"Wuah nasib gua sial melulu nih".
"Ah karena saya Introvert ya, jadi tidak punya banyak teman?".
"Dia sebel sama gua kali ya, makanya dia tidak mengangkat telpon saya".
Ini adalah beberapa contoh Distorsi Kognitif: pola pikir yang berasumsi secara tidak akurat, umumnya ke arah negatif.
Singkatnya ini adalah kebiasaan berpikir yang keliru. Ketika seseorang mengalami Distorsi Kognitif, dia akan mengartikan secara prasangka negatif.
Umumnya kita semua pernah mengalami Distorsi Kognitif dari waktu ke waktu. Namun, jika terjadi terus menerus bisa meningkatkan kegelisahan, depresi mendalam, kesulitan dalam menjalin hubungan dan lainnya.
Mengapa bisa mengalami Distorsi Kognitif? Para ahli menduga bahwa ini adalah salah satu cara orang untuk mengatasi suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Semakin besar pengaruh dan berkepanjangan kejadian tersebut maka semakin banyak Distorsi Kognitif yang terbentuk dalam memorynya.
Lalu bagaimana mengatasinya? Salah satu caranya adalah membungkus ulang situasi dengan lebih rasional. Misal: Terjatuh - mengapa bisa terjatuh? Bukan Sial, tetapi karena jalan terburu-buru - Ok lain kali saya harus hati-hati.
Teman saya sedikit - bukan karena introvert, tetapi selalu diam. Ok, mulai saat ini saya akan mencoba tersenyum ramah dan menyapa orang.
Telepon tidak diangkat, bisa banyak sebabnya, mungkin dia sedang nyetir, sedang sibuk, tidak kedengeran bunyi dering. Baik, saya akan telepon lagi lain waktu.
Semoga dengan sedikit penjelasannya ini bisa membuka Mindset teman-teman untuk berpikir secara rasional dan tidak langsung berasumsi negatif dalam menghadapi suatu kejadian yang tidak menyenangkan.
Jangan Lupa Bahagia! 😉😉😉
Tuesday, July 26, 2022
Friday, July 22, 2022
Salah satu cara mengurangi Stress?
Ada seorang teman nanya, "Koq bisa sih lue nulis-nulis gitu?. Emang dari dulu lue hobby nulis?".
Sebenarnya kalau mau jujur menulis adalah hal yang paling saya takuti pada waktu sekolah dulu.
Terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas mengarang, bisa langsung keringet dingin.
Sebenarnya apakah menulis itu adalah hal yang sulit?
Kadang kala kita terlalu cepat memutuskan, "saya tidak suka itu", "ini bukan hobby saya", atau "ah itu bukan gua banget deh" - padahal kita belum mencobanya.
Jika ditelaah, menulis itu adalah salah satu output dari pemikiran atau isi hati kita. Secara logika jika ingin ada Output, tentu harus ada Input.
Jadi supaya punya tema atau topik yang hendak ditulis, tentu kita harus mengisi diri dengan pengetahuan umum - current issues, melalui pengalaman pribadi, baca buku, nonton berita, film, atau channel sosial media dan lain-lain.
Dan suatu ketika saya pernah disarankan untuk menulis di suatu sesi terapi yang saya jalani waktu itu.
Ternyata menulis adalah cara yang efektif buat saya untuk meringankan beban dalam pikiran hehe.. Lalu kebiasaan menulis juga bisa memberi hal positif kepada yang lain.
Tentu saja kita semua diciptakan dengan segala keunikan dan kelebihan yang berbeda, kenali dan pakai sumber itu untuk meningkatkan efektivitas diri Anda.
Saya percaya teman-teman juga punya banyak cara lain atau hobby untuk merenggangkan beban pikiran. Ya milikilah Hobby itu juga merupakan suatu cara untuk membuat hidup lebih bahagia. 😉
Sebenarnya kalau mau jujur menulis adalah hal yang paling saya takuti pada waktu sekolah dulu.
Terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas mengarang, bisa langsung keringet dingin.
Sebenarnya apakah menulis itu adalah hal yang sulit?
Kadang kala kita terlalu cepat memutuskan, "saya tidak suka itu", "ini bukan hobby saya", atau "ah itu bukan gua banget deh" - padahal kita belum mencobanya.
Jika ditelaah, menulis itu adalah salah satu output dari pemikiran atau isi hati kita. Secara logika jika ingin ada Output, tentu harus ada Input.
Jadi supaya punya tema atau topik yang hendak ditulis, tentu kita harus mengisi diri dengan pengetahuan umum - current issues, melalui pengalaman pribadi, baca buku, nonton berita, film, atau channel sosial media dan lain-lain.
Dan suatu ketika saya pernah disarankan untuk menulis di suatu sesi terapi yang saya jalani waktu itu.
Ternyata menulis adalah cara yang efektif buat saya untuk meringankan beban dalam pikiran hehe.. Lalu kebiasaan menulis juga bisa memberi hal positif kepada yang lain.
Tentu saja kita semua diciptakan dengan segala keunikan dan kelebihan yang berbeda, kenali dan pakai sumber itu untuk meningkatkan efektivitas diri Anda.
Saya percaya teman-teman juga punya banyak cara lain atau hobby untuk merenggangkan beban pikiran. Ya milikilah Hobby itu juga merupakan suatu cara untuk membuat hidup lebih bahagia. 😉
Tuesday, July 19, 2022
Renungan di Tengah Tahun.
Umumnya orang sering menetapkan resolusi atau target di awal tahun.
Namun, yang sering terjadi adalah hanya beberapa atau sebagian kecil dari target itu yang tercapai di akhir tahun.
Mungkin terkadang kita sendiri bingung mengapa ini terjadi? atau kita sudah memprediksi ini akan terjadi, karena keadaan yang begitu sulit.
Ternyata inilah jawaban yang ditemukan dalam potongan buku ini (Baca: Atomic Habit, James Clear). Bahwa itu semata karena kita punya Target tapi tidak punya Sistem untuk mencapainya.
Misal: Target ingin menurunkan berat badan 20 Kg di Tahun ini, tetapi tidak merancang sistem untuk mencapai itu.
Sistem itu seperti bagaimana cara atau jalan untuk mencapai Target tersebut.
Jika dilanjutkan lagi dari contoh target diatas, maka harus dibuat jadwal:
- makan dan tipe makanannnya
- olah raga, durasi dan frekuensi
- istirahat dan tidur serta durasinya
Selain itu harus ada "pengawas" yang membuat sistem itu pasti akan dijalankan.
Diprediksi walau tidak punya Target, namun punya sistem yang berjalan itu justru tetap bisa membuat orang sampai pada Tujuannya.
Namun, yang sering terjadi adalah hanya beberapa atau sebagian kecil dari target itu yang tercapai di akhir tahun.
Mungkin terkadang kita sendiri bingung mengapa ini terjadi? atau kita sudah memprediksi ini akan terjadi, karena keadaan yang begitu sulit.
Ternyata inilah jawaban yang ditemukan dalam potongan buku ini (Baca: Atomic Habit, James Clear). Bahwa itu semata karena kita punya Target tapi tidak punya Sistem untuk mencapainya.
Misal: Target ingin menurunkan berat badan 20 Kg di Tahun ini, tetapi tidak merancang sistem untuk mencapai itu.
Sistem itu seperti bagaimana cara atau jalan untuk mencapai Target tersebut.
Jika dilanjutkan lagi dari contoh target diatas, maka harus dibuat jadwal:
- makan dan tipe makanannnya
- olah raga, durasi dan frekuensi
- istirahat dan tidur serta durasinya
Selain itu harus ada "pengawas" yang membuat sistem itu pasti akan dijalankan.
Diprediksi walau tidak punya Target, namun punya sistem yang berjalan itu justru tetap bisa membuat orang sampai pada Tujuannya.
Friday, July 08, 2022
Kekuatan Kebiasaan.
Ini adalah matematika tentang kebiasaan (habit).
Suatu kebiasaan adalah bunga majemuk (compound interest) dalam hal perbaikan diri.
Sama halnya dengan Uang yang berkembang berlipat-lipat karena bunga majemuk, pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu kita mengulang kebiasaan itu.
Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, contoh olah raga 30 menit sehari, tidak langsung membuat timbangan jadi turun 10kg.
Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan buruk, misal makan junk food sehari tidak akan membuat timbangan langsung naik.
Sehingga terkadang membuat kita tidak peduli dengan kebiasaan kecil itu.
Tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat.
Ketika kita melihat ke belakang dua, lima atau barangkali 10 tahun kemudian, nilai kebiasaan yang baik dan kerugian akibat kebiasaan buruk menjadi Luar Biasa.
Source: Atomic Habits by James Clear.
Suatu kebiasaan adalah bunga majemuk (compound interest) dalam hal perbaikan diri.
Sama halnya dengan Uang yang berkembang berlipat-lipat karena bunga majemuk, pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu kita mengulang kebiasaan itu.
Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, contoh olah raga 30 menit sehari, tidak langsung membuat timbangan jadi turun 10kg.
Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan buruk, misal makan junk food sehari tidak akan membuat timbangan langsung naik.
Sehingga terkadang membuat kita tidak peduli dengan kebiasaan kecil itu.
Tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat.
Ketika kita melihat ke belakang dua, lima atau barangkali 10 tahun kemudian, nilai kebiasaan yang baik dan kerugian akibat kebiasaan buruk menjadi Luar Biasa.
Source: Atomic Habits by James Clear.
Tuesday, July 05, 2022
Kesempatan kedua.
Hari itu adalah hari ulang tahun saya (sepuluh tahun yang lalu). Saya sengaja mengambil satu hari cuti untuk melakukan medical check up.
Saya menjalani beberapa pemeriksaan dan yang terakhir adalah pemeriksaan Radiologi. Dokter mengatakan ada indikasi abnormal di bagian uterus, lalu menyarankan untuk menemui Dokter Internis.
Dokter Internis mengatakan hal yang sama, lalu menyarankan menemui Dokter Obsgyn. Setelah melakukan pemeriksaan Dokter Obsgyn juga tidak memastikan, lalu menyarankan untuk dilakukan test CA Marker.
Hasilnya baru bisa diketahui keesokan harinya. Hari itu selesai dan pulang ke rumah jam 15.00.
Sepanjang sisa hari itu saya hanya diam dan tidak bercerita pada siapapun.
Banyak hal yang berkecamuk di dalam pikiran saya, seperti:
"Bagaimana jika hasil pemeriksaan menyatakan penyakit mematikan itu?"
"Bagaimana jika waktu saya hanya tinggal 3 bulan?"
"Apa yang sudah pernah saya kerjakan dan kontribusikan kepada keluarga ataupun lainnya?"
Jawaban yang terus berputar dalam pikiran saya adalah hanya kerja, hampir 2/3 waktu sehari dihabiskan di kantor. Bahkan terkadang jika kondisi mendesak, di rumah pun masih bekerja.
Sebagian besar permasalahan yang diselesaikan, hanya berhubungan untuk diri sendiri. Semalaman saya tidak bisa tidur.
Besok paginya saya mengirimkan SMS kepada Dokter Obsgyn, dan hasilnya adalah negatif. Indikasi yang dikatakan ternyata bukan sesuatu yang serius.
Rasanya lega, namun pertanyaan yang saya pikirkan semalaman terus berputar dalam pikiran saya.
Sejak saat itu juga, saya memutuskan untuk merubah arah tujuan hidup dan karir saya.
Jika Anda diberikan kesempatan kedua, apa yang akan Anda ubah?
Saya menjalani beberapa pemeriksaan dan yang terakhir adalah pemeriksaan Radiologi. Dokter mengatakan ada indikasi abnormal di bagian uterus, lalu menyarankan untuk menemui Dokter Internis.
Dokter Internis mengatakan hal yang sama, lalu menyarankan menemui Dokter Obsgyn. Setelah melakukan pemeriksaan Dokter Obsgyn juga tidak memastikan, lalu menyarankan untuk dilakukan test CA Marker.
Hasilnya baru bisa diketahui keesokan harinya. Hari itu selesai dan pulang ke rumah jam 15.00.
Sepanjang sisa hari itu saya hanya diam dan tidak bercerita pada siapapun.
Banyak hal yang berkecamuk di dalam pikiran saya, seperti:
"Bagaimana jika hasil pemeriksaan menyatakan penyakit mematikan itu?"
"Bagaimana jika waktu saya hanya tinggal 3 bulan?"
"Apa yang sudah pernah saya kerjakan dan kontribusikan kepada keluarga ataupun lainnya?"
Jawaban yang terus berputar dalam pikiran saya adalah hanya kerja, hampir 2/3 waktu sehari dihabiskan di kantor. Bahkan terkadang jika kondisi mendesak, di rumah pun masih bekerja.
Sebagian besar permasalahan yang diselesaikan, hanya berhubungan untuk diri sendiri. Semalaman saya tidak bisa tidur.
Besok paginya saya mengirimkan SMS kepada Dokter Obsgyn, dan hasilnya adalah negatif. Indikasi yang dikatakan ternyata bukan sesuatu yang serius.
Rasanya lega, namun pertanyaan yang saya pikirkan semalaman terus berputar dalam pikiran saya.
Sejak saat itu juga, saya memutuskan untuk merubah arah tujuan hidup dan karir saya.
Jika Anda diberikan kesempatan kedua, apa yang akan Anda ubah?
Tuesday, June 28, 2022
Masalah Perspektif.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah refleksi yang dimulai dengan sebuah pertanyaan: Kapan seekor burung bisa lebih besar dari gunung?
Kata pertama yang muncul di benak saya adalah "mustahil", jenis burung apa pun tidak akan pernah lebih besar dari pada sebuah gunung.
Kemudian saya meneruskan membaca artikel tersebut dan jawabannya adalah : Ketika burung lebih dekat kepada orang yang memandangnya, daripada gunung.
Hmm, jawabannya benar sekali. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Itu juga cara kita melihat masalah kita.
Terkadang kita merasa masalah kita lebih besar dari apapun bahkan lebih besar dari Sang Pencipta. Karena kita lebih dekat dengan masalah daripada Sang Pencipta.
Pada saat-saat seperti itu, Sang Pencipta tampak sejauh gunung yang jauh, dan kita menganggap Dia kecil dan tidak terjangkau.
Sesungguhnya Dia selalu ada dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan kita, sebagaimana Dia berjanji untuk "memberi kekuatan kepada orang yang lelah, dan orang muda tersandung dan jatuh" (Yesaya 40:29).
Sama seperti seekor burung tidak akan pernah lebih besar dari pada gunung, tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Inti permasalahannya adalah mengubah perspektif kita.
Kata pertama yang muncul di benak saya adalah "mustahil", jenis burung apa pun tidak akan pernah lebih besar dari pada sebuah gunung.
Kemudian saya meneruskan membaca artikel tersebut dan jawabannya adalah : Ketika burung lebih dekat kepada orang yang memandangnya, daripada gunung.
Hmm, jawabannya benar sekali. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Itu juga cara kita melihat masalah kita.
Terkadang kita merasa masalah kita lebih besar dari apapun bahkan lebih besar dari Sang Pencipta. Karena kita lebih dekat dengan masalah daripada Sang Pencipta.
Pada saat-saat seperti itu, Sang Pencipta tampak sejauh gunung yang jauh, dan kita menganggap Dia kecil dan tidak terjangkau.
Sesungguhnya Dia selalu ada dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan kita, sebagaimana Dia berjanji untuk "memberi kekuatan kepada orang yang lelah, dan orang muda tersandung dan jatuh" (Yesaya 40:29).
Sama seperti seekor burung tidak akan pernah lebih besar dari pada gunung, tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Inti permasalahannya adalah mengubah perspektif kita.
Thursday, June 23, 2022
Tidak berubah, sungguh?
Dua bulan yang lalu pada saat pulang kampung sempat ketemu teman-teman semasa sekolah dulu.
Ada teman yang berkomentar "kamu masih sama seperti dulu, tidak berubah." Yang dimaksud adalah penampilannya yang tidak berubah.
Kita tahu satu-satunya hal yang tidak berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.
Tidak mungkin tidak berubah, dengan bertambah usia seseorang, performa sistem metabolisme pasti akan menurun.
Untuk tetap menjaga keseimbangan berat tubuh, pasti harus diimbangi dengan usaha dari luar, seperti mengatur pola makan dan olahraga.
Terkadang kita hanya menilai sesuatu itu hanya dari penampakan luar saja, atau lihat kesuksesan orang saja, atau lihat hasil akhirnya saja.
Padahal kita tidak tahu, seberapa besar pengorbanannya untuk mencapai tujuan tersebut, seberapa keras kerjanya untuk mencapai kesuksesan tersebut, seberapa banyak waktu yang sudah dihabiskan untuk mendapatkan hasil tersebut.
"I have no magical formula. The only way I know to win is through Hard Work"- Don Shula.
Hal ini tentu berlaku untuk hampir semua aspek dalam kehidupan, mau berhasil ya harus ada usaha.. Setuju?
PS: body shape dan kulit masih bisa dipoles, tapi mata plus tidak ada obatnya hahha..
Ada teman yang berkomentar "kamu masih sama seperti dulu, tidak berubah." Yang dimaksud adalah penampilannya yang tidak berubah.
Kita tahu satu-satunya hal yang tidak berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.
Tidak mungkin tidak berubah, dengan bertambah usia seseorang, performa sistem metabolisme pasti akan menurun.
Untuk tetap menjaga keseimbangan berat tubuh, pasti harus diimbangi dengan usaha dari luar, seperti mengatur pola makan dan olahraga.
Terkadang kita hanya menilai sesuatu itu hanya dari penampakan luar saja, atau lihat kesuksesan orang saja, atau lihat hasil akhirnya saja.
Padahal kita tidak tahu, seberapa besar pengorbanannya untuk mencapai tujuan tersebut, seberapa keras kerjanya untuk mencapai kesuksesan tersebut, seberapa banyak waktu yang sudah dihabiskan untuk mendapatkan hasil tersebut.
"I have no magical formula. The only way I know to win is through Hard Work"- Don Shula.
Hal ini tentu berlaku untuk hampir semua aspek dalam kehidupan, mau berhasil ya harus ada usaha.. Setuju?
PS: body shape dan kulit masih bisa dipoles, tapi mata plus tidak ada obatnya hahha..
Sunday, June 19, 2022
Perubahan ke arah mana?
Masih teringat jelas 25 tahun yang lalu, ketika sudah akan lulus SMA - masih belum menentukan akan kuliah di mana, dan jurusan apa?
Alih-alih menganalisa, hanya berpikir mengikuti jejak Koko saya berkuliah di Bina Nusantara, yang disingkat BINUS.
Alasan pertama adalah kuliah di BINUS relatif murah dibanding dengan Universitas Swasta lain. Walau sering juga merasa inferior kuliah di BINUS, bukan sekolah unggulan di zaman itu.
Fast foward, beberapa waktu lalu saya membaca informasi bahwa BINUS sekarang adalah Universitas Swasta no. 1 di Indonesia, kuliah di BINUS juga tidak murah sekarang.
Sekarang BINUS juga memiliki banyak kampus di berbagai kota di Indonesia, Bandung, Bekasi, Malang, Semarang, Tangerang selain ada beberapa kampus di Jakarta.
Waktu akan terus berjalan, dan Perubahan akan terus berlangsung. Jika saat ini kita berada di bawah, tidak berarti akan selamanya di sana, kalau kita mau bergerak untuk melakukan usaha dan perubahan ke arah yg lebih baik.
Sebaliknya hal yang sama juga berlaku untuk yang sedang di atas, jika tidak melakukan apapun untuk mempertahankan atau bergerak maju.
"Success is not Forever, and Failure is never Final" - Don Shula.
@Binus Semarang
Alih-alih menganalisa, hanya berpikir mengikuti jejak Koko saya berkuliah di Bina Nusantara, yang disingkat BINUS.
Alasan pertama adalah kuliah di BINUS relatif murah dibanding dengan Universitas Swasta lain. Walau sering juga merasa inferior kuliah di BINUS, bukan sekolah unggulan di zaman itu.
Fast foward, beberapa waktu lalu saya membaca informasi bahwa BINUS sekarang adalah Universitas Swasta no. 1 di Indonesia, kuliah di BINUS juga tidak murah sekarang.
Sekarang BINUS juga memiliki banyak kampus di berbagai kota di Indonesia, Bandung, Bekasi, Malang, Semarang, Tangerang selain ada beberapa kampus di Jakarta.
Waktu akan terus berjalan, dan Perubahan akan terus berlangsung. Jika saat ini kita berada di bawah, tidak berarti akan selamanya di sana, kalau kita mau bergerak untuk melakukan usaha dan perubahan ke arah yg lebih baik.
Sebaliknya hal yang sama juga berlaku untuk yang sedang di atas, jika tidak melakukan apapun untuk mempertahankan atau bergerak maju.
"Success is not Forever, and Failure is never Final" - Don Shula.
Sunday, June 12, 2022
"Don't Think. Just Do."
"Jangan pikir, Lakukan saja" Itu yang dikatakan Maverick kepada anak angkatnya Rooster pada saat mereka menjalankan misi penyerangan khusus, dalam film Top Gun (2022).
Terkadang kita ragu untuk bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah terlatih untuk itu - seperti tokoh Rooster.
Namun karena kelihatannya sulit, tidak berpengalaman, kita tidak percaya diri untuk melakukannya.
Yang pada akhirnya membawa kita tidak melakukan apa-apa. Dikarenakan tidak melakukan apa-apa, tentu kita juga tidak akan menghasilkan apa-apa.
Lebih baik kita lakukan, walaupun gagal, kita mendapatkan pengalaman, dan masukan - sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
"Feel The Fear and Do It Anyway". - Susan Jeffers, Phd.
Terkadang kita ragu untuk bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah terlatih untuk itu - seperti tokoh Rooster.
Namun karena kelihatannya sulit, tidak berpengalaman, kita tidak percaya diri untuk melakukannya.
Yang pada akhirnya membawa kita tidak melakukan apa-apa. Dikarenakan tidak melakukan apa-apa, tentu kita juga tidak akan menghasilkan apa-apa.
Lebih baik kita lakukan, walaupun gagal, kita mendapatkan pengalaman, dan masukan - sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
"Feel The Fear and Do It Anyway". - Susan Jeffers, Phd.
Friday, June 10, 2022
Intermezzo menjelang akhir pekan: Tahukah Anda?
Sudah hampir seminggu Senzhou-14 diluncurkan untuk Proyek stasiun ruang angkasa "Tian gong" (yang artinya: Istana Langit).
Sejak tahun 1999 Senzhou-1 diluncurkan, Negara Tirai bambu ini menamakan awak kapal ruang angkasa ini dengan nama "Taikonaut".
Lalu apa perbedaan "Astronaut", "Cosmonaut", dan "Taikonaut"? bingung?
Itu semua adalah istilah untuk awak kapal ruang angkasa, hanya beda negara, beda penyebutannya.
Astronaut sebutan oleh Bangsa Amerika, asal kata "Astronomy" - Ilmu perbintangan dan "Nautes" - Pelayar.
Cosmonaut sebutan oleh Bangsa Rusia, asal kata "Cosmos" - Alam semesta dan Nautes.
Taikonot sebutan oleh Bangsa Cina, asal kata "Tai kong" - Angkasa Luar dan Nautes.
Ini adalah tiga negara di dunia yang pernah menaklukan penjelajahan Ruang Angkasa Luar, dan yang terakhir masih aktif dengan proyek besar membangun stasiun ruang angkasa "Tian gong" - yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2023.
Mengapa Cina sangat berambisi untuk membangun Stasiun Ruang Angkasa ini. Hal ini disebabkan karena persekutuan negara-negara barat tidak mengizinkan Cina untuk ikut dalam Aliansi Penjelajahan Ruang Angkasa.
Peristiwa yang mirip juga pernah terjadi ketika Presiden Amerika Donald Trump, memblokir Huawei - Perusahaan tersebut malah berhasil meluncurkan teknologi 5G untuk pertama kali.
Suatu semangat yang perlu dicontoh - Semakin dibully semakin menjadi. Bagaimana dengan kita?
Sejak tahun 1999 Senzhou-1 diluncurkan, Negara Tirai bambu ini menamakan awak kapal ruang angkasa ini dengan nama "Taikonaut".
Lalu apa perbedaan "Astronaut", "Cosmonaut", dan "Taikonaut"? bingung?
Itu semua adalah istilah untuk awak kapal ruang angkasa, hanya beda negara, beda penyebutannya.
Astronaut sebutan oleh Bangsa Amerika, asal kata "Astronomy" - Ilmu perbintangan dan "Nautes" - Pelayar.
Cosmonaut sebutan oleh Bangsa Rusia, asal kata "Cosmos" - Alam semesta dan Nautes.
Taikonot sebutan oleh Bangsa Cina, asal kata "Tai kong" - Angkasa Luar dan Nautes.
Ini adalah tiga negara di dunia yang pernah menaklukan penjelajahan Ruang Angkasa Luar, dan yang terakhir masih aktif dengan proyek besar membangun stasiun ruang angkasa "Tian gong" - yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2023.
Mengapa Cina sangat berambisi untuk membangun Stasiun Ruang Angkasa ini. Hal ini disebabkan karena persekutuan negara-negara barat tidak mengizinkan Cina untuk ikut dalam Aliansi Penjelajahan Ruang Angkasa.
Peristiwa yang mirip juga pernah terjadi ketika Presiden Amerika Donald Trump, memblokir Huawei - Perusahaan tersebut malah berhasil meluncurkan teknologi 5G untuk pertama kali.
Suatu semangat yang perlu dicontoh - Semakin dibully semakin menjadi. Bagaimana dengan kita?
Wednesday, June 08, 2022
Ketahanan dan Kekuatan Berpengharapan.
Dalam suatu seri eksperimen yang di lakukan oleh Dr Curt Richter pada tahun 1950-an.
Walau eksperimen ini kontroversial, karena dianggap melakukan kekejian terhadap hewan, namun eksperimen ini memberikan temuan yang luar biasa.
Yaitu pelajaran yang berharga tentang harapan.
Beberapa tikus liar ditempatkan dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang sampai tikus itu menyerah.
Peneliti mencatat waktu rata-rata tikus tenggelam dan mati dalam waktu 15-20 menit.
Dalam eksperimen selanjutnya, tikus-tikus dimasukan ke dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang.
Namun kali ini, tepat sebelum waktu rata-rata mereka menyerah dan kelelahan, peneliti mengangkat dan mengeringkan tikus tersebut dan membiarkannya beristirahat beberapa saat.
Kemudian tikus tersebut dimasukan kembali ke dalam toples untuk putaran kedua.
Coba tebak berapa lama kali ini tikus bertahan berenang dalam toples tersebut?
15 menit seperti sebelumnya? 30 menit? 1 jam? 5 jam?
Yang mengejutkan tikus-tikus tersebut rata-rata mampu bertahan berenang 40 hingga 60 jam.
Mengapa di putaran kedua ini, tikus tersebut mampu bertahan lebih lama.
Perbedaan mendasarnya ialah, bahwa tikus pertama lebih cepat menyerah karena sadar tidak ada jalan keluar, sementara tikus kedua diselamatkan sebelum mereka menyerah.
Hal ini membuat tikus tersebut berenang hingga batas kemampuan terakhirnya, karena adanya sebuah harapan. Tikus percaya mereka pada akhirnya akan diselamatkan. Memaksa tubuh mereka melewati batas yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang mustahil.
Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa kematian lebih bersifat psikis daripada fisik. Mereka menyerah secara mental walau fisik masih memungkinkan.
Mental adalah pondasi dasar setiap manusia dalam mencapai tujuan.
Harapan dan keyakinan adalah bahan bakar seseorang untuk terus optimis dan terus berusaha.
Jadi apakah Anda masih memiliki Harapan dan Keyakinan? Di mana Anda meletakkan harapan dan keyakinan Anda?
Walau eksperimen ini kontroversial, karena dianggap melakukan kekejian terhadap hewan, namun eksperimen ini memberikan temuan yang luar biasa.
Yaitu pelajaran yang berharga tentang harapan.
Beberapa tikus liar ditempatkan dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang sampai tikus itu menyerah.
Peneliti mencatat waktu rata-rata tikus tenggelam dan mati dalam waktu 15-20 menit.
Dalam eksperimen selanjutnya, tikus-tikus dimasukan ke dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang.
Namun kali ini, tepat sebelum waktu rata-rata mereka menyerah dan kelelahan, peneliti mengangkat dan mengeringkan tikus tersebut dan membiarkannya beristirahat beberapa saat.
Kemudian tikus tersebut dimasukan kembali ke dalam toples untuk putaran kedua.
Coba tebak berapa lama kali ini tikus bertahan berenang dalam toples tersebut?
15 menit seperti sebelumnya? 30 menit? 1 jam? 5 jam?
Yang mengejutkan tikus-tikus tersebut rata-rata mampu bertahan berenang 40 hingga 60 jam.
Mengapa di putaran kedua ini, tikus tersebut mampu bertahan lebih lama.
Perbedaan mendasarnya ialah, bahwa tikus pertama lebih cepat menyerah karena sadar tidak ada jalan keluar, sementara tikus kedua diselamatkan sebelum mereka menyerah.
Hal ini membuat tikus tersebut berenang hingga batas kemampuan terakhirnya, karena adanya sebuah harapan. Tikus percaya mereka pada akhirnya akan diselamatkan. Memaksa tubuh mereka melewati batas yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang mustahil.
Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa kematian lebih bersifat psikis daripada fisik. Mereka menyerah secara mental walau fisik masih memungkinkan.
Mental adalah pondasi dasar setiap manusia dalam mencapai tujuan.
Harapan dan keyakinan adalah bahan bakar seseorang untuk terus optimis dan terus berusaha.
Jadi apakah Anda masih memiliki Harapan dan Keyakinan? Di mana Anda meletakkan harapan dan keyakinan Anda?
Saturday, June 04, 2022
Wow Memalukan?
Setiap menjelang 17 Agustus, sekolah kami menyeleksi personel untuk Paskibra, selain itu juga Paduan Suara untuk Upacara di tingkat Kabupaten.
Ketika itu saya kelas 1 SMP, dengan postur kurus dan tidak tinggi sudah pasti saya bukan kandidat untuk Paskibra.
Jadi murid-murid selain yang terpilih Paskibra, ikut seleksi untuk Paduan Suara. Tiba lah giliran saya untuk ditest.
Saya menyanyikan sepenggal Lagu Nasional, yang berjudul "Dari Sabang sampai Merauke".
Setelah selesai, beberapa waktu kemudian Guru yang bersangkutan mengumumkan siapa yang terpilih ikut dalam Paduan Suara tersebut, yang akan bergabung dengan Sekolah lain.
Dan ternyata semua teman dekat saya terpilih, kecuali saya. Ini bukan nyanyi Solo, tapi Paduan suara loh. Itu juga berarti saya tidak akan ikut upacara di kantor Bupati.
Ada rasa sedih, koq saya tidak terpilih, seburuk itu kah? Saya diam untuk beberapa hari, tidak cerita apapun di rumah.
Saya tahu saya punya kelemahan, namun dalam benak, saya selalu ingin mendapatkan Pengakuan. Dengan postur yang kecil, olah raga juga bukan keahlian saya.
Dalam bidang akademis, saya juga bukan seorang Jenius, tapi jika saya memberi waktu dan usaha belajar, saya yakin saya bisa. Itu lah awal saya belajar untuk 'Move forward' - fokus pada hal yang bisa saya lakukan, dari pada terus meratap pada kelemahan.
"Focus on your strengths, Not your weaknesses.
Focus on your character, Not your reputation.
Focus on your blessings, Not your misfortunes."
- Roy T. Bennet, The Light in the Heart.
Ketika itu saya kelas 1 SMP, dengan postur kurus dan tidak tinggi sudah pasti saya bukan kandidat untuk Paskibra.
Jadi murid-murid selain yang terpilih Paskibra, ikut seleksi untuk Paduan Suara. Tiba lah giliran saya untuk ditest.
Saya menyanyikan sepenggal Lagu Nasional, yang berjudul "Dari Sabang sampai Merauke".
Setelah selesai, beberapa waktu kemudian Guru yang bersangkutan mengumumkan siapa yang terpilih ikut dalam Paduan Suara tersebut, yang akan bergabung dengan Sekolah lain.
Dan ternyata semua teman dekat saya terpilih, kecuali saya. Ini bukan nyanyi Solo, tapi Paduan suara loh. Itu juga berarti saya tidak akan ikut upacara di kantor Bupati.
Ada rasa sedih, koq saya tidak terpilih, seburuk itu kah? Saya diam untuk beberapa hari, tidak cerita apapun di rumah.
Saya tahu saya punya kelemahan, namun dalam benak, saya selalu ingin mendapatkan Pengakuan. Dengan postur yang kecil, olah raga juga bukan keahlian saya.
Dalam bidang akademis, saya juga bukan seorang Jenius, tapi jika saya memberi waktu dan usaha belajar, saya yakin saya bisa. Itu lah awal saya belajar untuk 'Move forward' - fokus pada hal yang bisa saya lakukan, dari pada terus meratap pada kelemahan.
"Focus on your strengths, Not your weaknesses.
Focus on your character, Not your reputation.
Focus on your blessings, Not your misfortunes."
- Roy T. Bennet, The Light in the Heart.
Wednesday, May 25, 2022
Way to be Happy?
Memiliki sifat "Perfeksionis" dulu sering kali membuat saya cenderung sulit untuk memutuskan beberapa hal dalam kehidupan.
Sebagian itu juga karena takut membuat kesalahan. Padahal membuat kesalahan itu biasa, merupakan bagian dari suatu pembelajaran.
Untuk mengatasinya, saya diajarkan Cognitive Behavioural Theraphy (CBT) dalam sebuah konseling.
Metode ini mengajarkan pemikiran logika dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang keyakinan palsu yang mengarah pada emosi destruktif.
Emosi destruktif ini dalam jangka waktu yang lama, jika tidak terurai bisa memberikan kontribusi pada gangguan kecemasan dan depresi.
Contohnya: Seseorang memutuskan untuk pindah kerja, lamar kerja, dan akhirnya mendapatkan kerjaan baru.
Sebelum pekerjaan baru itu dimulai, timbul pemikiran seperti:
- Bagaimana jika tidak bisa mengerjakan tugas di tempat yang baru?
- Bagaimana jika atasan kurang bersahabat?
- Bagaimana jika tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru?
Daftar pertanyaan tersebut bisa terus bertambah, sehingga bisa membuat orang tersebut cemas.
Untuk mengatasinya, menggantikan pertanyaan dengan solusi:
- Jika tidak bisa mengerjakan tugas, maka masih ada waktu tiga bulan masa percobaan untuk belajar.
- Atasan yang kurang bersahabat mungkin karena tugas tidak diselesaikan sesuai standar. Kalau bekerja sesuai standar, Atasan pasti senang.
- Beradaptasi, memiliki waktu tiga bulan untuk mengenal kolega-kolega, membangun relasi melalui makan siang bersama.
Konon Aspek Fundamental tertentu dari CBT teridentifikasi berasal dari Tradisi Filosofi Kuno, khususnya Stoisisme.
Terdapat satu buku Berbahasa Indonesia yang menjelaskan Stoisisme dengan gamblang dan ringan berjudul "Filosofi Teras" - karya Henry Manampiring, penerbit Gramedia.
Buku ini sangat direkomendasikan, jika teman-teman ingin belajar mengendalikan Emosi destruktif - sehingga hidup lebih BAHAGIA.
Sebagian itu juga karena takut membuat kesalahan. Padahal membuat kesalahan itu biasa, merupakan bagian dari suatu pembelajaran.
Untuk mengatasinya, saya diajarkan Cognitive Behavioural Theraphy (CBT) dalam sebuah konseling.
Metode ini mengajarkan pemikiran logika dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang keyakinan palsu yang mengarah pada emosi destruktif.
Emosi destruktif ini dalam jangka waktu yang lama, jika tidak terurai bisa memberikan kontribusi pada gangguan kecemasan dan depresi.
Contohnya: Seseorang memutuskan untuk pindah kerja, lamar kerja, dan akhirnya mendapatkan kerjaan baru.
Sebelum pekerjaan baru itu dimulai, timbul pemikiran seperti:
- Bagaimana jika tidak bisa mengerjakan tugas di tempat yang baru?
- Bagaimana jika atasan kurang bersahabat?
- Bagaimana jika tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru?
Daftar pertanyaan tersebut bisa terus bertambah, sehingga bisa membuat orang tersebut cemas.
Untuk mengatasinya, menggantikan pertanyaan dengan solusi:
- Jika tidak bisa mengerjakan tugas, maka masih ada waktu tiga bulan masa percobaan untuk belajar.
- Atasan yang kurang bersahabat mungkin karena tugas tidak diselesaikan sesuai standar. Kalau bekerja sesuai standar, Atasan pasti senang.
- Beradaptasi, memiliki waktu tiga bulan untuk mengenal kolega-kolega, membangun relasi melalui makan siang bersama.
Konon Aspek Fundamental tertentu dari CBT teridentifikasi berasal dari Tradisi Filosofi Kuno, khususnya Stoisisme.
Terdapat satu buku Berbahasa Indonesia yang menjelaskan Stoisisme dengan gamblang dan ringan berjudul "Filosofi Teras" - karya Henry Manampiring, penerbit Gramedia.
Buku ini sangat direkomendasikan, jika teman-teman ingin belajar mengendalikan Emosi destruktif - sehingga hidup lebih BAHAGIA.
Saturday, May 14, 2022
"You can't always be perfect".
Itu adalah teguran dari seorang counselor kepada saya dalam sebuah konseling.
Sebagai seorang peserta penerima Beasiswa S2 waktu itu, kami diberikan privilege untuk konseling.
Konseling tersebut untuk membantu kami bisa menetap di Sydney dan beradaptasi di perkuliahan dengan baik.
Dua bulan setelah perkuliahan, saya mendapatkan jadwal konseling. Dikarenakan saya merasa kesulitan dengan satu mata kuliah wajib di Faculty Economics & Commerce, yakni Accounting saya langsung curhat.
"What score did you get in the Mid Semester?" - tanya si counselor. "I got 75 for the subject" - jawab saya.
Ibu counselor hanya tersenyum dan berkata, "That's a very good score, what did you expect?".
Sebagai seorang perfeksionis saya punya standar atas nilai yang harus saya capai.
Namun saya lupa, dengan background pendidikan S1 - Sistem Informasi, tentu saja Accounting adalah hal baru buat saya.
Jawaban selanjutnya dari Ibu Counselor, "Definitely you don't have any problems with your academic. You can't always be perfect, you just need to make progress".
Bertarget untuk mencapai suatu kesempurnaan itu baik, tetapi jangan sampai itu membuat kita tidak bisa menerima kesalahan ataupun menghindari pembelajaran.
Hal tersebut juga kadang bisa mendatangkan stress, karena tidak bisa menerima kelemahan diri kita sendiri.
Memang tidak mudah bagi saya untuk merubah mindset, belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, menerima bahwa tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah pembelajaran - artinya saya harus coba sekali lagi.
You try, you fail.
You try, you fail.
The real failure is when you stop trying!
PS: In the light of May - Mental Awareness Month.
Sebagai seorang peserta penerima Beasiswa S2 waktu itu, kami diberikan privilege untuk konseling.
Konseling tersebut untuk membantu kami bisa menetap di Sydney dan beradaptasi di perkuliahan dengan baik.
Dua bulan setelah perkuliahan, saya mendapatkan jadwal konseling. Dikarenakan saya merasa kesulitan dengan satu mata kuliah wajib di Faculty Economics & Commerce, yakni Accounting saya langsung curhat.
"What score did you get in the Mid Semester?" - tanya si counselor. "I got 75 for the subject" - jawab saya.
Ibu counselor hanya tersenyum dan berkata, "That's a very good score, what did you expect?".
Sebagai seorang perfeksionis saya punya standar atas nilai yang harus saya capai.
Namun saya lupa, dengan background pendidikan S1 - Sistem Informasi, tentu saja Accounting adalah hal baru buat saya.
Jawaban selanjutnya dari Ibu Counselor, "Definitely you don't have any problems with your academic. You can't always be perfect, you just need to make progress".
Bertarget untuk mencapai suatu kesempurnaan itu baik, tetapi jangan sampai itu membuat kita tidak bisa menerima kesalahan ataupun menghindari pembelajaran.
Hal tersebut juga kadang bisa mendatangkan stress, karena tidak bisa menerima kelemahan diri kita sendiri.
Memang tidak mudah bagi saya untuk merubah mindset, belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, menerima bahwa tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah pembelajaran - artinya saya harus coba sekali lagi.
You try, you fail.
You try, you fail.
The real failure is when you stop trying!
PS: In the light of May - Mental Awareness Month.
Wednesday, May 11, 2022
Kegunaan Hewan Peliharaan.
Hewan peliharaan bisa sangat membantu mengurangi Tingkat Stress, serta meningkatkan Hormon Oxytocin.
Hormon ini juga dikenal dengan Hormon Cinta, sehingga kita punya perasaan cinta, kasih sayang, emosi yang baik, dan keterikatan antar manusia.
Berikut beberapa cara hewan peliharaan membantu kesehatan mental Anda:
1. Hewan peliharaan dapat membantu meningkatkan produktivitas, di mana pun Anda bekerja. Ketika seekor anjing bergabung dalam pertemuan virtual, anggota kelompok memberi peringkat yang lebih tinggi kepada rekan satu timnya dalam hal kepercayaan, kohesi tim, dan persahabatan.
2. Hewan peliharaan membantu mengelola kecemasan. Sekarang lebih dari sebelumnya, banyak orang merasa cemas atau berjuang dengan kesehatan mental. Hewan peliharaan memberikan persahabatan dan dukungan.
3. Hewan peliharaan dapat membantu Anda menjadi lebih aktif. Mereka memberi Anda alasan untuk keluar, mencari udara segar dan aktif, yang terbukti meningkatkan mood, tidur, dan kesehatan mental Anda.
4. Hewan peliharaan memberikan rasa kebersamaan. Ikatan dengan hewan peliharaan membantu Anda untuk tidak merasa sendirian. Ketika pemilik melihat, menyentuh, mendengar, atau berbicara dengan hewan pendamping mereka, itu membawa rasa niat baik, kegembiraan, pengasuhan, dan kebahagiaan.
Source: www.heart.org
PS: saya yang tidak pernah suka dengan hewan peliharaan, sekarang jadi suka anjing.
Hormon ini juga dikenal dengan Hormon Cinta, sehingga kita punya perasaan cinta, kasih sayang, emosi yang baik, dan keterikatan antar manusia.
Berikut beberapa cara hewan peliharaan membantu kesehatan mental Anda:
1. Hewan peliharaan dapat membantu meningkatkan produktivitas, di mana pun Anda bekerja. Ketika seekor anjing bergabung dalam pertemuan virtual, anggota kelompok memberi peringkat yang lebih tinggi kepada rekan satu timnya dalam hal kepercayaan, kohesi tim, dan persahabatan.
2. Hewan peliharaan membantu mengelola kecemasan. Sekarang lebih dari sebelumnya, banyak orang merasa cemas atau berjuang dengan kesehatan mental. Hewan peliharaan memberikan persahabatan dan dukungan.
3. Hewan peliharaan dapat membantu Anda menjadi lebih aktif. Mereka memberi Anda alasan untuk keluar, mencari udara segar dan aktif, yang terbukti meningkatkan mood, tidur, dan kesehatan mental Anda.
4. Hewan peliharaan memberikan rasa kebersamaan. Ikatan dengan hewan peliharaan membantu Anda untuk tidak merasa sendirian. Ketika pemilik melihat, menyentuh, mendengar, atau berbicara dengan hewan pendamping mereka, itu membawa rasa niat baik, kegembiraan, pengasuhan, dan kebahagiaan.
Source: www.heart.org
PS: saya yang tidak pernah suka dengan hewan peliharaan, sekarang jadi suka anjing.
Monday, April 25, 2022
Berhenti Sejenak dan Nikmati.
Empat atau lima kali seminggu saya melewati jalan ini pada waktu mau ke Gym. Setiap kali lewat ya biasa aja.
Namun hari ini saya memutuskan untuk berjalan lebih pelan, mecoba melihat ke sekelilingnya.
Saya tidak menyangka, ternyata banyak hal-hal yang indah di sepanjang perjalanan, hanya saya tidak pernah mengambil waktu untuk menolehnya.
Terkadang kita berjalan terlalu buru-buru, dan terlalu cepat sehingga kita melewatkan banyak hal-hal yang baik dalam hidup kita.
Terkadang kita lupa untuk berhenti sejenak untuk menikmati hal-hal yang indah di sekitar kita. Lupa untuk beristirahat sejenak untuk mengisi energi kembali.
Menjelang Libur Lebaran saya berharap sebentar lagi Teman-teman dapat berhenti sejenak dari kesibukan rutin, berkumpul-kumpul keluarga, menikmati waktu berkualitas dan disegarkan kembali.
Namun hari ini saya memutuskan untuk berjalan lebih pelan, mecoba melihat ke sekelilingnya.
Saya tidak menyangka, ternyata banyak hal-hal yang indah di sepanjang perjalanan, hanya saya tidak pernah mengambil waktu untuk menolehnya.
Terkadang kita berjalan terlalu buru-buru, dan terlalu cepat sehingga kita melewatkan banyak hal-hal yang baik dalam hidup kita.
Terkadang kita lupa untuk berhenti sejenak untuk menikmati hal-hal yang indah di sekitar kita. Lupa untuk beristirahat sejenak untuk mengisi energi kembali.
Menjelang Libur Lebaran saya berharap sebentar lagi Teman-teman dapat berhenti sejenak dari kesibukan rutin, berkumpul-kumpul keluarga, menikmati waktu berkualitas dan disegarkan kembali.
Saturday, April 23, 2022
Where is your Ability Come from?
When you believe in your ability to achieve anything you want, that idea is not only embedded in your subconscious, but also strengthens your belief.
When you believe in your own abilities, part of what you believe is the possibility of you drawing on the power of unlimited intelligence.
And because you believe you can do it, your conscious mind won't hesitate either. When the conscious mind is not resisting, the subconscious mind may send creative ideas to the conscious mind more easily.
Then once you can see that power getting stronger in your life, the easier it will be for you to act on that belief on a day-to-day basis.
Can you do it? You won't know the answer unless you let go of your defenses and believe that you can.
The belief also comes from the One who gave us the source of life. 😊🙏
So do you believe that you can do it?
When you believe in your own abilities, part of what you believe is the possibility of you drawing on the power of unlimited intelligence.
And because you believe you can do it, your conscious mind won't hesitate either. When the conscious mind is not resisting, the subconscious mind may send creative ideas to the conscious mind more easily.
Then once you can see that power getting stronger in your life, the easier it will be for you to act on that belief on a day-to-day basis.
Can you do it? You won't know the answer unless you let go of your defenses and believe that you can.
The belief also comes from the One who gave us the source of life. 😊🙏
So do you believe that you can do it?
Wednesday, April 13, 2022
Can you do multi-task?
"Apakah kamu bisa multi-task (mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu)?"
Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat dulu saya melakukan interview kandidat Auditor atau pada saat "performance feedback" dengan team.
Istilah ini sering kali dipakai untuk menunjukan kompetensi seorang auditor. Namun, apakah secara realita multi-task itu memungkinkan untuk direalisasikan?
Pada waktu dulu kuliah ada satu mata kuliah namanya "Sistem Operasi (Operating system)" - itu mempelajari seluk beluk cara kerja Sistem Operasi Komputer, seperti DOS, Linux, Windows dan sejenisnya.
Walaupun tampaknya Komputer itu menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu, sebenarnya memory di dalam prosesor itu terbagi-bagi kapasitasnya untuk memproses instruksi yang diberikan.
Alhasil proses setiap aplikasi itu menjadi lama. Otak manusia itu Ibarat Super Komputer, dan memiliki cara kerja yang mirip.
Para Psikolog dan Neuroscientist melalui penelitiannya menyatakan bahwa melakukan Multi-task akan menyebabkan otak lebih cepat lelah dan sering lupa.
Alih-alih para ahli menyarankan Pola Mindfulness - fokus pada satu pekerjaan untuk satu waktu. Cepat selesaikan, lalu beralih ke pekerjaan berikutnya.
Saya mencoba hasilnya lebih memuaskan dan lebih relax. Namun, tantangan terberatnya adalah apakah kita bisa tidak terganggu atau terdisrupsi oleh hal lain seperti bunyi telepon genggam, pesan dari sosial media?
Apa pengalamanmu mengenai Multi-tasking?
Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat dulu saya melakukan interview kandidat Auditor atau pada saat "performance feedback" dengan team.
Istilah ini sering kali dipakai untuk menunjukan kompetensi seorang auditor. Namun, apakah secara realita multi-task itu memungkinkan untuk direalisasikan?
Pada waktu dulu kuliah ada satu mata kuliah namanya "Sistem Operasi (Operating system)" - itu mempelajari seluk beluk cara kerja Sistem Operasi Komputer, seperti DOS, Linux, Windows dan sejenisnya.
Walaupun tampaknya Komputer itu menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu, sebenarnya memory di dalam prosesor itu terbagi-bagi kapasitasnya untuk memproses instruksi yang diberikan.
Alhasil proses setiap aplikasi itu menjadi lama. Otak manusia itu Ibarat Super Komputer, dan memiliki cara kerja yang mirip.
Para Psikolog dan Neuroscientist melalui penelitiannya menyatakan bahwa melakukan Multi-task akan menyebabkan otak lebih cepat lelah dan sering lupa.
Alih-alih para ahli menyarankan Pola Mindfulness - fokus pada satu pekerjaan untuk satu waktu. Cepat selesaikan, lalu beralih ke pekerjaan berikutnya.
Saya mencoba hasilnya lebih memuaskan dan lebih relax. Namun, tantangan terberatnya adalah apakah kita bisa tidak terganggu atau terdisrupsi oleh hal lain seperti bunyi telepon genggam, pesan dari sosial media?
Apa pengalamanmu mengenai Multi-tasking?
Sunday, April 10, 2022
Believe in Yourself!
Kemaren Sabtu seorang mantan murid sekolah kami mengirimkan pesan kepada saya.
"Ms I need your advice and Insight".
"Yes, (sebut saja namanya 'Mawar')
Mawar sudah pindah dari sekolah tempat saya melayani, ke Sekolah International dekat rumah barunya di Sentul.
"Aku lagi ngerjain suatu project sekolah, dan project itu diperkirakan berhubungan dengan Jurusan yang akan dipilih pada waktu kuliah".
"Okay, lalu apa masalahnya", jawab saya.
"Saya bingung mau kuliah apa, Ms lihat aku cocoknya jadi apa?"
"Bukannnya waktu itu kamu pernah cerita sama Ms, kamu ingin masuk Jurusan Hukum?", kata saya.
"Tapi aku merasa orang-orang yang mengambil jurusan Hukum itu pinter banget, aku merasa belum sampai ke situ, Ms".
This is my next reply:
"Sometimes it is not the Smartest who can achieve the highest career - That's the fact".
"As long as we have the strong will to learn and improve, then we can achieve the level that we want - That's what I believe".
(diam sesaat)
"So do you believe in yourself? believe that you can achieve what you want in the future?" - lanjut saya.
"Yes Ms".
"Then I believe you will get there" - Tutup saya.
"Thanks for you help, ms".
Don't be pushed by Your problems; Be led by Your Dreams. - Unknown.
(Jangan termotivasi karena permasalahan; Pimpin dirimu dengan Mimpimu).
"Ms I need your advice and Insight".
"Yes, (sebut saja namanya 'Mawar')
Mawar sudah pindah dari sekolah tempat saya melayani, ke Sekolah International dekat rumah barunya di Sentul.
"Aku lagi ngerjain suatu project sekolah, dan project itu diperkirakan berhubungan dengan Jurusan yang akan dipilih pada waktu kuliah".
"Okay, lalu apa masalahnya", jawab saya.
"Saya bingung mau kuliah apa, Ms lihat aku cocoknya jadi apa?"
"Bukannnya waktu itu kamu pernah cerita sama Ms, kamu ingin masuk Jurusan Hukum?", kata saya.
"Tapi aku merasa orang-orang yang mengambil jurusan Hukum itu pinter banget, aku merasa belum sampai ke situ, Ms".
This is my next reply:
"Sometimes it is not the Smartest who can achieve the highest career - That's the fact".
"As long as we have the strong will to learn and improve, then we can achieve the level that we want - That's what I believe".
(diam sesaat)
"So do you believe in yourself? believe that you can achieve what you want in the future?" - lanjut saya.
"Yes Ms".
"Then I believe you will get there" - Tutup saya.
"Thanks for you help, ms".
Don't be pushed by Your problems; Be led by Your Dreams. - Unknown.
(Jangan termotivasi karena permasalahan; Pimpin dirimu dengan Mimpimu).
Friday, March 25, 2022
Knowledge is Power?
This phrase was first coined by Sir Francis Bacon (1561-1626), was an English philosopher and statesman who served as Attorney General and as Lord Chancellor of England.
Sir Francis meant by this phrase that having and sharing of knowledge is the foundation of reputation and influence, because it all begins with knowledge.
But is it true that "Knowledge is Power"?
Since my school days I like to read, I feel that I can explore a lot of understanding and knowledge through reading.
But one time when I was in college, a problem occurred, sometimes I quickly panicked.
Then my sister said "ah it's useless, you read a lot, you just encounter this problem, you immediately want to give up. It's useless you know a lot".
Similarly when I re-started my career in the Insurance industry, I wanted to learn everything first until I feel confident, took a lot of training.
However, my leader Gui Mei rebuked, "You can't just keep learning, but you must also practice and work on it if you want the results."
Power is Power. The ability to Act from what is known is more Powerful.
Generally people only knowing, but do not have the ability to act on it.
"Faith without works is dead". - Put your knowledge into action.
Yes, Knowledge is Power, but acting on your Knowledge is Much More Powerful.
Sir Francis meant by this phrase that having and sharing of knowledge is the foundation of reputation and influence, because it all begins with knowledge.
But is it true that "Knowledge is Power"?
Since my school days I like to read, I feel that I can explore a lot of understanding and knowledge through reading.
But one time when I was in college, a problem occurred, sometimes I quickly panicked.
Then my sister said "ah it's useless, you read a lot, you just encounter this problem, you immediately want to give up. It's useless you know a lot".
Similarly when I re-started my career in the Insurance industry, I wanted to learn everything first until I feel confident, took a lot of training.
However, my leader Gui Mei rebuked, "You can't just keep learning, but you must also practice and work on it if you want the results."
Power is Power. The ability to Act from what is known is more Powerful.
Generally people only knowing, but do not have the ability to act on it.
"Faith without works is dead". - Put your knowledge into action.
Yes, Knowledge is Power, but acting on your Knowledge is Much More Powerful.
Subscribe to:
Posts (Atom)














