Ini adalah salah satu alasan orang gagal membuat perubahan. Pada saat mulai membuat beberapa perubahan kecil, tetapi tidak melihat hasil nyata, lalu memutuskan berhenti.
"Aku sudah lari pagi setiap hari selama sebulan, tetapi kenapa aku tidak melihat perubahan apapun pada tubuhku?"
"Aku sudah mencoba apa yang sudah diajarkan sebanyak tiga kali, tetapi tidak closing".
"Aku sudah mengganti pola makan seperti yang dianjurkan selama 2 minggu, tetapi tidak ada kemajuan kesembuhan sakitku."
Begitu pikiran seperti ini berkuasa, langkah berikutnya adalah berhenti dari apa yang sudah dimulai.
Menurut buku "Atomic Habits" - James Clear, agar mendapatkan perubahan yang bermakna, kebiasaan perlu dipertahankan cukup lama untuk menerobos "Dataran Potensi Laten", baru bisa membawa perubahan.
Bayangkan sebuah balok es diletakan di meja. Temperatur saat ini -3,5 derajat celcius. Meskipun pelan, ruangan mulai menghangat, -3, -2.5, -2, -1.5, -1, -0.5, masih belum terjadi apa-apa, kemudian 0 derajat. Es mulai meleleh. Kenaikan temperatur setengah derajat tidak berbeda dari kenaikan temperatur sebelumnya, tetapi yang terakhir memicu perubahan besar.
Peristiwa terobosan sering kali terjadi akibat banyak aksi sebelumnya, yang menghimpun potensi sampai cukup untuk memicu perubahan besar. Pola ini terjadi di mana-mana, termasuk Kanker, yang menghabiskan 80% hidupnya tanpa ketahuan, dan tiba-tiba menguasai seluruh tubuh dalam hitungan bulan. Bambu hampir tidak terlihat selama 5 tahun pertama hidupnya, karena sibuk membangun sistem akar yang kukuh di bawah tanah sebelum menjulang puluhan meter ke udara dalam rentang 6 minggu.
Kita sering berharap kemajuan berlangsung secara linear, cepat. Kenyataannya sering kali tertunda. Baru setelah berbulan2 atau bertahun2 kemudian baru merasakan kerja keras yang dijalani sebelumnya. Situasi ini dapat menimbulkan kekecewaan, merasa putus asa dan menyerah. Bagaimanapun, usaha itu tidak sia-sia, hanya ditabung. Mungkin agak lama kemudian, nilai usaha2 terdahulu baru mendatangkan hasil. Bersabarlah dalam berproses.
PS: Tersinpirasi dan disadur dari Buku Atomic Habits - James Clear.
Sunday, June 18, 2023
Saturday, June 10, 2023
Menjalin Hubungan dengan Teman, Keluarga Vs Client.
Apa artinya menjalin suatu hubungan? Jalinan hubungan memiliki arti yang sangat luas. Seseorang bisa memiliki hubungan yang romantis dan non romantis. Bahkan, hubungan yang dimiliki seseorang dengan orang lain bisa berjalan positif hingga negatif.
Ada yang bilang Hubungan itu bisa menjadi tidak murni, Jika satu pihak ingin mengambil keuntungan dari pihak yang lain. Misal: si calon client akan dibaik-baikin supaya mau menjadi nasabah, seperti istilah ada udang dibalik batu.
Ada yang bilang jika kita memiliki client bisnis yang merupakan teman atau keluarga kita - nanti hubungannya bisa menjadi runyam. Hal seperti ini bisa runyam atau tidak, tergantung bagaimana memelihara hubungan tersebut.
Pandangan-pandangan tersebut tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena terjadi dalam kehidupan real. Namun, apakah itu juga menjadi Nyata dalam kehidupan Anda, tergantung bagaimana anda memerankannya.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam Dunia Layanan Asuransi, saya berusaha untuk mengerti, mempelajari dan mepraktekannya - Kuncinya adalah Melayani dengan Tulus, terlepas hasilnya "Deal" atau "No Deal".
Apapun yang kita kerjakan orang akan merasakan Niatnya kita, baik itu secara pura-pura atau tidak. Hubungan apapun akan berjalan baik, jika kita melayani dengan Baik dan Tulus Hati.
Ada yang bilang Hubungan itu bisa menjadi tidak murni, Jika satu pihak ingin mengambil keuntungan dari pihak yang lain. Misal: si calon client akan dibaik-baikin supaya mau menjadi nasabah, seperti istilah ada udang dibalik batu.
Ada yang bilang jika kita memiliki client bisnis yang merupakan teman atau keluarga kita - nanti hubungannya bisa menjadi runyam. Hal seperti ini bisa runyam atau tidak, tergantung bagaimana memelihara hubungan tersebut.
Pandangan-pandangan tersebut tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena terjadi dalam kehidupan real. Namun, apakah itu juga menjadi Nyata dalam kehidupan Anda, tergantung bagaimana anda memerankannya.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam Dunia Layanan Asuransi, saya berusaha untuk mengerti, mempelajari dan mepraktekannya - Kuncinya adalah Melayani dengan Tulus, terlepas hasilnya "Deal" atau "No Deal".
Apapun yang kita kerjakan orang akan merasakan Niatnya kita, baik itu secara pura-pura atau tidak. Hubungan apapun akan berjalan baik, jika kita melayani dengan Baik dan Tulus Hati.
Sunday, June 04, 2023
What doesn't kill you make you stronger?
The day when I left the corporate world. Hari terakhir bulan May 2016, saya meninggalkan pekerjaan di dunia korporasi untuk alasan pribadi.
Ada perasaan tidak pasti tentang masa depan, namun juga excited apa yang akan muncul di masa depan. Dengan keberanian dan sedikit iman memutuskan untuk menapakinya..
Lima tahun kemudian, Tepat sekali, Semuanya yang sudah dilewati tidak sesuai dengan Rencana dan Keinginan saya. Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan, perkataan ini benar adanya.
Banyak rintangan, dan juga kejadian yang hampir membuat saya ingin menyerah, bahkan sampai menyerah pada kehidupan, literally benar-benar menyerah.
Namun, berkat kejadian itu pula membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Dan menjadi mengerti frasa ini: “WHAT DOESN'T KILL YOU MAKE YOU STRONGER”.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita jatuh, tapi siapa yang tidak pernah jatuh? Kehidupan ini bukan tentang bisa tetap berdiri, tidak pernah jatuh atau pernah jatuh, Tapi Ini adalah tentang Ketika Jatuh, apakah kamu berani untuk berdiri, perbaiki diri dan coba lagi?
So what's your story?😉
Ada perasaan tidak pasti tentang masa depan, namun juga excited apa yang akan muncul di masa depan. Dengan keberanian dan sedikit iman memutuskan untuk menapakinya..
Lima tahun kemudian, Tepat sekali, Semuanya yang sudah dilewati tidak sesuai dengan Rencana dan Keinginan saya. Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan, perkataan ini benar adanya.
Banyak rintangan, dan juga kejadian yang hampir membuat saya ingin menyerah, bahkan sampai menyerah pada kehidupan, literally benar-benar menyerah.
Namun, berkat kejadian itu pula membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya. Dan menjadi mengerti frasa ini: “WHAT DOESN'T KILL YOU MAKE YOU STRONGER”.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita jatuh, tapi siapa yang tidak pernah jatuh? Kehidupan ini bukan tentang bisa tetap berdiri, tidak pernah jatuh atau pernah jatuh, Tapi Ini adalah tentang Ketika Jatuh, apakah kamu berani untuk berdiri, perbaiki diri dan coba lagi?
So what's your story?😉
Wednesday, May 31, 2023
Apa arti kata Pensiun?
Dalam suatu diskusi dengan seorang nasabah, yang juga merupakan seorang teman, sampai pada topik mengenai Pensiun.
Memang agak sensitif ketika menyinggung mengenai topik ini, karena menyangkut penerimaan kondisi bahwa kalau pensiun sudah tidak menghasilkan gaji karena yang bersangkutan adalah karyawan.
Saya juga melihat contoh yang nyata mengenai pensiun, ayah saya juga seorang karyawan. Ketika beliau pensiun tepat pada saat saya lulus kuliah S1, tetapi perubahan itu tidak membuatnya bingung. Karena ibu saya memiliki Toko, lalu ayah saya membantu Ibu saya bekerja di toko.
Tetapi permasalahan dimulai ketika Ibu saya meninggal dunia, ayah saya merasa tidak dapat mengerjakan apa-apa, lalu mulai stress dan mengalami depresi. Hal ini wajar terjadi di usia senja, dan jika tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan Dementia (Pikun).
Namun, Puji Tuhan Ayah saya berhasil melewati tahap sulit itu. Beliau bisa mandiri kembali sampai saat ini akan berusia 80 tahun di bulan Juli tahun ini. Apa rahasianya?
Tujuan hidup, Ya karena Ayah saya memiliki Tujuan Hidup itu yang membuat dia tetap menjaga pola makan hidup sehat dan berolah raga setiap hari. Lalu mencari aktivitas yang selalu membuatnya aktif. Dan untungnya Ibu saya adalah orang yang rajin menabung, sehingga biaya hidup Ayah saya tidak membebani Anak-anaknya (Bukan Generasi Sandwich).
Pelajaran yang dapat saya petik adalah walau pensiun bukan berarti tidak mengerjakan apa-apa, harus tetap punya Tujuan Hidup. Mulailah merencanakan keuangan untuk pensiun di masa muda, supaya di masa senja tidak membebani keturunan berikutnya. Hidup nyaman & bahagia!
Memang agak sensitif ketika menyinggung mengenai topik ini, karena menyangkut penerimaan kondisi bahwa kalau pensiun sudah tidak menghasilkan gaji karena yang bersangkutan adalah karyawan.
Saya juga melihat contoh yang nyata mengenai pensiun, ayah saya juga seorang karyawan. Ketika beliau pensiun tepat pada saat saya lulus kuliah S1, tetapi perubahan itu tidak membuatnya bingung. Karena ibu saya memiliki Toko, lalu ayah saya membantu Ibu saya bekerja di toko.
Tetapi permasalahan dimulai ketika Ibu saya meninggal dunia, ayah saya merasa tidak dapat mengerjakan apa-apa, lalu mulai stress dan mengalami depresi. Hal ini wajar terjadi di usia senja, dan jika tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan Dementia (Pikun).
Namun, Puji Tuhan Ayah saya berhasil melewati tahap sulit itu. Beliau bisa mandiri kembali sampai saat ini akan berusia 80 tahun di bulan Juli tahun ini. Apa rahasianya?
Tujuan hidup, Ya karena Ayah saya memiliki Tujuan Hidup itu yang membuat dia tetap menjaga pola makan hidup sehat dan berolah raga setiap hari. Lalu mencari aktivitas yang selalu membuatnya aktif. Dan untungnya Ibu saya adalah orang yang rajin menabung, sehingga biaya hidup Ayah saya tidak membebani Anak-anaknya (Bukan Generasi Sandwich).
Pelajaran yang dapat saya petik adalah walau pensiun bukan berarti tidak mengerjakan apa-apa, harus tetap punya Tujuan Hidup. Mulailah merencanakan keuangan untuk pensiun di masa muda, supaya di masa senja tidak membebani keturunan berikutnya. Hidup nyaman & bahagia!
Wednesday, May 24, 2023
Banyak pekerjaan yang hilang, so what?
Dengan perubahan zaman dan teknologi, tidak dapat dipungkiri akan mempengaruhi banyak aspek kehidupan, seperti kebutuhan maupun pekerjaan.
Saya masih ingat waktu masih SD pernah ditugaskan untuk menulis surat dan pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat tersebut. Dari sana saya mengenal yang namanya Perangko.
Lalu juga pernah ditugaskan ke Bank untuk membuka rekening saat itu namanya Bank Exim (Sekarang sudah merger menjadi Bank Mandiri), untuk belajar menabung.
Sekarang untuk mengirimkan informasi hanya sebatas ujung jari, mau melakukan transaksi perbankan pun hanya hanya tinggal buka gadget. Dulu ramai-ramai pergi ke taman baca, sekarang kalau mau pergi ke kafe/restoran yang dicari adalah Wi-Fi.
Dengan perubahan zaman memang banyak pekerjaan yang akan hilang (seperti dalam gambar) karena tidak dibutuhkan lagi, namun juga banyak pekerjaan baru yang muncul:
- Content Creator
- Digital Marketing
- Sales Online
- Data Scientist
- Konsultan keuangan
- Manajer Avatar
- Kurator Digital
- Konsultasi Kesejahteraan Lansia
- Solar Technology Specialist
- Asisten/Konsultan Robot
Artinya perubahan akan selalu ada, tapi bukan untuk dikhawatirkan, justru kita juga harus ikut beradaptasi dan meningkatkan keahlian supaya bisa mengikuti perubahan itu dan Tetap Relevan di Dunia Kerja. 😊😉🙂
Saya masih ingat waktu masih SD pernah ditugaskan untuk menulis surat dan pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat tersebut. Dari sana saya mengenal yang namanya Perangko.
Lalu juga pernah ditugaskan ke Bank untuk membuka rekening saat itu namanya Bank Exim (Sekarang sudah merger menjadi Bank Mandiri), untuk belajar menabung.
Sekarang untuk mengirimkan informasi hanya sebatas ujung jari, mau melakukan transaksi perbankan pun hanya hanya tinggal buka gadget. Dulu ramai-ramai pergi ke taman baca, sekarang kalau mau pergi ke kafe/restoran yang dicari adalah Wi-Fi.
Dengan perubahan zaman memang banyak pekerjaan yang akan hilang (seperti dalam gambar) karena tidak dibutuhkan lagi, namun juga banyak pekerjaan baru yang muncul:
- Content Creator
- Digital Marketing
- Sales Online
- Data Scientist
- Konsultan keuangan
- Manajer Avatar
- Kurator Digital
- Konsultasi Kesejahteraan Lansia
- Solar Technology Specialist
- Asisten/Konsultan Robot
Artinya perubahan akan selalu ada, tapi bukan untuk dikhawatirkan, justru kita juga harus ikut beradaptasi dan meningkatkan keahlian supaya bisa mengikuti perubahan itu dan Tetap Relevan di Dunia Kerja. 😊😉🙂
Tuesday, May 16, 2023
Work hard Vs Work smart.
Orang suka mengatakan "Makanya Work Smart dong, jangan Work Hard". Terutama mungkin pada saat melihat orang sedang lembur.
Akhir-akhir ini saya mencoba memikirkan kembali kata-kata ini. Mencoba melihat dari sudut pandang orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata ini.
Kalau dalam Framework IT Governance Tahap Optimisasi itu selalu adalah proses yang terakhir, artinya tahap awal-awal adalah pendefinisian dan penerapan. Setelah itu dievaluasi, baru bisa dioptimisasi.
Jika memakai Framework yang sama, jadi seseorang harus coba mengerjakannya dulu, Work Hard. Setelah itu baru bisa dievaluasi dan menciptakan cara mengerjakan yang lebih Smart.
So Work Hard first, then Work Smart - Bagaimana pendapat teman-teman?
Akhir-akhir ini saya mencoba memikirkan kembali kata-kata ini. Mencoba melihat dari sudut pandang orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata ini.
Kalau dalam Framework IT Governance Tahap Optimisasi itu selalu adalah proses yang terakhir, artinya tahap awal-awal adalah pendefinisian dan penerapan. Setelah itu dievaluasi, baru bisa dioptimisasi.
Jika memakai Framework yang sama, jadi seseorang harus coba mengerjakannya dulu, Work Hard. Setelah itu baru bisa dievaluasi dan menciptakan cara mengerjakan yang lebih Smart.
So Work Hard first, then Work Smart - Bagaimana pendapat teman-teman?
Saturday, May 06, 2023
Permasalahan dengan Waktu.
Waktu adalah komoditas paling berharga dalam hidup. Setiap dari kita memiliki waktu yang sama, 86.400 detik - Tidak ada seorang pun mendapat lebih atau kurang setiap harinya. Waktu yang diberikan tidak bisa ditabungkan untuk hari esok, dan harus dihabiskan dalam sehari. Oleh karena itu kita harus menentukan pilihan yang tepat dalam menggunakan waktu tersebut.
Sering kali kita berpikir bahwa kita tidak punya pilihan dalam menentukan prioritas dalam menggunakan waktu kita - seperti karena Deadline dan Meeting, kita sangat fokus dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk hal-hal lain, seperti ambil raport anak, nonton performance atau pertandingan anak, dan lain-lain. Kita berpikir bahwa pekerjaan itu tidak bisa ditunda atau didelegasikan.
Bahkan seringkali kita juga lupa, kita harus menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran tubuh fisik kita, seperti olah raga, istirahat dan asupan yang cukup, serta kebutuhan Mental dan spiritual juga harus dipenuhi.
Namun, ketika terjadi sakit maka sepertinya semua terhenti. Pekerjaan kita pun bisa digantikan oleh orang lain. Tiba-tiba kita punya waktu untuk istirahat, dan punya waktu untuk pergi medical check up, dan konsultasi kepada ahlinya. Punya waktu untuk ketemu keluarga di rumah, walau dalam kondisi tidak prima.
Sungguh sangat disayangkan, terkadang kesadaran datang di akhir. Oleh karena itu selagi punya waktu, buat pilihan yang bijak untuk diri dan keluarga, Hidup seimbang!
Sering kali kita berpikir bahwa kita tidak punya pilihan dalam menentukan prioritas dalam menggunakan waktu kita - seperti karena Deadline dan Meeting, kita sangat fokus dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk hal-hal lain, seperti ambil raport anak, nonton performance atau pertandingan anak, dan lain-lain. Kita berpikir bahwa pekerjaan itu tidak bisa ditunda atau didelegasikan.
Bahkan seringkali kita juga lupa, kita harus menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran tubuh fisik kita, seperti olah raga, istirahat dan asupan yang cukup, serta kebutuhan Mental dan spiritual juga harus dipenuhi.
Namun, ketika terjadi sakit maka sepertinya semua terhenti. Pekerjaan kita pun bisa digantikan oleh orang lain. Tiba-tiba kita punya waktu untuk istirahat, dan punya waktu untuk pergi medical check up, dan konsultasi kepada ahlinya. Punya waktu untuk ketemu keluarga di rumah, walau dalam kondisi tidak prima.
Sungguh sangat disayangkan, terkadang kesadaran datang di akhir. Oleh karena itu selagi punya waktu, buat pilihan yang bijak untuk diri dan keluarga, Hidup seimbang!
Tuesday, April 11, 2023
Tentang Berbagi?
Membagikan Pengetahuan adalah Aktivitas saling menukarkan informasi, keahlian dan keterampilan dalam hubungan sesama manusia.
Umumnya aktivitas membagikan suatu komoditas fisik menyebabkan adanya pengurangan jumlah komoditas tersebut.
Namun, berbeda halnya dengan membagikan pengetahuan. Semakin suatu pengetahuan dibagikan maka semakin banyak orang yang mengetahuinya.
Apalagi dalam era teknologi informasi yang semakin maju, membagikan pengetahuan sangatlah mudah, dan ini bisa menjadi pedang bermata dua, Positif atau Negatif.
Buatlah pilihan yang bijak pengetahuan yang mana hendak Anda bagikan. 😉😉😉
Umumnya aktivitas membagikan suatu komoditas fisik menyebabkan adanya pengurangan jumlah komoditas tersebut.
Namun, berbeda halnya dengan membagikan pengetahuan. Semakin suatu pengetahuan dibagikan maka semakin banyak orang yang mengetahuinya.
Apalagi dalam era teknologi informasi yang semakin maju, membagikan pengetahuan sangatlah mudah, dan ini bisa menjadi pedang bermata dua, Positif atau Negatif.
Buatlah pilihan yang bijak pengetahuan yang mana hendak Anda bagikan. 😉😉😉
Thursday, April 06, 2023
Arti Tanah Merah.
Dalam seminggu ini saya mengadakan perjalanan pulang ke kampung, ini adalah acara Tahunan - 清明节 (Pin Yin: Qing Ming Jie), Ritual Etnis Tionghoa untuk berziarah ke kuburan keluarga dan leluhur.
Kampung Halaman ada di Rengat, Riau - biasanya Naik pesawat dari Jakarta ke Pekan Baru, lalu lewat jalan darat lebih kurang 4 jam. Di sepanjang jalan banyak mengembalikan kenangan2 masa kecil dulu hehe..
Salah satu pemandangan yang unik adalah warna tanah di sekitar kampung halaman yaitu Merah. Berbeda pemandangan jika melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, yang selalu terlihat sawah terbentang, dan padang hijau.
Jika melihat tanah merah, pikiran langsung terasosiasi bahwa tanahnya tidak subur. Namun, saya teringat akan perkataan Seorang Petinggi, waktu saya masih bertugas jadi External Auditor di salah satu Perusahaan Energi di daerah itu - "There must be something in that infertile soil". Ya benar saja, karena daerah Riau terkenal dengan pertambangan Minyak dan Gas bumi. 😁
Perkataan itu juga mengingatkan saya bahwa terkadang Sesuatu atau kejadian yang buruk itu tidak sepenuhnya Buruk, dalam segala Otoritas Sang Pencipta Langit dan Bumi, pasti punya Rancangan yang baik dan sempurna untuk Umat Manusia.
Keep Fighting & Keep Believing! 😊🙂😄
Kampung Halaman ada di Rengat, Riau - biasanya Naik pesawat dari Jakarta ke Pekan Baru, lalu lewat jalan darat lebih kurang 4 jam. Di sepanjang jalan banyak mengembalikan kenangan2 masa kecil dulu hehe..
Salah satu pemandangan yang unik adalah warna tanah di sekitar kampung halaman yaitu Merah. Berbeda pemandangan jika melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, yang selalu terlihat sawah terbentang, dan padang hijau.
Jika melihat tanah merah, pikiran langsung terasosiasi bahwa tanahnya tidak subur. Namun, saya teringat akan perkataan Seorang Petinggi, waktu saya masih bertugas jadi External Auditor di salah satu Perusahaan Energi di daerah itu - "There must be something in that infertile soil". Ya benar saja, karena daerah Riau terkenal dengan pertambangan Minyak dan Gas bumi. 😁
Perkataan itu juga mengingatkan saya bahwa terkadang Sesuatu atau kejadian yang buruk itu tidak sepenuhnya Buruk, dalam segala Otoritas Sang Pencipta Langit dan Bumi, pasti punya Rancangan yang baik dan sempurna untuk Umat Manusia.
Keep Fighting & Keep Believing! 😊🙂😄
Wednesday, March 22, 2023
Kemanusiaan untuk Dunia yang lebih baik.
Jacqueline Nyetipei Kiplimo melakukan sesuatu yang mengejutkan dunia selama Zheng-Kai Marathon tahun 2010. Ketika dia menyaksikan seorang peserta penyandang cacat yang diamputasi kedua tangannya, berjuang untuk minum air.
Alih-alih melihat momennya untuk berlari di depan atlet yang sedang berjuang ini, dia berlari di sampingnya dari jarak 10 Km ke jarak 38 Km, membantunya minum air di semua tempat yang disediakan minum.
Bantuan yang dengan penuh kasih dia berikan kepada sesama pesaingnya, memperlambat waktu larinya dan menyebabkan dia kehilangan posisi tempat pertama dan mendapat tempat ke-2 dalam lomba -- membuatnya kehilangan hadiah uang tunai $10,000.
Jacqueline Nyetipei Kiplimo menunjukkan dunia arti hari itu kepadanya, berbelas kasih dan membantu satu sama lain lebih penting daripada memenangkan perlombaan yang telah dia persiapkan seumur hidupnya.
Seperti inilah rupa seorang pemimpin sejati, yang tidak pernah meninggalkan seseorang yang tidak beruntung.
Ini bukan tentang mendapat pengakuan ataupun pujian, ini bukan tentang penghargaan, Ini tentang menunjukkan belas kasih satu sama lain untuk menciptakan dunia yang lebih baik. 😇😊😉
Alih-alih melihat momennya untuk berlari di depan atlet yang sedang berjuang ini, dia berlari di sampingnya dari jarak 10 Km ke jarak 38 Km, membantunya minum air di semua tempat yang disediakan minum.
Bantuan yang dengan penuh kasih dia berikan kepada sesama pesaingnya, memperlambat waktu larinya dan menyebabkan dia kehilangan posisi tempat pertama dan mendapat tempat ke-2 dalam lomba -- membuatnya kehilangan hadiah uang tunai $10,000.
Jacqueline Nyetipei Kiplimo menunjukkan dunia arti hari itu kepadanya, berbelas kasih dan membantu satu sama lain lebih penting daripada memenangkan perlombaan yang telah dia persiapkan seumur hidupnya.
Seperti inilah rupa seorang pemimpin sejati, yang tidak pernah meninggalkan seseorang yang tidak beruntung.
Ini bukan tentang mendapat pengakuan ataupun pujian, ini bukan tentang penghargaan, Ini tentang menunjukkan belas kasih satu sama lain untuk menciptakan dunia yang lebih baik. 😇😊😉
Sunday, March 19, 2023
The Sky is My Limit.
Foto ini dikirim oleh teman saya beberapa hari yang lalu ke WA saya. Saya agak lupa kapan foto ini diambil, dicoba diingat lagi mungkin sekitar tahun 2008 (15 tahun lalu), dalam suatu acara Run di sekitar daerah CBD.
Yang menjadi perhatian saya dalam foto ini adalah kata-kata "The Sky is my limit". Hal ini membuat saya merefleksi ke dalam diri saya.
Banyak kali kesempatan saya sendiri suka membatasi diri, bahwa saya tidak bisa capai ini dan itu, karena sulit dan berbagai macam alasan. Hal tersebut menyebabkan kita menutup diri untuk mengeksplorasi sampai mana kita bisa menarik batas kemampuan kita.
Padahal sebenarnya, kita bisa mencapai target yang kita mau, jika kita mau meningkatkan kemampuan, skill dan usaha untuk itu. Seperti orang mau lomba lari marathon 40 KM, selama bertahun-tahun melakukan latihan. Yang awalnya tidak mungkin, tapi akhirnya bisa berhasil.
So yess, The Sky is my limit, what about you?
Yang menjadi perhatian saya dalam foto ini adalah kata-kata "The Sky is my limit". Hal ini membuat saya merefleksi ke dalam diri saya.
Banyak kali kesempatan saya sendiri suka membatasi diri, bahwa saya tidak bisa capai ini dan itu, karena sulit dan berbagai macam alasan. Hal tersebut menyebabkan kita menutup diri untuk mengeksplorasi sampai mana kita bisa menarik batas kemampuan kita.
Padahal sebenarnya, kita bisa mencapai target yang kita mau, jika kita mau meningkatkan kemampuan, skill dan usaha untuk itu. Seperti orang mau lomba lari marathon 40 KM, selama bertahun-tahun melakukan latihan. Yang awalnya tidak mungkin, tapi akhirnya bisa berhasil.
So yess, The Sky is my limit, what about you?
Thursday, March 16, 2023
Ce'st Lavie. (That's Life)
Pertama saling kenal, ketika sekitar 27 tahun yang lalu (Tahun 1996) - kami bergabung di Laboratorium Software sebagai Asisten Lab di Kampus Binus, Syahdan. Kami dari Jurusan yang berbeda, saya Manajemen Informatika 1995 sedang Lili Komputer Akuntansi 1995.
Dan sekarang karena profesi dan pencapaian yang sama, kami dipertemukan lagi di Bangkok, Thailand, dua minggu yang lalu (5 Maret 2023). 😊
Seperti kata Forrest Gump, Life is like a box of chocolates, you never know what you're gonna get. Sepanjang jalan hidup, kita tidak pernah tahu ketemu dengan siapa, dan apa yang akan terjadi.
Akan tetapi semua pertemuan dan kejadian mengajarkan kita menjadi seperti sekarang. Itulah bagian serunya Pertualangannya. 😊🙂😉
Dan sekarang karena profesi dan pencapaian yang sama, kami dipertemukan lagi di Bangkok, Thailand, dua minggu yang lalu (5 Maret 2023). 😊
Seperti kata Forrest Gump, Life is like a box of chocolates, you never know what you're gonna get. Sepanjang jalan hidup, kita tidak pernah tahu ketemu dengan siapa, dan apa yang akan terjadi.
Akan tetapi semua pertemuan dan kejadian mengajarkan kita menjadi seperti sekarang. Itulah bagian serunya Pertualangannya. 😊🙂😉
Thursday, February 23, 2023
Bagaimana menghadapi Era Artificial Intelligent (AI)?
Perkembangan AI (Artificial Inteligent) dan Viralnya kemampuan ChatGPT yang luar biasa, ada sebagian orang yang merasa khawatir.
Khawatir bahwa ada pekerjaan yang tergantikan oleh Robot/Mesin. Mungkin seperti film Terminator, Rise of the Machines - Para Robot berbalik memberontak terhadap manusia.
Kekhawatiran itu Normal. Namun, harus disadari bahwa kita masih dalam Bisnis yang berhubungan dengan manusia - walaupun AI bisa mengambil alih banyak pekerjaan analisis dan pekerjaan otomatisasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institusi Riset Stanford, Uang yang Anda hasilkan ditentukan hanya 12,5% oleh pengetahuan dan 87,5% oleh kemampuan Anda untuk berurusan dengan orang lain.
Jadi menurut Eric Feng, seorang pembicara, penulis, Sales Strategist Coach, Jika ingin mempertahankan pekerjaan atau mendapat pekerjaan yang berpendapatan tinggi 8 skill ini yang harus dimiliki:
- Mampu Terhubung dengan orang secara emosi
- Punya Selera humor yang membantu orang bahagia
- Memiliki kesadaran akan konteks budaya dan sosial
- Mampu membaca pikiran, perasaan, dan kebutuhan
- Mampu mempengaruhi orang dengan cara berpikir Anda
- Mampu bicara dengan singkat, jelas dan menyakinkan
- Mampu Memotivasi dan membantu orang untuk tetap positif
- Kuat dalam mengelola orang yang sulit
No. 1 - 4 membantu orang berhubungan dengan orang lain.
Keempat berikutnya menolong Anda untuk memimpin orang lain.
Jadi masih khawatir dengan kemampuan AI? Jangan ya, Mari fokuskan untuk meningkatkan kemampuan Diri terutama dalam hal People Skill.
Khawatir bahwa ada pekerjaan yang tergantikan oleh Robot/Mesin. Mungkin seperti film Terminator, Rise of the Machines - Para Robot berbalik memberontak terhadap manusia.
Kekhawatiran itu Normal. Namun, harus disadari bahwa kita masih dalam Bisnis yang berhubungan dengan manusia - walaupun AI bisa mengambil alih banyak pekerjaan analisis dan pekerjaan otomatisasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institusi Riset Stanford, Uang yang Anda hasilkan ditentukan hanya 12,5% oleh pengetahuan dan 87,5% oleh kemampuan Anda untuk berurusan dengan orang lain.
Jadi menurut Eric Feng, seorang pembicara, penulis, Sales Strategist Coach, Jika ingin mempertahankan pekerjaan atau mendapat pekerjaan yang berpendapatan tinggi 8 skill ini yang harus dimiliki:
- Mampu Terhubung dengan orang secara emosi
- Punya Selera humor yang membantu orang bahagia
- Memiliki kesadaran akan konteks budaya dan sosial
- Mampu membaca pikiran, perasaan, dan kebutuhan
- Mampu mempengaruhi orang dengan cara berpikir Anda
- Mampu bicara dengan singkat, jelas dan menyakinkan
- Mampu Memotivasi dan membantu orang untuk tetap positif
- Kuat dalam mengelola orang yang sulit
No. 1 - 4 membantu orang berhubungan dengan orang lain.
Keempat berikutnya menolong Anda untuk memimpin orang lain.
Jadi masih khawatir dengan kemampuan AI? Jangan ya, Mari fokuskan untuk meningkatkan kemampuan Diri terutama dalam hal People Skill.
Tuesday, February 14, 2023
Efek "Saya sudah tahu".
Salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam mentoring anak remaja adalah pada saat menerima tanggapan "Sudah tahu, Ms". Namun, setelah itu saya menyaksikan siswa itu masih melakukan kesalahan yang sama.
Ada rasa ingin melampiaskan kemarahan, tetapi "pause" - refleksi saya sendiri sebagai orang dewasa, pun masih sering melakukan hal yang sama. Baik terhadap teman/kolega, senior saya, atasan bahkan orang tua sendiri.
Setelah saya renungkan sebenarnya efek tanggapan "saya sudah tahu" itu lebih banyak merugikan daripada manfaatnya. Dengan mengakui sudah mengetahui sesuatu, secara tidak langsung memerintahkan otak kita untuk tidak memperhatikan hal tersebut. Padahal sebenarnya, mungkin yang kita ketahui hanya parsial.
Dikarenakan otak diperintahkan untuk tidak memperhatikan, maka kita juga melewati informasi yang sedang ditransferkan, sehingga walaupun kita disana mendengarkan namun tidak tertanam dalam memori kita.
Hal itu juga menjadi penyebab, si pemberi informasi mengatakan, "saya sudah info koq" atau "sudah diajarkan koq". Tetapi si pendengar tidak pernah ingat dan masih melakukan kesalahan.
Setelah melewati berbagai pembelajaran, saya melatih diri untuk "be present" dan fokus pada hal yang sedang terjadi di depan saya - hal tersebut selain untuk menghargai orang yang berhadapan dengan saya, dan juga supaya tidak terjadi "Misinformation Effect".
Ketika berinteraksi dengan orang lain, Hal apa yang paling menjengkelkan buat Anda?
PS: Mentoring at Beacon Light Community School as part of my ministry to the community.
Ada rasa ingin melampiaskan kemarahan, tetapi "pause" - refleksi saya sendiri sebagai orang dewasa, pun masih sering melakukan hal yang sama. Baik terhadap teman/kolega, senior saya, atasan bahkan orang tua sendiri.
Setelah saya renungkan sebenarnya efek tanggapan "saya sudah tahu" itu lebih banyak merugikan daripada manfaatnya. Dengan mengakui sudah mengetahui sesuatu, secara tidak langsung memerintahkan otak kita untuk tidak memperhatikan hal tersebut. Padahal sebenarnya, mungkin yang kita ketahui hanya parsial.
Dikarenakan otak diperintahkan untuk tidak memperhatikan, maka kita juga melewati informasi yang sedang ditransferkan, sehingga walaupun kita disana mendengarkan namun tidak tertanam dalam memori kita.
Hal itu juga menjadi penyebab, si pemberi informasi mengatakan, "saya sudah info koq" atau "sudah diajarkan koq". Tetapi si pendengar tidak pernah ingat dan masih melakukan kesalahan.
Setelah melewati berbagai pembelajaran, saya melatih diri untuk "be present" dan fokus pada hal yang sedang terjadi di depan saya - hal tersebut selain untuk menghargai orang yang berhadapan dengan saya, dan juga supaya tidak terjadi "Misinformation Effect".
Ketika berinteraksi dengan orang lain, Hal apa yang paling menjengkelkan buat Anda?
PS: Mentoring at Beacon Light Community School as part of my ministry to the community.
Monday, February 13, 2023
Hidup bukan seperti Sosial Media.
Akhir pekan kemaren diberi kesempatan untuk mengunjungi fasilitas Kampus Almamater di Alam Sutera. Salah satu fasilitas yang kami datangi adalah ruang fotografi.
Kami mencoba seolah menjadi model dan berpose. Banyak foto yang kami buat namun hanya yang paling bagus yang dipilih untuk dipublikasikan, baik di sosial media seperti Instagram dan YouTube.
Bukankah itu yang sering terjadi di dalam kehidupan? Kita sering melihat pencapaian-pencapaian orang lain, seolah mereka dilahirkan langsung begitu beruntung.
Pada kenyataannya seperti foto yang terbaik yang diposting publikasikan itu adalah hasil seleksi mungkin dari 50 atau ratusan foto.
Banyak hal yang tidak terlihat oleh orang lain seperti, banyaknya jam latihan/usaha, kelelahan, keringat dan tangisan yang bercucuran dalam perjuangan meraih pencapaian itu.
Tidak ada pencapaian tanpa usaha! - No pain No Gain. Semua juga bisa mencapai jika ada usaha yang tepat. 😉
Kami mencoba seolah menjadi model dan berpose. Banyak foto yang kami buat namun hanya yang paling bagus yang dipilih untuk dipublikasikan, baik di sosial media seperti Instagram dan YouTube.
Bukankah itu yang sering terjadi di dalam kehidupan? Kita sering melihat pencapaian-pencapaian orang lain, seolah mereka dilahirkan langsung begitu beruntung.
Pada kenyataannya seperti foto yang terbaik yang diposting publikasikan itu adalah hasil seleksi mungkin dari 50 atau ratusan foto.
Banyak hal yang tidak terlihat oleh orang lain seperti, banyaknya jam latihan/usaha, kelelahan, keringat dan tangisan yang bercucuran dalam perjuangan meraih pencapaian itu.
Tidak ada pencapaian tanpa usaha! - No pain No Gain. Semua juga bisa mencapai jika ada usaha yang tepat. 😉
Friday, February 10, 2023
Know how to react.
Dalam suatu seminar yang saya ikuti, memaparkan suatu konsep bagian otak untuk menjelaskan mengenai perilaku seseorang yang disebut "Triune Brain" Model oleh Paul D. MacLean.
Dijelaskan bahwa otak manusia terdiri dari 3 bagian besar:
1. Neo Cortex (Thinking Layer)
2. Limbic System (Emotional Layer)
3. Reptilian Complex (Primitive Layer)
Yang masing-masing bagian ini memiliki fungsinya:
Bagian pertama Neo Cortex yang diberi istilah Human Brain (Otak Manusia), bertugas untuk berpikir secara logika, memecahkan masalah sulit, berimajinasi juga memiliki kemampuan untuk mencari tahu apa yang dipikirkan orang lain.
Kedua Limbic system bertanggung jawab atas emosi, memori dan kebiasaan - hal ini juga mengizinkan manusia untuk belajar dari pengalaman dan mengantisipasi bahaya.
Yang terakhir Reptilian complex, adalah bagian otak yang paling sederhana, me-sinyalkan gerakan reflek (tanpa pikir) jika ada bahaya.
Dengan mengetahui ini sebagai pribadi, diharapkan dalam menyadari dan menguasai dalam mengaktifkan fungsi bagian yang mana, sehingga efektif dalam menghadapi suatu situasi.
Saya jadi menyadari bahwa kita dapat memilih reaksi, ketika pendapat ditolak, atau terjadi hal yang tidak menyenangkan, asal kita memberi "pause" beberapa detik sebelum bereaksi.
Lebih lanjut ada juga hal-hal kita memang harus bereaksi dengan cepat tanpa mikir, kalau dalam menghadapi suatu bahaya, misal tangan tersentuh panci panas, ya jelas harus langsung menghindar.
Dan kesadaran itu memberi keuntungan untuk tidak salah memilih reaksi yang pada akhirnya hanya merugikan kita sendiri.
"A moment of patience in a moment of anger saves your a hundred moment of regrets". - Anon.
Dijelaskan bahwa otak manusia terdiri dari 3 bagian besar:
1. Neo Cortex (Thinking Layer)
2. Limbic System (Emotional Layer)
3. Reptilian Complex (Primitive Layer)
Yang masing-masing bagian ini memiliki fungsinya:
Bagian pertama Neo Cortex yang diberi istilah Human Brain (Otak Manusia), bertugas untuk berpikir secara logika, memecahkan masalah sulit, berimajinasi juga memiliki kemampuan untuk mencari tahu apa yang dipikirkan orang lain.
Kedua Limbic system bertanggung jawab atas emosi, memori dan kebiasaan - hal ini juga mengizinkan manusia untuk belajar dari pengalaman dan mengantisipasi bahaya.
Yang terakhir Reptilian complex, adalah bagian otak yang paling sederhana, me-sinyalkan gerakan reflek (tanpa pikir) jika ada bahaya.
Dengan mengetahui ini sebagai pribadi, diharapkan dalam menyadari dan menguasai dalam mengaktifkan fungsi bagian yang mana, sehingga efektif dalam menghadapi suatu situasi.
Saya jadi menyadari bahwa kita dapat memilih reaksi, ketika pendapat ditolak, atau terjadi hal yang tidak menyenangkan, asal kita memberi "pause" beberapa detik sebelum bereaksi.
Lebih lanjut ada juga hal-hal kita memang harus bereaksi dengan cepat tanpa mikir, kalau dalam menghadapi suatu bahaya, misal tangan tersentuh panci panas, ya jelas harus langsung menghindar.
Dan kesadaran itu memberi keuntungan untuk tidak salah memilih reaksi yang pada akhirnya hanya merugikan kita sendiri.
"A moment of patience in a moment of anger saves your a hundred moment of regrets". - Anon.
Wednesday, February 01, 2023
Kekuatan Fokus.
Studi sains menunjukkan bahwa Imajinasi dan Memori menggunakan jaringan otak yang sama. Oleh sebab itu sesuatu yang kita fokuskan dan imajinasikan bisa dianggap sebagai memori dan realita oleh otak kita.
Jadi tidak peduli sesuatu itu benar atau tidak, keduanya bisa benar saat kita benar-benar fokus dan mengimajinasikannya!Ini sesuatu yang bisa menyenangkan kalau kita fokuskan ke hal-hal yang membahagiakan dan juga berlaku sebaliknya jika kita fokuskan padahal yang mengerikan!
Jatuh cinta adalah sebuah contoh mengenai kekuatan fokus. Pernah jatuh cinta? kalau ya, tentu Anda juga merasa bahwa semua hal yang Anda ketahui mengenai orang tersebut adalah baik. Bahkan apabila Anda tahu ada hal yang kurang atau tidak baik pun Anda akan abaikan dan anggap tidak pernah ada.
Lebih jauh lagi, mungkin Anda akan mengabaikan siapapun yang mencoba mengatakan kepada Anda betapa tidak baiknya orang tersebut. Anda mungkin terheran bahwa ada orang yang mengatakan itu, Anda bahkan akan melawan teman, ribut dengan anggota keluarga, tinggalkan pekerjaan dan lain-lain demi untuk mewujudkan secara fisik cinta Anda ini.
Kalau Anda pernah mengalaminya, Anda akan menyadari betapa hebat kekuatan FOKUS ini. Pernahkah Anda bayangkan betapa luar biasanya jika fokus seperti ini diterapkan dalam mencapai Cita-cita atau Pencapaian pekerjaan? Saat apapun yang menghalangi tidak lagi dianggap sebagai halangan, yang ada dipikiran Anda hanyalah mewujudkan cita-cita tersebut. Jadi apa yang akan Anda FOKUS kan?
"FOKUS menentukan apa yang akan kita lihat, dengar dan rasakan. FOKUS yang mengarahkan dan membentuk Realitas kita". - Hingdranata Nikolay.
Jadi tidak peduli sesuatu itu benar atau tidak, keduanya bisa benar saat kita benar-benar fokus dan mengimajinasikannya!Ini sesuatu yang bisa menyenangkan kalau kita fokuskan ke hal-hal yang membahagiakan dan juga berlaku sebaliknya jika kita fokuskan padahal yang mengerikan!
Jatuh cinta adalah sebuah contoh mengenai kekuatan fokus. Pernah jatuh cinta? kalau ya, tentu Anda juga merasa bahwa semua hal yang Anda ketahui mengenai orang tersebut adalah baik. Bahkan apabila Anda tahu ada hal yang kurang atau tidak baik pun Anda akan abaikan dan anggap tidak pernah ada.
Lebih jauh lagi, mungkin Anda akan mengabaikan siapapun yang mencoba mengatakan kepada Anda betapa tidak baiknya orang tersebut. Anda mungkin terheran bahwa ada orang yang mengatakan itu, Anda bahkan akan melawan teman, ribut dengan anggota keluarga, tinggalkan pekerjaan dan lain-lain demi untuk mewujudkan secara fisik cinta Anda ini.
Kalau Anda pernah mengalaminya, Anda akan menyadari betapa hebat kekuatan FOKUS ini. Pernahkah Anda bayangkan betapa luar biasanya jika fokus seperti ini diterapkan dalam mencapai Cita-cita atau Pencapaian pekerjaan? Saat apapun yang menghalangi tidak lagi dianggap sebagai halangan, yang ada dipikiran Anda hanyalah mewujudkan cita-cita tersebut. Jadi apa yang akan Anda FOKUS kan?
"FOKUS menentukan apa yang akan kita lihat, dengar dan rasakan. FOKUS yang mengarahkan dan membentuk Realitas kita". - Hingdranata Nikolay.
Thursday, January 26, 2023
Kendalikan Pemikiran Anda.
Pernahkah Anda dengan hanya melihat gambar Jeruk Nipis aja, Anda langsung mengernyitkan muka dan mata Anda. Seolah Anda sedang merasakan asamnya rasa jeruk nipis tersebut.
Ini membuktikan bahwa otak kita tidak bisa membedakan antara fakta atau hanya imajinasi, lalu memberikan memerintahkan reaksi pada tubuh kita, berdasarkan pengalaman apa yang pernah kita atau orang lain rasakan.
Sebenarnya desain tersebut bertujuan untuk sebagai Defense sistem kita, dalam menghadapi berbagai kondisi bahaya, dan itu sistem pencegahannya.
Namun, jika itu bereaksi secara berlebihan itu lah yang suka disebut "Over reactive", sehingga bisa menyebabkan orang tersebut stress atau malah lumpuh dan enggan melakukan apa-apa.
Contoh: Seorang Sales melakukan penawaran produk kepada seorang customer, lalu ternyata ditolak. Lalu melakukan penawaran berikutnya ditolak lagi, sampai beberapa kali.
Setelah itu mungkin saja sales tersebut enggan melakukan penawaran berikutnya. Atau mungkin juga merasa pekerjaan sales tidak cocok dengan dirinya. Hal tersebut dikarenakan dia sudah membayangkan akan ditolak lagi.
Alih-alih seharusnya dia menantang diri sendiri dengan bertanya, "Bagaimana ya supaya saya bisa mencapai target penjualan?". Lalu mulai mencari pelatihan, memperbaiki diri dan memperbanyak jam terbang. Dan mungkin saja akhirnya dia berhasil.
Jadi kendalikan Pemikiran Anda jika ingin berhasil. Kesuksesan ditentukan oleh Pertanyaan yang kamu tanyakan kepada dirimu sendiri.
Ini membuktikan bahwa otak kita tidak bisa membedakan antara fakta atau hanya imajinasi, lalu memberikan memerintahkan reaksi pada tubuh kita, berdasarkan pengalaman apa yang pernah kita atau orang lain rasakan.
Sebenarnya desain tersebut bertujuan untuk sebagai Defense sistem kita, dalam menghadapi berbagai kondisi bahaya, dan itu sistem pencegahannya.
Namun, jika itu bereaksi secara berlebihan itu lah yang suka disebut "Over reactive", sehingga bisa menyebabkan orang tersebut stress atau malah lumpuh dan enggan melakukan apa-apa.
Contoh: Seorang Sales melakukan penawaran produk kepada seorang customer, lalu ternyata ditolak. Lalu melakukan penawaran berikutnya ditolak lagi, sampai beberapa kali.
Setelah itu mungkin saja sales tersebut enggan melakukan penawaran berikutnya. Atau mungkin juga merasa pekerjaan sales tidak cocok dengan dirinya. Hal tersebut dikarenakan dia sudah membayangkan akan ditolak lagi.
Alih-alih seharusnya dia menantang diri sendiri dengan bertanya, "Bagaimana ya supaya saya bisa mencapai target penjualan?". Lalu mulai mencari pelatihan, memperbaiki diri dan memperbanyak jam terbang. Dan mungkin saja akhirnya dia berhasil.
Jadi kendalikan Pemikiran Anda jika ingin berhasil. Kesuksesan ditentukan oleh Pertanyaan yang kamu tanyakan kepada dirimu sendiri.
Friday, January 13, 2023
Renungan Menjelang Tahun Baru Imlek.
Lukisan sembilan Ikan Koi, terdiri dari delapan warna merah atau emas dan satu hitam - dalam feng shui dipercaya akan menarik kekayaan dan kemakmuran ke dalam rumah orang yang memasang lukisannya.
Koi hitam tunggal menyerap semua energi (chi) negatif dari daerah sekitar, sedangkan delapan koi merah dan emas menarik chi positif/sehat.
Beda dengan Feng shui - berdasarkan pengalaman pribadi; kekayaan, kemakmuran dan sukses itu tidak ada yang instant, semua butuh proses.
Proses ini diilustrasikan seperti bayi belajar berjalan, tidak ada orang di dunia ini bisa lari ketika baru dilahirkan. Seorang bayi perlu melalui proses pertumbuhan sebelum mereka akhirnya bisa melakukan langkah pertama, lalu jalan tidak stabil, jalan dengan stabil, dan akhirnya bisa lari.
Dalam proses tersebut, banyak pengalaman yang tidak mengenakan, seperti jatuh atau tersandung, tidak hanya sekali, puluhan atau ratusan kali. Setelah proses berulang-ulang, kaki semakin kuat dan akhirnya seorang bayi bisa berjalan lalu berlari.
Namun, Bagaimana untuk mereka yang lahir beruntung dalam keluarga yang mampu dan punya posisi memulai yang lebih baik? Bukankah kesuksesannya bisa ditentukan oleh kondisi pada saat mereka lahir?
Saya ingin menjawabnya dengan ilustrasi berikut: ketika seseorang bertanya "Mengapa rambutmu keriting?" Dia akan menjawab, "Kakek nenek dan orang tua saya berambut keriting, maka saya berambut keriting". Mungkin itu jawaban yang masuk akal.
Namun, jika ditanya "kenapa kamu tidak sukses?". Orang akan menertawakan jika orang tersebut menjawab "Orang tua dan Kakek nenek saya adalah orang tidak sukses, maka kami secara genetik adalah orang-orang tidak sukses", karena semua orang mengerti tidak peduli kondisi apapun, seseorang bisa berhasil dan sukses, jika Dia cukup gigih untuk berusaha.
Jika kesempatan muncul sekali itu mungkin keberuntungan, jika muncul dua kali itu mungkin kebetulan. Tetapi jika muncul ketiga kali maka itu adalah suatu pola. Keberuntungan adalah keren, tapi saya percaya keberuntungan muncul setelah ada usaha.
Bagaimana menurut teman2? Feel free to comment.
Koi hitam tunggal menyerap semua energi (chi) negatif dari daerah sekitar, sedangkan delapan koi merah dan emas menarik chi positif/sehat.
Beda dengan Feng shui - berdasarkan pengalaman pribadi; kekayaan, kemakmuran dan sukses itu tidak ada yang instant, semua butuh proses.
Proses ini diilustrasikan seperti bayi belajar berjalan, tidak ada orang di dunia ini bisa lari ketika baru dilahirkan. Seorang bayi perlu melalui proses pertumbuhan sebelum mereka akhirnya bisa melakukan langkah pertama, lalu jalan tidak stabil, jalan dengan stabil, dan akhirnya bisa lari.
Dalam proses tersebut, banyak pengalaman yang tidak mengenakan, seperti jatuh atau tersandung, tidak hanya sekali, puluhan atau ratusan kali. Setelah proses berulang-ulang, kaki semakin kuat dan akhirnya seorang bayi bisa berjalan lalu berlari.
Namun, Bagaimana untuk mereka yang lahir beruntung dalam keluarga yang mampu dan punya posisi memulai yang lebih baik? Bukankah kesuksesannya bisa ditentukan oleh kondisi pada saat mereka lahir?
Saya ingin menjawabnya dengan ilustrasi berikut: ketika seseorang bertanya "Mengapa rambutmu keriting?" Dia akan menjawab, "Kakek nenek dan orang tua saya berambut keriting, maka saya berambut keriting". Mungkin itu jawaban yang masuk akal.
Namun, jika ditanya "kenapa kamu tidak sukses?". Orang akan menertawakan jika orang tersebut menjawab "Orang tua dan Kakek nenek saya adalah orang tidak sukses, maka kami secara genetik adalah orang-orang tidak sukses", karena semua orang mengerti tidak peduli kondisi apapun, seseorang bisa berhasil dan sukses, jika Dia cukup gigih untuk berusaha.
Jika kesempatan muncul sekali itu mungkin keberuntungan, jika muncul dua kali itu mungkin kebetulan. Tetapi jika muncul ketiga kali maka itu adalah suatu pola. Keberuntungan adalah keren, tapi saya percaya keberuntungan muncul setelah ada usaha.
Bagaimana menurut teman2? Feel free to comment.
Thursday, January 05, 2023
Stop Berperan Sebagai Korban.
Tahun 2022 sudah kita lewati, tentu ada yang sudah dan ada yang belum mencapai targetnya. Bagi yang belum mencapai target, mungkin beberapa menyalahkan berbagai hal atau orang di sekitar mereka untuk apa yang terjadi.
Seorang karyawan komplain apapun di perusahaan. Seorang pebisnis menyalahkan apapun yang terjadi di Market. Fasilitas kurang, penghasilan kurang, tidak cukup diperhatikan, tidak diberikan kesempatan yang cukup, tidak tersedia pilihan yang cukup, kurang dukungan, peraturan pemerintah yang tidak ideal, gara-gara si itu, dan lain-lain.
Saat keadaan menjadi sulit, beberapa akan dengan gampang menunjuk "salah siapa ini?!", dan setelah itu mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan apa atau siapa yang menjadi biang keroknya.
Mungkin suatu sikap yang paling mengesankan tentang kebahagiaan yang diungkapkan oleh istri John C. Maxwell (seorang pakar kepemimpinan), saat dikonfirmasikan bahwa suaminya John adalah pakar komunikasi dan kepemimpinan tentu membuatnya berbahagia sebagai seorang istri. Ia menjawab "Tidak!, saya tidak perlu John untuk membuat saya bahagia. Apabila saya ingin bahagia, saya bisa bahagia, tidak peduli apa yang dilakukan John".
Bagaimana perasaan Anda saat tahu bahwa Andalah yang pegang kendali atas apa yang terjadi di sekitar Anda? Anda bisa menyebabkan banyak hal yang terjadi di kehidupan Anda? Menjadi Arsitek dan mendesain kehidupan sesuai dengan keinginan sendiri serta membawa manfaat untuk orang lain?
Bayangkan seorang berkinerja buruk menyalahkan betapa kecil gajinya sebagai alasan, mengatakan "Bagaimana bisa kerja maksimal jika bayarannya demikian!". Perhatikan, apakah yang dimaksud adalah "Dengan gaji yang lebih besar secara otomatis kemampuannya meningkat?" Berarti, kemampuannya bertambah atau berkurang sesuai dengan bayarannya? Secara implisit artinya "sebenarnya ia mampu, tetap tidak dikeluarkan karena bayarannya tidak sesuai?"
Hal ini menyangkut tanggung jawab, memilih menjadi "yang menyebabkan" sesuatu terjadi atau "menjadi akibat" dari sesuatu yang terjadi. Ada yang mengambil tanggung jawab atas hasil yang ia capai, ada yang segera mencari faktor apa yang menyebabkan tidak tercapainya hasil tersebut, atau mengeluh bahwa ia adalah korban atas situasi yang ada.
Dalam kehidupan banyak hal merupakan suatu pilihan, jadi buatlah pilihan yang bijak.
PS: Terinspirasi dari buku "Be Happy Get What You Want" - Karya Hingdranata Nikolay.
Seorang karyawan komplain apapun di perusahaan. Seorang pebisnis menyalahkan apapun yang terjadi di Market. Fasilitas kurang, penghasilan kurang, tidak cukup diperhatikan, tidak diberikan kesempatan yang cukup, tidak tersedia pilihan yang cukup, kurang dukungan, peraturan pemerintah yang tidak ideal, gara-gara si itu, dan lain-lain.
Saat keadaan menjadi sulit, beberapa akan dengan gampang menunjuk "salah siapa ini?!", dan setelah itu mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan apa atau siapa yang menjadi biang keroknya.
Mungkin suatu sikap yang paling mengesankan tentang kebahagiaan yang diungkapkan oleh istri John C. Maxwell (seorang pakar kepemimpinan), saat dikonfirmasikan bahwa suaminya John adalah pakar komunikasi dan kepemimpinan tentu membuatnya berbahagia sebagai seorang istri. Ia menjawab "Tidak!, saya tidak perlu John untuk membuat saya bahagia. Apabila saya ingin bahagia, saya bisa bahagia, tidak peduli apa yang dilakukan John".
Bagaimana perasaan Anda saat tahu bahwa Andalah yang pegang kendali atas apa yang terjadi di sekitar Anda? Anda bisa menyebabkan banyak hal yang terjadi di kehidupan Anda? Menjadi Arsitek dan mendesain kehidupan sesuai dengan keinginan sendiri serta membawa manfaat untuk orang lain?
Bayangkan seorang berkinerja buruk menyalahkan betapa kecil gajinya sebagai alasan, mengatakan "Bagaimana bisa kerja maksimal jika bayarannya demikian!". Perhatikan, apakah yang dimaksud adalah "Dengan gaji yang lebih besar secara otomatis kemampuannya meningkat?" Berarti, kemampuannya bertambah atau berkurang sesuai dengan bayarannya? Secara implisit artinya "sebenarnya ia mampu, tetap tidak dikeluarkan karena bayarannya tidak sesuai?"
Hal ini menyangkut tanggung jawab, memilih menjadi "yang menyebabkan" sesuatu terjadi atau "menjadi akibat" dari sesuatu yang terjadi. Ada yang mengambil tanggung jawab atas hasil yang ia capai, ada yang segera mencari faktor apa yang menyebabkan tidak tercapainya hasil tersebut, atau mengeluh bahwa ia adalah korban atas situasi yang ada.
Dalam kehidupan banyak hal merupakan suatu pilihan, jadi buatlah pilihan yang bijak.
PS: Terinspirasi dari buku "Be Happy Get What You Want" - Karya Hingdranata Nikolay.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















