Tuesday, June 28, 2022

Masalah Perspektif.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah refleksi yang dimulai dengan sebuah pertanyaan: Kapan seekor burung bisa lebih besar dari gunung?

Kata pertama yang muncul di benak saya adalah "mustahil", jenis burung apa pun tidak akan pernah lebih besar dari pada sebuah gunung.

Kemudian saya meneruskan membaca artikel tersebut dan jawabannya adalah : Ketika burung lebih dekat kepada orang yang memandangnya, daripada gunung.

Hmm, jawabannya benar sekali. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Itu juga cara kita melihat masalah kita.

Terkadang kita merasa masalah kita lebih besar dari apapun bahkan lebih besar dari Sang Pencipta. Karena kita lebih dekat dengan masalah daripada Sang Pencipta.

Pada saat-saat seperti itu, Sang Pencipta tampak sejauh gunung yang jauh, dan kita menganggap Dia kecil dan tidak terjangkau.

Sesungguhnya Dia selalu ada dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan kita, sebagaimana Dia berjanji untuk "memberi kekuatan kepada orang yang lelah, dan orang muda tersandung dan jatuh" (Yesaya 40:29).

Sama seperti seekor burung tidak akan pernah lebih besar dari pada gunung, tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan. Inti permasalahannya adalah mengubah perspektif kita.

Thursday, June 23, 2022

Tidak berubah, sungguh?

Dua bulan yang lalu pada saat pulang kampung sempat ketemu teman-teman semasa sekolah dulu.

Ada teman yang berkomentar "kamu masih sama seperti dulu, tidak berubah." Yang dimaksud adalah penampilannya yang tidak berubah.

Kita tahu satu-satunya hal yang tidak berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.

Tidak mungkin tidak berubah, dengan bertambah usia seseorang, performa sistem metabolisme pasti akan menurun.

Untuk tetap menjaga keseimbangan berat tubuh, pasti harus diimbangi dengan usaha dari luar, seperti mengatur pola makan dan olahraga.

Terkadang kita hanya menilai sesuatu itu hanya dari penampakan luar saja, atau lihat kesuksesan orang saja, atau lihat hasil akhirnya saja.

Padahal kita tidak tahu, seberapa besar pengorbanannya untuk mencapai tujuan tersebut, seberapa keras kerjanya untuk mencapai kesuksesan tersebut, seberapa banyak waktu yang sudah dihabiskan untuk mendapatkan hasil tersebut.

"I have no magical formula. The only way I know to win is through Hard Work"- Don Shula.

Hal ini tentu berlaku untuk hampir semua aspek dalam kehidupan, mau berhasil ya harus ada usaha.. Setuju?

PS: body shape dan kulit masih bisa dipoles, tapi mata plus tidak ada obatnya hahha..

Sunday, June 19, 2022

Perubahan ke arah mana?

Masih teringat jelas 25 tahun yang lalu, ketika sudah akan lulus SMA - masih belum menentukan akan kuliah di mana, dan jurusan apa?

Alih-alih menganalisa, hanya berpikir mengikuti jejak Koko saya berkuliah di Bina Nusantara, yang disingkat BINUS.

Alasan pertama adalah kuliah di BINUS relatif murah dibanding dengan Universitas Swasta lain. Walau sering juga merasa inferior kuliah di BINUS, bukan sekolah unggulan di zaman itu.

Fast foward, beberapa waktu lalu saya membaca informasi bahwa BINUS sekarang adalah Universitas Swasta no. 1 di Indonesia, kuliah di BINUS juga tidak murah sekarang.

Sekarang BINUS juga memiliki banyak kampus di berbagai kota di Indonesia, Bandung, Bekasi, Malang, Semarang, Tangerang selain ada beberapa kampus di Jakarta.

Waktu akan terus berjalan, dan Perubahan akan terus berlangsung. Jika saat ini kita berada di bawah, tidak berarti akan selamanya di sana, kalau kita mau bergerak untuk melakukan usaha dan perubahan ke arah yg lebih baik.

Sebaliknya hal yang sama juga berlaku untuk yang sedang di atas, jika tidak melakukan apapun untuk mempertahankan atau bergerak maju.

"Success is not Forever, and Failure is never Final" - Don Shula.

@Binus Semarang

Sunday, June 12, 2022

"Don't Think. Just Do."

"Jangan pikir, Lakukan saja" Itu yang dikatakan Maverick kepada anak angkatnya Rooster pada saat mereka menjalankan misi penyerangan khusus, dalam film Top Gun (2022).

Terkadang kita ragu untuk bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah terlatih untuk itu - seperti tokoh Rooster.

Namun karena kelihatannya sulit, tidak berpengalaman, kita tidak percaya diri untuk melakukannya.

Yang pada akhirnya membawa kita tidak melakukan apa-apa. Dikarenakan tidak melakukan apa-apa, tentu kita juga tidak akan menghasilkan apa-apa.

Lebih baik kita lakukan, walaupun gagal, kita mendapatkan pengalaman, dan masukan - sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

"Feel The Fear and Do It Anyway". - Susan Jeffers, Phd.

Friday, June 10, 2022

Intermezzo menjelang akhir pekan: Tahukah Anda?

Sudah hampir seminggu Senzhou-14 diluncurkan untuk Proyek stasiun ruang angkasa "Tian gong" (yang artinya: Istana Langit).

Sejak tahun 1999 Senzhou-1 diluncurkan, Negara Tirai bambu ini menamakan awak kapal ruang angkasa ini dengan nama "Taikonaut".

Lalu apa perbedaan "Astronaut", "Cosmonaut", dan "Taikonaut"? bingung?

Itu semua adalah istilah untuk awak kapal ruang angkasa, hanya beda negara, beda penyebutannya.

Astronaut sebutan oleh Bangsa Amerika, asal kata "Astronomy" - Ilmu perbintangan dan "Nautes" - Pelayar.

Cosmonaut sebutan oleh Bangsa Rusia, asal kata "Cosmos" - Alam semesta dan Nautes.

Taikonot sebutan oleh Bangsa Cina, asal kata "Tai kong" - Angkasa Luar dan Nautes.

Ini adalah tiga negara di dunia yang pernah menaklukan penjelajahan Ruang Angkasa Luar, dan yang terakhir masih aktif dengan proyek besar membangun stasiun ruang angkasa "Tian gong" - yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2023.

Mengapa Cina sangat berambisi untuk membangun Stasiun Ruang Angkasa ini. Hal ini disebabkan karena persekutuan negara-negara barat tidak mengizinkan Cina untuk ikut dalam Aliansi Penjelajahan Ruang Angkasa.

Peristiwa yang mirip juga pernah terjadi ketika Presiden Amerika Donald Trump, memblokir Huawei - Perusahaan tersebut malah berhasil meluncurkan teknologi 5G untuk pertama kali.

Suatu semangat yang perlu dicontoh - Semakin dibully semakin menjadi. Bagaimana dengan kita?

Wednesday, June 08, 2022

Ketahanan dan Kekuatan Berpengharapan.

Dalam suatu seri eksperimen yang di lakukan oleh Dr Curt Richter pada tahun 1950-an.

Walau eksperimen ini kontroversial, karena dianggap melakukan kekejian terhadap hewan, namun eksperimen ini memberikan temuan yang luar biasa.

Yaitu pelajaran yang berharga tentang harapan.

Beberapa tikus liar ditempatkan dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang sampai tikus itu menyerah.

Peneliti mencatat waktu rata-rata tikus tenggelam dan mati dalam waktu 15-20 menit.

Dalam eksperimen selanjutnya, tikus-tikus dimasukan ke dalam toples berisi air dan dibiarkan berenang.

Namun kali ini, tepat sebelum waktu rata-rata mereka menyerah dan kelelahan, peneliti mengangkat dan mengeringkan tikus tersebut dan membiarkannya beristirahat beberapa saat.

Kemudian tikus tersebut dimasukan kembali ke dalam toples untuk putaran kedua.

Coba tebak berapa lama kali ini tikus bertahan berenang dalam toples tersebut?

15 menit seperti sebelumnya? 30 menit? 1 jam? 5 jam?

Yang mengejutkan tikus-tikus tersebut rata-rata mampu bertahan berenang 40 hingga 60 jam.

Mengapa di putaran kedua ini, tikus tersebut mampu bertahan lebih lama.

Perbedaan mendasarnya ialah, bahwa tikus pertama lebih cepat menyerah karena sadar tidak ada jalan keluar, sementara tikus kedua diselamatkan sebelum mereka menyerah.

Hal ini membuat tikus tersebut berenang hingga batas kemampuan terakhirnya, karena adanya sebuah harapan. Tikus percaya mereka pada akhirnya akan diselamatkan. Memaksa tubuh mereka melewati batas yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang mustahil.

Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa kematian lebih bersifat psikis daripada fisik. Mereka menyerah secara mental walau fisik masih memungkinkan.

Mental adalah pondasi dasar setiap manusia dalam mencapai tujuan.

Harapan dan keyakinan adalah bahan bakar seseorang untuk terus optimis dan terus berusaha.

Jadi apakah Anda masih memiliki Harapan dan Keyakinan? Di mana Anda meletakkan harapan dan keyakinan Anda?

Saturday, June 04, 2022

Wow Memalukan?

Setiap menjelang 17 Agustus, sekolah kami menyeleksi personel untuk Paskibra, selain itu juga Paduan Suara untuk Upacara di tingkat Kabupaten.

Ketika itu saya kelas 1 SMP, dengan postur kurus dan tidak tinggi sudah pasti saya bukan kandidat untuk Paskibra.

Jadi murid-murid selain yang terpilih Paskibra, ikut seleksi untuk Paduan Suara. Tiba lah giliran saya untuk ditest.

Saya menyanyikan sepenggal Lagu Nasional, yang berjudul "Dari Sabang sampai Merauke".

Setelah selesai, beberapa waktu kemudian Guru yang bersangkutan mengumumkan siapa yang terpilih ikut dalam Paduan Suara tersebut, yang akan bergabung dengan Sekolah lain.

Dan ternyata semua teman dekat saya terpilih, kecuali saya. Ini bukan nyanyi Solo, tapi Paduan suara loh. Itu juga berarti saya tidak akan ikut upacara di kantor Bupati.

Ada rasa sedih, koq saya tidak terpilih, seburuk itu kah? Saya diam untuk beberapa hari, tidak cerita apapun di rumah.

Saya tahu saya punya kelemahan, namun dalam benak, saya selalu ingin mendapatkan Pengakuan. Dengan postur yang kecil, olah raga juga bukan keahlian saya.

Dalam bidang akademis, saya juga bukan seorang Jenius, tapi jika saya memberi waktu dan usaha belajar, saya yakin saya bisa. Itu lah awal saya belajar untuk 'Move forward' - fokus pada hal yang bisa saya lakukan, dari pada terus meratap pada kelemahan.

"Focus on your strengths, Not your weaknesses.
Focus on your character, Not your reputation.
Focus on your blessings, Not your misfortunes."
- Roy T. Bennet, The Light in the Heart.

Wednesday, May 25, 2022

Way to be Happy?

Memiliki sifat "Perfeksionis" dulu sering kali membuat saya cenderung sulit untuk memutuskan beberapa hal dalam kehidupan.

Sebagian itu juga karena takut membuat kesalahan. Padahal membuat kesalahan itu biasa, merupakan bagian dari suatu pembelajaran.

Untuk mengatasinya, saya diajarkan Cognitive Behavioural Theraphy (CBT) dalam sebuah konseling.

Metode ini mengajarkan pemikiran logika dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang keyakinan palsu yang mengarah pada emosi destruktif.

Emosi destruktif ini dalam jangka waktu yang lama, jika tidak terurai bisa memberikan kontribusi pada gangguan kecemasan dan depresi.

Contohnya: Seseorang memutuskan untuk pindah kerja, lamar kerja, dan akhirnya mendapatkan kerjaan baru.

Sebelum pekerjaan baru itu dimulai, timbul pemikiran seperti:
- Bagaimana jika tidak bisa mengerjakan tugas di tempat yang baru?
- Bagaimana jika atasan kurang bersahabat?
- Bagaimana jika tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru?

Daftar pertanyaan tersebut bisa terus bertambah, sehingga bisa membuat orang tersebut cemas.

Untuk mengatasinya, menggantikan pertanyaan dengan solusi:
- Jika tidak bisa mengerjakan tugas, maka masih ada waktu tiga bulan masa percobaan untuk belajar.
- Atasan yang kurang bersahabat mungkin karena tugas tidak diselesaikan sesuai standar. Kalau bekerja sesuai standar, Atasan pasti senang.
- Beradaptasi, memiliki waktu tiga bulan untuk mengenal kolega-kolega, membangun relasi melalui makan siang bersama.

Konon Aspek Fundamental tertentu dari CBT teridentifikasi berasal dari Tradisi Filosofi Kuno, khususnya Stoisisme.

Terdapat satu buku Berbahasa Indonesia yang menjelaskan Stoisisme dengan gamblang dan ringan berjudul "Filosofi Teras" - karya Henry Manampiring, penerbit Gramedia.

Buku ini sangat direkomendasikan, jika teman-teman ingin belajar mengendalikan Emosi destruktif - sehingga hidup lebih BAHAGIA.

Saturday, May 14, 2022

"You can't always be perfect".

Itu adalah teguran dari seorang counselor kepada saya dalam sebuah konseling.

Sebagai seorang peserta penerima Beasiswa S2 waktu itu, kami diberikan privilege untuk konseling.

Konseling tersebut untuk membantu kami bisa menetap di Sydney dan beradaptasi di perkuliahan dengan baik.

Dua bulan setelah perkuliahan, saya mendapatkan jadwal konseling. Dikarenakan saya merasa kesulitan dengan satu mata kuliah wajib di Faculty Economics & Commerce, yakni Accounting saya langsung curhat.

"What score did you get in the Mid Semester?" - tanya si counselor. "I got 75 for the subject" - jawab saya.

Ibu counselor hanya tersenyum dan berkata, "That's a very good score, what did you expect?".

Sebagai seorang perfeksionis saya punya standar atas nilai yang harus saya capai.

Namun saya lupa, dengan background pendidikan S1 - Sistem Informasi, tentu saja Accounting adalah hal baru buat saya.

Jawaban selanjutnya dari Ibu Counselor, "Definitely you don't have any problems with your academic. You can't always be perfect, you just need to make progress".

Bertarget untuk mencapai suatu kesempurnaan itu baik, tetapi jangan sampai itu membuat kita tidak bisa menerima kesalahan ataupun menghindari pembelajaran.

Hal tersebut juga kadang bisa mendatangkan stress, karena tidak bisa menerima kelemahan diri kita sendiri.

Memang tidak mudah bagi saya untuk merubah mindset, belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, menerima bahwa tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah pembelajaran - artinya saya harus coba sekali lagi.

You try, you fail.
You try, you fail.
The real failure is when you stop trying!

PS: In the light of May - Mental Awareness Month.

Wednesday, May 11, 2022

Kegunaan Hewan Peliharaan.

Hewan peliharaan bisa sangat membantu mengurangi Tingkat Stress, serta meningkatkan Hormon Oxytocin.

Hormon ini juga dikenal dengan Hormon Cinta, sehingga kita punya perasaan cinta, kasih sayang, emosi yang baik, dan keterikatan antar manusia.

Berikut beberapa cara hewan peliharaan membantu kesehatan mental Anda:

1. Hewan peliharaan dapat membantu meningkatkan produktivitas, di mana pun Anda bekerja. Ketika seekor anjing bergabung dalam pertemuan virtual, anggota kelompok memberi peringkat yang lebih tinggi kepada rekan satu timnya dalam hal kepercayaan, kohesi tim, dan persahabatan.

2. Hewan peliharaan membantu mengelola kecemasan. Sekarang lebih dari sebelumnya, banyak orang merasa cemas atau berjuang dengan kesehatan mental. Hewan peliharaan memberikan persahabatan dan dukungan.

3. Hewan peliharaan dapat membantu Anda menjadi lebih aktif. Mereka memberi Anda alasan untuk keluar, mencari udara segar dan aktif, yang terbukti meningkatkan mood, tidur, dan kesehatan mental Anda.

4. Hewan peliharaan memberikan rasa kebersamaan. Ikatan dengan hewan peliharaan membantu Anda untuk tidak merasa sendirian. Ketika pemilik melihat, menyentuh, mendengar, atau berbicara dengan hewan pendamping mereka, itu membawa rasa niat baik, kegembiraan, pengasuhan, dan kebahagiaan.

Source: www.heart.org

PS: saya yang tidak pernah suka dengan hewan peliharaan, sekarang jadi suka anjing.

Monday, April 25, 2022

Berhenti Sejenak dan Nikmati.

Empat atau lima kali seminggu saya melewati jalan ini pada waktu mau ke Gym. Setiap kali lewat ya biasa aja.

Namun hari ini saya memutuskan untuk berjalan lebih pelan, mecoba melihat ke sekelilingnya.

Saya tidak menyangka, ternyata banyak hal-hal yang indah di sepanjang perjalanan, hanya saya tidak pernah mengambil waktu untuk menolehnya.

Terkadang kita berjalan terlalu buru-buru, dan terlalu cepat sehingga kita melewatkan banyak hal-hal yang baik dalam hidup kita.

Terkadang kita lupa untuk berhenti sejenak untuk menikmati hal-hal yang indah di sekitar kita. Lupa untuk beristirahat sejenak untuk mengisi energi kembali.

Menjelang Libur Lebaran saya berharap sebentar lagi Teman-teman dapat berhenti sejenak dari kesibukan rutin, berkumpul-kumpul keluarga, menikmati waktu berkualitas dan disegarkan kembali.

Saturday, April 23, 2022

Where is your Ability Come from?

When you believe in your ability to achieve anything you want, that idea is not only embedded in your subconscious, but also strengthens your belief.

When you believe in your own abilities, part of what you believe is the possibility of you drawing on the power of unlimited intelligence.

And because you believe you can do it, your conscious mind won't hesitate either. When the conscious mind is not resisting, the subconscious mind may send creative ideas to the conscious mind more easily.

Then once you can see that power getting stronger in your life, the easier it will be for you to act on that belief on a day-to-day basis.

Can you do it? You won't know the answer unless you let go of your defenses and believe that you can.

The belief also comes from the One who gave us the source of life. 😊🙏

So do you believe that you can do it?

Wednesday, April 13, 2022

Can you do multi-task?

"Apakah kamu bisa multi-task (mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu)?"

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat dulu saya melakukan interview kandidat Auditor atau pada saat "performance feedback" dengan team.

Istilah ini sering kali dipakai untuk menunjukan kompetensi seorang auditor. Namun, apakah secara realita multi-task itu memungkinkan untuk direalisasikan?

Pada waktu dulu kuliah ada satu mata kuliah namanya "Sistem Operasi (Operating system)" - itu mempelajari seluk beluk cara kerja Sistem Operasi Komputer, seperti DOS, Linux, Windows dan sejenisnya.

Walaupun tampaknya Komputer itu menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu, sebenarnya memory di dalam prosesor itu terbagi-bagi kapasitasnya untuk memproses instruksi yang diberikan.

Alhasil proses setiap aplikasi itu menjadi lama. Otak manusia itu Ibarat Super Komputer, dan memiliki cara kerja yang mirip.

Para Psikolog dan Neuroscientist melalui penelitiannya menyatakan bahwa melakukan Multi-task akan menyebabkan otak lebih cepat lelah dan sering lupa.

Alih-alih para ahli menyarankan Pola Mindfulness - fokus pada satu pekerjaan untuk satu waktu. Cepat selesaikan, lalu beralih ke pekerjaan berikutnya.

Saya mencoba hasilnya lebih memuaskan dan lebih relax. Namun, tantangan terberatnya adalah apakah kita bisa tidak terganggu atau terdisrupsi oleh hal lain seperti bunyi telepon genggam, pesan dari sosial media?

Apa pengalamanmu mengenai Multi-tasking?

Sunday, April 10, 2022

Believe in Yourself!

Kemaren Sabtu seorang mantan murid sekolah kami mengirimkan pesan kepada saya.

"Ms I need your advice and Insight".

"Yes, (sebut saja namanya 'Mawar')

Mawar sudah pindah dari sekolah tempat saya melayani, ke Sekolah International dekat rumah barunya di Sentul.

"Aku lagi ngerjain suatu project sekolah, dan project itu diperkirakan berhubungan dengan Jurusan yang akan dipilih pada waktu kuliah".

"Okay, lalu apa masalahnya", jawab saya.

"Saya bingung mau kuliah apa, Ms lihat aku cocoknya jadi apa?"

"Bukannnya waktu itu kamu pernah cerita sama Ms, kamu ingin masuk Jurusan Hukum?", kata saya.

"Tapi aku merasa orang-orang yang mengambil jurusan Hukum itu pinter banget, aku merasa belum sampai ke situ, Ms".

This is my next reply:
"Sometimes it is not the Smartest who can achieve the highest career - That's the fact".
"As long as we have the strong will to learn and improve, then we can achieve the level that we want - That's what I believe".
(diam sesaat)

"So do you believe in yourself? believe that you can achieve what you want in the future?" - lanjut saya.

"Yes Ms".

"Then I believe you will get there" - Tutup saya.

"Thanks for you help, ms".

Don't be pushed by Your problems; Be led by Your Dreams. - Unknown.
(Jangan termotivasi karena permasalahan; Pimpin dirimu dengan Mimpimu).

Friday, March 25, 2022

Knowledge is Power?

This phrase was first coined by Sir Francis Bacon (1561-1626), was an English philosopher and statesman who served as Attorney General and as Lord Chancellor of England.

Sir Francis meant by this phrase that having and sharing of knowledge is the foundation of reputation and influence, because it all begins with knowledge.

But is it true that "Knowledge is Power"?

Since my school days I like to read, I feel that I can explore a lot of understanding and knowledge through reading.

But one time when I was in college, a problem occurred, sometimes I quickly panicked.

Then my sister said "ah it's useless, you read a lot, you just encounter this problem, you immediately want to give up. It's useless you know a lot".

Similarly when I re-started my career in the Insurance industry, I wanted to learn everything first until I feel confident, took a lot of training.

However, my leader Gui Mei rebuked, "You can't just keep learning, but you must also practice and work on it if you want the results."

Power is Power. The ability to Act from what is known is more Powerful.

Generally people only knowing, but do not have the ability to act on it.

"Faith without works is dead". - Put your knowledge into action.

Yes, Knowledge is Power, but acting on your Knowledge is Much More Powerful.

Monday, March 21, 2022

The Power of Mindset.

Many may not know who Edwin C. Barnes was, but many people must have heard of Thomas A. Edison.

When he got off the freight train in West Orange, New Jersey, Barnes might look like a bum, but he had the mindset of a King.

Despite being penniless and not acquainted with the inventor, Barnes came to Edison's Office with a passionate desire to 'cooperate', NOT 'work for' Edison.

There were two problems: He didn't know Edison, and he didn't have the money to buy a train ticket to Edison's lab in West Orange, New Jersey.

Problems like these are enough to make people generally back off from pursuing a Desire or a Dream.

Barnes did not get a partnership with Edison in the first interview. He got the opportunity to work in Edison's office for low wages.

Month after month. Although no progress brought him closer to his Dream, Barnes continued to strengthen his desire to become Edison's business partner.

It took five years before this GREAT opportunity he had been looking for appeared before his eyes.

Edison had just finished perfecting a new office equipment known as the Dictation Machine. Salespeople were unenthusiastic and unsure of how to sell this tool.

Barnes knew he could sell the Dictation Machine. He offered himself to Edison, and was given the opportunity by the Inventor.

He managed to sell the machine, and gained big Success. Then Edison gave him a contract to distribute and market the tool throughout America.

He managed to become Edison's partner and made a big profit.

Besides that he achieved something greater, He proved that the power of mindset and persistence can bring success.

"When someone is really ready for something, something will come." - (quoted from the book "Think and Grow Rich" - Napoleon Hill)

Thursday, March 17, 2022

Tune in to Channel P.

In my association I sometimes feel uncomfortable with a handful of people.

If there is such a person in an event that I am attending, it can sometimes make the mood go away. Or if there is an important event, and those people are present I will try to avoid. That sometimes make me have to pass on some important meetings.

One day I had a chance to talk to a leader that I respect, he advised, "You should focus on the positive things of that person, if he can be in that position, apart from things you don't like, there must be positive points that you can learn from the respective person".

That advice made me realised, why should I focus on the negatives of these people, thus avoiding me from taking the positives out of them.

That avoidance also cost myself, no chance to participate in an important event I was supposed to attend for building my network.

"Tune in to Channel P, The good thoughts Station. Find Qualities to like and admire in a person, not things to dislike. Think Positive Thoughts towards people - and get positive results"- from the book "The Magic of thinking Big" by David Schwartz.

Monday, March 07, 2022

Start Small.

If it is mentioned "Ingvar Kamprad" - probably many do not know who this figure is. However, if it is called IKEA probably almost everyone knows it is the name of the world's leading Furniture Company, which originated from Sweden.

The founder of this IKEA company is Ingvar Kamprad. Actually IKEA is an abbreviation of the name (I)ngvar (K)amprad who was born on a family farm named (E)lmtaryd, and near the village of (A)gunnaryd.

Ingvar Kamprad started his business by selling matches at the age of five. At the age of seven, he started selling to his neighbors by bicycle.

Then they started selling fish, Christmas tree decorations, pens and pencils. When he was 17, his father gave him a cash prize for completing his studies.

IKEA was founded in 1943 by selling the kitchen table, which made by his Uncle Ernst. Then in 1948, Kamprad expanded its production by venturing into the Furniture Industry. Then began to spread to countries in the world.

From this story, I learned that something big starts from small. Not infrequently I can't wait to achieve something big, but don't want to do the "Homework" just yet. Of course with such an attitude that great things will never be achieved.

There is a saying "Whoever is faithful in small things, he will also be faithful in big things". This means that if we do small things seriously, that attitude will be judged and people will trust us more. From there it will produce bigger jobs.

"A thousand miles of journey always begin with one step". - Lao Tzu

What do you think?

Wednesday, March 02, 2022

Turn Failure into Opportunity.

Post-it-Note is a small piece of paper that is usually affixed to a document as a marker or reminder.

The invention of Post-it-Note started with a failed product. In 1968 Dr. Spencer Silver, a scientist at the 3M company, is trying to develop a super-strong adhesive.

However, he accidentally created an adhesive that comes off easily and can be reusable.

For 5 years, He tried to convince this discovery in the company, but gained low support.

It wasn't until 1974 that his colleague, Art Fry, came up with the idea of using the adhesive to attach small pieces of paper to his Hymn book as markers.

In 1977 the 3M Company tried to market a product that was then called "Press 'N Peel" in four cities in America, but failed.

A year later 3M gave free product samples to customers in Boise, Idaho, 94% of those users were satisfied and said they would buy the product.

In 1979 the product was sold under the name "Post-its", and sold throughout America on April 6, 1980. A year later it was launched in Canada and in European countries.

Until now "Post-its" is one of the most widely used office tools.

Sometimes we see a failure as the end. If seen from this story, sometimes failure can be a new opportunity to something bigger.

In addition, Post-Its takes more than 10 years to succeed, so success always need a process.

Success is Not Instant, Embrace the Journey.

Tuesday, February 15, 2022

The Gift of Pain.

It is human nature, we do not like painful things. As much as possible we avoid experiencing pain in both physically and mentally.

Sometimes we think, maybe it would be better if there is no pain in this life. Pain only brings suffering.

Dr Paul Brand, a British doctor, who became a pioneer in surgery on leprosy. Together with his wife, Margareth Brand, an ophthalmologist - became a missionary in the medical field in India, to treat leprosy sufferers.

Dr Brand stated, "Thanks God for the pain, If only I could give one gift to my leprosy patients, that gift would be Pain".

Dr. Brand's view emerged after he learned that leprosy attacks and kills the nerves on the surface of our bodies, so the sufferer does not feel pain, even though his body parts are bitten by pests or exposed to other sharp objects.

This often causes lepers to become stupefied. Pain exists, aims to give a signal to avoid danger and survive. The problem is sometimes the signal can't tell if it's a real danger or just imagination. This is what makes us overreact.

Lesson Learned: Everything that God has given has a purpose, only if we want to embrace it and learn to control it for the sake of our lives.

If you would like to watch Dr Paul's Story - The Gift of Pain, please follow the link below:
https://www.youtube.com/watch?v=rXS2oTFE7Ho