Tuesday, November 29, 2022

Berani untuk Bermimpi.

Terkadang pada saat kita diminta untuk berimajinasi tentang masa depan atau impian, tidak jarang kita tidak berani membayangi sesuatu yang besar.

Atau misal pada saat kita hendak melakukan suatu presentasi, sering kali kita berpikir "gimana nanti kalau ada yang tanya dan tidak bisa jawab?" atau "gimana nanti kalau gagap atau salah berkata-kata?".

Padahal kita hanya diminta untuk berimajinasi, dan sebenarnya berkuasa untuk membuat skenario yang akan kita jalani di dalam pikiran kita, kenapa kita tidak dibuat menjadi fantastik, atau berhasil?

Ada yang bilang takut terlalu jumawa atau terlalu over confident. Apakah salah kalau hanya berimajinasi, dan tidak diumbar keluar dari mulut?

Riset menunjukkan imajinasi kita bisa menstimulasi otak kita untuk mewujudkan apa yang kita bayangkan. Jadi impian apa yang akan Anda bayangkan terhadap masa depan Anda? Have you got something Big?

"Don't be afraid of the space between your dream and reality. If you can dream it, you can make it so". - Belva Davis

PS: Gambar Abstrak di bawah adalah Karya Master Piece oleh Pelukis Affandi - bisa tebak itu gambar apa?

Thursday, November 24, 2022

Menolong orang lain, Menolong diri sendiri.

Kita tidak perlu menjadi Malaikat, Kaya atau Pintar dulu untuk bisa menolong atau bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

Kita hanya perlu menentukan Niat, Tekad dan Tujuan dalam melakukan apa yang akan kita lakukan.

Tindakan menolong orang lain sebenarnya bukan hanya untuk orang yang ditolong, tapi itu juga Menolong diri kita sendiri.

Perbuatan menolong orang lain dapat memberikan manfaat berikut:
- Membuat diri lebih bersyukur, kita jadi sadar bahwa masih banyak orang yang hidupnya kurang beruntung

- Membuat Hidup lebih lama, karena tindakan menolong orang lain dapat membantu kita mengelola stress serta memicu rasa bahagia dalam hidup.

- Meningkatkan kepercayaan diri. Ketika kita mampu berinteraksi dengan orang banyak, rasa percaya diripun meningkat.

Jadi Tindakan Positif apa yang sudah Anda lakukan untuk orang lain hari ini?

Sunday, November 20, 2022

Merancang Impian?

Dalam menetapkan Target atau Goal, kerap kali dianjurkan untuk menggunakan framework SMART.

Kepanjangan dari SMART adalah Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timebound.

Yang mau saya sorot adalah tentang Realistic. Sering kali juga kita disebut "Bermimpi" jika Target kita dianggap terlalu muluk atau tinggi - dengan arti kata itu tidak mungkin untuk dicapai.

Apa definisi Realistic itu? Apakah Target yang diperkirakan dapat dicapai, baru disebut dengan Realistic? Atau Target yang pernah ada orang mencapainya baru dikatakan Realistic?

Jika begitu, untung para pendahulu membuat target yang tidak Realistic, sehingga tercatat dalam sejarah ada penemuan baru, seperti Bola Lampu, Pesawat Terbang, Orang mendarat di Bulan, yang belum dicapai oleh orang sebelumnya.

Yang saya renungkan adalah semua Target itu Realistic, yang tidak Realistic adalah Skill (Keahlian) dan Knowledge (Pengetahuan) kita untuk mencapai Target itu.

Jadi supaya Realistic, Tingkatkan Skill dan Knowledge supaya bisa mencapai Target itu. - Menurut pemikiran teman-teman gimana?

PS: Pengasus ini sering disebut hanya Imajinasi, tapi Imajinasi mimpi dapat memberikan Motivasi untuk mewujudkannya.

Saturday, November 12, 2022

Penting Memiliki Impian dalam Hidup?

Untuk Teman-teman yang berkecimpung dalam dunia Network Marketing tentu sudah sering ditanyakan mengenai "apa Impianmu?".

Impian di sini didefinisikan sebagai Tujuan hidup atau apa yang ingin dicapai dalam hidupnya.

Tidak sedikit yang menjawab, "Hidup mengalir aja lah", " Ngga tau, hidup sehari demi sehari aja".

Ada juga yang menjawab, "Ingin membawa Orang tua Umroh/Haji/Jalan2 ke LN", "Punya Rumah dan Mobil Pribadi", "Passive Income", "Anak-anak bisa kuliah ke LN" dan lain sebagainya.

Mengapa penting seseorang memiki Impian? Sebenarnya alasannya Sederhana. Dengan Impian, Anda memiliki motivasi untuk mengerjakan sesuatu, Anda memiliki Gairah untuk mengusahakannya.

Hanya ketika Anda menyadari pekerjaan yang Anda lakukan, bukan "hanya pekerjaan", itu adalah tujuan hidup Anda, maka Anda akan benar-benar berjuang untuk itu.

Bahkan kualitas pekerjaan yang Anda hasilkan juga akan mencerminkan hal ini. Karena pekerjaan ini untuk diri Anda di masa depan, bukan untuk orang lain.

Jadi Apa impian Anda?

"I dream my paintings, and then I paint my dreams" - Vincent Van Gogh.
Lukisan ini adalah Karya Nue Prastowo.

Monday, November 07, 2022

Apa itu Hoki?

Hari Minggu kemaren saya mendapat undangan dari Seorang Teman untuk mengunjungi Art Moment, Gandaria City.

Dalam pameran itu ada satu gambar yang saya yakin teman-teman mengenal gambar itu sebagai Kucing pembawa Hoki (keberuntungan) yang berasal dari Jepang, Maneki Neko (artinya Kucing mengundang).

Biasanya orang menaruh patung ini di depan kasir toko, restoran atau pun hotel. Diharapkan Simbol ini bisa mengundang Rezeki kepada pemiliknya.

Lalu apakah keberuntungan (Hoki) itu? Jelas tidak ada seorang pun yang selalu beruntung setiap waktu, tetapi memang ada orang yang kelihatannya selalu beruntung.

Mungkin terkadang kita merasa tidak adil ataukah kita melihat lebih dalam apa yang membantu mereka sehingga bisa seberuntung itu.

Pada kenyataannya orang yang beruntung tidaklah beruntung secara kebetulan. Mereka beruntung karena cara pemikiran yang diterapkan dalam hidupnya. Suatu pemikiran yang percaya dan menerima bahwa Hal buruk bisa tidak terhindari, tetapi keberuntungan adalah sesuatu yang dapat diciptakan melalui kerja keras, berani untuk berubah dan berpengharapan.

Apa itu Hoki menurut teman2?

"I'm a great believer in luck. I've found that the harder I work, the more I have of it." - Thomas Jefferson.

PS: Lukisan ini karya dari artist Mochtar Sarman. Karya seni ini bisa dinikmati secara 3 dimensi dengan menggunakan kacamata 3D. Pelukis pernah berprofesi sebagai Country Director Disney utk Indonesia dan bekerja selama 21 tahun disana. Sangat Menarik!

Sunday, October 30, 2022

Tekad dapat mengubah Takdir?

Su Bingtian lahir dari keluarga yang sangat sederhana di desa Zhongshan, Propinsi Guangdong, China. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang pengasuh anak.

Su hanya dikenal sebagai pelari cadangan di masa sekolahnya, dengan tinggi badan rata-rata orang Asia.

Namun pada Olimpiade Musim Panas, Tokyo 2020 - Su membuat sejarah sebagai Orang Non-Afrika yang masuk ke final di Nomor Lari 100 m.

Jika melihat data sejarah, tidak ada Atlet Non-Afrika yang masuk dalam kualifikasi Final di nomor lari 100 m, Olimpiade Musim panas sejak tahun 1980 (selama 40 tahun).

Selain itu, secara fakta Anatomi Tubuh seorang yang berkulit kuning, panjang batang tubuh hampir sama dengan panjang kaki (dengan tinggi rata-rata 160an cm), sedang rata-rata pelari Afrika punya kaki lebih panjang dari batang tubuh (dengan tinggi rata2 > 180cm) jadi tidak mungkin berlari lebih cepat.

Dengan fakta begitu, Umumnya orang melihat ini adalah suatu Takdir, tidak mungkin untuk menjadi Juara, karena tidak mungkin untuk meningkatkan tinggi badan atau memanjangkan kaki.

Tetapi Su mengatakan, "Tinggi badan adalah sesuatu yang tidak dapat saya ubah, namun saya masih bisa meningkatkan kecepatan melangkah saya".

Kita mungkin tidak bisa memilih banyak hal ketika kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih seperti apa kita di masa depan - mau jadi Juara atau tidak, tentukan pilihan Anda. 😉

Friday, October 21, 2022

The choice that you make, makes you.

Hampir semua aspek dalam kehidupan adalah suatu pilihan. Suka atau tidak suka, langsung atau tidak langsung, Anda memilih setiap hal. Anda sendiri yang membuat pilihan-pilihan itu.

Terkadang Anda berpikir bahwa orang lain yang memutuskan, tetapi sebenarnya Anda sendiri yang membiarkan itu terjadi. Contoh: Ada yang mengkritik Anda, Anda memilih untuk tersinggung. Atau ada yang memuji Anda, Anda memilih untuk tersanjung.

Karena suatu kebiasaan, Anda memilih reaksi itu secara tidak sadar dan berpikir orang lain mempengaruhi Anda untuk membuat keputusan itu.

Terkadang dihadapi oleh keadaan yang seringkali disebut "Saya tidak punya pilihan" - Tetapi apakah benar tidak ada pilihan lain? atau pilihan yang lain itu konsekuensinya "Tidak Enak" atau "Sukar untuk dijalani" sehingga itu tidak termasuk dalam pilihan?

Pada akhirnya Anda membuat pilihan, dan Pilihan itulah yang membentuk Anda. Jadi buatlah pilihan yang bijak. 😉

"The Decisions you make today, makes you the person you're tomorrow" - Prasanta Banerjee.

Tuesday, October 04, 2022

"I Know My Place" - Kutahu Tempatku.

Ini adalah Allyson Felix, Pelari asal Amerika Serikat yang berkompetisi pada nomor 100m, 200m dan 400m.

Ketika dia hamil, Nike menurunkan bayarannya 70% lebih rendah dari perjanjian kontrak dan mengatakan padanya "Know your place and just run" (Tahu tempatmu dan berlari saja).

Jadi dia keluar dari Nike dan memulai merek sepatu larinya sendiri SAYSH dengan slogan "I know my place" (Saya tahu tempatku).

Allyson kembali dari Olimpiade Tokyo 2020 dengan 11 medali, sebagai sprinter wanita yang paling banyak mendapat penghargaan.

"Know who you are. Know what you want. Know what you deserve. And don't stettle for less" - Tony Gaskins.

Sunday, October 02, 2022

Temukan Hobbymu?

Ada pepatah mengatakan "Buku adalah Jendela dunia". Kunci untuk membukanya adalah membaca. Ungkapan ini ingin menggambarkan bahwa membaca bermanfaat untuk membuka dan mempeluas wawasan dan pengetahuan.

Sayangnya tidak semua orang hobby atau punya kebiasaan membaca. Saya dulu pun begitu. Apalagi di Era Digital seperti sekarang mungkin orang akan lebih senang berselancar di sosial media daripada membaca.

Lalu bagaimana sampai punya hobby baca? di Zaman masa sekolah dulu, punya teksbook, tapi kalau ujian belajarnya hanya bergantung dari buku catatan.

Sampai suatu ketika, sakit dan absen ke sekolah, rasanya bosan banget, mau ngapain ya. Akhirnya ada teksbook, dibuka dan dibaca-baca, saya ingat banget bacanya buku Biologi tentang Ekosistem dan Rantai makanan.

Ketika membaca saya merasa, banyak sekali hal-hal detail yang sepertinya tidak dijelaskan oleh guru di sekolah. Besoknya masuk kelas, tau-taunya guru kasih ulangan mendadak. Ternyata jawabannya adalah apa yang saya baca sehari sebelumnya.

Sejak saat itu, saya lebih menggiatkan diri untuk membaca, jika ingin mencari apa yang saya ketahui.

Pelajaran yang dipetik, Umumnya orang akan melakukan sesuatu, Jika orang tersebut sadar manfaatnya. Jadi mau mempengaruhi untuk orang lain melakukan sesuatu, maka kita harus bisa menunjukan manfaatnya.

Bagaimana pengalaman kamu menemukan hobbymu?

Thursday, September 29, 2022

Failure or just Falling?

Hati-hati dengan istilah Kegagalan (failure). Kekeliruan pengunaan istilah Kegagalan ini seperti kata "Kanker".

Ada kanker paru yang memiliki level stadium Vs ada jenis kanker yang hanya memiliki setitik melanoma dengan kemungkinan 99% bisa disembuhkan.

Permasalahannya kedua kasus ini disebut dengan "Kanker", walaupun memiliki level kefatalan yang berbeda.

Begitu juga istilah Kegagalan, terkadang itu hanya bersifat kejatuhan yang bisa dengan cepat bangkit kembali, dan tidak berefek fatal. (Terkecuali Anda ingin berada di sana terus).

Kebanyakan kasus yang kita lalui adalah kejatuhan (falling), bukan kegagalan (failure).

Seperti nilai ujian yang jatuh, tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, tidak lolos interview pekerjaan, tidak berhasil menjual pada seorang nasabah.

Dan semua itu hanya bersifat kejatuhan sementara dan bisa diperbaiki.

Oleh karena itu hati-hati dengan pemakaian istilah karena itu mempengaruhi pola pikir (mindset).

Jadi kondisinya Falling atau Failure?

“Be like a dandelion. Whenever they fall apart, they start again. Have hope.”

Inspired by Simon Sinek - Author.

Wednesday, September 28, 2022

What's it All About?

It's not about Winning or Losing - but it is about not Giving Up. If you have a dream, fight for it. There is a discipline for passion.

It's not about how many times you get rejected, fall down or beaten up. It's about how many times you stand up and brave to keep ongoing.
-------------------------
Ini bukan tentang menang atau kalah - tetapi ini adalah mengenai tidak menyerah. Jika kamu memiliki Impian, berjuanglah untuk mencapainya. Ada disiplin untuk suatu tekad.

Ini bukan tentang berapa kali kamu ditolak, jatuh atau dikalahkan. Ini adalah tentang berapa kali berdiri kembali dan dengan berani untuk melanjutkannya.

PS: "If you do what is easy your life will be hard. But if you do what is hard your life will be easy." - Les Brown.

Monday, September 19, 2022

Tahukah Anda mengeluh dapat membahayakan kesehatan?

Berhentilah mengeluh. Pada kenyataannya tidak ada seorang pun senang mendengar keluhan.

Menurut penelitian dari Universitas Stanford, Mengeluh Setengah jam setiap hari secara fisik dapat merusak otak seseorang. Baik Anda yang mengeluh atau yang mendengar keluhan, paparan negatif tersebut mengikis Neuron pada Hippocampus - bagian otak yang digunakan untuk pemecahan masalah dan fungsi kognitif.

Seiring waktu, mengeluh menjadi kebiasaan. Jika Anda dikelilingi oleh pengeluh, kemungkinan besar Anda akan menjadi pengeluh.

Bukannya tidak boleh mengeluh, tetapi kebanyakan dari masyarakat kita mengeluh dengan tidak efektif. Contoh: Penelitian menemukan bahwa 95% konsumer yang memiliki masalah dengan suatu produk tidak membuat keluhan ditujukan pada perusahaan produsen, tetapi mereka akan menceritakannya pengalaman buruk itu pada 8 sampai 16 orang lainnya.

Hal tersebut tidak produktif karena keluhan tersebut tidak ditujukan pada orang yang dapat menyelesaikan masalah. Mengeluh juga akan membanjiri aliran darah dengan kortisol (hormon stress).

Jadi bagaimana mengeluh yang produktif?
1. Keluhan harus punya tujuan apa yang akan disampaikan.
2. Lakukan dengan diawali dan diakhiri dengan pernyataan positif.
3. Pertimbangkan siapa pendengarnya.
4. Gunakan sosial media dengan bijak.
5. Let it Go, dari pada merusak kesehatan mental Anda.

"Say something positive, and you'll see something positive" - Jim Thompson.

Monday, September 12, 2022

Kamu akan merasakan pada apa yang kamu fokuskan.

Pernah ngga ketika kamu sedang duduk, tiba-tiba kamu melihat kakimu memar? Lalu mulai merasakan sakitnya.

Padahal sebelumnya kamu sedang sibuk mengerjakan sesuatu, seakan tidak merasakan sakitnya atau bahkan tidak ingat kapan kaki itu terpentok sebelumnya.

Begitulah cara kerja otak kita, baru akan merasakan jika kita berfokus pada hal tersebut.

Ketika ada hal yang tidak kita sukai atau ada yang menghalangi dalam kita mengerjakan sesuatu, terkadang kita cenderung untuk mengeluh.

Jika kita fokuskan pada halangan itu, maka kita akan mulai merasakan ketidakenakan tersebut, mulai merambah pada perasaan, lalu berhenti melanjutkan aktivitas.

Bukannya tidak boleh mengeluh, tapi harus dilihat dari kadar apa yang menghalangi kita.

Jika itu hanya hal trivia seperti pada saat kita sedang sibuk bekerja, namun hanya kaki terpentok, kita akan terus dengan kesibukan kita, dan akhirnya bisa menyelesaikan tugas kita.

Jika kita mengeluh maka kita akan kehilangan fokus, pekerjaan tidak selesai, dan yang rugi adalah kita sendiri.

Jadi apa yang menjadi fokus Anda? 😉

Friday, September 02, 2022

Belajar Hal Baru, siapa takut?

Terkadang kita mengkaitkan kata belajar itu hanya pada keterampilan atau pengetahuan yang berhubungan dengan profesi.

Padahal belajar hal baru apapun, walaupun tidak berhubungan dengan kerjaan dapat memberikan kita banyak manfaat.

Hal tersebut dikarenakan pada saat kita belajar sesuatu yang baru, itu membuat pikiran dan tubuh tetap aktif. Ini membantu mendapatkan perspektif dan pengetahuan baru di sekitar kita.

Pengalaman yang baru, melatih otak kita untuk menangani tantangan dan menjaga jalur saraf kita tetap aktif. Jika semua faktor ini bergabung itu yang membuat kita tetap sehat.

Salah satu hal baru yang baru saya geluti tiga bulan terakhir ini adalah Zumba, cardio dalam bentuk Dance.

Sebenarnya saya mengikuti kelas ini sejak tahun lalu, hanya baru-baru ini saya benar mengikutinya dengan intensif. Setelah fasih, saya merasakan perspektif yang berbeda.

1. Gerakan zumba cepat, di awal-awal saya mengikuti kelas ini saya banyak melakukan kesalahan. Setelah diulangi terus, Akhirnya bisa. Making mistakes is normal - if you practice over and over again, you will perfect your skill.

2. Saya termasuk orang yang berkarakter kaku seperti Kanebo kering, namun dengan mengikuti zumba, otak relax, saya pun merasa lebih luwes.

3. Zumba membuka pintu kepada saya untuk komunitas yang baru, berteman yang baru, memberi Network yang baru.

4. Selain itu juga meningkatkan tingkat adaptasi saya terhadap gerakan, untuk menerima diri saya ketika salah, melatih kesabaran, sampai saya menyempurnakan keterampilan ini.

Setelah ini saya menjadi lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan hal baru yang berikut untuk mencapai Target saya.

Jadi kapan terakhir Anda belajar hal baru?

"You can learn new things at any time in your life if you're willing to be a beginner. If you actually learn to like being a beginner, the whole world opens up to you". - Barbara Sher

Monday, August 29, 2022

The Boy who harnessed the Wind.

Ini film yang saya temukan dan tonton kemaren weekend di Netflix. Diangkat dari kisah nyata, dan sangat menginspirasi.

Cerita ini terjadi pada tahun 2001, di sebuah negara kecil di daratan Afrika bagian selatan yaitu Malawi. Yang ketika itu, negara tersebut dilanda Kelaparan yang hebat, akibat gagal panen setelah mengalami kebanjiran.

Adalah William, seorang anak laki-laki berumur 14 tahun, yang menyelamatkan Desanya dari bencana kelaparan.

Selama menonton saya sambil berpikir begitu banyak tantangan dan halangan, yang dialami oleh William, bahkan itu datang dari ayahnya sendiri. Namun dia tidak menyerah. Apa yang membuat William tidak menyerah?

Keterampilan, Pengetahuan dan yang paling penting adalah Keyakinan bahwa dia akan berhasil, membuat dia terus mencoba berpikir untuk mencari solusi.

Itu memberi pelajaran buat saya, Stop Mengeluh jika bertemu masalah - Mending fokuskan energinya untuk mencari solusi.

Selamat Menonton!

Tuesday, August 16, 2022

Wish you were better.

Baru-baru ini kita banyak mengalami gejolak harga-harga barang yang naik. Termasuk juga issue mengenai kenaikan Mie Instan, membuat orang-orang panik, terutama anak kost.

Memang hidup terasa semakin sulit, terkadang kita mengharapkan kapan ya hidup akan lebih mudah.

Dalam renungan, saya membuka kembali catatan coaching yang pernah saya ikuti di th 2020. Saya menemukan quote yang ditulis oleh Jim Rohn.

Jim Rohn adalah salah seorang mentor dari Anthony Robbins. Anthony Robbins mengikuti personal coaching dengan Jim Rohn di usia 17 th, hal itu yang merubah hidup Sang Motivator sejak saat itu.

Bunyi Quotenya "Never Wish Life were easier, Wish that you were better" - For life may be easier if you are better.

Di dalam bukunya Anthony menjelaskan bahwa Jim memberikan pandangan bahwa Bekerja keraslah untuk meningkatkan kemampuan diri lebih dari pada pekerjaan atau lainnya, karena dengan begitu, kamu akan bisa memberikan lebih banyak kepada orang lain.

Saya prediksi ke depan mungkin akan lebih banyak tantangan dan lebih rumit, saya pikir lebih baik kita pakai waktu kita untuk meningkatkan kemampuan pribadi lebih dari hal-hal yang lain, untuk menghadapi tantangan itu.

Dirgahayu Indonesia!

Tuesday, July 26, 2022

Mengatasi Distorsi Kognitif.

"Wuah nasib gua sial melulu nih".

"Ah karena saya Introvert ya, jadi tidak punya banyak teman?".

"Dia sebel sama gua kali ya, makanya dia tidak mengangkat telpon saya".

Ini adalah beberapa contoh Distorsi Kognitif: pola pikir yang berasumsi secara tidak akurat, umumnya ke arah negatif.

Singkatnya ini adalah kebiasaan berpikir yang keliru. Ketika seseorang mengalami Distorsi Kognitif, dia akan mengartikan secara prasangka negatif.

Umumnya kita semua pernah mengalami Distorsi Kognitif dari waktu ke waktu. Namun, jika terjadi terus menerus bisa meningkatkan kegelisahan, depresi mendalam, kesulitan dalam menjalin hubungan dan lainnya.

Mengapa bisa mengalami Distorsi Kognitif? Para ahli menduga bahwa ini adalah salah satu cara orang untuk mengatasi suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Semakin besar pengaruh dan berkepanjangan kejadian tersebut maka semakin banyak Distorsi Kognitif yang terbentuk dalam memorynya.

Lalu bagaimana mengatasinya? Salah satu caranya adalah membungkus ulang situasi dengan lebih rasional. Misal: Terjatuh - mengapa bisa terjatuh? Bukan Sial, tetapi karena jalan terburu-buru - Ok lain kali saya harus hati-hati.

Teman saya sedikit - bukan karena introvert, tetapi selalu diam. Ok, mulai saat ini saya akan mencoba tersenyum ramah dan menyapa orang.

Telepon tidak diangkat, bisa banyak sebabnya, mungkin dia sedang nyetir, sedang sibuk, tidak kedengeran bunyi dering. Baik, saya akan telepon lagi lain waktu.

Semoga dengan sedikit penjelasannya ini bisa membuka Mindset teman-teman untuk berpikir secara rasional dan tidak langsung berasumsi negatif dalam menghadapi suatu kejadian yang tidak menyenangkan.

Jangan Lupa Bahagia! 😉😉😉

Friday, July 22, 2022

Salah satu cara mengurangi Stress?

Ada seorang teman nanya, "Koq bisa sih lue nulis-nulis gitu?. Emang dari dulu lue hobby nulis?".

Sebenarnya kalau mau jujur menulis adalah hal yang paling saya takuti pada waktu sekolah dulu.

Terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas mengarang, bisa langsung keringet dingin.

Sebenarnya apakah menulis itu adalah hal yang sulit?

Kadang kala kita terlalu cepat memutuskan, "saya tidak suka itu", "ini bukan hobby saya", atau "ah itu bukan gua banget deh" - padahal kita belum mencobanya.

Jika ditelaah, menulis itu adalah salah satu output dari pemikiran atau isi hati kita. Secara logika jika ingin ada Output, tentu harus ada Input.

Jadi supaya punya tema atau topik yang hendak ditulis, tentu kita harus mengisi diri dengan pengetahuan umum - current issues, melalui pengalaman pribadi, baca buku, nonton berita, film, atau channel sosial media dan lain-lain.

Dan suatu ketika saya pernah disarankan untuk menulis di suatu sesi terapi yang saya jalani waktu itu.

Ternyata menulis adalah cara yang efektif buat saya untuk meringankan beban dalam pikiran hehe.. Lalu kebiasaan menulis juga bisa memberi hal positif kepada yang lain.

Tentu saja kita semua diciptakan dengan segala keunikan dan kelebihan yang berbeda, kenali dan pakai sumber itu untuk meningkatkan efektivitas diri Anda.

Saya percaya teman-teman juga punya banyak cara lain atau hobby untuk merenggangkan beban pikiran. Ya milikilah Hobby itu juga merupakan suatu cara untuk membuat hidup lebih bahagia. 😉

Tuesday, July 19, 2022

Renungan di Tengah Tahun.

Umumnya orang sering menetapkan resolusi atau target di awal tahun.

Namun, yang sering terjadi adalah hanya beberapa atau sebagian kecil dari target itu yang tercapai di akhir tahun.

Mungkin terkadang kita sendiri bingung mengapa ini terjadi? atau kita sudah memprediksi ini akan terjadi, karena keadaan yang begitu sulit.

Ternyata inilah jawaban yang ditemukan dalam potongan buku ini (Baca: Atomic Habit, James Clear). Bahwa itu semata karena kita punya Target tapi tidak punya Sistem untuk mencapainya.

Misal: Target ingin menurunkan berat badan 20 Kg di Tahun ini, tetapi tidak merancang sistem untuk mencapai itu.

Sistem itu seperti bagaimana cara atau jalan untuk mencapai Target tersebut.

Jika dilanjutkan lagi dari contoh target diatas, maka harus dibuat jadwal:
- makan dan tipe makanannnya
- olah raga, durasi dan frekuensi
- istirahat dan tidur serta durasinya

Selain itu harus ada "pengawas" yang membuat sistem itu pasti akan dijalankan.

Diprediksi walau tidak punya Target, namun punya sistem yang berjalan itu justru tetap bisa membuat orang sampai pada Tujuannya.

Friday, July 08, 2022

Kekuatan Kebiasaan.

Ini adalah matematika tentang kebiasaan (habit).

Suatu kebiasaan adalah bunga majemuk (compound interest) dalam hal perbaikan diri.

Sama halnya dengan Uang yang berkembang berlipat-lipat karena bunga majemuk, pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu kita mengulang kebiasaan itu.

Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, contoh olah raga 30 menit sehari, tidak langsung membuat timbangan jadi turun 10kg.

Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan buruk, misal makan junk food sehari tidak akan membuat timbangan langsung naik.

Sehingga terkadang membuat kita tidak peduli dengan kebiasaan kecil itu.

Tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat.

Ketika kita melihat ke belakang dua, lima atau barangkali 10 tahun kemudian, nilai kebiasaan yang baik dan kerugian akibat kebiasaan buruk menjadi Luar Biasa.
Source: Atomic Habits by James Clear.