisipan lain adalah aktor-aktor yang sengaja dihadirkan oleh peneliti dan diminta memberikan jawabah yang telah disiapkan untuk pertanyaan tersebut.
Kelompok itu diminta melihat kartu dengan sebuah garis, lalu kartu kedua yang berisi beberapa garis. Tiap orang diminta memilih garis pada kartu kedua yang memiliki panjang sama dengan garis pada kartu pertama.
Gambar dibawah inilah dua kartu yang digunakan oleh Solomon Asch dalam eksperimen konformitas sosialnya. Panjang garis pada kartu sebelah kiri jelas terlihat sama panjangnya dengan garis C, tapi ketika kelompok aktor di ruangan itu mengatakan panjangnya berbeda, subjek penelitian sering kali berubah pikiran dan menyesuaikan dengan anggota lain ketimbang mempercayai pengamatannya sendiri.
Perilaku normal kelompok sering kali mengalahkan perilaku yang diinginkan perorangan. Pikiran manusia tahu bagaimana harus menyesuaikan diri dengan orang lain. kita dibuat ingin sejalan dengan kebanyakan orang lain.
Oleh karena itu kita sering melihat betapa besarnya pengaruh lingkungan pertemanan dengan pengembangan diri seseorang. Oleh karena itu, mau jadi sukses bergaullah dengan orang yang lebih sukses dari kita sehingga kita bisa mempelajari pandangan mereka dan ikut juga melakukan kebiasaan yang membawa mereka menjadi sukses. Begitu juga sebaliknya.
Jadi bijaklah dalam memilih komunitas Anda.
PS: Disadur dan diterjemahkan dari buku Atomic Habits - James Clear.
Sunday, June 18, 2023
Proses membuat kemajuan.
Ini adalah salah satu alasan orang gagal membuat perubahan. Pada saat mulai membuat beberapa perubahan kecil, tetapi tidak melihat hasil nyata, lalu memutuskan berhenti.
"Aku sudah lari pagi setiap hari selama sebulan, tetapi kenapa aku tidak melihat perubahan apapun pada tubuhku?"
"Aku sudah mencoba apa yang sudah diajarkan sebanyak tiga kali, tetapi tidak closing".
"Aku sudah mengganti pola makan seperti yang dianjurkan selama 2 minggu, tetapi tidak ada kemajuan kesembuhan sakitku."
Begitu pikiran seperti ini berkuasa, langkah berikutnya adalah berhenti dari apa yang sudah dimulai.
Menurut buku "Atomic Habits" - James Clear, agar mendapatkan perubahan yang bermakna, kebiasaan perlu dipertahankan cukup lama untuk menerobos "Dataran Potensi Laten", baru bisa membawa perubahan.
Bayangkan sebuah balok es diletakan di meja. Temperatur saat ini -3,5 derajat celcius. Meskipun pelan, ruangan mulai menghangat, -3, -2.5, -2, -1.5, -1, -0.5, masih belum terjadi apa-apa, kemudian 0 derajat. Es mulai meleleh. Kenaikan temperatur setengah derajat tidak berbeda dari kenaikan temperatur sebelumnya, tetapi yang terakhir memicu perubahan besar.
Peristiwa terobosan sering kali terjadi akibat banyak aksi sebelumnya, yang menghimpun potensi sampai cukup untuk memicu perubahan besar. Pola ini terjadi di mana-mana, termasuk Kanker, yang menghabiskan 80% hidupnya tanpa ketahuan, dan tiba-tiba menguasai seluruh tubuh dalam hitungan bulan. Bambu hampir tidak terlihat selama 5 tahun pertama hidupnya, karena sibuk membangun sistem akar yang kukuh di bawah tanah sebelum menjulang puluhan meter ke udara dalam rentang 6 minggu.
Kita sering berharap kemajuan berlangsung secara linear, cepat. Kenyataannya sering kali tertunda. Baru setelah berbulan2 atau bertahun2 kemudian baru merasakan kerja keras yang dijalani sebelumnya. Situasi ini dapat menimbulkan kekecewaan, merasa putus asa dan menyerah. Bagaimanapun, usaha itu tidak sia-sia, hanya ditabung. Mungkin agak lama kemudian, nilai usaha2 terdahulu baru mendatangkan hasil. Bersabarlah dalam berproses.
PS: Tersinpirasi dan disadur dari Buku Atomic Habits - James Clear.
"Aku sudah lari pagi setiap hari selama sebulan, tetapi kenapa aku tidak melihat perubahan apapun pada tubuhku?"
"Aku sudah mencoba apa yang sudah diajarkan sebanyak tiga kali, tetapi tidak closing".
"Aku sudah mengganti pola makan seperti yang dianjurkan selama 2 minggu, tetapi tidak ada kemajuan kesembuhan sakitku."
Begitu pikiran seperti ini berkuasa, langkah berikutnya adalah berhenti dari apa yang sudah dimulai.
Menurut buku "Atomic Habits" - James Clear, agar mendapatkan perubahan yang bermakna, kebiasaan perlu dipertahankan cukup lama untuk menerobos "Dataran Potensi Laten", baru bisa membawa perubahan.
Bayangkan sebuah balok es diletakan di meja. Temperatur saat ini -3,5 derajat celcius. Meskipun pelan, ruangan mulai menghangat, -3, -2.5, -2, -1.5, -1, -0.5, masih belum terjadi apa-apa, kemudian 0 derajat. Es mulai meleleh. Kenaikan temperatur setengah derajat tidak berbeda dari kenaikan temperatur sebelumnya, tetapi yang terakhir memicu perubahan besar.
Peristiwa terobosan sering kali terjadi akibat banyak aksi sebelumnya, yang menghimpun potensi sampai cukup untuk memicu perubahan besar. Pola ini terjadi di mana-mana, termasuk Kanker, yang menghabiskan 80% hidupnya tanpa ketahuan, dan tiba-tiba menguasai seluruh tubuh dalam hitungan bulan. Bambu hampir tidak terlihat selama 5 tahun pertama hidupnya, karena sibuk membangun sistem akar yang kukuh di bawah tanah sebelum menjulang puluhan meter ke udara dalam rentang 6 minggu.
Kita sering berharap kemajuan berlangsung secara linear, cepat. Kenyataannya sering kali tertunda. Baru setelah berbulan2 atau bertahun2 kemudian baru merasakan kerja keras yang dijalani sebelumnya. Situasi ini dapat menimbulkan kekecewaan, merasa putus asa dan menyerah. Bagaimanapun, usaha itu tidak sia-sia, hanya ditabung. Mungkin agak lama kemudian, nilai usaha2 terdahulu baru mendatangkan hasil. Bersabarlah dalam berproses.
PS: Tersinpirasi dan disadur dari Buku Atomic Habits - James Clear.
Saturday, June 10, 2023
Menjalin Hubungan dengan Teman, Keluarga Vs Client.
Apa artinya menjalin suatu hubungan? Jalinan hubungan memiliki arti yang sangat luas. Seseorang bisa memiliki hubungan yang romantis dan non romantis. Bahkan, hubungan yang dimiliki seseorang dengan orang lain bisa berjalan positif hingga negatif.
Ada yang bilang Hubungan itu bisa menjadi tidak murni, Jika satu pihak ingin mengambil keuntungan dari pihak yang lain. Misal: si calon client akan dibaik-baikin supaya mau menjadi nasabah, seperti istilah ada udang dibalik batu.
Ada yang bilang jika kita memiliki client bisnis yang merupakan teman atau keluarga kita - nanti hubungannya bisa menjadi runyam. Hal seperti ini bisa runyam atau tidak, tergantung bagaimana memelihara hubungan tersebut.
Pandangan-pandangan tersebut tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena terjadi dalam kehidupan real. Namun, apakah itu juga menjadi Nyata dalam kehidupan Anda, tergantung bagaimana anda memerankannya.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam Dunia Layanan Asuransi, saya berusaha untuk mengerti, mempelajari dan mepraktekannya - Kuncinya adalah Melayani dengan Tulus, terlepas hasilnya "Deal" atau "No Deal".
Apapun yang kita kerjakan orang akan merasakan Niatnya kita, baik itu secara pura-pura atau tidak. Hubungan apapun akan berjalan baik, jika kita melayani dengan Baik dan Tulus Hati.
Ada yang bilang Hubungan itu bisa menjadi tidak murni, Jika satu pihak ingin mengambil keuntungan dari pihak yang lain. Misal: si calon client akan dibaik-baikin supaya mau menjadi nasabah, seperti istilah ada udang dibalik batu.
Ada yang bilang jika kita memiliki client bisnis yang merupakan teman atau keluarga kita - nanti hubungannya bisa menjadi runyam. Hal seperti ini bisa runyam atau tidak, tergantung bagaimana memelihara hubungan tersebut.
Pandangan-pandangan tersebut tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena terjadi dalam kehidupan real. Namun, apakah itu juga menjadi Nyata dalam kehidupan Anda, tergantung bagaimana anda memerankannya.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam Dunia Layanan Asuransi, saya berusaha untuk mengerti, mempelajari dan mepraktekannya - Kuncinya adalah Melayani dengan Tulus, terlepas hasilnya "Deal" atau "No Deal".
Apapun yang kita kerjakan orang akan merasakan Niatnya kita, baik itu secara pura-pura atau tidak. Hubungan apapun akan berjalan baik, jika kita melayani dengan Baik dan Tulus Hati.
Sunday, June 04, 2023
What doesn't kill you make you stronger?
The day when I left the corporate world. Hari terakhir bulan May 2016, saya meninggalkan pekerjaan di dunia korporasi untuk alasan pribadi.
Ada perasaan tidak pasti tentang masa depan, namun juga excited apa yang akan muncul di masa depan. Dengan keberanian dan sedikit iman memutuskan untuk menapakinya..
Lima tahun kemudian, Tepat sekali, Semuanya yang sudah dilewati tidak sesuai dengan Rencana dan Keinginan saya. Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan, perkataan ini benar adanya.
Banyak rintangan, dan juga kejadian yang hampir membuat saya ingin menyerah, bahkan sampai menyerah pada kehidupan, literally benar-benar menyerah.
Namun, berkat kejadian itu pula membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Dan menjadi mengerti frasa ini: “WHAT DOESN'T KILL YOU MAKE YOU STRONGER”.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita jatuh, tapi siapa yang tidak pernah jatuh? Kehidupan ini bukan tentang bisa tetap berdiri, tidak pernah jatuh atau pernah jatuh, Tapi Ini adalah tentang Ketika Jatuh, apakah kamu berani untuk berdiri, perbaiki diri dan coba lagi?
So what's your story?😉
Ada perasaan tidak pasti tentang masa depan, namun juga excited apa yang akan muncul di masa depan. Dengan keberanian dan sedikit iman memutuskan untuk menapakinya..
Lima tahun kemudian, Tepat sekali, Semuanya yang sudah dilewati tidak sesuai dengan Rencana dan Keinginan saya. Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan, perkataan ini benar adanya.
Banyak rintangan, dan juga kejadian yang hampir membuat saya ingin menyerah, bahkan sampai menyerah pada kehidupan, literally benar-benar menyerah.
Namun, berkat kejadian itu pula membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Dan menjadi mengerti frasa ini: “WHAT DOESN'T KILL YOU MAKE YOU STRONGER”.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita jatuh, tapi siapa yang tidak pernah jatuh? Kehidupan ini bukan tentang bisa tetap berdiri, tidak pernah jatuh atau pernah jatuh, Tapi Ini adalah tentang Ketika Jatuh, apakah kamu berani untuk berdiri, perbaiki diri dan coba lagi?
So what's your story?😉
Wednesday, May 31, 2023
Apa arti kata Pensiun?
Dalam suatu diskusi dengan seorang nasabah, yang juga merupakan seorang teman, sampai pada topik mengenai Pensiun.
Memang agak sensitif ketika menyinggung mengenai topik ini, karena menyangkut penerimaan kondisi bahwa kalau pensiun sudah tidak menghasilkan gaji karena yang bersangkutan adalah karyawan.
Saya juga melihat contoh yang nyata mengenai pensiun, ayah saya juga seorang karyawan. Ketika beliau pensiun tepat pada saat saya lulus kuliah S1, tetapi perubahan itu tidak membuatnya bingung. Karena ibu saya memiliki Toko, lalu ayah saya membantu Ibu saya bekerja di toko.
Tetapi permasalahan dimulai ketika Ibu saya meninggal dunia, ayah saya merasa tidak dapat mengerjakan apa-apa, lalu mulai stress dan mengalami depresi. Hal ini wajar terjadi di usia senja, dan jika tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan Dementia (Pikun).
Namun, Puji Tuhan Ayah saya berhasil melewati tahap sulit itu. Beliau bisa mandiri kembali sampai saat ini akan berusia 80 tahun di bulan Juli tahun ini. Apa rahasianya?
Tujuan hidup, Ya karena Ayah saya memiliki Tujuan Hidup itu yang membuat dia tetap menjaga pola makan hidup sehat dan berolah raga setiap hari. Lalu mencari aktivitas yang selalu membuatnya aktif. Dan untungnya Ibu saya adalah orang yang rajin menabung, sehingga biaya hidup Ayah saya tidak membebani Anak-anaknya (Bukan Generasi Sandwich).
Pelajaran yang dapat saya petik adalah walau pensiun bukan berarti tidak mengerjakan apa-apa, harus tetap punya Tujuan Hidup. Mulailah merencanakan keuangan untuk pensiun di masa muda, supaya di masa senja tidak membebani keturunan berikutnya. Hidup nyaman & bahagia!
Memang agak sensitif ketika menyinggung mengenai topik ini, karena menyangkut penerimaan kondisi bahwa kalau pensiun sudah tidak menghasilkan gaji karena yang bersangkutan adalah karyawan.
Saya juga melihat contoh yang nyata mengenai pensiun, ayah saya juga seorang karyawan. Ketika beliau pensiun tepat pada saat saya lulus kuliah S1, tetapi perubahan itu tidak membuatnya bingung. Karena ibu saya memiliki Toko, lalu ayah saya membantu Ibu saya bekerja di toko.
Tetapi permasalahan dimulai ketika Ibu saya meninggal dunia, ayah saya merasa tidak dapat mengerjakan apa-apa, lalu mulai stress dan mengalami depresi. Hal ini wajar terjadi di usia senja, dan jika tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan Dementia (Pikun).
Namun, Puji Tuhan Ayah saya berhasil melewati tahap sulit itu. Beliau bisa mandiri kembali sampai saat ini akan berusia 80 tahun di bulan Juli tahun ini. Apa rahasianya?
Tujuan hidup, Ya karena Ayah saya memiliki Tujuan Hidup itu yang membuat dia tetap menjaga pola makan hidup sehat dan berolah raga setiap hari. Lalu mencari aktivitas yang selalu membuatnya aktif. Dan untungnya Ibu saya adalah orang yang rajin menabung, sehingga biaya hidup Ayah saya tidak membebani Anak-anaknya (Bukan Generasi Sandwich).
Pelajaran yang dapat saya petik adalah walau pensiun bukan berarti tidak mengerjakan apa-apa, harus tetap punya Tujuan Hidup. Mulailah merencanakan keuangan untuk pensiun di masa muda, supaya di masa senja tidak membebani keturunan berikutnya. Hidup nyaman & bahagia!
Wednesday, May 24, 2023
Banyak pekerjaan yang hilang, so what?
Dengan perubahan zaman dan teknologi, tidak dapat dipungkiri akan mempengaruhi banyak aspek kehidupan, seperti kebutuhan maupun pekerjaan.
Saya masih ingat waktu masih SD pernah ditugaskan untuk menulis surat dan pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat tersebut. Dari sana saya mengenal yang namanya Perangko.
Lalu juga pernah ditugaskan ke Bank untuk membuka rekening saat itu namanya Bank Exim (Sekarang sudah merger menjadi Bank Mandiri), untuk belajar menabung.
Sekarang untuk mengirimkan informasi hanya sebatas ujung jari, mau melakukan transaksi perbankan pun hanya hanya tinggal buka gadget. Dulu ramai-ramai pergi ke taman baca, sekarang kalau mau pergi ke kafe/restoran yang dicari adalah Wi-Fi.
Dengan perubahan zaman memang banyak pekerjaan yang akan hilang (seperti dalam gambar) karena tidak dibutuhkan lagi, namun juga banyak pekerjaan baru yang muncul:
- Content Creator
- Digital Marketing
- Sales Online
- Data Scientist
- Konsultan keuangan
- Manajer Avatar
- Kurator Digital
- Konsultasi Kesejahteraan Lansia
- Solar Technology Specialist
- Asisten/Konsultan Robot
Artinya perubahan akan selalu ada, tapi bukan untuk dikhawatirkan, justru kita juga harus ikut beradaptasi dan meningkatkan keahlian supaya bisa mengikuti perubahan itu dan Tetap Relevan di Dunia Kerja. 😊😉🙂
Saya masih ingat waktu masih SD pernah ditugaskan untuk menulis surat dan pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat tersebut. Dari sana saya mengenal yang namanya Perangko.
Lalu juga pernah ditugaskan ke Bank untuk membuka rekening saat itu namanya Bank Exim (Sekarang sudah merger menjadi Bank Mandiri), untuk belajar menabung.
Sekarang untuk mengirimkan informasi hanya sebatas ujung jari, mau melakukan transaksi perbankan pun hanya hanya tinggal buka gadget. Dulu ramai-ramai pergi ke taman baca, sekarang kalau mau pergi ke kafe/restoran yang dicari adalah Wi-Fi.
Dengan perubahan zaman memang banyak pekerjaan yang akan hilang (seperti dalam gambar) karena tidak dibutuhkan lagi, namun juga banyak pekerjaan baru yang muncul:
- Content Creator
- Digital Marketing
- Sales Online
- Data Scientist
- Konsultan keuangan
- Manajer Avatar
- Kurator Digital
- Konsultasi Kesejahteraan Lansia
- Solar Technology Specialist
- Asisten/Konsultan Robot
Artinya perubahan akan selalu ada, tapi bukan untuk dikhawatirkan, justru kita juga harus ikut beradaptasi dan meningkatkan keahlian supaya bisa mengikuti perubahan itu dan Tetap Relevan di Dunia Kerja. 😊😉🙂
Tuesday, May 16, 2023
Work hard Vs Work smart.
Orang suka mengatakan "Makanya Work Smart dong, jangan Work Hard". Terutama mungkin pada saat melihat orang sedang lembur.
Akhir-akhir ini saya mencoba memikirkan kembali kata-kata ini. Mencoba melihat dari sudut pandang orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata ini.
Kalau dalam Framework IT Governance Tahap Optimisasi itu selalu adalah proses yang terakhir, artinya tahap awal-awal adalah pendefinisian dan penerapan. Setelah itu dievaluasi, baru bisa dioptimisasi.
Jika memakai Framework yang sama, jadi seseorang harus coba mengerjakannya dulu, Work Hard. Setelah itu baru bisa dievaluasi dan menciptakan cara mengerjakan yang lebih Smart.
So Work Hard first, then Work Smart - Bagaimana pendapat teman-teman?
Akhir-akhir ini saya mencoba memikirkan kembali kata-kata ini. Mencoba melihat dari sudut pandang orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata ini.
Kalau dalam Framework IT Governance Tahap Optimisasi itu selalu adalah proses yang terakhir, artinya tahap awal-awal adalah pendefinisian dan penerapan. Setelah itu dievaluasi, baru bisa dioptimisasi.
Jika memakai Framework yang sama, jadi seseorang harus coba mengerjakannya dulu, Work Hard. Setelah itu baru bisa dievaluasi dan menciptakan cara mengerjakan yang lebih Smart.
So Work Hard first, then Work Smart - Bagaimana pendapat teman-teman?
Saturday, May 06, 2023
Permasalahan dengan Waktu.
Waktu adalah komoditas paling berharga dalam hidup. Setiap dari kita memiliki waktu yang sama, 86.400 detik - Tidak ada seorang pun mendapat lebih atau kurang setiap harinya. Waktu yang diberikan tidak bisa ditabungkan untuk hari esok, dan harus dihabiskan dalam sehari. Oleh karena itu kita harus menentukan pilihan yang tepat dalam menggunakan waktu tersebut.
Sering kali kita berpikir bahwa kita tidak punya pilihan dalam menentukan prioritas dalam menggunakan waktu kita - seperti karena Deadline dan Meeting, kita sangat fokus dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk hal-hal lain, seperti ambil raport anak, nonton performance atau pertandingan anak, dan lain-lain. Kita berpikir bahwa pekerjaan itu tidak bisa ditunda atau didelegasikan.
Bahkan seringkali kita juga lupa, kita harus menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran tubuh fisik kita, seperti olah raga, istirahat dan asupan yang cukup, serta kebutuhan Mental dan spiritual juga harus dipenuhi.
Namun, ketika terjadi sakit maka sepertinya semua terhenti. Pekerjaan kita pun bisa digantikan oleh orang lain. Tiba-tiba kita punya waktu untuk istirahat, dan punya waktu untuk pergi medical check up, dan konsultasi kepada ahlinya. Punya waktu untuk ketemu keluarga di rumah, walau dalam kondisi tidak prima.
Sungguh sangat disayangkan, terkadang kesadaran datang di akhir. Oleh karena itu selagi punya waktu, buat pilihan yang bijak untuk diri dan keluarga, Hidup seimbang!
Sering kali kita berpikir bahwa kita tidak punya pilihan dalam menentukan prioritas dalam menggunakan waktu kita - seperti karena Deadline dan Meeting, kita sangat fokus dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk hal-hal lain, seperti ambil raport anak, nonton performance atau pertandingan anak, dan lain-lain. Kita berpikir bahwa pekerjaan itu tidak bisa ditunda atau didelegasikan.
Bahkan seringkali kita juga lupa, kita harus menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran tubuh fisik kita, seperti olah raga, istirahat dan asupan yang cukup, serta kebutuhan Mental dan spiritual juga harus dipenuhi.
Namun, ketika terjadi sakit maka sepertinya semua terhenti. Pekerjaan kita pun bisa digantikan oleh orang lain. Tiba-tiba kita punya waktu untuk istirahat, dan punya waktu untuk pergi medical check up, dan konsultasi kepada ahlinya. Punya waktu untuk ketemu keluarga di rumah, walau dalam kondisi tidak prima.
Sungguh sangat disayangkan, terkadang kesadaran datang di akhir. Oleh karena itu selagi punya waktu, buat pilihan yang bijak untuk diri dan keluarga, Hidup seimbang!
Tuesday, April 11, 2023
Tentang Berbagi?
Membagikan Pengetahuan adalah Aktivitas saling menukarkan informasi, keahlian dan keterampilan dalam hubungan sesama manusia.
Umumnya aktivitas membagikan suatu komoditas fisik menyebabkan adanya pengurangan jumlah komoditas tersebut.
Namun, berbeda halnya dengan membagikan pengetahuan. Semakin suatu pengetahuan dibagikan maka semakin banyak orang yang mengetahuinya.
Apalagi dalam era teknologi informasi yang semakin maju, membagikan pengetahuan sangatlah mudah, dan ini bisa menjadi pedang bermata dua, Positif atau Negatif.
Buatlah pilihan yang bijak pengetahuan yang mana hendak Anda bagikan. 😉😉😉
Umumnya aktivitas membagikan suatu komoditas fisik menyebabkan adanya pengurangan jumlah komoditas tersebut.
Namun, berbeda halnya dengan membagikan pengetahuan. Semakin suatu pengetahuan dibagikan maka semakin banyak orang yang mengetahuinya.
Apalagi dalam era teknologi informasi yang semakin maju, membagikan pengetahuan sangatlah mudah, dan ini bisa menjadi pedang bermata dua, Positif atau Negatif.
Buatlah pilihan yang bijak pengetahuan yang mana hendak Anda bagikan. 😉😉😉
Thursday, April 06, 2023
Arti Tanah Merah.
Dalam seminggu ini saya mengadakan perjalanan pulang ke kampung, ini adalah acara Tahunan - 清明节 (Pin Yin: Qing Ming Jie), Ritual Etnis Tionghoa untuk berziarah ke kuburan keluarga dan leluhur.
Kampung Halaman ada di Rengat, Riau - biasanya Naik pesawat dari Jakarta ke Pekan Baru, lalu lewat jalan darat lebih kurang 4 jam. Di sepanjang jalan banyak mengembalikan kenangan2 masa kecil dulu hehe..
Salah satu pemandangan yang unik adalah warna tanah di sekitar kampung halaman yaitu Merah. Berbeda pemandangan jika melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, yang selalu terlihat sawah terbentang, dan padang hijau.
Jika melihat tanah merah, pikiran langsung terasosiasi bahwa tanahnya tidak subur. Namun, saya teringat akan perkataan Seorang Petinggi, waktu saya masih bertugas jadi External Auditor di salah satu Perusahaan Energi di daerah itu - "There must be something in that infertile soil". Ya benar saja, karena daerah Riau terkenal dengan pertambangan Minyak dan Gas bumi. 😁
Perkataan itu juga mengingatkan saya bahwa terkadang Sesuatu atau kejadian yang buruk itu tidak sepenuhnya Buruk, dalam segala Otoritas Sang Pencipta Langit dan Bumi, pasti punya Rancangan yang baik dan sempurna untuk Umat Manusia.
Keep Fighting & Keep Believing! 😊🙂😄
Kampung Halaman ada di Rengat, Riau - biasanya Naik pesawat dari Jakarta ke Pekan Baru, lalu lewat jalan darat lebih kurang 4 jam. Di sepanjang jalan banyak mengembalikan kenangan2 masa kecil dulu hehe..
Salah satu pemandangan yang unik adalah warna tanah di sekitar kampung halaman yaitu Merah. Berbeda pemandangan jika melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, yang selalu terlihat sawah terbentang, dan padang hijau.
Jika melihat tanah merah, pikiran langsung terasosiasi bahwa tanahnya tidak subur. Namun, saya teringat akan perkataan Seorang Petinggi, waktu saya masih bertugas jadi External Auditor di salah satu Perusahaan Energi di daerah itu - "There must be something in that infertile soil". Ya benar saja, karena daerah Riau terkenal dengan pertambangan Minyak dan Gas bumi. 😁
Perkataan itu juga mengingatkan saya bahwa terkadang Sesuatu atau kejadian yang buruk itu tidak sepenuhnya Buruk, dalam segala Otoritas Sang Pencipta Langit dan Bumi, pasti punya Rancangan yang baik dan sempurna untuk Umat Manusia.
Keep Fighting & Keep Believing! 😊🙂😄
Subscribe to:
Posts (Atom)



















